Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 42 : Seratus kali lebih licik


Ryuzen kemudian duduk di atas sofa kamar VIP di hotel gloria, hotel itu sendiri masih salah satu aset grup Emerald miliknya. Tina pun bergerak mendekati Ryuzen yang duduk di atas sofa. Ia mulai berfikir jika dia melakukan aksinya untuk menarik perhatian tuan Han lebih cepat, maka tuajuannya juga akan lebih cepat terlaksana.


"Tuan Han, apa kau lelah?" tanya Tina yang kini sudah mulai menyentuh pundak Ryuzen.


"Mau ku pijat?" imbuhnya.


"Tentu, jika kau bersedia," balas Ryuzen santai.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, mungkin itu pepatah yang dipikirkan oleh Tina saat ini.


"Tapi sebelum itu, kau bisa ambilkan aku segelas anggur?" pinta Ryuzen.


"Oh, tentu saja Tuan Han." Tina pun langsung mengambilkan sebotol anggur yang ada di kamar hotel ini, dan menuangkannya ke dalam gelas untuk Ryuzen.


"Mari kita minum bersama Tuan Ryuzen," Ajak Tina yang sudah mengangkat gelasnya.


Ryuzen memegang gelas anggur tersebut lalu meminumnya. Tina terlihat sangat senang karena rencananya berjalan baik.


"Aku akan cari kesempatan menaruh obat di minumannya Ryuzen, dan akan aku buat dia jadi milikku," pikir Tina di dalam otak liciknya.


Namun tiba-tiba Tina malah dikagetkan oleh Ryuzen yang tiba-tiba mendorong Tina ke atas sofa, hingga dirinya terpojok. Ryuzen mendekatinya dan menatap tajam pada Tina.


"Ternyata pria ini sudah tidak sabar ya?" pikir Tina.


"Tuan, apa yang ingin kau lakukan?" ucap Tina berpura-pura menapakkan wajah polos palsunya seolah tidak tahu apa-apa. Ryuzen mulai mengendurkan ikatan dasinya.


"Sepertinya Nona Tina lupa, kalau aku ini adalah pria normal, kau tahu maksudku kan?" ucap Ryuzen yang kini posisinya mengunci pergerakan Tina.


"Jadi dia sudah terpikat olehku, bagus! Tapi aku harus tetap berpura-pura agar tidak ketahuan," pikir Tina.


Ryuzen makin mendekatkan dirinya pada Tina, Tina memejamkan matanya dan tiba-tiba, Tina merasakan sakit di rahangnya. Ia pun membuka matanya dan kaget.


"Tu... tuan Ryuzen, apa apa yang kau lakukan? Sakit!" rintih Tina yang saat ini rahangnya tengah dicengkram oleh Ryuzen.


"Mau sampai kapan kau bepura-pura dan menipuku, huh?" ucap Ryuzen dengan tatapan marahnya.


"Ka... kau sudah tahu?"


"Kenapa, kau heran kenapa aku bisa tahu? Kau pikir kau bisa menipuku dengan trik sampah macam itu?" ujar Ryuzen yang kemudian melepasakan cengkraman tangannya dengan kasar dari wajah Tina, wajah Tina kini memerah dan perih karena cengkraman Ryuzen.


"A..., aku...." Tina tidak bisa berkata-kata, kini dirinya sangat ketakutan melihat Ryuzen yang ada di hadapannya, ditambah rahangnya masih terasa sakit karena habis dicengkram oleh Ryuzen.


"Dengar baik-baik, aku paling benci pada orang yang telah berani menipuku!" ucap Ryuzen sambil memecahkan gelas di tangannya.


"Tapi, tapi... bukankah kau...?"


"Apa? Kau pikir aku tertarik padamu? Heh, bahkan kau saja tidak layak memanggil namaku," ujar Ryuzen diikuti senyum mengejek. Ryuzen kembali mendekat ke arah Tina dan berkata,


"Dengar wanita rubah! Aku beri tahu tiga alasan mengapa kau tidak layak untuk di sukai olehku."


Pertama, aku paling benci wanita murahan sepertimu.


Ketiga, kau itu sama sekali tidak berharga buatku.


"Dan biar aku beritahu padamu satu rahasia kecil," ucap Ryuzen pada Tina yang kini benar-benar terlihat ketakutan.


"Semua yang ada pada wanita yang bersamaku lima tahun lalu itu adalah asli, bukan palsu seperti punyamu," ucap Ryuzen mengejek Tina.


"Sekarang kau ambil ini, dan pergi dari kota ini sejauh mungkin!" perintah Ryuzen. Lalu melemparkan cek 500 ribu dollar ke wajah Tina.


"Jangan pernah datang lagi ke kota ini. Jika kau berani menampakkan wajahmu di hadapanku lagi, maka aku pastikan, kau tidak akan bisa lagi menghirup udara bebas, ingat itu!" seru Ryuzen dengan suaranya yang berat dan terdengar sangat mengancam.


"Ba, baik... aku akan pergi sekarang!"


Tina pun mengambil cek itu dan kemudian pergi meninggalkan kamar dengan sangat ketakutan. Namun sialnya, saat Tina keluar kamar dia malah di hadang oleh kenzo juga.


"Maaf nona Tina, sebelum kau pergi kau harus bayar sewa hotel dan pelayanannya, dan total semuanya adalah 500 ribu dollar." Jelas Kenzo


"Kau!" tina geram.


"Oh..., atau kau lebih memilih, aku laporkan kau ke polisi atas dasar penipuan?!" sambung Kenzo mengancam Tina. Karena takut di penjara, Tina pun akhirnya terpaksa memberikan cek yang ia dapat dari Ryuzen tadi.


"Sial, aku sama sekali tidak menyangka. Ryuzen Han ternyata jauh lebih licik. Jadi sejak awal dialah yang tengah mempermainkanku, kurang ajar!" Tina merasa geram di dalam hati, lalu akhirnya pergi.


Kenzo menemui Ryuzen yang telah keluar dari kamar yang di inapi oleh Tina tadi.


"Wow, Bos! Kau ini sepertinya cocok juga jadi aktor,"


puji Kenzo melihat Ryuzen yang sejak awal harus berpura-pura percaya pada Tina.


"Untuk menghadapi manusia-manusia licik di sekitarku, maka aku harus seratus kali lebih licik dibanding mereka," pungkas Ryuzen yang kini tengah membetulkan ikatan dasi miliknya.


"Kau itu memang tidak bisa ditebak Tuan, jujur kalau kau tidak ceritakan rencanamu itu, mungkin aku kira kau benar-benar tertarik pada wanita licik itu,"


Ryuzen pun tersenyum mengejek, mendengar pernyataan Kenzo barusan.


"Bagaimana bisa kau berpikir aku akan tertarik pada wanita seperti itu, kau pikir seleraku serendah apa?!" ungkap Ryuzen dengan wajah tidak senang.


"Maaf, maaf... aku tahu seleramu itu yang seperti Nona Sara kan?" celetuk Kenzo keceplosan.


" Sejujurnya secara fisik Sara memang sangat memenuhi standar tipeku." jawab Ryuzen dalam hati.


Mendengar nama wanita itu disebut oleh Kenzo, entah mengapa membuat Ryuzen jadi ingin makan masakan buatan Sara, dan ia pikir kemungkinan saat ini Sara sedang menyiapkan makan malam.


"Sudahlah, sekarang kita pulang!" perintah Ryuzen, Kenzo pun langsung mengiyakan apa yang diperintahkan oleh Ryuzen.


⚘⚘


Jangan lupa kasih like dan comment dan votenya


Jangan lupa ya gaiss...🌷