Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 96 : Pembalasan pt. 1


~ Curuis Race Track


Kenzo sudah tiba di Curuis, ia pun segera menghubungi Ryuzen yang kini tengah berada di Tower control curuis race track melalui earpiece yang ada di telingannya.


"Tuan muda, aku sudah sampai membawa wanita ini."


"Oke, lakukan seperti yang telah aku perintahkan!" jawab Ryuzen dari menara kontrol.


"Baik Tuan!"


Kenzo pun, memerintahkan dua orang pria yang tadi menculik Tina untuk membawanya keluar, dan membawanya ke tengah sirkuit balapan.


"Tugas kalian selesai, kalian boleh pergi!" perintah Kenzo kepada dua orang pria yang telah membawa Tina ke tengah sikuit, dengan keadaan tangan dan kakinya diikat serta mata dan mulut yang tertutup.


Kenzo kembali menghubungi Ryuzen.


"Tuan, wanita ini sudah ada ditempat yang kau perintahkan, selanjutnya apa?"


Ryuzen tersenyum jahat, "Buka penutup mulutnya," perintah Ryuzen yang memantaunya dari ruang monitoring di menara kontrol.


Kenzo membuka plester dari mulut Tina dengan kasar.


"Aww, sakit..!" teriak Tina.


"Siapa kalian? Lepaskan aku! Berani-beraninya kalian memperlakukanku seperti ini! Brengsek, lepasakan aku!"


Tina terus-menerus memaki dan minta di lepasakan.


Ryuzen pun memberikan perintah lagi.


"Kenzo, sekarang kau buka penutup matanya!"


"Baik! Bos,


"Ngomong-ngomong kau tidak ingin melihat wanita ini ketakutan secara langsung?" balas Kenzo.


"Belum, mataku sepertinya agak terlalu berharga untuk melihat langsung rubah betina menjijikan itu sekarang," ucap Ryuzen.


Kenzo melepas penutup mata Tina saat itu juga,


"Huhh, brengsek! Siapa yang melakukan hal ini padaku? " ujar Tina marah-marah yang kini sudah bisa melihat karena penutup matanya telah di buka.


"Halo Nona, kau ingat padaku?" ucap Kenzo pada Tina.


Tina menolehkan kepalanya ke arah Kenzo saat ini. Ia pun kaget mengingat Kenzo adalah asisten pribadi Ryuzen Han, yang kala itu melihatnya di usir oleh Ryuzen dari hotel Gloria dulu.


"Ka.., kau kan?" wajah Tina mulai berkeringat melihat Kenzo.


"Ya, aku asistennya Tuan muda Han, CEO Emerald yang pernah coba kau tipu waktu itu, masih ingat kan?" ucap Kenzo dengan santai.


"Bagaimana bisa asistennya Ryuzen Han disini? Jangan-jangan Ryuzen juga ada disini? Bagaimana ini? Aku bisa mati!"


Wajah tina semakin terlihat gelisah, ia begitu takut jika Ryuzen benar-benar melihatnya maka tamat sudah riwayatnya.


"Nona Tina, keringatmu banyak sekali apa kau sakit?" kata Kenzo sengaja membuat Tina semakin tegang.


"Kau tenang saja, Bosku tidak ada disini kok! Tapi... Bosku bisa melihatmu dari suatu tempat." ujar Kenzo.


Tina menjadi pucat mendengar perjataan Kenzo barusan. Tangan dan kakinya diikat ia tak bisa berlari, bibirnya pun seolah kaku.


"Sial, apa yang akan Ryuzen Han lakukan padaku?" batin Tina begitu gelisah dicampur takut.


"Tuan Kenzo, lepaskan aku! Aku akan membayarmu berapapun kau minta, dan aku juga akan memberikanmu pelayanan plus plus bila perlu," Tina mencoba merayu Kenzo agar mau melepaskannya, tapi sayangnya Kenzo sama sekali tak tergoda olehnya.


"Maaf tapi, kau itu sama sekali tidak menarik buatku, wanita sepertimu itu sudah sering kutemui di bar-bar murahan," ejek Kenzo.


"Brengsek! Kau menghinaku," maki Tina.


"Kenzo, Lakukan!"


"Baik, aku mengerti," ucap Kenzo.


