Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 240


🌻🌻🌻🌻


BLAAAS...


Satu hentakan ia lakukan dalam sekali dorong an ,Tapi....


.


.


.


.


.


.


.


"Papa... NaGa papa pulaaaaaaaaaaaang!"


Reza yang seakan pura pura tak mendengar terus saja menghentakkan milikmu semakin dalam dengan ritme sedang membuat Melisa gemas dan mencubit dadanya.


"****!" umpatnya kesal.


"Awas.. ada kakak tuh depan pintu!"


"Mah, papaaaaaa!" teriak si sulung lagi masih menggedor-gedor pintu.


"Awas, Mas!" sungut Melisa sambil mendorong tubuh suaminya.


"Gak bisa, belom keluar!"


"Cepetan!" Melisa yang sudah gelisah akhirnya mendorong Reza sekuat tenaganya.


"Jahat, kamu! aku belom kelar" dengus Reza yang terkapar di sisi tempat tidur.


Melisa tak perduli dengan ocehan suaminya, ia hanya sibuk memunguti baju tipisnya sebelum berlari ke kamar mandi karna suarw gedoran pintu semakin keras.


"Mas, buka pintu dulu" titahnya pada Reza yang sudah terbungkus selimut.


"Gak!" jawabnya ketus.


Wanita berbalut kain tipis itu menghela nafasnya, jika sudah begini suami tampannya pasti akan terus merajuk padanya, jadilah ia punya bayi besar dadakan yang lebih rewel dari si sulung.


"Maaaaaaah.. lagi apa sih!"


BRUKK.. BRUKKKKK...BRUUUKKKKK


.


.


.


CEKLEK.


"Sabar dong, kak!" Melisa yang sudah berganti pakaian langsung membuka pintu kamarnya.


"Mama ngapain, lama banget!" ocehnya dengan tangan melipat didada


"Mandi, gerah!" jawab Melisa.


"Hareundang?" tanya si sulung dengan polosnya, yang di balas senyum kecil oleh mamanya.


"Papaaaaaaaaaa!" teriaknya yang langsung masuk dan naik keatas tempat tidur.


"Pah, kakak beli robot besar lagi loh" ujar Air yang memulai cerita dengan naik keatas punggung Reza seperti biasanya yang masih polos.


"Adek tadi nangis, ice cream nya tumpah, haha"


"Hem!" sahut Reza lagi tanpa berkata apa-apa.


"Papa bobo?" bisik Air di telinga papa gantengnya.


"Iya, ngantuk. Kakak bobo sana gih" titahnya lalu membalik badan, dan jadilah si sulung duduk di perutnya.


"Enggak, kakak mau cerita banyak banyak" ucapannya memaksa.


"Papaaaaaaaaaa"


Si bungsu dengan sisa kebasahan berlari menuju kasur dimana papa dan kakaknya sedang mengobrol, sedang Melisa memilih duduk di kursi meja riasnya.


"Iya, sayang" Reza mengulurkan tangannya pada putri kesayangannya


"Adek marah sama kakak tuh, udah senggol ice cream adek" adu Chaca pada Reza dengan memanyunkan bibirnya.


"Cubit gini nih" goda Reza mencubit hidung Air yang membuat bocah berisik berteriak.


Cahaya yang melihat papanya menjahili kakaknya pun ikut bergelak seakan melupakan rasa kesalnya pada Air.


"Telinganya, pah, ayok jewer" kekeh Cahaya saat Air semakin mengaduh kesakitan.


"Aaaaaa... sakit!" rengek Air yang malah memeluk Reza, jadilah anak dan papanya saling menindih.


"Aku mau!" teriak Cahaya yang ikut naik ke tubuh Reza yang tak memakai apapun.


CUP


"Mama gak ikutan?" tanya Bumi yang tiba-tiba datang langsung mencium pipi mamanya, kebiasaannya selama ini.


"Haha, enggak, kamu aja sana" kata Melisa membalas ciuman Anak keduanya.


"Mau sama mama aja"


Melisa Langsung memangku tubuh kecil itu diatas pahanya, bersama-sama menyaksikan Air, Cahaya dan papanya bercanda, Reza yang kerepotan berusaha mempertahankan satu-satunya benda yang menutupi tubuh polosnya itu agar tak tertarik oleh Air yang sedang bercanda dengan adiknya.


"Kakak curang bantalnya dua" rengek Cahaya saat berebut bantal untuk memukuli papanya.


"Adek yang ini nih" Air memberikan bantal guling pada Cahaya, keduanya kini bersiap menyerang Reza


.


.


.


.


"Serbu GAJAAAAAAAAHHHHH!!" teriak Ay dengan kerasnya membuat Reza terlonjak kaget!!!


.


.


.


💦💦💦💦💦💦💦


Nasib Lo bang, , apes dah! 🤭


Demen gue Lo di aniaya anak cebong 😂