
"Ryuzen, kau mau apa melihatku begitu?" Sara tidak berani memandang jelas tatapan mata Ryuzen yang kini menurutnya berbahaya itu. Ryuzen terus saja mendekatkan dirinya pada Sara. Sara pun mundur perlahan hingga akhirnya ia terpojok, dan tidak bisa bergerak karena dihadang oleh kedua lengan berotot milik Ryuzen.
"Malam ini, kau mulai tidur dikamarku," bisik Ryuzen di telinga kanan Sara.
"Eh, apa kau bilang?!" wajah Sara berubah menjadi merah muda karena Ryuzen yang kini dekat sekali dengan dirinya.
"Kau ingat kan dengan kesepakatan kita? Jadi, seharusnya kau sudah paham apa yang aku mau," ucap Ryuzen yang kini mulai membelai rambut indah Sara yang terurai. Sara sudah tahu apa yang harus dia lakukan, dan apa yang di inginkan oleh Ryuzen darinya. Hanya saja saat ini Sara memiliki alasan lain.
"Ryuzen apa kau tidak bisa menunggu dan bersabar?" tanya Sara.
"Aku tidak suka menunggu," Balas Ryuzen yang jari-jarinya kini sudah mulai berkelana di balik baju Sara.
"Astaga! Dia sudah mulai melakukan aksinya di dalam bajuku!" teriak Sara dalam di hati.
"Bu..., bukan itu maksudku!" jawab Sara yang mulai merasakan sentuhan-sentuhan jari Ryuzen di bagian tubuhnya.
"Lalu..?"
"Pria mesum ini, tidak tahu apa hanya pura-pura tidak tahu sih?" pikir Sara.
"Aku tidak peduli, sekarang juga aku mau dirimu." Ryuzen pun malah langsung menggendong Sara dengan gaya bridal style.
"Ryuzen turunkan aku!" teriak Sara menggeliat.
"Tidak ada gunanya melawan pria mesum ini, toh semua keputusan adalah mutlak miliknya dan cepat atau lambat aku memang harus melayaninya."
Sara kini hanya bisa pasrah mengikuti apa yang akan dilakukan Ryuzen padanya. Mereka pun memasuki kamar Ryuzen yang bernuansa gelap, Ryuzen langsung menurunkan Sara di ranjang besar miliknya. Ryuzen yang kini topless menghampiri Sara dan langsung mencium bibir merona Sara dan kemudian melahapnya. Sara yang sudah sudah tidak mungkin lari pun, hanya bisa mengikuti semua permainan Ryuzen.
Ryuzen melepaskan panggutannya dari bibir Sara, dan mengigatkan Sara, "Aku tidak suka melakukannya setengah hati, jangan kecewakan aku."
Sara tersenyum getir, sejujurnya kini Sara sudah tidak peduli soal harga dirinya dihadapan Pria ini.
"Dasar pria mesum!" ucap Sara, yang kemudian menyentuh wajah Ryuzen dengan kedua tangannya yang lembut.
"Jangan buat aku kecewa pada pengalaman malam indah kita ini." bisik Ryuzen yang kemudian kembali melumat bibir Sara. Sara pun kini mulai bisa mengimbangi ciuman Ryuzen. Ryuzen menanggalkan seluruh pakaian Sara hingga tidak ada sehelai benang pun di tubuhnya. Dan malam mereka yang panjang pun di mulai di ranjang ini.
~~
Waktu menunjukan pukul 4 pagi. Sara terbangun merasakan tubuhnya yang sakit, terutama dibagian bawah perut dan pinggulnya. Tubuh Sara yang tanpa busana kini dalam dekapan tubuh Ryuzen yang juga hanya menggunakan pakaian minim. Sara yang kini dapat merasakan dengan jelas hangatnya kulit mereka yang saling bersentuhan tanpa sadar mulai menitikan air matanya.
"Cih..., untuk apa menangis! Toh semua itu terjadi karena keputusanku sendiri. Cukup, tidak ada gunanya juga menangis sekarang. Yang harus aku lakukan sekarang hanyalah membangun pertahan sekuat mungkin, hingga perjanjian ini entah kapan akan berakhir."
⚘⚘⚘⚘⚘
Jangan lupa like dan comment, vote.Thank You 😘