"Nona Tina kau mau lihat pertunjukan tidak? Tuan Ryuzen khusus menyiapkan beberapa pertunjukan hari ini buatmu, loh...," ucap Kenzo tersenyum penuh intrik.


"Ap... apa? Apa yang kau maksud pertunjukan yang disiapkan oleh Ryuzen?!" Tina semakin panik tak karuan, keringatnya semakin banyak jatuh bercucuran.


"Bagaimana?" ujar suara berat yang tiba-tiba muncul, Suara itu berhasil membuat sekujur tubuh Tina gemetar dan berwajah pucat.


"Tuan? Kau akhirnya mau datang!" ucap Kenzo melihat Ryuzen yang kini muncul berjalan ke arahnya, sambil menyalakan sebatang rokok di mulutnya.


"Ry... Ryuzen Han!" pekik Tina namun suaranya seperti tidak bisa keluar karena tertahan di tenggorokan. Ryuzen hanya berekspresi dingin, ia tidak memandang Tina sama sekali. Bagi Ryuzen manusia seperti Tina hanya membuatnya muak jika dipandang.


"Tuan Ryuzen Han, ak... aku...," Tina sulit berkata-kata bibirnya bagai mati rasa saat itu.


"Waktu itu aku berbaik hati melepaskanmu, dan menyuruhmu jangan lagi muncul di kota ini. Tapi kau malah kembali lagi dan membuat masalah serius denganku," ujar Ryuzen yang berdiri dengan satu tangannya di dalam saku celana, seolah mengisyaratkan dirinya tidak peduli dengan Tina yang ketakutan.


"Kenzo lakukan!" titah Ryuzen.


"Baik Tuan."


"Apa.., apa yang akan kalian lakukan! Lepaskan aku!" teriak Tina meronta minta dilepaskan.


"Nona kau coba lihat itu," ucap Kenzo menunjuk ke arah mobil milik Tina yang kini terparkir sembarang di Arena Curuis


"Apa, apa yang akan kalian lakukan dengan mobilku?!" ujar Tina yang tangan dan kakinya masih terikat kuat.


"Kau lihat dan nikmati saja," ujar Kenzo yang kemudian menyalakan sebuah korek api dan melemparkannya ke mobil Tina yang terparkir di dekat sirkuit tersebut.


*Boom! Suara mobil Tina tersambar api.


Tina terkejut dan syok dibuatnya, mobil miliknya dibakar dihadapannya.


"Mobilku...! Mobilku! Apa yang kalian lakukan pada mobilku! Matikan api itu! Matikan!" teriak Tina histeris.


Beberapa detik Ryuzen menonton Tina yang berteriak dan menangis histeris, ia pun memberikan instruksi selanjutnya.


"Kenzo matikan apinya, kita masih butuh mobil itu untuk bukti," perintah Ryuzen.


Kenzo pun menyuruh dua orang pesuruhnya tadi, memadamkan apinya, mobil Tina kini dalam keadaan setengah hangus, namun belum sepenuhnya terbakar.


"Bagaimana rasanya melihat hal milikmu dirusak orang lain?" ujar Ryuzen dengan tatapan tajam pada Tina.


"Ap.., apa maksudmu?" tanya Tina ketakutan.


"Jadi, masih mau berpura-pura tidak tahu?" ujar Ryuzen dengan nada mencibir.


"Kau yang merusak ribuan bunga di c-lovely dengan menyiramkan cairan kimia ke ribuan bunga-bunga itu, iya kan?" ungkap Ryuzen.


Tina sangat kaget Ryuzen mengetahui hal itu.


"Kau sudah merusak bunga milik orang lain, sebagai gantinya mobil milikmu juga harus dirusak, dan sekarang impas bukan?" terang Ryuzen mengintimidasi Tina.


"Ta... tapi toko itu bukan milikmu Tuan, jadi untuk apa kau lakukan hal ini, hanya untuk hal yang tidak ada hubungannya denganmu?"


"Ada hubungan atau tidak, bukan urusanmu!" balas Ryuzen dengan wajah datar namun terdegar marah.


"Kenzo lanjutkan!" perintah Ryuzen kembali.


"Baik Tuan!"


🌹🌹🌹


Like, comment, vote Thank you πŸ™πŸŒ·