Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 113


🌻🌻🌻


Reza kembali menutup pintu kamarnya, tak mengijinkan siapapun masuk termasuk mama juga eyang jika Aby masih disana.


"Kamu diem disini, aku ambil makanan dulu kebawah"


"aku ikut, Mas!" rengek si bumil sambil memegang lengan suaminya yang hendak bangun.


"Jangan sering-sering naik turun tangga, nanti kamu capek sayang" jawabnya dengan senyuman lalu mencium pipi Melisa sekilas.


"Alasan, aku dirumah bebas naik turun" dengus Melisa kesal, lalu menepiskan tangan Reza.


"Dirumah aman, Ra"


"Emang disini kenapa?" Melisa malah meringsek mendekati Reza.


"Disini serem, suka ada om ocong" bisiknya pelan, namun mampu membuat Melisa menggridik kan bahunya.


"Diem diem ya, jangan keluar" titahnya lalu mengambil selimut untuk menutupi bagian kaki sampai pinggang istrinya.


Melisa hanya mengangguk kan kepalanya, dengan sorot mata ketakutan.


"Mana Melisa, gak turun buat makan malam?" tanya mama saat Reza sudah sampai di dapur.


"Gak, mah. makan dikamar aja" jawab Reza yang sudah menarik satu kursi dan duduk.


"Eyang siap Kan dulu makanannya" kata Eyang yang langsung mengambil nampan dan piring, memisahkan sayur dan lauk untuk mudanya makan.


"Makasih ya eyang" kata Reza sambil mengunyah kerupuk kulit di mulutnya.


Matanya terus menatap sosok pria di sisi Ameera yang duduk dengan senyum manisnya, lesung pipi nsi sebelah kanannya membuat wanita manapun terpesona padanya.


Ganteng sih..


Eh engga gantengan juga gue.. ckck


"Za, Ko ngelamun?" tiba-tiba suara papa mengagetkan Reza yang sedang memperhatikan Aby.


"Gak, aku gak ngelamun"


"Ini, ada dua porsi untuk kalian" kata Eyang sambil memberikan nampan yang sudah lengkap terisi diatasnya.


"Loh, mana Melisa?" tanya papa bingung.


"Dikamar, mau makan disana aja, Pah" sahut Reza sambil berdiri.


"Oh, inget Za, disini kita liburan biarkan istrimu menikmatinya"


"Iya, Pah!" jawabnya, lalu pergi meninggalkan ruang makan menuju kamar di lantai dua.


"Mas, aku mau tomat" Pinta Melisa saat suaminya baru saja membuka pintu.


"Makan dulu, nanti aku ambil tomatnya"


kini keduanya sudah duduk berhadapan, dengan nampan diatas pangkuan Reza karena ia yang akan menyuapi.


"Harus habis, nanti minum obat sama vitaminnya"


"Aku mau tomat" rengek nya lagi sambil terus mengunyah suapan terakhir.


"Iya, tunggu disini aku ambil ya"


"Ikut, aku mau ikut, Mas"


"Aku cuma liat, gak ikut ambil tomatnya yang ambil mas Reza aja" Melisa kembali memasang wajah imutnya seperti marmut dengan sorot mata memohon.


Reza menghela nafas kasar, ia tatap wajah istrinya yang kini semakin bulat sedang tersenyum kepadanya.


"Ya udah liatin aja ya, gak boleh masuk udah malem juga, di luar dingin banyak Nyumak" kata Reza, lalu mencium lagi kedua pipi gembil itu sambil mengusap perut buncit istrinya.


"Nyamuk, Mas" Melisa terkekeh kecil.


"Nah, iya Nyamuk hahaha" jawab Reza dengan gelak tawanya.


Melisa langsung menurunkan kakinya di bantu Reza, meski belum genap tujuh bulan usia kandungannya namun perutnya sudah sangat besar.


"Pakai ini," titah Reza.


Melisa hanya melongo dan terdiam.


"Yuk," ajaknya kemudian, dengan tangan bergandengan merekapun menuruni tangga dengan sangat hati hati.


"Ko lewat sini?" tanya Melisa bingung.


"Iya, biar langsung ke kebun tomat nya, gak usah muter-muter" sahut Reza yang berjalan lebih dulu.


Melisa hanya mengekor dari belakang, dengan tangan masih di genggam suaminya.


"Hati hati, Ra"


"Iya, Mas" sahutnya dengan pelan karna matanya fokus dengan jalan yang ia pijak.


"Kamu tunggu disini, aku ambil tomatnya dulu" pesan Reza.


"Iya, jangan lama-lama ya"


"Mau berapa tomatnya?" tanya Reza.


" Aku mau tujuh" jawabnya dengan mata berbinar.


"Siap sayang"


Reza lalu meninggalkan istrinya yang berdiri di tepi pembatas yang terbuat dari bambu, dengan hati-hati ia melangkah menyusuri kebun tomat dan cabai tepat di sisi rumah eyang, memetik beberapa buah tomat segar berwarna merah.


"satu dua tiga empat lima enam tujuh" Reza kembali menghitung buah tomat tangannya, lalu tersenyum.


Baru dua langkah ia berjalan, terdengar suara keras yang entah siapa dan dimana.


"Maliiiiiiiiiiiiiiiiiing"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Nah, kan...


apa lagi tuh bang?


bisa bonyok tar muka gantengnya 😂😂😂


Like komennya yuk ramaikan ❤️❤️


inshaallah seperti biasa ya, kalau lagi gak terlalu sibuk bisa up buat bab ke 3nya..


lagi fokusin 3 bab sehari, karna emang partnya pendek2 🙏🙏🙏🙏