
🌻🌻🌻🌻🌻
#,Esok pagi.
Anak sulung pasangan Reza dan Melisa itu turun ke lantai bawah menuju ruang makan dengan tergesa-gesa sampai ia hampir saja menabrak seorang asisten rumah tangga yang sedang membawa nampan berisi satu gelas susu.
"Kakak" pekik Reza saat asisten tersebut menjerit karna kaget.
"Mbak suka aku ya? sampe mau nabrak segala!" elaknya seperti biasa sebelum ia di salahkan.
"Dih, Alesan basi" Cibir Cahaya.
Air yang masih tak terima dengan pengakuan adiknya itu melirik tajam kearah Bumi yang tersenyum simpul sambil mengunyah sarapannya.
"Kalian kenapa?" tanya Melissa pada dua putranya. mereka tak sadar jiwa wanita itu memperhatikan Keduanya sedari tadi.
"Gak apa apa, Mah" jawab Bumi tapi tidak dengan Air.
Melisa hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali mengurus suaminya
"Makasih ya Sayang" ucap Reza saat istri tercintanya itu menuangkan air putih kedalam gelasnya.
"Mama udah sehat?" tanya Air.
"Udah sayang, asal kamu jangan nakal lagi ya" pesan Melisa.
Air kembali melirik ke arah adik kembarnya yang mulai salah tingkah saat mendengar pesan Sang mama
"Kakak gak ngapa-ngapain loh, mah" sindirnya pada Bumi.
"Malah ada yang udah ngapa-ngapain!" tambahnya lagi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Bumi, tentu anak kedua itu langsung membulatkan kedua matanya sambil memberi kode agar kakaknya itu tak banyak bicara.
"Siapa yang ngapa ngapain?" tanya si bungsu dengan polosnya.
"Aw ....sakit, dek!" Jerit Air saat kakinya di injak Bumi di kolong meja makan.
"Apa?, aku gak ngapa-ngapain" balas Bumi, semua mata tertuju pada dua anak kembar laki-laki itu.
"Sudah, kamu tumben banget sih gangguin kakaknya" ucap mama yang gemas dengan cucu mereka itu.
"Adek tuh!" sungut Air kesal.
"Kakak bawel!" balasnya tak mau kalah kemudian bangun dari duduknya.
Bumi berpamitan pada semua anggota keluarganya, ia lebih dulu berangkat karna ada janji dengan Nella.
"Hati-hati di jalan ya sayang" pesan mama dan Melisa berbarengan.
"Iya, Mah, Omma" ucapnya lalu beralih ke papa juga kakeknya
Sepeninggal Bumi kini hanya tersisa dua anak kembar Reza dan Melisa, keduanya tampak lebih santai menghabiskan sarapannya.
"Abang tumben belom jalan?" tanya Air.
"Iya, soalnya gak ke kantor, mau langsung ke lapangan" Jawab Langit, pemuda itu menghabiskan makanan sisa calon istrinya seperti biasa jika Cahaya enggan sarapan.
"Ngapain ke lapangan?, maen bola?" tanyanya lagi, entah ia bercanda atau serius yang jelas itu langsung membuat Reza kesal.
"Mas" Melisa mengusap lengan suaminya.
Air hanya terkekeh saat Langit menatapnya tajam penuh arti.
"Kamu udah tanya Hujan, kapan kita bisa kerumahnya, kak?" tanya Reza pada si sulung yang akan di nikah kan olehnya Minggu depan.
"Gak tau, aku belum tanya, Pah"
"Cepat tanyakan biar kita bisa nyiapinnya gak dadakan" pesan mama, Nampaknya wanita baya itu kini ikut antusias walau awalnya tak setuju.
"Iya nanti di tanyain, Omma" sahutnya malas, membayangkan wajah Hujan yang galak saja membuat nya ingin mengumpat dalam hati.
"Kalian nanti menikah di mesjid yang di barat ya" ucap Reza.
"No!!! Itu buat nikahan adek, Pah" protes si bungsu yang belum bisa menerima pernikahan kakaknya.
"Kamu yang di selatan ya, disana masih tahap renovasi sayang" jelas Reza yang tahu putrinya sedang merajuk.
"Kamu udah punya mahar?" kini kakek yang bertanya.
MAHAR
Air bingung menjawab karna sampai saat ini Hujan belum meminta apapun darinya.
"Berikan yang layak untuknya Ay" pesan Melisa, sambil mengusap cincin pernikahan ia dan Reza yang masih tersemat dijari manisnya.
"kamu udah belajar ijab kabul?" tanya Langit.
"Hem, udah" jawabnya asal.
"Gimana?, adek mau denger kakak ngucap janji suci sambil sebut mahar yang WOW buat Kak Hujan" ejek Si bungsu.
"Cih, kepo banget!" balas Air, namun ia malah berdehem kecil sambil meraih tangan Langit.
"Nih, dengerin ya!" ujarnya sambil bersiap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Saya terima nikah dan kawinnya Hujan binti almarhum Rafka Setiawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar satu triliun dibayar NGUTANG ke papa!!!!".
,💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Jiah kok gitu kak 😓😓😓😓😓
Gak sah pokoknya 🤣🤣🤣🤣🤣
Like komen nya yuk ramai kan ♥️