
Mata wanita itu membulat terkaget, ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan pria ini lagi, pikirnya. Pria itu menguntai senyuman seolah mengisyaratkan sebagai salam jumpa pada Sara yang kini ada dihadapannya.
"Renji, ke- keapa kau ada disini?"
"Hai Sara, we meet again?" Ujar Renji diikuti senyum manisnya, yang bagi Sara senyuman itu justru tidak manis sama sekali. Baginya senyuman itu malah seperti pertanda akan datangnya masalah.
Sejatinya, Sara tidak mau ada urusan lagi dengan Renji. Ia pun tanpa sepatah kata apapun, langsung memutuskan untuk mengabaikan Renji dan pergi meninggalkannya.
~~
Sara berjalan pergi dengan langkah cepat. Kenapa dia tiba-tiba muncul? Aku tidak mau berurusan dengannya. Istri Ryuzen itu berjalan semakin cepat, sampai-sampai lupa jika dirinya sedang membawa es krim di tangannya. Alhasil, eskrim yang ada ditangannya itu malah jadi agak mencair, dan mengenai tangannya. Karena terasa lengket, Sara pun memutuskan berhenti sejenak untuk mengabil sapu tangan dari dalam tasnya, yang akan ia gunakan untuk mengelap tangannya yang terkena es krim tersebut.
Sara merasa sedikit kesulitan mengambil sapu tangan miliknya dari dalam tas, karena tangannya yang satu lengket terkena lelehan es krim. "Oh ayolah...!" gerutu Sara yang terus merogoh dalam-dalam tasnya. Tiba-tiba, muncul tangan seseorang yang datang dan langsung mengelap lelehan es krim di tangan Sara itu, dengan menggunakan sapu tangan. Sara pun langsung mendongak ke atas, seraya ingin mengetahui siapakah yang sedang mengelap tangannya saat ini. Dan untuk kedua kalinya, Sara kembali terperanjat kala mengetahui orang yang mengelap tangannya adalah, orang yang sama yang membayarinya es krim tadi. Dan Lagi-lagi Renji yang menjadi penolong wanita itu hari ini.
Mengetahui dia adalah Renji, Sara pun segera menarik tangannya dari laki-laki yang baru saja membersihkan tangannya itu. Sara terlihat menatap was-was pada Renji. "Kenapa kau menghindariku?" Tanya Renji, melihat Sara seperti ingin segera kabur darinya.
"Memangnya apa alasan aku untuk tidak menghindarimu?" Balas Sara. Tiba-tiba Renji seperti semakin mendekatkan wajahnya ke arah Sara, bahkan semakin merunduk dan semakin dekat dengan wajah wanita itu. "Ka- kau mau apa Renji?" Tanyanya dengan wajah was-was dan sedikit gelagapan. Sara seolah makin terpojok, saat ia baru menyadari jika di belakangnya ternyata hanya ada sebuah pohon besar. Renji semakin mendekatkan wajahnya ke tubuh Sara dan... seketika Sara terperanjat kaget. Huh apa yang terjadi? Ternyata yang Renji lakukan malah menjilati eskrim Sara yang belum sempat ia cicipi sama sekali.
"Es krimmu bisa mencair lagi, kalau tidak segera kau makan!" Ujar Renji sambil mengelap bibirnya dari sisa-sisa es krim Sara yang baru saja ia nikmati. Sara spontan menoleh ke arah es krim cone yang ia genggam ditangannya sejak tadi. Aku sampai lupa kalau es krim ini belum aku makan sama sekali. Padahal aku ingin sekali makan es krim ini, tapi... melihat orang ini tiba-tiba saja rasanya jadi seperti sudah tidak berselera lagi. Sara pun menyerahkan es krim tersebut pada Renji. "Ini untukmu saja! Aku sudah tidak berselera memakannya!"
Sara yang baru saja menyerahkan es krimnya pada Renji, bermaksud untuk pergi dari hadapan Renji. Tapi sayangnya, lengan Renji yang cukup panjang, lebih dulu menarik pinggang Sara hingga masuk ke dalam rangkulannya. Sara langsung mendongakan wajahnya, menatap Renji yang sejatinya memiliki wajah yang pesonanya seperti Ryu.
"Kau mau apa! Lepaskan aku atau ー"
"Atau apa? Mau berteriak? Silakan saja." Ucap Renji menantang Sara.
