
"Ada apa Tuan Han, apa ada yang ingin kau katakan?" Ucap yang mulia hakim.
Ryuzen dengan tenang berjalan ke arah depan ruang persidanga. Namun, alih-alih berjalan menghadap hakim, dirinya justru menuju ke tempat dimana Biyan Dao kini berada.
Ryuzen! Apa yang mau dia lakukan?
Sara terheran-heran dan penasaran apa yang akan dilakukan suaminya itu.
"Yang mulia hakim. Aku Ryuzen Han, yang tidak lain adalah cucu dari Ivy Han dan suami dari nona Sara. Memohon izin dari yang mulia hakim, untuk meminta pria yang kini ada disebelahku ini untuk bersaksi saat ini juga perihal perkara ini."
Keponakan sialan! Biyan Dao semakin ketar ketir dibuatnya. Para hadirin pun tak kuasa saling berbisik dan bertanya-tanya.
Eh apa maksudnya?
Ada apa dengan orang itu?
Apa orang itu ada hubungannya dengan semua ini?
Biyan yang mengenakan kacamata hitam membuatnya tidak terlalu dikenali oleh banyak orang disana. Setelahnya Ryuzen pun menoleh ke arah nyonya yang mengaku sebagai orang tua perawat yang tewas itu.
"Oh ya, aku juga ingin agar yang mulia mengizinkan nyonya yang mengaku sebagai ibu dari perawat yang sudah meninggal itu, untuk bersedia di tes dna dengan jasad perawat itu."
"A- apa maksudmu. Kau pikir aku berbohong soal anakku?" Ucap sang nyonya gelagapan.
"Berbohong atau tidak, kau yang tahu persis hal itu bukan? Lagipula... aku tidak menyebutmu sebagai pembohong. Kenapa kau berpikir seperti itu?
"A- aku..., Tuan Han kau jangan bicara macam-macam!" Rasa gelisah terlihat jelas menggerayangi wanita itu saat Ryuzen berusaha mengintimidasinya.
"Macam-macam?" Ryuzen tersenyum mengejek.
Ia pun memanggil Kenzo, "Kenzo! Perlihatkan buktinya."
Kenzo dengan cepat menorehkan bukti hasil penyelidikannya selama ini.
"Ini Tuan!" Kenzo menyerahkan berkas bukti yang diminta Ryu.
"Buk- bukti apa? Apa yang kau maksud?" Wanita itu semakin gagap, rasa takut semakin mengantuinya.
"Kau tahu! Di dalam berkas ini, semuanya sudah jelas!"
"Ka- kau sudah tahu?"
"Ya! Aku sudah tahu jika kenyataannya, kau ini dan perawat itu sama sekali tidak ada ikatan ibu dan anak." Ryuzen mengeluarkan hasil lab tes DNA yang sudah ia lakukan secara diam-diam itu.
Para hadirin bergemuruh,
Jadi apa maksudnya semua ini?
Kenapa jadi begini?
Ini membingungkan!
"Kalian tidak perlu bingung!" Ujar Ryuzen pada hadirin.
"Karena semua masalah ini, dan semua kesalah pahaman ini. Itu semua di dalangi oleh satu orang yakni..." Ryuzen menahan ucapannya membuat hadirin bertanya-tanya.
Ryuzen tersenyum licik! "Orang itu adalah pamanku sendiri. Biyan Dao yang kini ada di sebelahku saat ini"
"Tamat riwayatmu Biyan Dao," bisik Ryuzen dengan nada penuh kepuasan.
~~
Saat tengah dalam situasi tegang muculah aparat kepolisian yang datang dengan tiba-tiba. Semua orang panik dan betanya-tanya akan kehadiran polisi yang secara mendadak itu.
Ada apa ini?
Kenapa ada banyak polisi?
" Ryuzen, Jangan-jangan kau?" ungkap Biyan kaget.
"Ya, setelah ini kau akan membusuk di dalam jeruji besi atas semua kesalahanmu."
~~
"Mohon maaf yang mulia hakim, jika kami mengganggu jalannya sidang. Aku komandan dari kepolisian khusus," ujar komandan itu lalu menunjukan lencana polisinya.
"Aku selaku komandan kepolisian bertugas untuk menangkap Biyan Dao atas dasar tindak kejahatan yang telah banyak dilakukan olehnya selama ini. Selain itu, kami yang sudah menyelidiki permasalahan ini, ingin menyerahkan sebuah bukti berupa rekaman cctv yang menyatakan jika Biyan Daolah otak serta dalang dari semua kekacauan ini."
Ryuzen menatap Biyan dengan tatapan mengejek.
"Ryuzen Kau!"
"Selain rekaman cctv, kami juga menemukan barang-barang ini di kediaman Biyan Dao."
Polisi mengeluarkan sebuah pistol yang sudah dimasukan dalam kantung, dan juga botol suntik yang isinya sama persis seperti yang dipakai untuk meracuni nyonya Ivy. Pistolnya juga adalah pistol yang mana juga sama seperti yang digunakan untuk membunuh perawat tersebut."
Bagaiman bisa polisi menemukan itu? )Tidak ada yang tahu aku menaruh barang-barang itu. Kecuali.... orang itu. Biyan Dao langsung terbesit sebuah nama di dalam benaknya.
