Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 152


Pria itu tidak menghiraukan peringatan Sara, dirinya justru semakin mendekat ke arahnya. "Kau ingat denganku Nona Sara?"


Dia tau namaku? Tapi tunggu dulu...! Sara tiba-tiba ingat, pria asing yang ada dihadapannya ini. Dia adalah pria yang kemarin sempat membeli bunga di tokonya itu. "Kau! Ka- kau pria kemarin yang...."


"Jadi Nona sudah ingat sekarang?" Ujar pria yang malah semakin mendekatkan tubuhnya kepada Sara. Kedua tangan pria ini di rentangkan seolah membatasi ruang geraknya. Ditambah caranya memandang Sara, seolah membawa ingatannya pada kejadian enam tahun lalu bersama Ryu. Posisi Sara kini seolah seperti sedang terperangkap oleh pria ini.


"Kau mau apa dariku?" Seolah membuat pertahanan, Sara pun menyilangkan kedua tanggannya di dada sambil menatap benci bercampur takut, melihat pria asing dihadapannya tersebut.


"Aku- hanya mau- mengenalmu lebih jauh... jadi jangan memasang wajah ketakutan begitu sayang....!" Pria itu menyentuh dagu Sara, namun langsung ditepisnya dengan gerakan memalingkan wajah. Pria itu pun sontak tersenyum licik. Lelaki itu menarik tubuhnya menjauhi Sara. Tangannya yang tadi berada di kanan dan kiri Sara pun, kini sudah tidak lagi membentuk sebuah pagar yang membatasinya. Namun Sara tetap masih merasa was-was dan takut. "Kenapa kau membawaku kemari?!" Ujar Sara dengan keras.


"Wow!" Pria itu pura-pura terkejut mendengar Sara berteriak padanya. "Ternyata kau galak juga ya? Hem... baiklah, pertama-tama biar aku perkenalkan diriku padamu. Namaku Orizel.... senang bertemu dengan nyonya Ryuzen Han!"


"Ka- kau kenal Ryu?" Tanya Sara heran.


Pria itu tertawa mengejek, "Di negeri ini, memang siapa yang tidak mengenal pria keparat itu...?" Ujar Orizel dengan ekspresi yang menunjukan ketidaksukaannya pada Ryuzen. "Tapi..." Orizel kembali mendekatkan dirinya pada Sara, sambil menatapnya dengan tatapan yang bagi Sara terlihat menjijikan. "Tapi aku suka pada istrinya tuan muda Han!" Tubuh Sara langsung menegang, wajahnya yang putih merona berubah jadi pucat pasi dan becucuran keringat. "Ka- kau.. apa maksudmu?" Suara Sara bergetar.


Tidak boleh begini! Aku harus segera cari cara untuk kabur dari pria bejat ini! Tapi bagaimana caranya? Sara tertegun, dirinya sungguh ketakutan saat ini, namun ia tetap tidak boleh pasrah. Bagaimanapun juga dirinya harus keluar dari sini segera. Orizel mendekatkan kepalanya ke leher Sara, seraya menghidu aroma tubuhnya yang harum bercampur aroma tubuh alaminya. Sara sontak mendorong tubuh Orizel yang cukup keras itu, demi mempertahankan dirinya dan bayi di perutnya. "Jangan berani-berani menyentuhku! Aku tidak sudi disentuh pria sepertimu!" Bulir air mata mulai jatuh dari pelupuk mata indah Sara, napasnya pun mulai terengah-engah.


"Tidak aku sangka, ternyata kau wanita yang keras kepala juga!" Orizel kembali melangkah mendekati Sara. Beruntungnya, kali ini Sara segera menghindar sehingga terlepas pada posisinya yang dibatasi seperti tadi. Sara melirik pintu ruangan ini yang ternyata masih terbuka, Dirinya berpikir bisa kabur dari sini asal berhasil keluar dari pintu itu. Sara pun mencari celah dan berlari ke arah pintu itu, namun tangan Orizel yang lebih panjang darinya, dapat dengan mudah menarik Sara dan mengehentikannya. "Kau mau kemana? Kau pikir bisa lari dariku gadis kecil...?"


Sara meronta-ronta, kedua pergelangan tangannya dicengkeram Orizel dengan kasar. "Lepaskan aku! Apa yang kau mau dariku, cepat lepaskan!"


"Mau apa kau bilang? Mudah... aku cuma mau kau menemani aku disini semalam saja, Ryuzen tidak akan marah kan jika aku pinjam istrinya yang cantik ini semalam saja!"


"Brengsek! Lepaskan aku.... tolong! Tolong...!"


Orizel memegang wajah Sara ke hadapannya. "Teriak saja sekeras-kerasanya, kau pikir ada yang akan mendengarmu? Lebih baik simpan tenagamu untuk melayaniku malam ini!"


Pergelangan tangan Sara benar-benar panas dan perih karena cengkraman Orizel. Tubuhnya mulai lemas, tapi ia harus bertahan, apalagi ada nyawa lain yang tengah hidup di dalam rahimnya saat ini. Orizel melentingkan tubuh Sara ke atas ranjang.


