Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 134


Dengan setelan jas berrwarna krem dipadukan dasi berwarna senada, Jesper tampak berjalan keluar dari dalam lift Emerald group. Dari sana, ia kemudian berjalan santai ke arah dimana ruangan Ryuzen Han berada. Jesper menemui Morin sekretaris Ryuzen yang sudah lama dikenalnya itu. Jesper jadi teringat dirinya dulu pernah bekerja sebagai pengacara perusahaan milik Ryuzen ini.


"Hai Morin, lama tak berjumpa!" Jesper menyapa sekretaris Ryuzen itu dengan bahasa santai.


"Hai Jesper, sudah lama sekali ya... apa kabarmu?"


"Aku baik! Dan aku rasa kau juga demikian."


"Ya, begitulah! Oh iya kau bisa langsung menemui tuan Han di ruangannya. Dia juga sudah menunggumu sejak tadi," terang Morin yang sudah tahu maksud kedatangan Jesper datang kemari.


"Oke! Thank you Morin!" Ujar Jesper yang kemudian beranjak menuju ke ruangan Ryu, yang letaknya tidak sampai lima meter dari tempatnya saat ini.


~~


Di ruangannya, Ryuzen terlihat agak lebih santai daripada biasanya. Ia malah terlihat tengah mengelap pisau belati miliknya. Mungkin itu cara Ryu membunuh waktu luangnya. Sesaat kemudian terdengar pintu ruangannya terketuk, tanda ada seseorang yang datang menemuinya.


"Masuk!" Ujarnya sambil menatapi pisau belatinya yang sudah kelihatan sangat mengkilap dan tajam.


Ternyata Jesper yang masuk menemui Ryuzen di ruangan CEO Emerald tersebut.


"Jadi... apa yang ingin di sampaikan oleh tuan Jesper padaku, sampai-sampai dirinya harus menelponku malam-malam, agar aku bersedia meluangkan waktuku untuk kau ajak bicara?" Ryuzen tampak menyimpan kembali pisaunya itu ke tempat semula.


Jesper tersenyum kecut. "Ternyata kau masih sama ya tuan? Tidak ada yang berubah dari caramu menyambut tamu."


"Ah kau tahu aku kan? Aku memang bukan orang yang suka beramah tamah tuan Jesper. Jadi maaf saja jika kedatanganmu itu, tidak terlalu aku sambut dengan baik."


"Aku paham tuan Han!"


"Kalau begitu silakan duduk!" Ujar Ryuzen.


Jesper pun menarik kursi yang ada di hadapannya itu, sehingga kini membuatnya duduk saling berhadapan dengan Ryuzen.


"Jadi..., hal penting apa yang ingin kau katakan padaku?" Ryuzen terlihat memasang sikap siap mendengarkan apa yang ingin disampaikan mantan pengacara perusahaannya itu.


Jesper menarik napas dan menghelanya dengan cepat. "Pertama-tama... aku hanya ingin bilang jika, hal ini bukan hal yang akan kau sukai."


"Katakan saja! Aku tidak suka basa-basi!" Tukas Ryuzen dengan mode wajah serius.


"Baiklah akan aku ceritakan semuanya..." Jesper pun menceritakan segala yang ia dengar dari Sara. Wajah Ryuzen tidak menunjukan ekspresi berlebih saat mendengarkan keseluruhan cerita Jesper. Dirinya justru tampak serius mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jesper.


"Oh!" Satu kata tersebut yang pertama kali keluar dari mulut Ryuzen, setelah selesai mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jesper barusan.


"Tuan Ryuzen, aku tidak bermaksud mendahuluimu. Tapi sebenarnya aku sudah tahu siapa orang misterius yang mengirimi Sara buket-buket bunga tersebut."


Ryuzen mengerutkan keningnya. "Jadi kau sudah tahu semuanya? Bagus!" Ryuzen tetap berekspresi datar, tidak ada yang tahu apa sebenarnya yang dipikirkan dan dirasakannya olehnya saat ini. Ia seperti mengunci semua emosinya dalam satu ruang di dalam kepalanya.


"Lalu, siapa orang misterius yang sudah kau ketahui itu?"


"Pria itu bernama RenHao."


