Suami Dadakan

Suami Dadakan
bab 40


🌻🌻🌻


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam" jawab keempat orang yang sedang duduk di ruang tengah bersamaan.


"Mamaaaaaaaa" Ameera langsung memeluk mamanya yang sudah merentangkan kedua tangannya.


"Inget pulang kamu, dek?" goda Reza yang langsung menarik adik kesayangannya itu.


"Inget dong, kan kangen mama sama papa"


"Sama kakak enggak?" tanya Reza dengan wajah sedihnya.


"Enggak, aku kangennya sama Kak Mel" jawab Ameera langsung berpindah memeluk Kaka iparnya itu


"Kakak juga kangen, dari kemarin disini kamu gak ada" ucap Melisa membalas pelukan Ameera


"Iya, Ini aku pulang, Kak"


" Assalamu'alaikum"


Semuanya kembali menoleh, ada sosok gadis muda cantik tinggi dan putih bersih berdiri dengan membawa koper ditangannya.


"Tante kira gak jadi, Cha" ucap mama pada gadis itu.


"Jadi dong, Tan" jawabnya sambil menyalami orangtua Reza dan Reza namun tidak dengan Melisa.


"Kenalin, Cha. Ini Melisa, kalian belum kenal kan?"


Melisa mengulurkan tangannya namun hanya dibalas sentuhan singkat oleh Rossa, yang biasa disebut Ocha.


Melisa yang melihat gelagat gadis muda itu begitu acuh padanya hanya bisa menghela nafas panjang.


"Kak Reza apa kabar?" tanyanya dengan nada manja khas gadis remaja.


"Baik, kamu nanti disini?"


"Iya, udah lama aku gak nginep disini, iya kan Tante?"


"Bagus kalau gitu, Ameera dan Melisa ada teman lagi selama om dan Tante pergi" ucap papa.


"Beres om" jawabnya cepat.


"Aku balik kantor ya,Ra" pamit Reza pada istrinya.


"Iya,Mas aku antar kedepan"


Reza berjalan beriringan dengan Melisa dengan tangan yang bergelayut manja di lengan suaminya.


"Ya udah deh, gak usah ke apartemen kita disini aja selama papa sama Mama ke luar kota" ucap Reza sebelum masuk kedalam mobilnya.


"Iya, Mas"


"Aku berangkat, Ya. Tapi aku gak janji pulang cepet tapi sebelum makan malam aku usahakan udah pulang ya"


"Kabari aku jika telat pulang"


Reza mencium seluruh wajah istrinya dengan bonus rujakan sedikit di akhir ritual CapCipCup nya.


"Aku mencintaimu" bisik Reza tepat di telinga sang istri.


********


Setelah kepergian Reza, Melisa masuk kembali kedalam rumah untuk ikut bergabung dengan yang lainnya, Namun tak lama papa pun pamit kembali ke kantornya dan mama mengantarnya sampai ke teras depan rumah mewah mereka


"Kakak, nanti tidur sama aku ya?" ajak Ameera pada Rossa.


"Hemm, kamu udah besar, Dek"


"Ih, aku mau tidur sama kak Ocha" rengek Ameera.


"Ya sudah, kita tidur sama-sama" jawab Rossa pasrah.


Melisa melihat kedekatan keduanya hanya tersenyum kecil sampai akhirnya Rossa mengajak Ameera untuk kekamarnya.


"Kakak, aku kekamar dulu ya" pamit adik iparnya itu.


"Iya, dek istirahat ya" jawab Melisa sembari tersenyum kepada keduanya.


" Iya, Mah"


Melisa yang merasa sendiri di ruang tengah akhirnya memutuskan untuk masuk juga kedalam kamarnya.


Ia langsung merebahkan tubuhnya di pusaran ranjang untuk melepas lelah.


"Kangen Langit" gumamnya sambil meraih ponselnya. ia melihat beberapa foto Langit dan anak-anak asuhnya yang lain.


Namun tanpa ia sadari Melisa meraba perutnya sendiri, ada senyum terukir di sudut bibirnya manakala ia mengingat jika saat ini ia dan suaminya sudah melakukan hal yang semestinya.


"Apa aku bisa langsung hamil?"


Ia terus mengusap usap sampai tak terasa ia mulai mengantuk dan terlelap.


*******


Ketukan pintu membuat Melisa membuka matanya perlahan, ia bergeliat dan mencoba mengumpulkan kesadarannya.


"Siapa?" teriak Melisa malas


Tok tok tok.


"Ish, siapa sih?" umpatnya kesal.


Ceklek.


Melisa mengernyitkan dahinya saat ia melihat siapa yang berdiri didepan pintu kamarnya


"Rossa!"


"Boleh gue masuk?" pintanya, namun sebelum Melisa mengijinkan gadis itu sudah melangkah lebih dulu.


" Ada apa?" tanya Melisa.


"Gada apa-apa, gue cuma mau tau aja istri dari pewaris keluarga Rahardian Wijaya" ucapnya dengan tangan sudah melipat di dadanya..


"Apa yang mau kamu tau tentangku?"


"Gak ada sih, gak penting juga!" jawabnya sinis dengan mata mendelik.


"Kalau gitu buat apa datang kemari?"


Rossa yang mendengar ucapan Melisa sungguh membuatnya kesal, ia menghampiri istri dari sepupunya itu dan mencengkram tangan Melisa kuat kuat.


"Lepas, Rossa" jerit Melisa menahan sakit.


Namun semakin Melisa meringis semakin rasa sakit yang dapat.


"kurang ajar ya Lo? dasar gadis miskin!"


Melisa membelalakkan matanya saat kata miskin keluar dari mulut Rossa


"Lebih baik miskin harta dari pada miskin tata Krama!" balas Melisa dengan amarah yang sedang ia coba untuk tahan.


"Wah, berani Lo sama gue?" tantang Rossa lebih berani.


"Gak ada yang harus saya takuti" jawab Melisa tegas.


"Brengsek!"


Rossa mencoba menjambak rambut Melisa namun Melisa lebih dulu menahannya sampai Rossa benar-benar merasa kesal karna Melisa selalu saja melawannya.


"Kalian sedang apa?"


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


hadeeuuhh ganggu aja ih, orang lagi berantem juga🀦🀦🀦🀦


Anak ayam siap jadi wasit?


ada setan kecil nie baru muncul 🀭🀭


akankah dia pelakor cilik??


yuk, like sama KOMENNYA.


moga sehat selalu ya buat yang likeπŸ™πŸ™