"Kau jangan macam-macam padaku!" Teriak Sara dengan nada hiteris, saat melihat Orizel mulai satu-persatu melepas kancing kemejanya dihadapan Sara. Tidak tahu lagi harus bagaimana lagi, Sara yang mulai kelelahan karena terus melawan tiba-tiba terlihat diam, seolah pasrah dengan apa yang ingin dilakukan Orizel padanya. "Jadi sudah menyerah dan jadi gadis baik, sekarang kita bersenang-senang dulu seー"


Ternyata Sara diam untuk mencari celah, agar ia berhasil mendang bagian bawah perut pria itu. Semantara Orizel yang tengah kesakitan, ia pun langsung mengambil kesempatan dengan berlari melewati pintu tersebut, dan keluar dari kamar itu.


~~


Setelah keluar dari kamar tadi, Sara pun langsung mencari dimana kira-kira ia bisa menemukan pintu, yang bisa membawanya keluar dari sini. Beruntung, ia langsung melihat sebuah pintu terbuka yang sepertinya menuju ke arah perkarangan di belakang rumah ini. Sara pun bergegas berlari ke pekarangan itu secepat yang ia bisa. Sambil memegangi perutnya, Sara mencoba menguatkan dirinya.... Nak! Kau harus kuat, kita pasti akan segera keluar dari sini!


Sara memutar pandangannya ke seluruh sudut pekarangan tersebut. Sialnya ia tidak melihat ada jalan lain yang bisa membawanya keluar, dan satu-satunya jalan adalah dengan memanjat pagar pekarangan.


"Sudahlah! Tidak ada waktu untuk berpikir lama-lama!" . Sara pun berusaha memanjat pagar yang disekitarnya ditumbuhi tanaman berduri. Tanpa alas kaki, Sara mencoba menaiki pagar tesebut dengan sekuat tenaga. Akibatnya... kaki mulusnya pun harus bayak menangunga luka karena menginjak duri-duri tanaman. Tapi hal itu tidak penting. Karena bagi Sara, pikirkannya saat ini hanya tentang bagaimana dirinya bisa segera kabur dari tempat ini meskipun harus merelakan kakinya luka-luka.


"Sedikit lagi....!" Dengan napas yang terengah-engah, Sara tetap berusaha memanjat pagar tersebut, hingga sedikit lagi sampai diujung pagar. Namun apa daya... saat dirinya hampir sampai ujung, Orizel ternyata sudah lebih dulu datang dan langsung menangkap Sara turun.


"Kau pikir kau bisa kabur dariku huh!" Orizel kali ini memperlakukan Sara lebih kasar dari sebelumnya. "Kalau kau tidak suka dengan cara baik-baik, itu tandanya kau ingin aku gunakan cara kasar!" Orizel terus memegangi kedua tangan Sara yang terus meronta-ronta, sambil memohon agar dilepaskan. "Aku mohon lepaskan aku....! Aku tidak ada urusan denganmu sama sekali!" Sontak Orizel menarik rambut Sara yang terurai panjang itu. "Tidak akan pernah aku melepaskanmu! Bagiku... kau adalah satu-satunya alat yang bisa membuat suamimu yang sombong itu merasakan sakit. Kau tahu... selama di Anglo dia selalu mempermalukan aku. Oleh karena itu... anggap saja kau sebagai ganti rugi atas rasa malu yang aku terima akibat suamimu itu...!"


Sara menangis ketakutan. Kepalanya pun terasa begitu sakit karena dijambak, begitupun kakinya yang kini berdarah-darah akibat tertusuk duri-duri tanaman tadi saat mencoba kabur memanjat pagar.


"Sekarang ayo kita bersenang-senang, dan lupakan saja suamimu itu!" Orizel terlihat puas melihat Sara yang mulai lunglai, karena tenaganya yang bayak terkuras. Wanita malang itu pun hanya bisa terus merintih dengan suaranya yang mulai habis. Air matanya meleleh keluar tiada henti, menyadari dirinya kini berada ditangan Orizel yang tampak tertawa penuh kemenangan.


Apa aku harus pasrah di tangan pria ini? Aku harus pergi tapi tubuhku benar-benar lelah. Mengingat Sara juga belum makan malam. Ryuzen... mungkinkah kau menolong aku kemari....


Orizel pun menggendong Sara dan membawa wanita yang kini terlihat lemah dan tak berdaya itu masuk bersamanya ke dalam. Namun saat membalikan badannya, sontak saja Orizel cukup dibuat kaget dengan kemunculan seseorang.


"Lepaskan Sara!" Ujar pria itu sambil menodongkan sebuah pistol laras pendek ke arah Orizel.


🌹🌹🌹


Hai my beloved Readers... terima kasih ya buat kalian yang masih setia dengan kisah novel yang kubuat ini. Terutama yang sudah menyediakan waktu untuk LIKE, COMMENT, VOTE author sangat berterima kasih sekali.


Jangan lupa juga untuk follow my IG di @chrysalisha98🌹