Sial! Si brengsek itu pasti yang membocorkan semua ini.
"Yang mulia aku memohon agar hasil rekaman cctv tersebut di putar," Pinta Ryuzen.
Hakim pun langsung mengabulkan permintaan Ryuzen, agar memutar rekan cctv tersebut di dalam ruangan sidang.
Kenapa semuanya jadi berantakan?!
Ryuzen tidak berhenti terus mengamati gerak-gerik pamannya yang ada disebelahnya itu, Ryuzen mewanti-wanti takut pamannya yang licik itu akan melarikan diri.
Tidak usah tegang begitu... bisa jadi ini hari-hari terakhirmu bisa menghirup udara bebas jadi nikmatilah selagi bisa," ejek Ryuzen.
Rekaman cctv pun sudah mulai di putar, semua yang ada di ruangan dengan serius menyimaknya. Termasuk para kameramen dari media yang menyoroti rekaman tersebut agar bisa disaksikan oleh banyak orang. Dalam rekaman tersebut terlihat jika perawat yang memasuki ruangan tersebut awalnya terlihat tengah memeriksa keadaan nyonya Ivy. Tapi beberapa saat kemudian, si perawat itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah jarum suntik dan botol berisi cairan, yang mana cairan itu kemudian disuntikannya ke dalam cairan infus nyonya Ivy.
Beberapa menit kemudian Sara pun masuk ke dalam ruangan, Sara terlihat curiga dengan perawat itu dan langsung menanyakan apa yang baru saja di lakukan si perawat terhadap nyonya Ivy. Si perawat itu terlihat malah mencoba untuk kabur dari dalam ruangan, namun Sara menghalanginya. Karena semakin terpojok tiba-tiba perawat itu mengeluarkan sebuah pistol dan mengancam akan membunuh nyonya Ivy jika Sara terus menghalanginya keluar. Sara pun mencoba merebut pistol itu, agar tidak bisa digunakan untuk melukai siapapun.
Tapi beberapa saat setelah Sara berhasil merebut pistol itu, tiba-tiba terdengar ada suara tembakan, dan perawat itu pun tiba-tiba jatuh terkapar dengan bersimbah darah di bagian dada sebelah kirinya. Sara yang begitu syok dengan apa yang dilihatnya barusan hanya bisa jatuh terduduk lemas, dengan tubuh gemetar dengan sebuah pistol yang masih ada di genggamannya. Disana Sara seperti hilang kesadaraan dan tidak tahu harus berbuat apa, hingga akhirnya orang-orang datang melihat kejadian itu yang mana hanya ada Sara di ruangan itu yang sadar.
Setelah melihat rekaman itu hingga selesai, semua orang berdecak kaget dan mengutuk.
Bagaimana bisa? Jadi selama ini nona Chen hanya di fitnah.
Iya, jadi selama ini nona Chen adalah korban yang sesungguhnya.
Sungguh biadab sekali orang itu.
Semua orang bergantian mengutuk kejadian itu, tidak kecuali mereka, orang-orang yang sudah terlanjy menuduh Sara yang tidak-tidak. Mereka merasa menyesal dan ingin sekali meminta maaf.
"La-lalu? Siapa sebenarnya yang sudah menembak anakku! Anakku juga korban bukan?"
Ryuzen tersenyum licik.
"Mau sampai kapan dirimu bermain peran nyonya?"
"Kau, dan perawat yang kau sebut sebagai anakmu itu, nyatanya adalah suruhan pamanku kan?"
Wanita itu ketakutan, keringat dingin pun mulai keluar dari pori-pori kulitnya.
"A- aku.... aku hanya..." Wanita itu kini benar-benar terpojok. Ia ingin sekali kabur, sialnya malah dihalangi oleh Kenzo yang ternyata sejak tadi memang ditugaskan oleh Ryuzen, untuk mengawasi wanita itu.
"Mau mencoba kabur?" Ujar Kenzo menarik tangan wanita itu kebelakang.
"Kenzo serahkan wanita itu pada polisi!" Titah Ryu.
"Baik Tuan!" Kenzo membawa dengan kasar wanita itu untuk diborgol oleh polisi.
"Aku tidak bersalah! Aku hanya suruhan Biyan Dao, aku membunuh perawat itu juga karena instruksi dari Biyan Dao. Aku juga korban! Tuan Ryuzen Han, tolong ampuni aku...!" Wanita itu terus mencoba membela diri namun nasi sudah menjadi bubur.
Ryuzen tidak peduli dengan ujaran wanita itu baginya, " Siapapun yang bersekongkol dengan Biyan Dao dan mencoba menghancurkan keluargaku. Maka dia harus dihukum seberat-beratnya."
Ryuzen keparat! Umpatan Biyan Dao jelas menunjukan jika dirinya kini makin terpojok.
Dia yang terlahir sebagai penguasa dan pemenang. Ketika ada yang mencoba mengusiknya maka mereka harus dihancurkan!
๐น๐น๐น
Halo my beloved readers. Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau setia membaca ceritaku ini. Sekali lagi maaf karena tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih sabar dan setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, dan vote ya....
Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.
Happy reading fellas and I hope you like it.
For more info follow my ig account @chrysalisha98 thank you.๐