"Renji lepaskan aku!" Sara meronta, kedua tangannya seraya melakukan perlawanan dengan mencoba mendorong tubuh pria itu. Tapi sayang, ternyata tubuh Renji yang kokoh membuat Sara cukup sulit mendorongnya.
"Sara!" Panggil Renji. Sara diam dan menatap Renji dengan pandangan tidak suka.
"Jika kau tidak mencoba kabur, aku akan melepaskanmu!" Tukas Renji.
Sara menghela napas perlahan... dan berkata, "Baiklah... aku berjanji tidak akan kabur, asal kau lepaskan tanganmu dariku!"
"Good girl!" Renji pun langsung melepaskan rangkulannya dari pinggang istri Ryuzen tersebut. Sara merasa lega sudah bisa lepas dari jeratan Renji barusan.
"Jadi ada apa?" Tanya wanita itu dengan nada ketus. "Ini...!" Sara bingung melihat Renji yang malah menyodorkan kembali es krim yang tadi sudah ia berikan padanya. "Untuk apa? Aku kan sudah memberikannya padamu, untuk apa kau berikan padaku lagi?" Ujar Sara.
"Habiskan dulu es krim ini."
"Tapi aku sudah tidakー"
"Kau habiskan, atau kau mau aku yang menyuapimu agar kau mau habiskan eskrimnya?"
"Huh! Dasar pemaksa!" Gerutu Sara yang akhirnya mengambil lagi es krim itu, dan menuruti perkataan Renji untuk memakan eskrim tersebut. Kalau bukan karena ngidam anakku, aku malas sekali makan eskrim ini. Sara akhirnya mulai memakan es krim yang dibelinya tadi.
Melihat Sara makan es krim dengan wajah cemberut, membuat Renji tidak bisa menahan gelak tawanya.
"Kenapa kau tertawa? Kau itu sudah gila ya?" Ujar Sara yang melihat Renji malah terkekeh dihadapannya saat ini.
"Aku hanya tertawa karena lucu saja melihat wajahmu, yang cemberut sambil makan es krim."
Heh! Kalau bukan karena kau aku juga tidak akan cemberut begini!
Sara akhirnya menghabiskan es krimnya itu. Tidak lupa ia membersihkan sisa-sisa es krim yang belepotan di sekitar bibirnya. Renji yang melihat sisa es krim di dekat bibir Sara belum bersih, seketika langsung megusapnya dengan sapu tangan. Menyadari hal itu, Sara langsung cepat-cepat menghindarinya tangan Renji. "Aku bisa sendiri kok!" Balas Sara. "Baiklah...." sahut Renji.
"Jadi ada apa lagi? Aku sudah makan es krimku, dan terima kasih juga karena kau sudah membelikan es krim itu untukku. Tapi jika kau mau minta ganti uangnya, aku rasa aku bisa mentransfernya ke rekeningmu," tukas Sara yang terlihat enggan menatap Renji.
"Aku tidak mau minta ganti apapun, aku hanya ingin bertanya kenapa kau menghindariku?"
Sara seketika menatap ke arah Renji. "Kau tanya aku kenapa menghindarimu? Wow, tuan Renji, bukankah sudah jelas alasannya aku berada di penjara, tentang apa yang kau katakan padaku waktu itu. Waktu itu, kau dengan jelas sekali mengatakan hal yang tidak menyenangkan soal suamiku. Dan jujur saja, meski kau adalah orang dibalik novel-novel favoritku, aku tetap saja tidak akan mau dekat, dengan orang yang jelas-jelas memusuhi suamiku. Jadi untuk apa kau bertanya padaku, alasan kenapa aku menghindarimu!"
"Oh... jadi semua karena suamimu itu?" Tanya Renji dengan suara yang terdengar lebih berat.
Sara hanya terdiam.
"Kenapa hidupmu harus bergantung padanya Sara? Bukankah itu malah akan membuatmu terkekang? "
"Aku lebih tahu hidupku dibanding dirimu Renji."
Sara menatap sinis. "Maksudmu?"
"Lucu saja, karena saat kau tidak suka denganku. Tapi kau malah menerima pemberianku."
Pemberian? "Apa maksudmu Renji?" Tanya Sara yang kini mendekati Renji dan menatapnya.
