Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 123


"Jesper?" Tukas Gina yang tampak masih belum percaya akan kehadiran Jesper di dekatnya saat ini.


"Hai, apa kabar Gina?" Ujar Jesper diikuti senyum ramahnya.


"A- aku baik!"


"Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarnya."


"Ngomong-omong kau hebat ya, dengan tampilanku yang begini (memakai sweater dengan celana panjang, dan kacamata) kau bisa langsung mengenaliku."


"Iyakah? Aku rasa tidak juga."


Gina berusaha mengatur degup jantunya saat ini. Sesungguhnya ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Jesper, di tempat seperti ini dan semendadak ini.


Oh ayolah Gina, tenangkan hati dan pikiranmu.


"Jadi, lampu mana yang mau kau pilih?" Jesper menepuk pundak Gina, menanyakan tentang lampu meja mana yang hendak ingin dibeli oleh Gina.


"Oh, um.... se- sepertinya aku akan pilih yang ini saja." Gina pun akhirnya mengambil lampu meja berwarna hitam sebagai pilihannya terakhirnya.


"Pilihan bagus! Warnanya cocok untuk wanita yang tegas dan simple sepertimu," ujar Jesper.


Gina hanya bisa tersenyum singkat mendengar perkataan Jesper barusan, entah itu pujian atau hanya basa-basi.


Tanpa disangka, tiba-tiba saja Jesper mendekatkan wajahnya ke wajah Gina, alhasil wajah Gina dibuat luar biasa merona merah karenanya. "A- ada apa Jes?"


Jesper lalu menarik mundur kembali wajahnya dan berkata, "Kenapa kau terlihat gugup begitu? Apa kau sedang ada masalah yang kau pikirkan Gina?"


Dasar bodoh! Aku jadi gugup begini kan juga karena dirimu Jesper!


"Eh, tidak kok! Yasudah, kalau begitu aku mau pergi membayar lampu ini dulu ya, di kasir." Gina seperti ingin menghindari Jesper, Ia pun sesegera mungkin beranjak menuju kasir, tapi saat ingin berjalan menuju kasir, dirinya malah di hentikan oleh Jesper.


"Ada apa Jes?" Tukas Gina yang lengannya tiba-tiba ditarik oleh Jesper.


"Kita bayar lampumu nanti saja sekalian, sekarang bagaimana kalau kau temani aku saja dulu, untuk berbelanja beberapa kebutuhan untuk apartemenku?"


Bagaimana ini? Aku ikut usulnya atau tidak ya?


"Jadi, bagaimana usulku barusan?" Tanya Jesper di dekat telinga Gina, yang mana hal itu berhasil membuat Gina terperanjat kaget. "I- iya, baiklah kedengarannya bagus."


Astaga! Kenapa harus berbicara sedekat itu sih?


"Baguslah kalau kau setuju, mari kita belanja!" Jesper langsung saja meluncur dengan troli, guna mencari keperluan yang akan dibelinya. Disisi lain, Gina yang telihat mengikuti langkah Jesper dari belakang malah merasa khawatir. Apa tidak apa-apa jika berdua begini? Apa hatiku akan baik-baik saja jika bersamanya berdua saja? Mungkin untuk hari ini tidak apa-apa.


~~


Kenzo dan Rina akhirnya sampai di tempat diadakannya festival musim gugur. Setelah mereka mencari tempat parkir, mereka berdua langsung membeli tiket masuk dan mulai berkeliling. Sejak tadi berangkat, entah mengapa kedua orang ini (Kenzo dan Rina) malah tidak banyak bicara. Berbeda sekali seperti saat di awal-awal mereka berjumpa dulu, dimana dulu mereka selalu saja bertengkar dan cekcok saat bertemu.


Kenzo yang berjalan berdampingan dengan Rina, ingin sekali menggandeng tangan Rina, namun ia terlihat begitu gugup. Tidak kusangka, ternyata mendekati wanita itu jauh lebih sulit, daripada membuat proposal bisnis yang biasa aku kerjakan.


Kenzo sungguh frustasi dibuatnya.


