Suami Dadakan

Suami Dadakan
extra part 8


❣️❣️❣️


"Nih.."


Bumi mengernyitkan dahinya saat ia melihat satu cup cheese cake di atas meja tepat depan matanya, Iapun langsung menoleh pada seseorang yang baru saja duduk di sisinya itu.


"Buat kamu, dimakan ya" ujar seorang gadis bernama Celine, Teman satu kelas dengan Air


"Kamu tau, ini perpustakaan dan aturannya jelas-jelas gak boleh makan!" Jawabnya dengan begitu ketus.


"Kalau begitu, kamu bisa cicipi dirumah" ucap Celine lagi.


"Pergilah jika tak ada hal yang penting" Bumi mengusir Celine tanpa perasaan, Ia paling tidak suka di ganggu saat sedang di perpustakaan.


"Aku hanya ingin lebih dekatmu, mengobrol denganmu, Bumi" Celine mengutarakan maksudnya datang menemui kembaran Air itu.


"Mengobrol?" ujar Bumi dengan mencebikkan bibirnya.


"Dasar aneh, sejak kapan perpustakaan menjadi tempat makan dan mengobrol?, jika kamu ingin melakukan itu maka lakukan di kantin, di tempat yang sesungguhnya bukan disini!" tukasnya dengan kesal.


"Aku mana berani mendekatimu di kantin, Ay pasti menggodaku habis habisan" dengus Celine.


"Jangankan kamu, siapapun asal itu wanita pasti di goda oleh Ay" sahutnya semakin geram, Ketenangannya sudah benar-benar di ganggu saat ini.


"Bu, aku suka kamu!"


Ini kali kedua kalinya Celine mengungkapkan isi hatinya, setelah tiga bulan lalu Bumi menolaknya mentah-mentah.


"Lalu apa urusannya dengan ku?" tanya Bumi.


"Aku mau kita pacaran!" pintanya penuh harap


"Hah, kamu pikir aku sama dengan Ay?, menghabiskan waktu ku dengan kalian yang tak penting!" Bumi membuang muka, ia sering kali di buat jengah oleh sikap para gadis yang tanpa malu melempar dirinya sendiri.


"Hanya ada dua wanita yang akan aku ajak bicara, cukup mama dan Chaca!" tambahnya lagi penuh penegasan.


Celine tetap bergeming, semakin ia tolak entah kenapa itu menjadi tantangan tersendiri buatnya. Baginya Bumi lain dari pada yang lain.


"Pergilah.. jangan menggangguku lagi"


Gadis itu menggeleng, ia tetap duduk di samping Bumi dengan sorot mata memohon.


"Baiklah, aku yang akan pergi" ucap Bumi sambil bangkit dari duduknya.


"Tunggu!, aku hanya menemani mu. Hanya itu!" Celine meraih tangan Bumi yang sudah berdiri bersiap untuk pergi.


"Maaf, aku gak butuh di temani"


.


.


BUMI RAMEZA RAHARDIAN WIJAYA


Anak kembar kedua pasangan Reza dan Melisa setelah kakanya yang bernama Air.


Sosok anak yang tak banyak bicara kecuali jika sedang berdebat dengan hal yang tidak ia sukai.


Senang menyendiri dalam ruangan sepi jauh dari keramaian contohnya di perpustakaan, ia akan menghabiskan waktu sisa istrirahatnya disana setelah kenyang mengisi perutnya dengan masakan mama tercintanya.


Sifat dan sikapnya jauh berbeda dari dua kembarannya yang lain, bukan hanya pendiam, Bumi cenderung lebih arogan dan dingin. Ia akan menargetkan sesuatu apa yang menjadi incarannya.


Semua yang ia ingin harus ia dapatkan dengan pemikiran yang matang juga perhitungan yang tepat.


Bumi tak pernah gegabah mengambil sikap ia lebih memilih bersabar dari pada harus mendapat resiko yang merugikannya kelak.


Tapi dibalik sifatnya yah dingin dan cuek, kasih sayang nya untuk Melisa tidak perlu di ragukan lagi, dia menyayangi mamanya lebih dari apapun.


Ia akan sangat marah pada Air jika kakaknya itu sudah membuat Melisa merasa kesal atau penyakit hipertensinya kambuh.


Tak jarang juga ia ber manja pada Melisa saat sedang berdua, menghujani wajah cantik mamanya dengan ciuman kasih sayang.


Bumi tetaplah Bumi, Anak yang paling di harapkan oleh Reza sebagai ahli warisnya!


.


.


.


🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍


Hem, othor jadi takut deketin kamu, Bu 🤧🤧


Tar othor kenalin sama kak yayang ya biar kamu klepek-klepek jangan dingin2 amat gitu😂😂..


biar Lumer tuh hati jangan kaku banget kaya kanebo kering 🤭🤭🤭


UPS... kode anak ayam!


Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️