Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 24 : Pulpen, Kertas dan Kesepakatan!


"Untuk apa kertas dan pulpen itu?" tanya Sara yang melihat ke arah pulpen dan secarik kertas yang ditaruh Ryuzen di atas meja.


"Mari kita buat kesepakatan!" kata Ryuzen dengan ekspresi datar namun terlihat serius.


"Kesepakatan apa?" tanya Sara yang dibuat bingung oleh Ryuzen.


Ryuzen pun langsung menyuruh Sara membaca isi kertas yang ada atas meja itu.


"Baca baik-baik nanti kau juga akan paham."


Sara pun kemudian membaca isi kertas tersebut dengan seksama.


"Jadi..., sebagai pengganti uang, kau minta aku jadi ART-mu selama 2 bulan tanpa dibayar?"


"Mau bagaimana lagi, hanya itu satu-satunya cara supaya kau bisa membayar ganti rugi padaku," jelas Ryuzen pada Sara dengan santai.


melihat jawaban Ryuzen begitu membuat Sara membatin kesal.


"Kenapa sih orang-orang kaya itu, selalu saja mengambil kesempatan diatas kesulitan orang miskin. Huh menyebalkan!"


Tapi mau bagaimana lagi, kenyataannya Sara memang harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Dan pada akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka, Sara harus melakukannya.


"Baiklah tuan, aku bersedia bekerja sebagai asisten rumah tanggamu selama 2 bulan tanpa dibayar," ucap Sara pasrah.


Mendegar Sara yang berkata setuju, Ryuzen pun langsung menyuruh Sara menandatangani surat perjanjian tersebut.


"Hanya jadi ART selama 2 bulan, apa perlu pakai kontrak segala...?" celetuk Sara yang merasa tidak perlu menandatangani kertas ini.


"Tentu saja perlu, zaman sekarang banyak orang yang suka melanggar dan lari dari tanggung jawab, kalau tidak pakai kontrak kerja, siapa yang tahu orang itu menipumu atau tidak," ucap Ryuzen dengan suaranya yang berat itu.


Mendengar penjelasan Ryuzen membuat Sara agak jengkel.


"Jadi, kau berpikir kalau aku akan kabur dan menipumu, begitu?"


Ryuzen menyeringai lalu menjawab ucapan Sara barusan, "Nona Chen tidak perlu kesal begitu, aku hanya mengatakan sebuah realita kehidupan yang terjadi di zaman sekarang."


"Yang kau bilang memang benar sih, tapi tenang saja kau tidak perlu khawatir, karena aku bukan penipu, jadi aku pasti tidak akan lari dari tanggung jawabku," ucap Sara pada Ryuzen setelah selesai menandatangani kertas tersebut.


Ryuzen pun mengambil kembali selembar kertas tersebut, dan menyimpannya kembali di saku jasnya.


"Sepakat!" balas Sara. Kini mereka pun saling berjabat tangan, tanda saling setuju dengan perjanjian diantara mereka.


"Kalau begitu Nona Chen, aku pergi duluan, kau bisa mulai bekerja besok sesuai jadwal yang tertulis di kertas yang sudah kau tanda tangani tadi," ujar Ryuzen yang kini telah berdiri untuk beranjak pergi.


Namun tiba-tiba suara Sara menghentikan langkah Ryuzen.


"Tunggu Tuan! Karena kau sudah jadi bosku setidaknya, beri tahu namamu, dan jangan lupa beritahu aku alamat rumah yang harus aku urus dua bulan ke depan," terang Sara.


"Ini kartu namaku." Ryuzen memberikan kartu nama miliknya kepada Sara.


"Alamat rumahnya, nanti aku kirimkan lewat pesan," tukas Ryuzen.


"Kalau begitu kau catat dulu saja nomorku," ujar Sara yang mengira Ryuzen belum mengetahui nomor telponnya.


"Dasar bodoh!" ucap Ryuzen sambil terkekeh kecil.


"Kau kan sudah pernah memberiku kartu namamu, itu tandanya, aku sudah memiliki nomormu. Lagi pula aku juga sudah pernah menghubungi nomormu sayangnya tidak kau angkat."


Mendengar penjelasan Ryuzen membuat Sara agak malu.


"Oh iya aku kan sudah memberinya kartu namaku tempo hari padanya, bodohnya aku!!" ucap Sara yang baru sadar akan hal itu.


"Aku pergi dulu Nona Sara. Maaf kau harus pulang sendiri karena aku tidak bisa mengantarmu," ucap Ryuzen yang langsung meninggalkan meja dengan Sara yang masih duduk sendirian disana.


"Oh jadi panggilan nomor yang tidak dikenal dua hari yang lalu itu nomornya," ungkap Sara yang baru ingat ada panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak dikenal dua hari yang lalu.


Sara yang sudah memegang kartu nama oleh Ryuzen pun langsung membaca kartu nama yang telah di berikan oleh Ryuzen tadi. Dan sontak Sara dibuat kaget setelah membaca nama yang tertera di kartu nama itu.


'RYUZEN HAN


Chairman and CEO of Emerald Group'


"*Takdir semesta memang benar-benar tidak bisa di tebak, dari jutaan manusia yang tinggal di bumi, kenapa harus aku yang seorang rakyat jelata ini, yang berurusan dengan Ryuzen Han."


⚘⚘*


Jangan lupa like, comment dan votenya ya kawan 😘