Sial! Ryuzen cukup tereperanjat saat Jesper menyebut nama itu. Dirinya yang sejak tadi cukup tenang dalam duduknya, seketika mulai menampakan emosinya. Gerahamnya saling mengatup rahang tegasnya juga tampak menguat.


"Tuan Han?" Jesper tidak bisa menebak jelas apa yang dirasakan oleh Ryuzen, yang jelas ia bisa merasakan Ryuzen yang sepertinya moodnya sedang tidak baik-baik saja.


"Tuan Han, apa andaー" Belum tuntas Jesper berkata, Ryuzen malah lebih dulu menyeringai. Bagi Ryu saat ini, dirinya ingin sekali memaki dirinya sendiri, tapi tidak bisa. "Baiklah Tuan Jesper terima kasih atas info yang kau berikan."


Jesper memandangi Ryuzen, yang tampak marah, namun tidak ia tampakan dengan jelas jika dia sedang marah. "Tuan Ryu... anda harus lakukan sesuatu untuk Sara.."


"Kalau itu... kau tidak perlu mengingatkan aku Jesper! Aku sudah paham dengan apa yang akan aku lakukan!" Sorot mata Ryuzen seketika berubah menjadi begitu dingin.


"Syukurlah kalau begitu!" Melihat mood Ryu saat ini, sungguh aku jadi tidak bisa menerka-nerka apa yang tengah dipikirkan olehnya saat ini. Jesper pun pamit dan hendak pergi, "Oh iya satu hal lagi, Tuan Ryuzen. Aku rasa pria bernama RenHao itu sepertinya memiliki maksud terselubung terhadapmu atau Sara."


"Benarkah? Tapi terima kasih sudah mengingatkan!" Jawab Ryuzen


"Kalau begitu, aku permisi dulu tuan Han." Jesper pun pamit dari hadapan Ryuzen dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


~~


Saat Jesper keluar dari ruangan Ryu, ternyata di depan ruangan itu sudah ada Kenzo yang juga sepertinya ingin menemui Ryuzen.


"Tuan Jesper?" Sapa Kenzo.


"Oh, hai Kenzo!"


"Apa kau habis bertemu dengan bosku?"


"Menurutmu?" Balas Jesper memandangi Kenzo. "Sepertinya ada hal penting yang ingin kau bicarakan dengan bosmu. Kalau begitu aku duluan tuan Kenzo!"


Kenzo ternyata masih melirik ke arah dimana Jesper melenggang pergi. Apa sebenarnya yang habis dibicarkaan Jesper dengan tuan muda? Ah sudahlah... aku juga punya hal penting yang harus aku sampaikan pada tuan muda, soal nona Sara.


~~


Setibanya di ruangan bosnya, Kenzo berniat langsung menanyakan soal yang diberitahukan Rina tadi pagi soal Sara. Tapi saat Kenzo melihat raut wajah Ryuzen yang sepertinya sedang marah, membuatnya enggan mengatakan apapun saat ini.


Kalau dia memasang ekspresi wajah begitu, bagaimana caranya aku bicara? Diam dulu saja.


*Brukk!


Terdengar suara Ryuzen meninju lemari kayu di dekatnya. Kenzo yang ada disitu pun tak kuasa jadi semakin tidak berniat bicara karenanya.


Sepertinya memang sedang marah, untung aku tidak jadi berkata apa-apa. Kalau sampai kata-kataku menyulutnya bisa-bisa kepalaku yang menggantikan posisi lemari itu. Sebenarnya ada sih? Kenzo sejak tadi hanya terus membatin dan berdialog dengan dirinya sendiri.


"Bajing*n sialan!" Umpat Ryuzen, yang kemudian kembali duduk di atas kursinya. Ryu tampak memejamkan matanya singkat, dan menghela napas, sepertinya ia sedang berusaha mengendalikan emosinya agar kembali stabil.


Kenzo yang masih berdiri bergeming di depan meja kerja bosnya itu pun, benar-benar seolah membeku dibuatnya. Hingga akhirnya Ryuzsen melirikan matanya ke arah Kenzo dan berkata, "Ada apa?" Suara Ryuzen terdengar berat dan terasa mengintimidasi. Tapi setidaknya auranya sudah terasa agak lebih tenang dari sebelumnya.