"Bunga-bunga cantik itu... kau pikir dari siapa Sara?" Ujar Renji tersenyum penuh kemenangan.
Sara terperagai dan ia pun langsung teringat akan bunga-bunga tulip yang beberapa hari ini di terimanya. "Jadi, bunga-bunga itu kau yang berikan?"
"Iya, bunga itu semua dariku khusus untukmu."
"Ta- tapi untuk apa? Untuk apa kau memberikanku bunga-bunga itu setiap hari?" Sara makin penasaran denga, apa maksud Renji memberikan bunga-bunga itu padanya.
"Kau tidak perlu tahu sekarang alasannya, yang jelas kau suka kan dengan pemberianku itu kan?"
Sara tertuduk bisu, Jadi benar ya bunga-bunga itu darinya. "Iya benar! Aku memang suka bunga-bunga itu. Tapi aku akan lebih suka lagi, jika kau berhenti mengiriminya untukku!" Tegas Sara.
"Kenapa memangnya? Kau takut ketahuan suamimu yang arogan dan seenaknya itu?"
"Renji! Tolong jaga bicaramu!"
"Ups! Oke baiklah nyonya Han yang terhormat..." Renji mengalah demi Sara, meski sebenarnya ia merasa ucapannya soal Ryu adalah benar adanya.
"Renji... aku rasa, diantara kau dan aku tidak lagi ada urusan. Jadi... bisakah kita berpura-pura saja untuk tidak saling mengenal?" Ungkap Sara.
"Tidak bisa!" sahut Renji.
"Baiklah jika kau tidak bisa, biar aku saja yang lakukan!"
"Sara...!"
"Renji! Jujur saja, aku senang bisa mengenal penulis idolaku, tapi untuk berteman... maaf, sepertinya aku tidak bisa. Aku merasa ada hal yang sepertinya akan berubah jadi masalah jika kita saling dekat. Jadi..."
"Jadi maumu begitu Sara?" Renji mendekati telinga Sara dan kemudian berbisik, "Jika kau mau berpura-pura tidak pernah mengenalku silakan saja. Tapi aku tetap akan selalu dan akan selalu mengingatmu sampai kapanpun. Bahkan sekalipun kau sudah milik Ryuzen." Sontak Sara langsung seolah dibuat tidak nyaman mendengar perkataan Renji barusan.
Ap- apa maksudnya dia bicara begitu? Sara benar-benar dibuat tecengang dan tidak mengerti oleh perkataan Renji barusan.
Seketika Renji mencium kening Sara, hal itu langsung membuat wanita itu terperanjat kaget, ia pun segera menarik tubuhnya mundur.
"Renji apa kau gila!" Ujar sara dengan tatapan marah.
"Anggap saja itu hadiah untuku, karena sudah membelikanmu es krim tadi," ungkap Renji dengan santai.
Sara benar-benar dibuat kaget, ia tidak pernah menyaka Renji bisa jadi tidak sopan padanya. Sungguh, Renji yang ada di hadapannya saat ini, benar-benar berbeda dengan Renji yang ia temui pertama kali. Kenapa pria ini berubah?
"Terserah apa maumu itu! Yang jelas, tolong jangan pernah dekati aku, atau menghubungi, atau apapun jangan pernah lagi! Karena... kau bukanlah lagi Renji yang aku kenal pertama kali! " Tegas Sara yang kemudian berbalik badan, dan pergi meninggalkan Renji sendirian.
Yang dilakukan Renji saat itu hanya bergeming, menyaksikan wanita yang ia tunggu sejak lama kini telah pergi.... "Kau seharusnya bersamaku Sara, bukan bersamanya. Pria itu tidak pantas untukmu," ucap Renji dengan nada mengejek.
Renji mengepalkan kedua tangannya, gerahamnya terdengar mengatup dengan keras. Ryuzen Han! Kau tunggu saja kejutan yang akan aku berikan padamu!
🌹🌹🌹
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih kepada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author mohon maaf, karena tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Oh iya, meski sering kali novelnya slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.
Dan buat yang sudah baca novel ini, jangan lupa ya untuk selalu tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa juga untuk bantu di SHARE komik ini, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti sekali buat aku.
Satu lagi temen-temen sekalian, jangan lupa juga ya... buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