Dirinya bahkan berpikir, seharusnya sebelum berkencan ia minta tips dari bosnya. Huft, kalau tau begini, harusnya aku belajar dulu saja dari tuan muda cara menghadapi wanita.


Di pihak lain, Rina juga seperti kehabisan kata-kata. Kenapa jadi begini? Sejak tadi berangkat tidak ada yang dibahas olehnya dan Kenzo. Sekalipun ada, hanya membicarakan soal pekerjaan yang terlalu umum. Kenapa otakku jadi beku begini, hati dan pikiranku kenapa jadi tidak padu begini. Huh!


Tidak mau jadi pria pengecut, Kenzo akhirnya dengan segala keberanian yang ia kumpulkan, dirinya memberanikan diri untuk menggandeng tangan Rina. Aku bisa melakukannya! Tekad Kenzo.


Dengan perlahan ia pun menyentuh tangan gadis itu, kemudian menggenggamnya erat-erat.


"Eh?" Rina kaget dibuatnya, dirinya langsung menoleh ke arah Kenzo yang sekarang sudah menggenggam tangannya.


"Aku bolehkan, menggandeng tanganmu begini?" Hati Rina berdesir, sentuhan tangan Kenzo terasa hangat menempel pada kulitnya. Rina menganggukan kepalanya, "Ya, tidak masalah," ucap Rina diikuti untaian senyum malu-malu yang tergambar di bibirnya.


~~


Dua insan muda itu kini terlihat begitu menikmati suasana festival musim gugur yang terasa dingin. Meski dingin, namun dinginnya seolah tidak terlalu dirasa oleh Kenzo dan Rina. Mereka terus saja bergandengan tangan, mengunjugi beberapa kedai yang ada, serta bersenda gurau sambil menonton pertunjukan, sampai mereka tidak menyadari jika hari sudah semakin larut.


"Ternyata malah sudah semakin larut ya, sekarang sudah hampir mau jam sembilan!" Tukas Rina menunjukkan waktu di jam tangannya pada Kenzo.


"Oh iya, kau benar! Aku tidak menyangka, ternyata waktu berjalan dengan begitu cepat," sahut Kenzo.


Merasa haus, mereka berdua pun setuju untuk mampir sebuah kedai minuman, demi menghilangkan dahaga di tenggorokan mereka.


"Um... Jadi, kita ini....?" Tanya Rina dengan pertanyaan menggantung.


"Jadi apa?" Kenzo yang tadi sedang meneguk minumannya, jadi bingung dibuatnya oleh pertanyaan Rina barusan.


"Tidak jadi deh!"


Eh ada apa dengan wanita ini? Dia mau bilang apa?


"Sebenarnya kau mau bilang apa sih?" Tegas Kenzo to the point.


"Tidak ingin bilang apa-apa!"


"Jangan bohong, masih muda sudah hobi berbohong."


"Siapa yang bohong? Menyebalkan!" Ungkap Rina kesal.


Huh! Menyebalkan, aku kan malu kalau harus mempertegas pertanyaanku soal... perasaannya padaku.


"Ya sudah, tidak perlu marah-marah begitu kan?"


"Itu kau yang marah namanya tau! Dasar wanita aneh!"


"Terserahlah, dasar pria tidak peka!" Ujar Rina makin jengkel. Kenzo dan Rina saling membuang muka tidak mau saling melihat satu sama lain.


Sebenarnya dia mau bilang apa? Kenapa wanita itu sulit sekali dipahami? Tuan muda aku harus bagaimana sekarang...!


Padahal sudah sampai bergandengan tangan tadi, tapi dia seolah tidak terjadi apa-apa. Laki-laki apa semuanya seperti si Kenzo ini?


"Hei pasangan muda, kalau kalian mau bertengkar jangan di depan kedaiku!" Tegur paman pemilik kedai minuman pada Kenzo dan Rina, yang membuat pengunjung lain jadi tidak nyaman.


"Eh?"


"Maafkan kami paman...!" Ujar Kenzo dan Rina secara bersamaan meminta maaf pada pemilik kedai.


"Baiklah, baiklah, sudah sana jangan bertengkar terus! Huh, pasangan muda jaman sekarang!" Ujar si paman pemilik kedai.


