
ðŧðŧðŧðŧ
Reza yang gagal mengadakan duet maut bersama Sang istri akhirnya harus rela pergi ke kamar mandi untuk bersolo karir, Kali ini pesonanya terkalahkan oleh sebuah panci yang memang sangat di idam-idamkan pujaan hatinya itu.
"Kenapa dateng sekarang sih, gak tau apa baru juga masuk!" umpatnya kesal.
"Kemaren suruh beli sama pabriknya gak mau, nah sekarang malah ganggu" tambahnya lagi.
"Mana aku tuh dua hari di luar kota, masa perpisahannya sama sabun!" Pria yang sedang kesal itu terus saja mengoceh sampai para calon cebong hasil semburannya masuk kedalam saluran air.
"Pergi sana jauh-jauh. Awas jangan nyangkut ya" kekehnya sambil mengambil handuk untuk ia lilitkan di pinggang.
Usai merapihkan dirinya lagi, Reza bergegas turun ke lantai bawah menemui anak istrinya.
Ia mencium bau bungsu yang duduk di kursi meja makan, ada sisa kebasahan di wajah cantiknya sampai Reza harus menautkan kedua alisnya.
"Adek kenapa, di galakin mama ya?" tanya pria tiga anak itu.
"Enggak, mama mana pernah galakin aku" sahut si bungsu.
"Haha, iya Papa lupa kalo mama itu galak dan jahatnya cuma sama papa" sindirnya sambil melirik sang KHUMAIRAH dengan ekor matanya.
"Cih, sensi banget nih Gajah" ejek Melisa, kemudian ia kembali merapihkan semua alat masaknya lagi.
"Papa jadi pergi?" tanya Cahaya.
"Iya, besok Abang juga kesana ikut papa" jawabnya sambil mengusap kepala anak kesayangannya itu.
"Abang aku di culik papa" rengeknya manja.
"Biar jadi mantu idaman, dek. Kan papa mau keliling dunia sama Mama" kekehnya sambil mengedipkan satu matanya pada sang istri.
"Anak-anaknya yang mau nikah, kenapa emak bapaknya yang niat honeymoon!" gumam Cahaya.
Ia memang sudah tahu rencana kedua orang tuanya empat tahun mendatang, saat mereka sudah lulus kuliah pasangan suami istri yang masih saja harmonis itu akan menghabiskan waktunya berdua menjelajahi tiap-tiap negara dengan syarat tak membawa adik kecil untuk mereka.
"Tenang, cantiknya papa akan selalu menjadi bungsu" rayunya pada Cahaya.
Reza melihat jam di pergelangan tangan sudah waktunya ia berangkat menuju bandara, meski memakai pesawat pribadi tapi pria itu tak pernah mau membuat orang lain menunggunya karna hal sepele.
"Papa jalan sekarang ya" Pamitnya pada Cahaya, hanya ia yang ada dirumah karna dua anaknya yang lain belum juga pulang.
"Hati-hati dijalan, Pah" jawabnya sambil mencium dua pipi Reza, dua hari di tinggalkan akan menjadi waktu yang lama bagi anak manja sepertinya.
"Pasti, jaga kesehatanmu"
Bukan tak percaya, tapi untuk tidur nyenyak tanpa pelukan sang suami adalah hal mustahil baginya.
"Aku pergi, jaga dirimu baik-baik. cepat hubungi aku jika terjadi sesuatu pada kalian" pamitnya pada KHUMAIRAH.
"Iya, By. berjanjilah untuk cepat pulang jika urusan mu selesai" pintanya setelah mendapat ciuman di seluruh wajahnya.
"Iya, Ra. Aku ngapain lama-lama disana, rumahku disini keluargaku sini, kalian tempat ku pulang" ucapnya sambil memeluk tubuh langsing Melisa.
"Aku percaya, Mas. Jangan asal mampir ketempat lain ya saat ada yang menawarkan madu padamu"
"Kenapa?" tanya Reza, istrinya tersenyum kecil sambil kembali berbisik
.
.
.
.
.
.
.
" karna aku akan suguhkan racun saat kamu pulang!"'
ðððððððððð
Eh...
Makin galak ya setelah julid ðĪðĪðĪðĪ
Tenang bang, tar gue geseran dikit di dalam kardus ð
Neng rela berbagi kalo sama Abang, di tindih juga siap bang ðĪŠðĪŠðĪŠðĪŠðĪŠðĪŠðĪŠðĪŠðĪŠ..
kabooooooooooooorrrr ðððð
Like komen nya yuk ramai kan âĨïļ