"Um begini, tuan... sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu, soal nona Sara." Mendengar nama istrinya disebut, tentu saja Ryuzen langsung menanggapinya dengan serius.


"Apa yang kau ingin katakan soal Sara?"


"Jadi, tadi pagi saat sarapan bersama Rina, ia sempat bercerita padaku. Dia bilang, akhir-akhir ini ada pria misterius yang sering sekali mengirimkan bunga untuk nona Sara. Rina berpikir kau tau akan hal ini, oleh sebab itu dia cerita padaku. Dan sekarang aku ingin bertanya langsung padamu, apa kau sudah tahu soal hal itu tuan?"


Ryu tidak menjawab sama sekali, matanya menatap fokus dengan tajam. Ia meletakan keningnya diatas kedua tangannya yang tegak bertumpu pada kedua sikunya.


Bahkan Kenzo pun lebih dulu mengetahuinya dibanding aku. Sara... kau anggap aku itu apa sebenarnya?!


Kenzo bingung harus apa dan berkata saat ini, bosnya tidak membalas perkataannya sama sekali. Sebenarnya ada apa ini? Astaga... semoga mood tuan muda tidak kembali buruk.


"Kalau begitu kau kembali kerjakan apa yang kuminta." Ryuzen malah menyuruh Kenzo kembali bekerja.


"Tap- tapi... tuan akー"


"Jangan sampai aku mengulangi kata-kataku, atau kau akan menyesal!"


Kenzo tentu saja tidak berani membantah tuannya saat ini, akhirnya dirinya pun pergi dan kembali bekerja sesuai yang diperintahkan oleh bosnya itu.


Ryu kembali menggertakan gerahamnya, kali ini sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. "Sara Chen, kau berhutang penjelasan padaku!" Tatapan Ryuzen terlihat marah dan kecewa.


~~


Di sebuah taman dekat alun-alun kota, Sara yang baru saja pulang dari salah satu minimarket tidak sengaja melihat mobil ice cream terparkir disana. Dan entah mengapa saat itu juga, Sara tiba-tiba merasa ingin sekali makan ice cream. Tadinya... Sara mencoba untuk menahan keinginannya itu. Namun sepertinya karena bawaan bayi di perutnya, Sara seolah sangat sulit untuk bisa menahannya. Ia benar-benar ingin makan es krim saat itu juga. Belum lagi Sara yang melihat orang-orang lewat di depannya sambil membawa es krim, seolah membuat air liur Sara hampir menetes karenanya. "Ya Tuhan.... sepertinya es krim itu enak sekali!" Sara yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya memutuskan untuk membelinya.


~~


Setelah berada di depan mobil penjual es krim, Sara langsung saja memesan satu es krim cone rasa vanilla stroberi, lengkap dengan taburan coklat di atasnya. Sara terlihat sudah tidak sabar memakan es krim itu.


"Silakan nona, ini es krimnya!" Ujar si paman penjual. "Terima kasih paman...!" Kata Sara dengan wajah sumrigah. "Oh iya berapa harganya paman?"


"Satu dollar lima puluh sen," jawab sang paman.


Sara pun mengambil dompetnya, ia memberikan selembar uang lima puluh dollar pada paman penjual eskrim tersebut. "Nona, apa kau tidak punya uang yang lebih kecil? Aku belum ada kembalian."


"Tapi uang cash-ku hanya tinggal itu saja."


"Oh kalau begitu, bagaimana kalau aku tukarkan dulu uangku sebenー"


"Es krim nona ini, bayar pakai uang ini saja!" Dari belakang Sara, tiba-tiba ada tangan seseorang yang memberikan selembar uang lima dollar kepada paman penjual eskrim tersebut. Merasa sangat terbantu, Sara pun menoleh kebelakang untuk berterima kasih, "Terima kasih tuー" Suara Sara mendadak seperti tertahan, kala dirinya membalikan tubuhnya. Sara tertegun, setelah tahu siapa orang yang baru saja membayari eskrimnya barusan. Kenapa dia bisa ada disini?


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih kepada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author mohon maaf, karena tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering kali novelnya slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.


Dan buat yang sudah baca novel ini, jangan lupa ya untuk selalu tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa juga untuk bantu di SHARE komik ini, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti sekali buat aku.


Satu lagi temen-temen sekalian, jangan lupa juga ya... buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