
π»π»π»
"Mas.."
"Iya, sayang"
Hanya itu yang bisa Melisa lakukan, memanggil suaminya berkali kali dengan suara parau, ada rasa ngilu yang ia rasakan namun tak mampu berbuat apa apa.
Suara gelak tawa dari para dokter dan suster ia abaikan karna hanya fokus berdoa dan berdoa belum lagi isak tangis suaminya kecil yang ia dengar di telinga kanannya membuat suasana hatinya semakin sedih.
Aku mencintaimu
Aku mencintaimu
Kuat ya sayang
kamu yang terbaik
kamu segalanya
Aku disini... selalu.. dan selamanya!
sayup sayup ia mendengar kata kata lirih yang Reza bisikkan seakan langsung menembus ke dasar hatinya.
"Mas.." panggilnya lagi.
"Iya, Ra. aku disini sayang, Sabar ya sebentar lagi sedikit lagi" jawabnya dengan suara serak.
"Belum?" tanyanya lemah.
"Belum sayang, kamu kuat kan?"
Melisa hanya mengangguk, rasa dingin mulai mengusik ketenangannya, entah berapa lama ia berada di ruangan ini, seakan waktu lamban berjalan.
Reza selalu membisikkan kata kata yang bisa membuatnya tenang, kadang ia bercerita hal hal yang sudah mereka lalui berdua selama setahun belakangan ini, sampai ia terkadang ikut menyimpulkan senyum di ujung bibirnya.
Kini bayangan kedua mertuanya pun ikut melayang layang di peluk matanya.
Bagaimana cara mama memperlakukannya, dan papa yang selalu membelanya, belum lagi harapan kedua pasangan paruh baya itu terhadap anak yang kini sedang ia lahirkan.
"Oooooooaaaaaaakkkk"
Tangis bayi mungil menggema ke seisi ruangan operasi, membuat Reza yang tadinya hanya terisak kini pecah juga tangisnya.
berkali-kali mengucap syukur sambil terus menciumi pipi kanan istrinya.
Ra...
Anak kita lahir..
terima kasih.. terima kasih sayang..
Ucapan yang terdengar begitu manis lebih manis dari seluruh kata rayu yang biasanya Reza ucapkan, Melisa hanya tersenyum simpul sambil merasakan gemuruh dalam dadanya.
"Satu lagi ya"
Suara dokter Rissa memecah lamunan keduanya
"Satu lagi?" tanya Reza, bingung.
Dokter cantik itu mengangguk dan tersenyum.
"Oooooooaaaaaaakkkk"
Dan lagi, tak kalah keras dari tangisan sebelumnya meski sedikit terdengar sedikit serak.
"Anak kita dua, Ra" bisik Reza.
Melisa menghela nafasnya panjang, tak pernah terbersit dalam benaknya akan mempunyai anak kembar dua sekaligus meski banyak yang sering berkomentar tentang perutnya yang besar.
"Ini yang terakhir ya" kekeh Rissa, yang disambut gelak tawa para dokter lainnya.
"Oooaaaaaaaaakk"
"Selesai"
Seluruh dokter dan perawat mengucapkan rasa syukur atas lancarnya kelahiran dari para penerus Rahardian group.
"Mas, anak kita berapa?" tanya Melisa.
"Gak tau, banyak!" jawabnya masih bingung.
"Za, Lo bisa adzanin sekarang"
"Anak gue berapa?" tanya Reza yang penasaran.
"Lo itung aja sendiri" seloroh dokter Rissa.
"Aku liat anak kita dulu ya" bisik Reza.
Reza melangkah dengan tergesa menuju arah suara tangis yang memekakkan telinga, begitu riuh dan saling bersahutan.
" Satu...dua... tiga" hitungnya pelan.
"Banyak banget, satu..dua.. tiga" ia mengulang sambil menunjuk satu persatu bayi yang sedang di bersihkan para perawat
"Tiga?" ia mengernyit kan dahinya.
"Anak gue tiga, ya ampun tiga! ini beneran
tiga" kini ia berbicara sambil tergelak dengan deraian air mata.
"Selamat ya, anak Lo kembar tiga, dua laki laki, dan yang terakhir perempuan" ujar dokter Rissa sembari menepuk bahunya, ada rasa bangga dari dasar hatinya.
"Makasih, Ca!, makasih banyak" ujar Reza dengan mata masih fokus pada anak anaknya.
"Sama sama" jawabnya dengan senyum simpul.
Setelah di bersihkan, ketiga bayi mungil yang hanya memiliki berat rata rata 2,5 kilo gram itu akhirnya di adzani secara bergantian.
Sungguh membuat haru dan tersentuh siapapun yang melihatnya secara langsung.
Bayi pertama laki-laki dengan rambut hitam lebat lebih dulu dibawa untuk di letakkan di bagian dada sang ibu yaitu Melisa, tak berselang lama bayi kedua menyusul. kini dua bayi tampan sedang berlomba untuk menggapai wadah kehidupan mereka.
Melisa hanya bisa terisak tak percaya dengan apa yang sedang ia rengkuh saat ini, Reza yang berada di dekatnya tak henti menciumi pucuk kepala sang istri.
"Terima kasih, kamu sudah berjuang melahirkan tiga anakku, Ra" bisiknya.
"Terimakasih sayang, kamu wanita paling hebat, kamu kuat, kamu segalanya"
"Aku belum percaya, Mas. ini beneran?" tanya Melisa.
"Iya sayang, kamu ibu dari tiga anak, dua laki laki dan satu perempuan, selamat menjadi ibu , aku percaya kamu bisa jadi ibu yang terbaik"
Melisa mengangguk, dengan senyum mengembang di sudut bibirnya.
Terimakasih tuhan.
Kau berikan kami kebahagiaan yang luar biasa.
"Dok, bayi perempuan nya---"
ππππππππ
Yeeeeee..
kecebong babang reza launching
selamat berepot repot ria ya bangπ€.
Eh, di bungsu kenapa tuh? π³π³π³..
Like komennya yuk ramaikan β€οΈβ€οΈβ€οΈ