~~


Kenzo dan Rina akhirnya meninggalkan kedai tersebut, dan memutuskan untuk kembali ke parkiran mobil.


"Hei," ujar Kenzo tiba-tiba saat sedang berjalan beriringan dengan Rina.


"Ya, ada apa?"


"Maaf ya, aku tadi...."


"Tidak, aku yang harusnya minta maaf. Maaf ya aku tadi agak tidak jelas hehehe...," ungkap Rina menyesal.


"Rina..." kata Kenzo berhenti berjalan.


"Ada apa?" Jawab Rina yang juga berhenti melangkah.


Kenzo tiba-tiba mengeluarkan sebuah gelang pita dari saku jasnya, dan memberikannya pada Rina. "Ini untukmu."


"Itu apa Kenzo?"


"Kemarikan tanganmu?" Kenzo meraih tangan Rina, dan memakaikan gelang pita tersebut di pergelangan tangam Rina. Sejujurnya Rina sendiri masih tidak paham kenapa Kenzo tiba-tiba memberikannya gelang tersebut.


"Kenzo ini apa?"


Kenzo tampak cangguh setelahnya. "Sebenarnya Rina, seumur hidupku, ini pertama kalinya aku memberikan sesuatu pada seorang gadis, jadi maaf jika tidak terlalu spesial."


"Ini bagus, aku suka!" Senyum sumrigah seketika merekah di bibir Kenzo mendengar ucapan Rina barusan.


"Syukurlah jika kau suka. Aku harap kau jaga baik-baik pemberianku itu."


"Tenang saja, aku akan pakai ini setiap hari," Ujar Rina yang terlihat memandangi gelang pita di pergelangan tangannya itu dengan wajah bahagia.


Apa aku katakan saja sekarang, tentang perasaanku padanya.


"Rina..." Tutur Kenzo dengan nada lembut.


"Ya?"


"Sebenarnya akuー"


"Aduh...!" Rina tiba-tiba saja terdorong oleh seseorang yang lewat di dekatnya dengan tidak hati-hati. Untung saja ada Kenzo yang menahannya, sehingga dirinya tidak jatuh dan tersungkur.


"Hei tuan, kalau jalan hati-hati!" Seru Kenzo yang kesal dengan pria yang mengenakan kacamata hitam itu, karena tidak berhati-hati sehingga mendorong Rina.


Pria itu hanya menoleh ke arah Kenzo sebentar tanpa minta maaf, kemudian malah langsung pergi terburu-buru. "Dasar orang yang tidak punya sopan santun!" Pekik Kenzo. Hingga beberapa detik kemudian, Kenzo seperti baru menyedari sesuatu pada pria yang menubruk Rina tadi. Tunggu dulu, pria berkacamata itu sepertinya tidak asing, apa jangan-jangan dia? Kenzo mendadak seperti kaget, pikirannya pun kini mulai pecah konsentrasi mengingat sosok pria berkaca mata tadi


Rina yang melihat Kenzo seperti sedang bengong memikirkan sesuatu langsung bertanya, "Kenzo ada apa sebenarnya?"


"Oh tidak ada apa-apa kok!" sangkal Kenzo yang tidak ingin Rina tahu tentang apa yang sedang dipikirkannya. Sepertinya ini bukan waktu yang tepat mengatakan isi hatiku pada Rina.


"Kau kenal pria yang tadi mendorongku?"


"Eh, ti-tidak kok! Aku hanya tiba-tiba lupa, jika ada tugas dari tuan muda yang harus aku selesaikan malam ini. Jadi.. sepertinya kita harus pulang!"


Rina hanya terdiam ia tidak berekspresi apa-apa.


"Tidak apa-apa kan jika kita pulang jam segini?" Tanya Kenzo memastikan.


"Tentu saja tidak apa-apa, kau kan memang ada perkerjaan jadi harus kau kerjakan." Sebenarnya aku penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Kenzo tadi, tapi aku kan juga tidak boleh egois padanya.


"Baiklah mari kita pulang!" Ajak Kenzo menggandeng tangan Rina. Mereka berdua pun pulang dengan bergandengan tangan.


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.


Oh iya temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya, dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