Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 138


🌻🌻🌻


BRAAKKK


"Ya ampun!" pekik mama dan Caca di ambang pintu yang tadi dibukanya dengan keras.


"Mana yang pingsan?" tanya Caca.


"Tadi pingsan loh, Ca. bener deh tapi kenapa itu tadi malah..." ucap mama sambil geleng-geleng.


"Udah bangun!" jawab Reza cepat.


"Ngerjain gue Lo, muter baliknya jauh banget tau gak!" sungut Caca kesal, ia yang sudah hampir sampai rumah sakit harus putar arah kerumah Rahardian Wijaya saat mama menelponnya dengan panik.


"Ya udah sini cepetan, cek tekanan darahnya tadi sempet syok tadi diem aja terus pingsan" sahut Reza.


"Kenapa bisa syok?" tanya Caca yang sudah berdiri didekat ranjang bersama Mama.


"Wih, napa muka Lo?" tanya Caca yang baru menyadari seburuk apa wajah sahabatnya itu.


"Udah cepet periksa" titah Reza sambil bangun dari duduknya memberi tempat untuk dokter cantik itu memeriksa istrinya.


Rissa dengan cekatan mengeluarkan alat alat medisnya, meraih tangan Melisa untuk diperiksa lebih dulu.


"Tekanan naik lagi ya, Mel tapi masih Ok, abis nangis ya?" tanyanya sambil terkekeh.


Melisa langsung menunduk dengan senyum kecil.


"Kayanya dia hobby banget ya nangisin kamu sekarang?" cibirnya dengan mata melirik kearah Reza yang berdiri di sisi mama.


"Enak aja Lo" selaknya tak terima.


"Gue punya kenalan tukang sunat profesional, kalau dia masih gitu aja gue bisa bawa dia kesana" bisik Rissa pada Melisa.


membuat ibu hamil itu membelalakkan matanya namun sesaat kemudian tersenyum kecil.


"Gak usah jadi racun Lo" sentak Reza.


"Sudah, kalian ini bertengkar terus, Ca nanti obatin Reza juga ya" pinta mama.


"Beres, Tan" jawabnya dengan mengacungkan jempol.


"Mama buatkan sarapan untuk mu dulu ya sayang" pamit mama pada menantunya setelah mengecup kening Melisa.


"Cium mah" goda Reza yang sudah menyodorkan pipi kirinya.


"Bosen!" jawab mama yang langsung mengundang gelak tawa.


"Banyakin makan sayur sama buah ya, Mel, air putihnya jangan lupa harus cukup" pesan Caca sambil merapihkan lagi peralatannya.


"Iya, dok"


"Udah mulai sering buang air kecil gak?" tanya si dokter cantik.


"Iya, kalau malem sering banget" sahutnya sambil membenarkan posisi berbaringnya agar lebih nyaman.


"Jangan terlalu banyak makan yang manis ya kecuali es Cream, itu baru boleh banget"


Melisa mengangguk, paham.


"Yuk" kini ia menoleh ke arah Reza yang masih berdiri memperhatikan percakapan dua wanita dihadapannya.


"Kemana?" tanya Reza bingung.


"Obatin muka Lo yang ancur, pantes bini Lo pingsan, gue aja kaget" kekehnya sambil menuntun tangan Reza sampai ke sofa.


Melisa yang melihat itu hanya mengernyit kan dahinya lalu mengusap perut yang tiba-tiba terjadi pergerakan heboh di dalamnya.


Kenapa sayang...


takan terjadi apapun pada kami, percayalah!


Melisa yang hanya bersandar di punggung ranjang bagaikan sedang menonton drama secara life, gelak tawa Rissa yang sangat mendominasi mengisi keseluruh isi kamar.


"Iya, iya gue tau" katanya disela kekehannya.


Entah apa yang mereka bicarakan di sofa panjang itu, tempat dimana biasanya ia dan Reza bersenda gurau bahkan bercumbu.


"Udah, moga balik ganteng lagi ya" ucap Rissa sambil berdiri.


"Gua sih tetep ganteng, cuy"


"Haha, ok..ok.. gue balik ya, itung gue lembur pokonya gue gak mau tau kalo gaji gue dipotong gara gara telat ke RS" ancam Rissa sambil menunjuk hidung Reza.


"Bawel Lo, gue bayar cash sekarang nih"


"Ogah, transfer aja, 10 kali lipat"


"Loh udahan, Ca?" tiba tiba mama datang dengan nampan di tangannya.


"Udah Tan, aku pamit ya udah siang banget nih" ujarnya sedikit manja.


"Ya sudah, hati hati dijalan"


Rissa mengangguk, lalu mencium kedua pipi mama bergantian.


"Pulang ya, Mel, Ingat pesanku tadi ya" kata Rissa sambil melambaikan tangan kearah Melisa yang dibalas anggukan dengan senyum kecil setelah mengucapkan.


"Terimakasih" ..


"Suapi istrimu, mama mau kebawah lagi" kata mama sambil menyerahkan nampan pada Reza.


"Dihabiskan sarapannya, jangan lupa minum obat ya, Mel" pesan mama sebalum keluar kamar.


Reza mendekat kearah tempat tidur, duduk ditepi ranjang sambil memangku nampan berisi nasi dan SOP ayam kampung.


"Makan dulu ya, biar bisa minum obat sama vitaminnya" kata Reza sambil mengaduk kuah SOP.


"Enggak, aku gak makan" tolaknya.


"Kenapa? emang gak laper? ini udah lewat jam sarapan" kata Reza lagi mencoba membujuk.


Melisa tetap menggeleng kan kepalanya.


"Nanti kalo udah makan, aku cari martabaknya kalo gada juga nanti aku bikin deh"


"Aku gak mau makan martabak" sahut Melisa.


"terus maunya apa? ganti lagi? udah gak mau martabak?" tanyanya setelah menghela nafas berat dan menaruh makanannya diatas nakas


"Justru aku mau mas Reza yang nikmatin martabak" jawab Melisa sambil melepas luaran piyamanya dan menjatuhkan tali atasnya hingga terlihat jelas bahu putih mulusnya.


"Mau susu dulu apa kacang dulu?" bisiknya setelah menarik bagian depan kaos suaminya.


"BUNGKUUUUUUUUUUSS"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Rejeki nomplok bang πŸ€­πŸ™ˆπŸ™ˆ


si babang sarapan Martabak pagi pagi..


tuh bini jangan lupa kasih pisuke ya...


pisang susu keju..


Makanan woy makanan.. jangan travelingπŸ˜‚


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN β™₯️β™₯️