Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 176


"Apa!? Jadi rumor yang sedang trending itu benar adanya, jika tuan Han pernah memperkosa seorang wanita beberapa tahun lalu!" Rina benar-benar dibuat tidak menyangka setelah mengetahui kenyataan itu dari Kenzo. "Tapi... kenapa dia bisa punya anak dengan kak Sara?" Tanya Gina dengan antusias.


Kenzo meletakan kembali gelas ice tea yang baru saja diteguknya. "Tentu saja, karena wanita yang diperkosa oleh tuan ya nona Sara itu..."


"Apa?" Rina kembali kaget.


"Jadi... selama ini, kak Sara itu bertahun-tahun ditinggal oleh tuan Han. Tapi... kenapa bisa?"


Kenzo menghela napas, "Huft...! Jadi begini ceritanya..., tuan Ryuzen saat malam itu pun juga terpaksa melakukan hal tersebut. Karena malam itu tuan juga sedang berada dalam keadaan mabuk dan pengaruh obat. Maka begitulah... akhirnya entah takdir atau kabetulan, dirinya bertemu dengan nona Sara yang saat itu sedang bertugas sebagai tukang bersih-bersih di hotel tersebut, lalu terjadilah hal itu. Dan seperti yang aku ceritakan tadi..., butuh perjuangan dan waktu untuk tuan meyakinkan nona jika dia benar-benar mencintai nona Sara. Hingga pada akhirnya semestapun merestui mereka untuk bersatu. Walau banyak sekali rintangannya." Kenzo kembali meneguk ice tea-nya. "Ah... kalau dipikir-pikir aku ini saksi hidup kisah cinta mereka berdua loh...!" Ungkap Kenzo bangga.


Rina sendiri malah dibuat ternganga mendengar cerita Kenzo barusan, "Astaga... aku tidak tahu jika kisah cinta tuan Han dan kak Sara, seromantis sekaligus sedramatis itu... benar-benar seperti drama yang pernah aku tonton di televisi," ungkap Rina sambil terkagun-kagum.


"Ah kau ini terlalu banyak menonton drama."


"Tapi Kenzo, bagaimana dengan orang diluar sana yang tidak tahu kebenarannya? Bukankah tuan muda bisa dianggap kriminal, dan kemungkinan kak Sara serta Arvin pasti juga akan terkena imbasnya... terutama Arvin, bagaimana jika dia baca berita, dan tahu kenyataan jika sebenarnya dia lahir karenaー Oh No! Aku tidak bisa bayangkan betapa sedihnya Arvin kecilku..."


"Itu dia yang juga aku pikirkan. Tapi aku rasa tuan muda sudah punya jalan keluar untuk masalah ini," tukas Kenzo.


"Kau yakin begitu?"


"Ya! Tuanku selalu punya cara menyelesaikan masalahnya. Terutama yang berhubungan dengan istrinya pasti dia sudah memikirkannya dengan sedetail mungkin."


"Ya ampun... mendengarmu becerita aku jadi semakin yakin, tuan muda pasti pria yang sangat memuja istrinya. Aku juga mau punya suami begitu kelak!"


Kenzo memicingkan mata. "Hei, kau memuji pria lain begitu di hadapanku!"


Rina tertawa merasa tidak enak. "Ah kau jangan cemburu begitu, bagiku kau juga romantis dan lucu kok!" Puji Rina malu-malu.


~~


Selesai makan siang, Sara dan Ryu memutuskan untuk sekedar menikmati waktu berdua ditaman kota. Mereka terlihat duduk di bangku taman, dengan Sara yang sibuk menikmati gula kapas yang tadi dibelinya oleh Ryuzen, karena dirinya yang tiba-tiba saja merengek minta dibelikan gula kapas. Sara menyandarkan kepalanya di pundak kokoh Ryuzen yang kini hanya mengenakan kemeja linen berwarna navy, dengan kancing atas yang dibiarkan terbuka, dan lengannya digulung hingga siku. Ryuzen sengaja melepas jas dan dasinya, agar terlihat lebih kasual saat berada di area taman kota.


"Hei Ryu?"


"Ada apa bayi kecil," balas Ryuzen.


"Huuuh! Hanya karena aku merengek minta gula kapas kau panggil aku bayi," protes Sara.


"Bagiku kau memang bayi yang harus selalu aku jaga, sayangi, dan cintai. Jangankan gula kapas kalau bisa langit aku berikan padamu jika kau yang memintanya."


Sara tertawa, "Hem, memangnya kau itu dewa?"


"Meskipun aku bukan dewa, tapi apapun yang bisa buatmu senang dan tersenyum akan aku lakukan."


Sara mengangkat kepalanya dari pundak Ryu, dan melihat ke arah suaminya. "Sungguh?"


"Ya...!" Ryu mengangkat dagu Sara lembut. "Oleh karena itu... bergantunglah padaku, mintalah apapun yang kau inginkan padaku. Dan jangan pernah merasa kau akan menyusahkanku. Paham nyonya Han?"


Sara mengangguk. "Baiklah, karena kau bilang begitu, maka aku mau kau makan gula kapas ini!" Sara menyodorkan secuil gula kapas pada Ryuzen, yang sejatinya tidak terlalu suka makanan manis.


