Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 182


Keesokan harinya, Sara pergi berziarah ke makan kedua orang tuanya yang ada di Cardia. Sesampainya disana, ia langsung membersihkan pusara-pusara kedua orang tuanya tersebut. Setelahnya, ia pun segera meletakan kedua buket bunga aster yang telah dibawanya itu, di depan masing-masing nisan ayah dan ibunya.


Dipandanginya kedua pusara yang bersebelahan tersebut. Bagi Sara, meski kedua orang tuanya telah lama tiada, namun rasa haru selalu saja terasa menyelimuti hati wanita tersebut kala mengunjungi makam kedua orang tuanya.


"Ayah... Ibu... apa kabar kalian? Hari ini aku berkunjung untuk melihat ayah dan ibu. Dan maaf, karena hari ini aku datang tidak bersama Arvin dan juga Ryuzen. Tapi ibu dan ayah tenang saja, karena aku kemari bersama calon cucu kalian." Sara tersenyum sumringah, lalu mengusap perutnya seraya tengah menunjukan kehamilannya kepada kedua orang tuanya. "Lihat nak, ini makam kakek dan nenekmu," ucap Sara kepada calon anak diperutnya di depan makam kedua orang tuanya.


Dan akhirnya... setelah semua ritual selesai dilakukan, Sara pun berpamitan dengan kedua orang tuanya sebelum akhirnya pergi. "Ayah, Ibu... aku pamit pulang dulu. Tolong jaga aku dan keluargaku dari atas langit. Aku sangat mencintai kalian." Sara kembali mengusap nisan kedua orang tuanya sebelum benar-benar meninggalkan makam.


~~


Setelah selesai berziarah Sara pun segera kembali, terlihat di luar area pemakaman sudah ada Gina dan Jesper yang menunggunya. Mereka bertiga memang berencana untuk pergi makan siang bersama.


"Maaf ya... pasti kalian sudah lama menungguku ya?" Sara berjalan menghampiri Jesper dan Gina yang tengah bersandar di sisi mobil.


"It's okey Sara... bagaimana kalau lebih baik sekarang kita segera ke restoran, karena aku sudah amat sangat lapar," ujar Gina.


"Baiklah... let's go!" Seru Jesper.


Dan mereka bertigapun akhirnya beranjak masuk ke dalam mobil, guna menuju ke restoran tempat mereka akan makan siang.


~~


Pertemuan bisnis Ryuzen di Osaka akhirnya selesai, setelah saling berjabat tangan dengan pihak rekan bisnisnya ia pun berpamitan, dan kembali ke hotel tempat dimana dirinya menginap. Dan diperjalanan menuju hotel, secara tidak sengaja Ryuzen melihat sebuah toko perhiasan, seketika benaknya langsung terbesit nama sang istri. Ryuzen akhirnya meminta Kenzo untuk mampir dulu ke toko perhiasaan tersebut, karena Ryuzen ingin sekali membelikan sebuah hadiah untuk Sara.


~~


Saat memasuki toko perhiasan tersebut, Ryuzen langsung disambut ramah oleh para pelayan dan juga sang pemilik toko. Tanpa basa-basi ia pun langsung menghampiri sang pemilik toko tersebut, dan memintanya agar mengeluarkan semua koleksi gelang berlian terbaik di toko itu. "Aku mau melihat koleksi terbaik yang dimiliki toko ini!"


"Baik Tuan, kami akan memperlihatkan kepada anda koleksi terbaik yang ada di toko kami." Sang pemilik toko akhirnya memerintahkan semua pegawainya agar mengeluarkan, semua koleksi-koleksi desain perhiasan terbaik yang mereka miliki. Ryuzen langsung memperhatikan dengan seksama desain gelang yang kini berjejer di hadapannya. Ia mencari yang terbaik dan yang paling cocok untuk ia berikan kepada Sara. Hingga akhirnya mata Ryuzen tertuju pada sebuah gelang berlian dengan desain bunga-bunga, hal itu membuatnya seketika ingat jika sang istri sangat menyukai bunga. Ryu pun langsung menyentuh dan mengambil gelang tersebut. Ekspresi wajah Ryu yang dingin pun berubah jadi senang, kala melihat dan menyentuh gelang tersebut. Aku yakin pasti Sara akan suka ini! Dan Ryuzen akhirnya memutuskan untuk membeli gelang berlian berdesain bunga itu, sebagai hadiah untuk Sara sepulangnya dari Osaka.


"Oke, aku ambil yang satu ini!" Ujar Ryuzen.


"Baiklah tuan, kalau begitu aku akan buatkan surat-surat dan sertifikatnya dulu. Anda silakan urus pembayarannya," ungkap sang pemilik toko dengan sopan.


Ryuzen pun membayar gelang tersebut, ia mengeluarkan kartu pembayarannya dan membayar gelang berlian seharga satu juta yen itu dengan perasaan sudah tak sabar ingin memberikannya untuk sang istri tercinta. Aku akan membuat kejutan untuknya sepulang dari sini, akan aku buat istriku mengatakan i love you ratusan kali.


