Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 101 : Hinaan dari wanita itu


"Kenapa malah jadi begini?" pikir Sara melihat dirinya terjebak di dalam situasi aneh seperti ini.


"Mau berduaan dengan cinta pertamamu, tapi gagal karena bertemu suami? Heh kasihan!" Ryuzen meledek di dalam hati sambil melihat Sara yang berjalan di depanya beriringan dengan Jesper.


Sementara Yeslin yang berada disebelah Ryuzen terlihat tidak senang karena melihat sejak tadi, Ryuzen selalu saja melihat ke arah Sara yang berada disebelah Jesper.


"Tuan Han, aku mau perhiasan itu," Yeslin bersikap manja pada Ryuzen sambil menunjuk, sebuah kalung berhiaskan batu safir yang dilindungi oleh sebuah kotak kaca.


Yeslin sengaja menarik perhatian Ryuzen, karena tidak suka melihat Ryuzen yang selalu melihat ke arah Sara. Sara yang melihat itu hanya bisa pasrah sambil bergumam.


"Melihat Suami bermesraan dengan wanita lain di depan mata, dan aku hanya bisa diam berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Ini benar-benar sebuah komedi, dan sepertinya hal ini cuma terjadi padaku, pfftt.. lucu sekali bukan?" Sara menertawakan dirinya sendiri, saat ini jujur saja dirinya tidak ingin sekali melihat Ryuzen dengan wanita itu.


Melihat situasi seperti ini, Jesper pun menyentuh pundak Sara dan berkata, "Sara, kalau ada yang kau inginkan disini, kau katakan saja! Nanti saat pelelangan aku akan coba dapatkan untukmu."


"Sepertinya Tuan Lin sangat menyayangi Nona Sara ya?!" ujar Ryuzen dengan nada menyindir.


"Aku mungkin tidak sekaya Tuan Han, tapi aku tidak akan segan-segan memberikan apapun untuk seseorang yang sangat berharga di dalam hidupku," balas Jesper tersenyum seraya memprovokasi Ryuzen.


Tensi ketegangan diantara Ryuzen dan Jesper mulai meningkat.


"Aku, aku tidak ingin apa-apa kok!" ungkap Sara yang makin merasa tidak nyaman dengan situasi ini.


"Sara, kau suka kalung itu?" Jesper menunjuk sebuah kalung berhiaskan batu permata biru yang sangat cantik terpajang di sebuah kotak kaca.


"Astaga itu cantik sekali," ungkap Sara, terkagum-kagum dalam hati melihat kalung indah di ujung ruangan itu.


"Oh, tidak usah! Sepertinya barang itu terlalu mahal buatku," balas Sara canggung.


"Heh, akhirnya kau sadar diri ya juga ya Nona yang berlaga sok cantik!" ujar Yeslin yang sejak awal tidak suka dengan kehadiran Sara.


"Maaf, apa maksud perkataan anda Nona?" tanya Sara heran.


Penghinaan yang di lontarkan Yeslin membuat Sara diam, tertunduk dengan rasa sesak yang entah tidak bisa ia jelaskan. Bagi Sara saat ini, dirinya hanya ingin kabur dan berlari sejauh mungkin dari situasi ini. Ia tidak ingin ada disini, Sara ingin menghilang saat ini juga dari hadapan Ryuzen yang hanya diam tanpa sepatah kata pun untuk membelanya.


"Nona, bisakah kau jaga ucapanmu?" ujar Jesper membela Sara.


"Heh, aku hanya mengatakan kejujuran. Wajahnya saja yang terlihat polos tapi pada dasarnya suka menggoda pria kaya raya, trik seperti itu kan sudah biasa, dasar wanita penggoda!" ujar Yeslin semakin berani menghina Sara.


"Tuan Han, bisakah kau menasehati pacarmu itu supaya bersikap lebih sopan!" Jesper menatap Ryuzen tajam, seolah mengisyaratkan rasa tidak sukanya pada Ryuzen saat ini.


Tiba-tiba Sara membuat ekspresi tersenyum dan membalas wanita itu, "Maaf nona, jika kehadiranku menggangu kenyamanan kencan anda dengan Tuan Han, tapi aku sama sekali tidak menggodanya. Terlebih... aku juga tahu diri, mana mungkin CEO Emerald yang terkenal suka pada wanita biasa-biasa saja sepertiku." Sara tersenyum lalu memalingkan wajahnya.


Ryuzen tidak berekspresi sama sekali, tatapannya dingin dan yang jelas ia tidak suka dengan kata-kata Sara barusan.


Melihat Ryuzen yang tanpa sepatah katapun membela Sara, membuat Jesper ingin sekali memukul dan menghajar Ryuzen serta memakinya. Namun ia tahu hal itu hanya akan membuat Sara semakin sulit.


"Tuan Ryuzen, maaf tapi bukakah kau sendiri yang mengajak kami bergabung, tapi kenapa pacarmu itu malah bersikap tidak sopan pada Sara!" ungkap Jesper marah.


"Oh iya aku hanya ingin mengatakan satu hal, menurutku Sara terlalu berharga jika dibandingkan pacar-pacar CEO Emerald macam dirimu Nona," ungkap Jesper pada Yeslin.


"Jesper..., lebih baik kita pergi saja dari sini," ucap Sara dengan wajah sendunya yang ia coba sembunyikan terutama dari Ryuzen.


"Ryuzen Han aku pastikan kau akan menyesal!" ucap Jesper, yang kemudian menggenggam tangan Sara dan mengajaknya melangkah pergi melewati Ryuzen tanpa berucap apapun.


🌹🌹🌹


like, comment dan vote dulu dong ..🌷😘


Thank You!