Ryuzen tersenyum miring. "Aku mau makan itu, tapi...


"Apa!?"


"Tapi kau harus menyuapinya lewat bibirmu."


"Hih... kau ini curang, selalu saja licik!" Gumam Sara kesal


"Haish, terserah tuan muda sajalah...!" Sara tidak jadi memberi gula kapas pada Ryuzen dam malah memakannya sendiri dengan tampang kesal.


~~


Dan seketika, keheningan muncul diantara keduanya. Sejatinya, baik Sara maupun Ryuzen sebenarnya sama-sama ingin mengatakan perihal berita trending yang kini menjadi buah bibir banyak orang. Sara takut hal itu hanya akan menambah beban pikiran Ryu yang ia rasa masih dalam keadaan berkabung atas kepergian ayahnya. Begitupun Ryu, ia khawatir jika Sara akan kembali sedih mengingat kejadian kelam itu, dan akan mempengaruhi kondisinya dan bayinya. Tapi disisi lain Ryu tidak bisa diam saja. "Sara..."


"Ya...?"


"Maafkan aku sebelumnya... tapi aku harap kau ikuti saja apa yang aku katakan ya?"


"Sebenarnya ada apa Ryu?" Sara memperhatikan Ryuzen.


Ryuzen akhirnya mengatakan apa yang memang sejak tadi ingin ia katakan, terkait berita tentang masa lalu mereka berdua. "Aku ingin semua orang di dunia tahu, kalau kau dan aku saling mencintai. Tapi aku butuh persetujuan darimu untuk melakukan konferensi pers ini secara masif."


Sara pun tersenyum. Lalu ia menggenggam tangan Ryuzen, dan menatapnya dalam-dalam. "Aku percaya padamu Ryu... jika memang konferensi pers ini adalah jalan terbaik untuk kita, maka lakukanlah aku akan selalu mendukungmu."


"Jadi kau setuju Sara?"


"Ya...!


"Baguslah kalau begitu." Sara dan Ryu pun saling menggenggam tangan dan beradu pandangan, mereka pun semakin mendekat dan hampir saja berciuman. Sayangnya hal itu gagal terjadi, dikarenakan ada pasangan paruh baya yang tiba-tiba muncul, dan minta tolong pada mereka berdua.


"Suamiku! Kenapa kau itu bertanya pada pasangan yang tengah bermesraan! Kau ini seperti tidak pernah muda saja!" Omel si nenek pada suaminya tersebut.


"Ah maaf, aku tadi tidak melihat kalau kalian ternyata sedang pacaran," ujar kakek tersebut yang tiba-tiba merasa tidak enak karena telah. mengganggu


"Sudah sadar mengganggu tapi masih disini!" Ryuzen menatap tidak senang.


"Ryu... kau tidak boleh bicara begitu pada orang tua!" Ucap Sara. "Maaf ya... Kakek, Nenek, apa ada yang bisa kami bantu?" Sara mencoba menawarkan bantuan pada pasangan paruh baya tersebut.


"Begini nak... sebenarnya aku dan suamiku, kami ingin pergi ke tempat anak kami. Hanya saja... kami lupa persisnya tempat tinggal anakku itu dimana," jelas si nenek.


"Jadi kalian tersesat? Kalau begitu lapor polisi saja, beres!" Celetuk Ryu.


"Ryuzen...!" Tegur Sara pada suaminya.


"Memangnya harus bagaimana lagi, mereka kan sudah tua, wajar saja kalau pikun dan lupa jalan, jadi tidak salahkan kalau aku bilang begitu? Lagipula anak mereka saja yang tidak tahu diri, membiarkan dua orang tua mencari jalan sendirian tanpa penjagaan!" Ryuzen semakin terlihat jengkel saat melihat Sara ternyata tak menghiraukan ucapannya, dan memilih untuk memperhatikan pasangan tua tersebut dibanding dirinya.


Sara terlihat berdiskusi dengan kedua orang tua itu. "Baiklah... kalau begitu!" Seru Sara tiba-tiba.


Mendengar ucapan Sara barusan, Ryu justru punya firasat tidak bagus. "Sepertinya istriku yang bodoh itu baru saja memutuskan hal konyol," gumam Ryuzen yang sudah tidak bersemangat.


Dan benar saja, istrinya itu ternyata memintanya agar mau mengantarkan pasangan tua tersebut ke tempat anak mereka. Ryuzen tentu saja menolak mentah-mentah permintaan Sara. "Ryuzen, aku mohon. Kau mau ya... ya...?" Sara terus mencoba membujuk suaminya.


Ryuzen benar-benar tidak mau melakukan hal itu. Namun seketika, entah kenapa Ryu tiba-tiba jadi teringat akan sosok ayah dan ibunya. Oh sial ternyata aku tidak sekejam itu! Dan pada akhirnya... meski kesal Ryuzen pun bersedia untuk mengantarkan pasangan kakek dan nenek itu ke tempat anak mereka. "Baiklah kalau begitu...!"


"Oh, terima kasih suamiku...!" Ujar Sara senang.


🌹🌹🌹


Hallo... readers kesayangan. Happy friday.


Jangan lupa vote, like, dan comment-nya ya... 🌹


Love -C