Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 110


Sore mulai menjelang. Saatnya Jordan untuk mengantar cucunya itu pulang kembali kepada orang tuanya.


Kebetulan, saat Jordan baru ingin menghubungi Sara, tidak lama kemudian ada sebuah pesan dari menantunya tersebut. Jordan pun langsung membuka isi pesan dari menantunya tersebut.


Pesan dari Sara


Ayah mertua, tolong nanti langsung antar saja Arvin ke kediaman Han ya.... Bisakan?


Membaca pesan Sara yang menyebut kediaman Han di pesannya itu, seketika pikiran dan perasaan Jordan Han membuncah ruah. Ia tidak habis pikir, dirinya yang telah lama sekali meninggalakan tempat itu, kini akhirnya harus kembali kesana.


Balas ke Sara.


Baiklah, aku akan mengantar Arvin langsung ke kediaman tempatmu tinggal.


Jordan awalnya sempat ragu-ragu mengiyakan hai tersebut. Tapi pada akhirnya ia pun menekan tombol send, pada pesannya tersebut, untuk di kirim ke Sara. Dan tidak perlu lama menunggu, balasan dari Sara pun langsung saja muncul.


Pesan dari Sara.


Oke kalau begitu, terima kasih ya ayah mertua, sampai jumpa.


Balas ke Sara.


Sama-sama nak.


Jordan seketika diam sejenak lalu menghembuskan napas panjang, Sepertinya memang mau tidak mau harus kembali kesana.


~~


Di c-lovely sendiri, Sara juga telah selesai membantu mengerjakan pekerjaannya disana. Berhubung hari pun sudah mulai sore, ia pun bersiap-siap untuk segera kembali pulang ke rumah. Sara kemudian menyalakan ponselnya untuk melihat jam berapa sekarang, ternyata sudah hampir jam empat sore. "Memang sudah harus pulang. Sebaiknya aku segera siap-siap!"


Wanita itu satu persatu mulai membereskan segala barang-barangnya. Ia pun tiba-tiba teringat akan sesuatu hal. "Oh iya aku lupa, tadi pagi saat pergi kemari aku dan Arvin kan diantar oleh Ryuzen." Sadar tidak membawa kendaraan, serta mengingat dirinya yang kini mulai mudah lelah, ia pun berencana menghubungi suaminya yang masih di kantor.


"Aku hubungi tidak ya?" Sara berpikir ulang untuk menghubungi suaminya tersebut. Ia berpikir, jika dirinya menelpon suaminya itu, dirinya takut malah akan mengganggunya yang sedang bekerja.


Saat dirinya tengah sibuk menimbang-nimbang, apakah dirinya akan menghubungi Ryuzen atau tidak. Ponselnya malah berbunyi dan mengacaukan konsentrasinya. Dan memang dasar jodoh, ternyata ponsel itu berbunyi, karena panggilan dari sang suami yang meneleponnya. Sara pun langsumg tersenyum dibuatnya, mengetahui suaminya malah lebih dulu meneleponnya.


Sara : Halo...!


Ryuzen : Halo sayang, kau masih di florist?


Sara : Hem..., ada apa memangnya? (Sara berlaga polos)


Ryuzen : Kau belum mau pulang?


Sara : Ini aku baru mau pulang, kau sendiri juga masih di kantor kan?


Ryuzen : Iya, aku masih di kantor.


Sara : Mhmm... baiklah...! Selamat bekerja.


Ryuzen : Itu saja?


Sara : Eh? memangnya aku harus apa?


Ryuzen : Kau tidak mau meminta suamimu yang tampan ini untuk menjemput dirimu?


Sara : Bagaimana ya..., masalahnya aku takut kau sibuk, jadi aku berpikir lebih baik aku menelepon paman sopir saja.


Ryuzen : Paman sopir? (Dengan nada yang terdengar tidak suka)


Sara : Iya paman sopir.


Ryuzen : Jadi kau lebih memilih sopir dibanding suamimu sendiri? Baiklah kalau begitu biar aku pecat saja paman sopir itu.


Sara : Ryuzen kau ini! (menghela napas) Baiklah tolong jemput aku ya?


Ryuzen : Hanya begitu mintanya?


Sara terlihat mulai jengkel dengan suaminya tersebut, "Pria ini kalau tidak mengerjai istrinya sendiri apa hidupnya tidak akan tenang?"


Ryuzen : Sara... aku masih menunggu.


Sara : Baiklah... iya! Ehem! Tuan Ryuzen Han yang tampan, bisakah kau jemput istrimu yang sedang hamil ini?


Ryuzen : Kurang romantis!


Suami kejam!


Ryuzen : Kapanpun kau minta ratuku.


