
🌻🌻🌻
Suara ponsel diatas nakas tak hentinya berdering membuat Reza yang masih terlelap dibalik selimut yang menutup tubuh polosnya harus bangun dan meraihnya
"Papa!" gumamnya pelan, takut sang istri terbangun karna baru dua jam mereka telelap.
"Hallo, Pah" sapa Reza setelah ia menggeser tanda hijau di ponselnya
"Kamu dimana?" tanya papa langsung.
"Dikamar, Pah"
"Kamar mana?" tanya papa lagi mulai kesal.
Reza mengedarkan pandangannya, ia diam sejenak untuk mengingat kejadian kemarin.
"Hotel,Pah. aku di hotel" sahutnya.
"Cepetan pulang, Rapat bulanan diadakan jam sepuluh pagi ini" titah papa tegas.
"Iya, aku pulang sekarang" jawab Reza malas. matanya yang masih mengantuk justru membuatnya kembali memeluk tubuh sang istri dengan erat.
Matahari kian menanjak, sinarnya kini mulai masuk lewat celah ventilasi yang tertutup gorden putih, Melisa menggeliat, ia meregang kan otot tubuh yang terasa remuk karna ulah suaminya semalaman.
Dilihatnya jam di dinding yang sudah menunjukan pukul delapan pagi.
"Mas Reza gak kerja gitu?" gumamnya pelan sembari menatap wajah pria yang terlelap dengan tenang nya itu.
"Mas, ayo bangun, kita pulang" kata Melisa mengguncang bahu suaminya yang polos tanpa apapun.
"Hem, cium dulu" ucapanya dengan mata masih terpejam.
"Udah cepetan ah, aku mau kekamar mandi"
"Ya udah mandi sana duluan" sahut Reza.
"Ayo, bareng kan selimutnya cuma satu kalau aku bawa kekamar mandi, mas Reza telanjang loh"
"Gapapa telanjang, itu lebih memudahkan buat ronde ke empat" reza menjawab dengan gelak tawanya..
Oooooooeeeeekkkk..
"Nah kan, baby protes tuh, haha" ledek Melisa saat suaminya mulai mual mual lagi dipagi hari.
*******
Selesai mandi, keduanya tinggal menunggu baju yang akan dikirim oleh pihak laundry datang, Reza duduk di tepi tempat tidur dengan mata yang sangat fokus pada layar ponselnya.
" Ada masalah, Mas?" tanya Melisa penasaran.
"Engga, aku cuma lagi cek email aja"
"Baik baik disini ya," ucapnya lembut lalu mulai menciumi perut tersebut berkali-kali membuat Melisa terharu dan menitikan air matanya.
Pandangannya teralihkan saat bel pintu berbunyi, Reza langsung bangun dari duduknya melepaskan tangannya yang masih memeluk perut sang istri.
" Aku yang buka, kamu duduk disini" ucap Reza yang langsung menaruh bantal di pangkuan Melisa, bathrobe yang pendek membuatnya tak ingin orang lain Melihat paha mulus sang istri.
Reza kembali masuk dengan paper bag di tangannya.
"Ganti baju, Ra. kita sarapan di bawah lalu langsung pulang"
Melisa mengangguk, lalu masuk kedalam kamar mandi bersama Reza.
Baru selesai merapihkan diri, ternyata Reza kembali mual ia bergegas kearah wastafel untuk memuntahkan isi perutnya yang masih kosong.
"Aku ambil air dulu" kata Melisa segera keluar dan tak lama kembali dengan membawa segelas air hangat.
Reza meneguk air tersebut sampai habis, nafasnya mulai tersengal dan keringat membanjiri keningnya.
Dengan tubuh lemas ia berhambur kedalam pelukan sang istri.
"Mual banget,Ra!" lirihnya pelan dengan wajah sudah berada di ceruk leher Melisa.
"Sabar ya, Mas"
*****
Selama perjalanan pulang, Reza tak hentinya mengunyah permen mint yang ia beli di minimarket sisi jalan, kepergiannya yang mendadak membuatnya lupa tak membawa obat dan juga vitaminnya.
Keluar dari jalan tol, ada saja yang membuatnya berhenti untuk membeli apapun yang ia inginkan.
"Kapan nyampenya kalau mas Reza jajan terus?" kekeh Melisa saat Reza masuk kedalam mobil membawa sekantong gorengan ditangannya.
"Yang penting aku kenyang, kamu gak tau aja rasanya laper,Ra. langsung mendadak pengen pingsan rasanya" jawabnya dengan mulut penuh makanan.
"Jangan di makan cabenya, nanti sakit perut" kata Melisa sambil menyuapkan bakwan ke mulut Suaminya, karna Reza langsung meneruskan perjalanannya.
"Ko kesini, Mas?" tanya Melisa bingung saat mobil mewah suaminya justru masuk kedalam area perkantoran.
"Kita liat singa ngamuk dulu" jawabnya.
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Bahasamu, bang!!
Bikin othor geleng geleng gak ngerti🤔🤔.
LIKE komennya yuk ramaikan ❤️❤️❤️