Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chapter 108 :


~Villa Constel


Sara yang disuruh masih banyak istirahat kini duduk berselonjor di atas sofa sambil memainkan ponselnya, dan tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, dan sudah pastin itu suara Ryuzen yang baru pulang.


"Sedang apa?" ujar Ryuzen yang baru saja tiba dan melihat Sara berselonjor duduk diatas Sofa.


"Tidak melakukan apa-apa, memangnya kenapa?"


"Jason bilang meski kau sudah sehat, kau tetap harus istirahat total, jadi besok tidak usah berangkat kerja saja," terang Ryuzen.


"Tapi, kalau diam saja dan tidak melakukan apa-apa, aku bisa mati karena bosan!" ujar Sara dengan suara yang terdengar agak manja.


Ryuzen kini duduk di sebelah Sara yang berselonjor sambil membuka ikatan dasi yang terikat di kerah kemejanya. Melihat Ryuzen begitu, tiba-tiba muncul ide di kepala Sara untuk mengerjai Ryuzen.


"Emm, Ryu..., kau bilang aku harus istirahat total kan?"


"Hem, lalu?" Ryuzen menyipitkan matanya, dan menatap Sara.


"Aku lapar, aku belum makan sejak sore tadi," ucap Sara dengan nada manja.


"Oke, aku pesankan!"


"Aku tidak mau makanan yang dipesan...." Sahut Sara masih dengan nada manjanya.


"Lantas kau mau apa?" ujar Ryuzen.


"Aku mau kau yang masak buatku malam ini," pinta Sara dengan wajahnya yang saat ini terlihat sangat polos. Ryuzen menarik napas dan menghembuskannya.


"Baiklah, aku akan masak! Kau tunggu saja disini dengan tenang."


"Terima kasih suamiku, kau yang terbaik!" ujar Sara senang.


Ryuzen pun akhirnya pergi ke dapur untuk memasak sesuatu.


"Kapan lagi makan masakan Tuan CEO Emerald yang terkenal," gumam Sara sambil tertawa dan tersenyum senang.


Beberapa saat kemudian Ryuzen pun datang dengan membawa piring ditangannya yang berisi masakannya.


"Wah...! Sepertinya enak ya?" ucap Sara, yang terlihat sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan yang dibawa Ryuzen. Ryuzen pun duduk dan kemudian membuka penutup piring steinless steel yang menutupi piring


Tada...!


Sara melihat makanan yang dibawa Ryuzen dengan matanya. Hidangan telur dadar yang kegosongan kini terpampang dihadapannya.


"Makan!" perintah Ryuzen.


"Ryuzen kau sedang bercanda ya?" ucap Sara yang tiba-tiba jadi berubah selera makan melihat masakan Ryuzen.


"Tidak, ayo cepat makan!"


"Ini, ini telurnya gosong ya?" tanya Sara yang masih memandangin telur dadar di hadapannya.


"Itu namanya telur dengan tingkat kematangan maksimal, sudah makan saja. Karena kau orang pertama yang membuatku masak di dapur jadi harus di habiskan!" Seru Ryuzen menyuruh Sara makan masakannya.


Sara yang merasa tidak yakin akan bersedia memakannya pun malah berkata, "Eh, bagaimana kalau kita pesan makanan saja ya?"


"Tidak, kau minta aku masak, jadi harus dihabiskan saat ini juga!" kata Ryuzen yang kini sudah memberikan sebuah garpu pada Sara.


Akhirnya Sara mau tidak mau harus memakan masakan Ryuzen yang amburadul ini dengan sangat terpaksa.


"Niat mengerjai, malah aku yang dikerjai. Aku memang tidak pernah menang melawan dia, huh menyebalkan!" batin Sara pasrah memakan hasil masakan Ryuzen.


Ryuzen tertawa kecil melihat Sara yang makan masakannya dengan wajah terpaksa dan tersiksa. Tidak tega melihatnya, Ryuzen pun menyuruh Sara berhenti makan. Sara berhenti dan langsung minum hingga akhirnya merasa lega.


"Bagaimana? Enak kan?"


"Haha enak sekali..., benar-benar enak seperti buatan chef internasional!" ucap Sara dengan ekspresi wajah yang mengatakan sebaliknya.


"Sekarang apa lagi yang kau minta?" tanya Ryuzen.


