Suami Dadakan

Suami Dadakan
Bab 105


🌻🌻🌻


"Kita mau kemana, kak?" tanya Ameera saat keluar dari kamar Melisa, tubuhnya langsung di rangkul oleh sang kakak menuju lift.


"Ke kantin aja," jawab Reza.


"katanya mau ke minimarket, ih bohong" rengek gadis remaja itu saat memasuki kotak besi.


Reza tertawa, lalu mengacak rambut adiknya gemas.


"Udah lama gak ngobrol ya, kakak kangen sama adek" ucap Reza sambil terus berjalan bersama Ameera.


"Haha, iya ya kak, adek juga kangen sama kakak"


"Duduk dulu, kakak pesen makan ya, kamu mau apa?" tanya Reza setelah menarik kursi untuk sang adik.


"Aku mau red Velvet sama jus strawberry aja" kata Ameera malu-malu.


"Ok, kakak kesana ya"


Reza meninggalkan adiknya di kursi paling pojok dekat kaca yang langsung menghadap ke taman samping rumah sakit.


"Dek, kemari kak Mel kerumah Tante Desy ketemu gak?" tanya Reza setelah kembali dari memesan makanan, kini keduanya duduk berhadapan.


"Ketemulah, bahkan ngobrol" sahut Ameera santai.


"Ngobrol apa?"tanya Reza lagi, ia berusaha tenang agar adiknya tidak merasa curiga.


" Gak tau, aku ikutan ngobrol juga sama Nusa," kekeh Ameera, dan perhatian gadis itupun beralih ke kue dan jus yang baru saja datang di bawakan pelayan.


"Kamu gak denger apa gitu?" Reza masih saja mengintrogasi, sedang yang di cecar pertanyaan sibuk memotong kue dan melahapnya.


"Gak, aku tinggal kekamar beresin barangku"


"Tapi, pas aku dateng, kak Mel lagi usap usap perutnya aja" Kata Ameera.


"Kenapa?" Reza semakin penasaran.


"Gak tau,lagi ngomongin Dede bayi kayanya sih"


Reza menghela nafasnya dalam-dalam, mungkinkah rasa curiganya ini benar?


"Kak, Mel. diem aja waktu pulang, di mobil juga pegangin perut terus sampe rumah langsung masuk kamar" jelas Ameera.


"Lalu?"


"Mama papa datang dan aku panggil panggil di depan kamar tapi gak ada jawaban, aku buka pintu dan lihat kakak udah tergeletak di lantai" ucap Ameera, kini tatapannya sendu ia merasa sedih jika mengingat kejadian itu.


"Dek, kakak berterima kasih padamu, jika kamu tidak membuka pintu mungkin saja


kak, Mel_-" Reza tak meneruskan kata-katanya ia justru memejamkan matanya, bayangan terburuk sedang menghantuinya.


"Kakak, apa kak Mel akan terus menjadi kakakku?" pertanyaan Ameera Sontak membuat Reza kembali membuka matanya.


"Pasti, dek. Memang kenapa?"


"Kata Tante, papa hanya ingin Dede bayinya saja" ucapan Ameera sungguh membuat Reza bingung.


ini


"Tante bilang gitu?, sama siapa bilangnya?" Reza sudah mengeram kesal.


"Sama, om. malam sebelum aku pulang" jawab Ameera.


"Ko' papa jahat sih, kak?" dengus Ameera kesal, jika itu benar-benar terjadi pada kakak iparnya.


"Gak mungkin, papa gak akan melakukan itu, papa sayang kak Mel" kata reza mencoba menjelaskan pada adiknya.


Reza yang sudah sangat kesal akhirnya memilih kembali kekamar istrinya setelah Ameera menghabiskan kue dah jusnya.


Saat membuka pintu, ternyata ada eyang juga disana sedang memijat kaki Melisa.


"Eyang disini?" ucap Reza setelah masuk.


"Mas, aku pengen pulang" rengek Melisa saat suaminya sudah duduk disisinya.


"Tunggu tekanan darahmu stabil ya sayang"


"Aku bosan," lirihnya lagi.


"Apa bedanya, dirumah pun kamu harus tetap seperti ini, jangan banyak bergerak"


"Iya, tapi setidaknya dirumah, bukan dirumah sakit"


"Nanti biar mama yang akan tanyakan pada Caca" ucap mama.


"Eyang, bisa kita bicara sebentar?" bisik Reza saat Melisa mulai lengah karna sibuk mengobrol dengan mama


Eyang mengangguk, dan tersenyum.


"Ra, aku mau telepon kantor dulu ya" pamitnya lagi.


"Disini aja, Mas"


"Penting, sayang" jawab reza menyakinkan.


"Baiklah,"


Reza langsung keluar dari kamar, selang lima menit eyang pun menyusul.


kini mereka duduk di kursi tamu bagian lobby rumah sakit.


"Eyang, sepertinya tante Desy kembali berulah" kata Reza langsung pada Eyang.


"eyang juga sudah mencurigainya saat Nona pulang" sahut eyang.


"Aku harus kesana, eyang" kini nada emosi sudah jelas terdengar.


"Sabar, Nak"


"Eyang, Tante sudah sangat keterlaluan" geram Reza.


"Lalu kamu akan bagaimana?" tanya eyang, api kemarahan terlihat kini di kedua mata Reza.


"Dia bisa menyakitiku, tapi tidak dengan istriku, apalagi berimbas pada anakku, anakku eyang!" ucap Reza menahan emosinya.


"Jangan gegabah, dia adik Nyonya." kata eyang mengingatkan.


"Aku gak perduli, cukup dua kali Tante mengusik hidupku, Eyang"


"Nak, tunggu.." Eyang memanggil Reza yang terus berjalan kearah keluar, langkahnya mantap untuk mendatangi orang yang hampir membuat istrinya celaka!.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Ikut dong bang🀭🀭


kali butuh tukang lap keringat pas adu jotos.


Hay...Hay..


kenalan yuk yang belom kenal πŸ˜‚


bab sebelumnya ada yang tanya ko bab sedikit apakah othor sibuk dunia nyata..


jawabannya iya🀭.


Teteh ibu rumah tangga dua anak.. rangkap jadi admin grup Novel juga, jadi tiap lagi ngetik harus bolak balik cek grup.


ada puluhan novel tiap harinya yang harus teteh ACC, khusus cerbung kadang teteh harus baca dulu 😭..


Gak apa2 kan ya, bab sedikit tapi sehari bisa up 2 sampe 3 bab...


makasih buat kalian ya.. lope youβ™₯️


jangan lupa like dan komennya ya