Sara : Baiklah, aku tunggu ya... I love you sayang. Muach....


Ryuzen : I love you too, balasan ciumannya nanti saja ya, saat kita sudah bertemu. Aku minta yang paling panas (Tergelak)


Sara : Ryuzen, jangan mulai!


Sara pun langsung menutup panggilan tersebut.


"Astaga...!" Gumam istri Ryuzen yang sering kali dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah suaminya itu.


~~


Di ruangannya, Ryuzen yang baru saja habis menelepon istrinya tersebut, kini terlihat senyum-senyum sendiri diatas kursinya. Tidak mau membuat Sara jadi menunggu, Ryuzen pun langsung bersiap-siap memakai jasnya lalu pergi menjemput istrinya. Saat hendak beranjak dari kursi, tiba-tiba malah terdengar pintu ruangannya diketuk.


*Tok tok...


"Masuk!" Seru Ryuzen


"Ada apa Morin?" Tanya Ryu melihat sekretarisnya itu datang menemuinya tanpa diminta.


"Um... maaf Tuan, aku sudah mengganggu anda. Tapi aku kemari hanya karena ingin menyerahkan dokumen ini pada anda."


Ryuzen menerima dokumen yang dibawa oleh sekretarisnya itu. Sebuah dokumen berwarna coklat yang dirinya sama sekali tidak tahu apa isi di dalamnya.


"Dari siapa?" Tanya Ryuzen yang tidak bisa menemukan nama pengirim pada bagian sisi amplop tersebut.


"Aku sendiri kurang tahu tuan, yang aku tahu dia hanya menuliskan nama anda di amplop tersebut," Jelas Morin.


Ryu masih berusaha menelisik amplop yang ada di tangan itu sambil menerka-nerka siapakah orang yang mengirimkanya.


"Kalau begitu, aku permisi dulu ya tuan." Morin pun izin permisi dari hadapan bosnya itu, karena merasa tidak ada yang perlu disampaikan lagi.


"Ya, thank you Morin!"


Ryuzen benar-benar merasa dibuat penasaran dengan isi yang ada di dalam amplop yang kini dipegangny itu. Tapi bagaimana pun diriya kini harus segera menjemput sang istri yang sudah menunggunya. Memilih memprioritaskan sang istri, Ryuzen pun memutuskan untuk menunda membuka amplop tersebut. Ia lebih memilih untuk memasukan amplop itu ke dalam laci meja kerjanya dulu, dan malah pergi menjemput Sara.


~~


Arvin dan Kakek Jordan kini ada di dalam perjalanan menuju kediaman Han. Di sepanjang jalan, Arvin pun terlihat berbeda dengan dirinya saat berangkat tadi. Jika di perjalan berangkat ia nampak begitu riang, di perjalanan menuju pulang justru sebaliknya, dirinya tampak lebih banyak berdiam diri. Hal itu terjadi karena Arvin sejak tadi melihat sang kakek seperti tidak seramah dan sehangat biasanya. Seolah seperti ada setitik rasa gelisah dan takut dari dalam sorot matanya saat ini.


Sebenarnya kakek kenapa ya? Kenapa aku perhatikan dirinya terlihat tidak tenang begitu sejak kita mulai berjalan pulang menuju kemari.


"Kakek?" Tegur Arvin pada kakeknya.


"Oh! Iya ada apa?" Balas Jordan semakin tampak terlihat tenang.


"Kakek? Apa ada hal yang sedang kau khawatirkan?"


Jordan tampak bingung. Ia tidak tau apa jawaban yang harus ia katakan pada cucunya tersebut, terkait dirinya yang memiliki masa lalu tidak baik di kediaman Han.


"Aku tidak apa-apa, percayalah..." ujar Jordan tersenyum getir.


Jiro yang melihatnya dari kaca spion pun hanya bisa membatin dalam hati.


Pasti tidak akan mudah saat ini untuk tuan Jordan menghadapi hal ini. Mengingat dirinya dulu pernah memiliki kisah tidak menyenangkan, hingga terpaksa meninggalkan kediaman tersebut.


Tidak terasa, ternyata mobil yang dikendarai mereka sudah hampir berada di depan gerbang mewah kediaman Han. Mobil mereka pun langsung saja melewati gerbang yang terbuka otomatis itu, dan menuju masuk ke kediaman Han.


Dan akhirnya setelah berpuluh-puluh tahun, aku kembali menginjakkan kakiku di tempat ini lagi. Tempat dimana aku memulai segala kesalahan yang harus aku tanggung hingga sekarang.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai my beloved readers...


Terima kasih banyak ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian๐Ÿ™


Meski sering slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.๐Ÿ˜˜ Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Dan jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana ๐Ÿ˜Š


FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..๐Ÿ™