"Aku mau ke kamar, tapi aku tidak mau jalan sendiri jadi kau harus gendong aku," ucap Sara yang sejujurnya hanya bercanda.


Namun Ryuzen dengan sigap malah langsung menggedongnya.


"Aku yang mau menggendongmu, jadi tidak usah protes," ungkap Ryuzen menatap Sara yang wajahnya kini berhadapan langsung dengan wajahnya.


Sara pun menuruti ucapan Ryuzen, Sara spontan malah melingkarkan tangannya diantara pundak dan leher Ryuzen. Kini Sara bak seorang putri kerajaan yang digendong oleh pangeran menaiki tangga.


"Aku berat ya?" ucap Sara


"Aku rasa kau lebih mirip disebut selembar kertas dibanding disebut manusia, beruntung kau punya dada yang ukurannya bagus," ucap Ryuzen menggoda Sara.


"Dasar mesum!"


Ryuzen hanya tertawa kecil melihat Sara yang wajahnya kini memerah.


"Ryuzen, kalau kau seperti ini terus bagaimana aku bisa menghilangkan rasa cintaku padamu?" batin Sara yang kini merasa nyaman digendongan Ryuzen.


~C-lovely


Setelah kejadian tiga hari yang lalu, Sara sudah mulai kembali bekerja kembali. Ketika dirinya tengah sibuk memeriksa laporan bulanan penjualan omset tokonya, Sara malah harus dibuat mendengarkan obrolan dua orang pelanggan yang tengah memilih bunga di C-lovely.


*Obrolan dua orang pelanggan


A : Eh lihat berita terbaru Tuan muda Han, katanya ada yang lihat dia sempat ke toko bunga ini lho beberapa hari yang lalu.


B : Ah masa? ada urusan apa dia disini?


A : Aku juga tidak tahu, tapi ada berita juga dia habis dari marigold malam-malam dengan pakaian yang berantakan, jangan-jangan dia menemui simpanannya disana?


B : Ah, paling sama itu cuma gosip.


A : Eh, tapi ada berita yang lebih hot lagi, dengar-dengar Erika Zhang akan kembali ke Negara ini setelah tujuh tahun lebih menetap di New York.


B : Benarkah? Bukankah tahun lalu dia di nobatkan sebagai 5 desainer dibawah usia 30 yang karyanya sudah diakui dunia?


A : Iya, bahkan sekitar dua minggu lagi dia akan mengadakan show untuk memperingati kepulangannya ke kampung halamannya di Montegi ini lho....


B : Wah asyik ini! aku jadi tidak sabar pasti sangat keren! Erika Zhang desainer nomor satu di Asia dan kedua di dunia.


#End


"Erika Zhang? Salah satu desainer dari negeri ini yang karyanya sudah diakui secara internasional, jadi dia lahir di kota ini...? Wow aku jadi penasaran tentang dirinya," ungkap Sara jadi penasaran. Akhirnya Sara pun mencari tahu info lengkap tentang Erika Zhang lewat internet di ponselnya.


[Erika Zhang 29 tahun, karya pertamanya di usia 21 tahun, langsung jadi pusat perhatian banyak rumah mode tenama dan setahun kemudian dia memutuskan untuk berkarir di luar Asia, dan selama tujuh tahun dia menetap di New York]


"Ternyata memang orang hebat ya Erika ini, pantas saja beberapa hari ini berita dirinya paling banyak dicari," gumam Sara setelah tahu soal prestasi Erika.


Tiba-tiba ada pesan masuk dari Ryuzen. Sara pun langsung membacanya.


Pesan dari Ryuzen ;


Nanti malam kita ke Kairaku ya, bagaimana?


"Eh tumben mengajakku kesana, tapi bolehlah!" ujar Sara


Pesan dari Sara ;


Oke, nanti jemput aku di persimpangan pusat kota.


Pesan dari Ryuzen ;


Baiklah, selamat bekerja.


Pesan dari Sara ;


Kau juga, selamat bekerja.


⚘


Di pinggir sungai algia, Ryuzen terlihat tengah berdiri sambil menikmati sebatang Rokok yang tengah dihisapnya di mulut. Terdengar suara langkah kaki seseorang dari belakang Ryuzen.


⚘⚘


Like, Comment, Vote Thank You 🌹