~~


Sementara itu, di restoran tempat Sara dan kedua sahabatnya menghabiskan makan siang mereka. Tampak ketiganya saling melempar tawa dan juga ejekan kecil untuk mencairkan suasana, mulai dari mengejek cara makan hingga membuat celotehan-celotehan konyol semua mereka lakukan. Hingga semua itu harus terhenti tiba-tiba karena ponsel Sara yang berbunyi. Sara pun tentunya langsung meraih ponsel yang ada di dekatnya itu. Dilihatnya kontak yang menghubunginya. "Tumben sekali menghubungiku saat begini, apa dia rindu aku?" Ujar Sara saat mengetahui jika yang menghubunginya via video call adalah putranya sendiri ;


Sara : Halo sayang... (Melambaikan tangan)


Arvin : Hai mami...


Sara : Ada apa sayang?


Arvin : Tidak ada, aku hanya mau protes mami.


Sara : Huh? Protes? (Sara tampak bingung)


Arvin : Iya protes karena mami ke Cardia tapi tidak mengjak aku. (Menampakan raut wajah masam)


Sara : (Tertawa geli) Oh ayolah sayang, mami hanya berziarah sebentar kau tidak perlu ngambek begitu kan?


Arvin : Huh! Mami menyebalkan! (Bibir Arvin mencebik)


Sara : (Sekali lagi Sara hanya bisa tertawa melihat ekspres Arvin yang sedang ngambek)


Tiba-tiba Gina merampas ponsel yang dipegang Sara, karena ingin melihat keponakannya.


Gina : Hai keponakanku yang semakin tampan!


Gina : Ayolah jangan cemberut begitu anak tampan! (Gina mencoba menghibur)


Tak sampai disitu, kini giliran Jesper yang merampas ponsel tersebut dari Gina.


Jesper : Halo jagoan, kau tenang saja. Mamimu disini aman bersamaku dan bibi Gina.


Arvin : Aku tahu... hanya saja... (Arvin tampak menunduk dan ragu-ragu)


Jesper tiba-tiba menjauhi Sara dan Gina lalu berbisik ke arah Arvin.


Jesper : Kau tenang saja, cinta mamimu untukmu tetap akan sama, ia akan selalu mengingatmu. Asal kau tahu saja ya, setiap saat ia memandangi fotomu di ponselnya.


Arvin tidak menyangka jika Jesper memahami persaannya yang akhir-akhir ini memang suka cari perhatian dengan sang mami. Pria kecil yang tadinya ngambek pun berubah kembali ceria.


Arvin : Terima kasih ya paman Jesper...


Jesper : Tentu saja.


Jesper mengembalikan ponsel tersebut kepada Sara.


Arvin : Mami...


Sara : Ya sayang...


Arvin : Jaga dirimu ya, aku... aku sayang mami.


Sara : (Sara terseyum senang) Aku juga sangat sangat sangat sayang padamu.


Sara mengarahkan kamera ponselnya kedirinya dan ke kedua sahabatnya untuk berpamitan dengan Arvin.


Arvin : Bye mami... bye bibi Gina, bye paman Jesper... aku sayang kalian.


Sara, Gina, Jesper : Bye.... (Melambaikan tangan)


*Video call ended.


Setelah video call selesai, dan makan siang mereka juga sudah habis disantap. Gina mengajak Sara dan Jesper untuk kembali ke penginapan, namun Sara menolaknya.


"Memangnya kau mau kemana lagi Sara?" Tanya Jesper


"Aku mau ke salah satu tempat di kota ini."


"Huft, yasudah biar aku temani."


"Tidak, tidak usah Gina... biar aku pergi sendiri saja." Sara tidak mau rencanannya membuat momen diantara Gina dan Jesper jadi harus rusak, karena sejatinya Sara melakukan hal seperti ini, memang sengaja untuk mendekatkan Gina dan Jesper. Sara pun langsung meraih tas dan ponselnya lalu beranjak dari duduknya. "Baiklah... kalau begitu, aku pergi duluan ya Gina, Jesper kalian nikmati hari kalian bye...!" Sara pun akhirnya dengan terburu-buru segera pergi meninggalkan Gina bersama Jesper berdua.


Kepergian Sara membuat Gina dan Jesper saling memandang, seolah saling melempar tanya ada apa dengan Sara.


"Ada apa dengan Sara terburu-buru seperti itu?" Tanya Gina dan Jesper bersamaan. Keduanya pun hanya bisa mengangkat kedua bahunya dan berkata, "Entahlah..."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Anyway... ini gambar ilustrasi gelang yang dibeli Ryuzen buat Sara.



Jangan lupa ya buat Like, Comment dan Vote.


Mohon maaf baru update lagi, author kemarin-kemarin bener-bener sibuk banget. ๐Ÿ™