
🌻🌻🌻
OOOOOOEEEEKKK..
Reza melepaskan tangannya dari tubuh Melisa kemudian setengah berlari menuju wastafel, ia memuntahkan semua isi perutnya hingga lemas.
"Mas Reza kenapa?" tanya Melisa heran sambil memijit tengkuk Suaminya.
"Mual,Ra!" jawab Reza lemas.
Melisa menyeka air bening di ujung mata Reza, dan mengusap keringatnya juga di kening.
"Ya udah, kedalam yuk, gak usah mandi"
Ia memakai jubah handuk untuknya dan juga untuk suaminya, Melisa memapah Reza keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur.
"Mas Reza tunggu disini, aku ambil air hangat" ucap Melisa setelah membaringkan tubuh Reza diranjang.
Melisa yang panik segera membuat teh hangat tanpa gula, memberinya langsung pada Reza yang bersandar dengan tumpukan bantal di punggungnya.
"Ko bangun?"
"Iya, kalo ditidurin pusing" jawab Reza dengan lemas.
"Ayo diminum dulu, biar gak mual"
Melisa memberikan segelas teh hangat yang langsung di minum Reza sedikit demi sedikit.
"Makasih, Ra"
Melisa mengangguk lalu tersenyum, ia lalu mengambilkan baju dan memakaikannya di tubuh sang suami.
"Mas Reza tunggu disini ya, biar aku ambil nasi gorengnya"
"Gak usah, kita makan di meja makan aja"
"Baiklah, aku bersih-bersih dulu"
***
Melisa lagi lagi dibuat heran dengan sikap aneh suamianya hari ini, nasi goreng sosis yang di inginkan Reza habis tak tersisa di lahapnya bersama dua mangkuk sup ayam berserta sepiring bakwan udang.
"Mas, mau lagi?" tanya Melisa yang menyodorkan piringnya yang masih utuh.
"Kamu gak makan? kenapa?" Reza justru balik bertanya.
"Gak, liat mas Reza aku Kenyang" jawab Melisa terkekeh.
"Ya udah, sini! sayang kalo gak di makan" ucapnya sambil menarik piring istrinya.
"Kenyang, haha" Reza bersandar di punggung kursi meja makan sembari mengusap perutnya sendiri.
"Nafsu makan mas Reza meningkatkan, mas Reza minum obat?" dengan rasa penasaran akhirnya Melisa bertanya.
"Engga, aku gak minum obat apa apa" jawabnya santai, ia sendiri juga bingung kenapa hari ini ia menjadi pemakan segalanya.
"Ya udah, kalau mas Reza mau makan yang Laen bilang ya. aku mau beresin ini dulu" ucap Melisa meraih tumpukan piring kotor.
Reza hanya mengangguk, kakinya kini justru melangkah ke arah ruang tengah.
ia duduk disofa dengan berbagai kue kering yang tersedia diatas meja, matanya berbinar bagai menemukan harta Karun.
"Raaaaa" panggil Reza pada istrinya.
"Iya, Mas!"
"Banyak kue, kamu kapan bikinnya?"
"Siang tadi pas mas Reza tidur" sahut Melisa masih dari arah dapur.
DOOOORRRR..
Melisa mengangetkan suaminya yang duduk sambil memeluk toples kue di dadanya.
tak ada pergerakan sama sekali akhirnya Melisa semakin mendekat.
"Ya ampun, udah tidur lagi aja!"
Melisa mengambil kue di dekapan suaminya dan meletakkannya kembali keatas meja.
Ia menggelengkan kepalanya semakin heran.
"Makan lalu tidur, hari ini kamu aneh!" gumam Melisa, ia merebahkan tubuh suaminya agar berbaring di sofa.
Kali ini ia yang menonton tv sendirian, menemani sang suami yang terlelap di pangkuannya.
"Andai aku bisa, udah aku bawa ke kamar, Mas" ucap Melisa yang berkali-kali menguap karena kantuk.
****
Melisa bergeliat saat merasakan ada sesuatu yang berat menindih dan bermain di area ceruk leher, segera ia membuka matanya.
"Mas Reza" kata Melisa dengan Syarah khas bangun tidur.
"Hem, iya Sayang" sahutnya dengan berbisik.
Melisa yang pasrah hanya membiarkan sang suami melakukan apa yang ia inginkan, sampai saat ia sadar dimana kini ia berbaring.
"Mas Reza bawa aku ke kamar?"
"Iya, maaf ya aku ketiduran"
Reza lagsung menarik tubuhnya kemudian bertumpu pada dua lututnya sendiri, ia memandangi lahan piknik gunung Everest yang selalu menantang milik sang istri.
"Sekarang ya?" tanyanya meminta ijin.
Melisa mengangguk sembari tersenyum seraya mengijinkan belalai gajah Reza bermain di area gua hutan belantaranya.
"Ra, ko gini ya?" kata Reza menghentikan akrobatnya.
"Apanya?" Melisa justru bertanya.
"Rasanya, ko aneh!" ucapnya lagi.
"Ih, apa sih yang aneh?" Melisa yang panik akhirnya mendorong tubuh suaminya.
Kini keduanya duduk berhadapan, dengan mata tertuju pada belalai gajah Reza.
"kamu tsunami lagi?" tanya Reza mulai kesal.
"Enggak," jawabnya sambil menggelengkan kepalanya
"Ini apa?" tunjuk Reza.
"perasaan udah kan? mas Reza inget kan?"
Reza mengangguk membenarkan ucapan sang istri ia masih ingat betul kapan terakhir kali ia hanya harus traveling tanpa menggelar piknik.
"Kita kerumah sakit, Ra. aku takut kamu kenapa-kenapa" ucap Reza khawatir.
"Gak usah, Mas. aku gak apa apa" tolak Melisa.
"Harus, ayo cepetan!" titahnya tegas tanpa mau dibantah.
Melisa mendengus kesal, terlebih saat melihat jam di dinding menunjukan hampir jam satu malam.
___________