
"Mau apa kau? Mau ikut campur?"
"Tidak! Hanya mengatakan sebuah kejujuran tentang dirimu!" ujar Kenzo yang ternyata melihat kejadian tadi.
"Cih!"
"Rony, seharusnya kau sadar dan mengerti. Dua orang yang saling mencintai, sudah pasti akan sulit untuk kau pisahkan! "
"Heh, pria arogan dan tidak punya hati seperti Ryuzen apa pantas mendapatkan Sara!"
"Dan kau! Kau pikir dirimu lebih baik dan pantas dari pamanmu?" tanya Kenzo.
"Bukan urusanmu Kenzo!"
"Tentu saja urusanku, nona Sara adalah sumber kebahagiaan bagi tuan muda, Tuan Ryu bisa kembali merasakan kembali arti hidup pun berkat nona Sara. Jadi aku tidak akan biarkan kau merebut kebahagian tuanku!" ucap Kenzo.
"Omong kosong! Memangnya kau tahu apa? Kebahagiaan pamanku yang licik itu, hanyalah jika dia bisa mengendalikan semua sesuai keinginannya. Dan Kenzo, kau itu cuma gelandangan yang beruntung karena dipungut oleh pamanku. Jadi tidak perlu mengajariku, lagipula memangnya apa hal bagus yang dimiliki pamanku yang licik itu!" ujar Rony sinis.
"Heh! Aku rasa kau itu memang tidak pernah memahami pamanmu sendiri ya. Aku jadi ingat saat dulu kau bilang, jika dirimu sangat mengagumi tuan muda Han. Aku rasa ucapanmu waktu itu hanya omong kosong belaka, karena jika kau memang mengaguminya, seharusnya kau bisa memahami tuan muda lebih dariku."
" Cih! Asisten penjilat tuannya!" ejek Rony pada Kenzo.
"Soal yang tadi kau benar! Aku memang hanya anak gelandangan yang dengan baik hati dipungut oleh Tuan muda Ryu. Tapi asal kau tahu saja, bagiku tuan Ryu lebih dari sekedar atasan. Bagiku dia adalah keluargaku. Dia yang telah memberiku pendidikan, perlindungan, tempat tinggal, dan semua yang anak gelandangam lain tidak dapatkan. Aku tidak peduli tuan Ryu menganggapku sebagai apa, tapi bagiku dia adalah manusia terbaik yang pernah aku tahu. Jadi jika kau tidak tahu apa-apa tentang tuanku, jangan pernah kau berani mengatakan hal buruk tentangnya."
"Kau pikir aku peduli ucapanmu barusan Kenzo? Biar kutebak, setelah ini kau akan mengadukan perbuatanku barusan padanya kan?"
Kenzo tersenyum miring, "Kau tenang saja, yang tadi anggap saja peringatan pertama untukmu. Tapi lain kali entah apa aku masih baik hati atau tidak kepadamu," ujar Kenzo yang kemudian pergi meninggalkan Rony.
"Sumber kebahagiaan apa! Kau dan asistenmu itu sama-sama membuatku muak Paman!" gumam Rony.
~
Dirinya sungguh tidak menyangka jika, Rony akan berani berbuat begitu padanya.
"Rony, kenapa kau jadi begini...." lirih Sara dengan perasaan kecewa.
Sara pun menghela napasnya sambil memandangi dirinya yang ada di depan kaca wastafel, "Ryuzen tidak boleh tahu kejadian tadi, dan semoga tidak ada yang lihat. Aku tidak ingin perselisihan diantara paman dan keponakan ini semakin kacau. Aku juga tidak ingin Ryuzen sampai tahu hal itu."
Sara yang telah selesai cuci muka dan berganti pakaian pun membuka pintu dan keluar dari kamar mandi. Ternyata di luar sudah ada Ryuzen yang kini tengah duduk di single sofa yang ada di kamar mereka, sambil menatap layar ponselnya. Sara pun langsung mendatangi Ryuzen yang sedang fokus dengan gadget-nya. Dengan sengaja Sara merampas ponsel suaminya itu.
"Kau pilih ponsel atau aku?" ucap Sara.
Ryuzen langsung menarik Sara hingga duduk di atas pangkuannya.
"Aku lebih memilih untuk memakanmu sekarang!"
Sara menatap Ryuzen kemudian mengecup mesra suaminya itu. Dirinya seolah telah lupa akan apa yang barusan terjadi di taman, setelah bibirnya menyentuh bibir milik Ryuzen. Bagi Sara seluruh tubuh dan jiwanya hanya untuk satu-satunya pria di dunia ini, yakni suaminya seorang .
"Hari ini kau lumayan aktif ya!" tukas Ryuzen seraya memuji istrinya.
"Kau tidak suka?"
"Justru aku sangat suka...," ungkap Ryuzen dengan tatapan puas.
"Sara...." Ryuzen menatap sang istri dengan tatapan lembut. Jari-jari panjanganya kini perlahan mulai menyingkapkan gaun tidur sang istri. Tapi tiba-tiba....
🌹🌹🌹🌹
LIKE, COMMENT, VOTE jangan lupa ya guyss...