Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 54 : Kau dan Aku, Saat ini.


~Rumah milik Sara


"Rumah ini jadi sangat berdebu setelah dua minggu lebih tidak ditempati, sejak aku terbelenggu bersama dengan pria itu," ungkap Sara.


Entah mengapa bagi Sara saat ini, setiap dirinya mengingat Ryuzen hatinya terasa perih. Tidak tahu jelasnya mengapa hatinya perih, yang jelas rasa kecewa, sedih, benci, marah semua seperti larut dalam satu rasa di dalam bejana hati Sara, tiap mengingat Ryuzen.


Sara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Ia memejamkan pelan matanya dan langsung membukanya, lalu membangunkan tubuhnya tiba-tiba.


"Tidak! Aku tidak bisa hanya seperti ini. Aku harus memperjelas semua kemelut abu-abu, yang terjadi lima tahun lalu antara aku dengan pria itu."


Sara pun bergegas dan betekad pergi kembali ke villa constel guna memperjelas semuanya. Meskipun mungkin, hal tersebut justru malah akan, membawa dirinya masuk lebih dalam ke lingkaran belenggu milik Ryuzen Han.


~Villa Constel


Sara memasuki villa itu.


"Pada akhirnya, aku memang sulit untuk bisa lepas dari belenggu Ryuzen Han."


Mendengar suara orang masuk, Ryuzen jelas sudah tahu jika itu pasti Sara. Ryuzen menghampiri Sara yang baru saja kembali.


"Kemana? Beretemu mantan lagi kah?" ujar Ryuzen dengan ekspresi wajah datar namun sorot matanya mengisyaratkan sebaliknya. Sara membalas ketus kata-kata Ryuzen.


"Aku rasa, itu bukan urusanmu!."


"Sara Chen, kau ingat kesepakatan kita sejak awal bukan!" ujar Ryuzen mulai geram, melihat Sara yang hanya duduk terdiam dan seolah mengacuhkanya.


"Sebenarnya kau ini kenapa?" lanjut Ryuzen bertanya, lalu duduk di hadapan Sara.


"Tidak apa-apa, hanya sedang menunggu pengakuan," balas Sara yang enggan menatap Ryuzen dengan mata sendu miliknya saat ini.


"Menunggu pengakuan? Pengakuan apa yang kau tunggu?" balas Ryuzen yang kini nada suaranya lebih terdengar lembut dibading tadi.


"Menunggu sebuah pengakuan dosa, dari seorang pria yang merasa begitu hebat dihadapanku saat ini!" ujar Sara yang sudah tidak bisa membendung emosinya lagi. Ryuzen tersentak kaget, namun dirinya sepertinya sudah paham dengan maksud ucapan Sara barusan.


Ryuzen tersenyum getir dengan kepiluan yang terlihat jelas dari sorot matanya.


"Jadi, ini saatnya aku mengakui dosaku padamu lima tahun lalu," ucap Ryuzen pelan.


Tanpa sadar Air mata telah tumpah dari pelupuk mata indah milik Sara.


"Kenapa kau lakukan itu padaku!" ujar Sara sambil menahan tangisnya yang padahal sudah pecah sejak tadi. Ryuzen terdiam tanpa kata, wajah tampannya kini dipenuhi amarah, dan untuk pertama kalinya Ryuzen begitu membenci dirinya sendiri.


"Apa salahku padamu saat itu? Kenapa kau tega Ryuzen!" ujar Sara berteriak dalam tangisnya.


"Sara..., aku minta maaf." Dengan segala penyesalan pada dirinya saat ini pada Sara, Ryuzen mengatakan hal itu.


"Maaf, kau bilang? Apa kau tahu, sejak kejadian itu, aku benci pada diriku sendiri, dan karenamu aku di usir dari rumahku! Karenamu juga aku dicap sebagai wanita jalang murahan. Dan... karena dirimu Arvin di ejek oleh temannya karna tidak punya Ayah! Apa yang membuatmu berpikir aku harus memaafkanmu?"


Sara begitu emosional, air matanya jatuh tak tebendung bagai air terjun niagara. Melihat Sara yang kini begitu emosional, Ryuzen terdiam dan tidak berbicara apapun. Dirinya bangun dari duduknya dan mencoba mendekati Sara, namun Sara malah memilih bangun dan beranjak dari tempat duduknya.


"Ryuzen Han, aku membencimu!" ucap Sara sambil berjalan melewati tubuh Ryuzen, dan menuju ke kamar dimana biasanya Arvin tidur di villa ini.


Sara mengunci pintu dari dalam, ia meringkuk diatas lantai, membenamkan kepalanya pada kedua lututnya yang ditarik keatas, meratapi takdir hidupnya yang ia pikir saat ini, lebih cocok disebut sebagai hukuman.


"Sebercanda itukah hidupku? Lima tahun lalu dia merenggut paksa mahkotaku, kemudian aku sepakat menjadi wanita simpananya, dan sampai saat ini aku masih satu atap dengan pria yang telah menghancurkan hidupku. Ryuzen, air mata yang jatuh dari mataku, adalah tanda kebencianku padamu."


Ryuzen duduk diatas lantai menundukan wajahnya, dengan satu lututnya ditarik keatas menopang salah satu lengannya, Ryuzen menyandarkan tubuhnya disisi luar pintu kamar tempat Sara berada kini. Tampak begitu kacau dan menyedihkan, namun, begitulah keadaan Ryuzen Han yang hebat saat ini.


"Kalau saja aku mengetahuinya lebih awal, kalau saja aku lebih cepat mencarimu, seandainya kau tahu lebih dulu akulah pria dimalam itu. Apakah kau tetap akan membenciku seperti sekarang ini?"


Mungkin pada dasarnya, setiap utaian takdir manusia telah terbentuk, bahkan mungkin, sebelum manusia itu sendiri terlahir ke dunia.~๐ŸŒท


love, comment jangan lupa, dan kalo bisa kasih vote jugalah buat author hehehe.. thank you๐Ÿ˜˜


Happy Holiday Fellaz...๐Ÿ’“