Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 96


"Ayo kita berangkat!" Seru Arvin penuh semangat.


Mereka bertiga pun lekas menuju ke mobil untuk berangkat menuju ke vila, tempat dimana mereka akan berlibur akhir pekan ini.


"Oh iya, kau bilang Kenzo akan ikut dengan kita?" Tanya Sara pada Ryuzen yang baru saja selesai memasang sabuk pengaman.


"Dia sudah ada disana lebih dulu, untuk memastikan semua perlengkapan dan apa yang aku butuhkan sudah sempurna. Jadi kau tidak perlu lagi repot- repot mempersiapkan apapun, karena persiapan sudah siap dan lengkap semua diurus olehnya."


Sara mengguk paham. "Kenzo memang benar - benar asisten yang luar biasa ya?" Puji Sara pada asisten suaminya itu.


"Ya dia luar biasa, karena berkerja pada pria yang sangat luar biasa."


Ya ampun! Aku cuma bilang begitu saja merasa tersaingi.


"Iya, iya... suamiku kan yang paling hebat diantara yang terhebat."


"Itu baru benar!" Tukas Ryuzen dengan begitu percaya dirinya.


Dasar pria arogan kesayanganku.


"Oh iya, kau bilang tadi katanya ingin mengajak salah temanmu dari toko bungamu."


"Memang. Tapi kau tidak perlu khawatir, karena aku sudah mengundang dan juga sudah memberi tahukan alamat vilanya pada mereka, jadi santai saja."


"Huh? Apa maksudmu mereka?" ungkap Ryuzen agak bingung dengan ucapan istrinya yang mengatakan mereka, seolah lebih dari satu orang yang di ajaknya.


"Sudahlah... lebih baik sekarang kita berangkat menuju ke tempat li- bu- ran, Let's go!" Seru Arvin dengan semangat.


~~


Di sepanjang jalan menuju ke villa yang akan mereka kunjungi. Siapa sangka ternyata banyak sekali pohon - pohon warna warni yang sangat cantik tumbuh di sepanjang jalan. Sara pun berhasil dibuat terpukau oleh pemandangan yang ia saksikan saat ini.


"Aku tidak tahu jika kau punya vila di tempat yang masih jauh dari hirup pikuk kepadatan kota!" Ujar Sara sambil terus melihat ke arah luar jendela, menikmati pacarona pepohonan yang rindang dan asri.


"Apa villa yang akan kita kunjungi milikmu juga papi?"


"Yes!" Jawab Ryuzen dengan singkat dan tepat sasaran.


Ryuzen merasa senang dibuatnya, melihat rona kebahagiaan di wajah istri dan anaknya saat ini. Bagi pria itu ini adalah sebuabah pemberian kecil yang mungkin bisa ia lakukan saat ini. