
❣️❣️❣️❣️❣️
Jam istirahat di habiskan si kembar di kantin dengan berbagai menu makanan yang terhampar di meja, Air sibuk menyambangi para kekasihnya yang kebetulan ada juga di kantin, dari hari Senin sampai Minggu hanya yang di hari Sabtu yang tak terlihat.
"Dek, pacar kakak hari Sabtu siapa?" tanya Ay pada adik bungsunya.
"Sabtu di Minggu keberapa?" Cahaya balik bertanya.
"Minggu ini kayanya" sahutnya sambil mengingat-ingat
"Wait, aku cek dulu" ucap si cantik sambil meraih ponselnya di atas meja.
Cahaya di beri tugas oleh Air untuk mengatur jatah hari para kekasih kakaknya itu, Karna seringnya ia keliru antara mantan dan pacar.
Air yang selalu tebar pesona membuat para gadis banyak yang menempel padanya tapi ia hanya memberi kesempatan empat belas gadis saja yang bisa ia pacari.
Tak ada yang di lakukan Air pada pacar pacarnya, ia hanya merayu di saat di jam istirahat ataupun saat pelajaran belum di mulai, tapi entah kenapa cara begitu saja membuat pacar-pacarnya tak ingin lepas darinya.
"Kamu mau mau an sih, dek" ucap Langit saat melirik ke arah layar ponsel Cahaya.
"Dari pada ketuker lagi kaya dulu, kan kasian, haha" kekehnya.
Langit Langsung meraih bahu si bungsu agar menempel pada dadanya, namun gadis itu sontak mendongakan wajahnya.
"Abang gak boleh kaya kakak ya" pintanya dengan serius.
"Mana mungkin, Abang udah punya kamu" jawabnya tak kalah serius terlihat dari sorot mata Langit.
" Yakin?, Abang gak akan Deket sama cewek Laen selain aku?" tanya Cahaya.
"Yakin banget, Abang sayang adek, cuma Adek dan sampe kapanpun ya adek aja. Adek selalu ada buat Abang jadi Abang gak butuh Cewek lainnya"
Ucapan Langit menghangatkan hati Cahaya, gadis cantik lima belas tahun itu langsung berhambur memeluk Langit membuat Bumi akhirnya membuang pandangannya dan Air memutar matanya jengah.
"Ini kalo papa liat, Abang bisa di gantung pohon toge" kata Ay yang langsung mengundang gelak tawa dari Langit juga Cahaya.
"Jangan bilang papa dong, pokonya kalo bocor itu pasti kak Ay yang bikin laporan ke papa, karna kak Bu gak mungkin bawel ke papa"
Air tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan adik bungsu nya itu.
"Papa tuh banyak matanya, dek. Kemarin Kakak manjat pohon durian aja papah tau, semalem kan papa tanya ke kakak"
Ucapan Air langsung membuat pasangan yang Sedang berpelukan itu akhirnya menjauh dengan cepat.
"Yang bener kamu, kak?" tanya Langit mulai khawatir, ia langsung ingat dengan permintaan Reza untuk ia kuliah negeri.
Apa om tahu, makanya mau misahin aku dari Chaca
***
Bel waktu istrirahat berakhir, semua siswa dan siswi kembali ke kelas masing-masing.
Seperti biasa Langit selalu mengantar Cahaya lebih dulu ke kelasnya bersama Bumi, begitu pun Air yang sudah lebih dulu pergi bersama pacarnya di hari Senin yang kebetulan mereka satu kelas.
Selama sisa pelajaran otak Langit selalu ingat dengan ucapan Air, meski ia tahu memang Reza terlalu berkuasa selama ini.
Langit merasa sudah sangat nyaman dengan kedekatannya bersama Cahaya yang memang lebih dari Adik dan Abang pada umumnya.
Sampai rasanya ia lupa siapa ayah dari gadis yang amat ia sayangi itu selama ini
.
.
.
"Balik ay.." ujar Dhani teman di belakangnya.
"Ya, duluan" jawabnya yang belum juga beranjak dari kursinya karna ia menunggu Serly yang berjalan ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Ay pada Serly yang duduk di depannya.
"Kamu kenal Septi?, katanya mantan kamu ya?" Tanya Serly pada Ay pacarnya.
"Jangan nanya mantan, gue gak inget" sahutnya santai.
"Huh.." Serly membuang nafasnya kasar, pria di depannya itu terlalu santai dalam menanggapi semua hal.
"Kenapa sih?, dia mau balikan sama gue?" tanyanya dengan percaya diri.
"Emang kamu mau kalo dia ngajak balikan?" Serly menaikan satu oktaf nada bicaranya.
"Kalo masih ada waktu yang kosong gak apa-apa, kata papa gak boleh nolak rejeki, ckck" kekehnya yang langsung mendapat cubitan dari Serly.
"Nyebelin ih!" dengus Serly kesal.
"Emang ada apa?'" kini Ay bertanya dengan serius.
"Aku nanti malem mau pergi sama dia, boleh ya?"
Air mengernyitkan dahinya,.
"Malem ini?" Ay bertanya lagi.
"Iya, malam ini, kenapa? kamu gak nge bolehin aku keluar?"
"Iya gue gak mau Lo keluar malem malem"
Serly tersipu malu, ia bertanya sambil mengulum senyumnya.
"Kenapa?"
.
.
.
.
.
"Karna nanti kamu bakal ngalahin sinar rembulan!!"
💦💦💦💦💦💦💦💦***
Udah ah kak , capek gue Lo bikin hati gue kokojotan teu jelas ah.....
Udah gede mau jadi apa sih?
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️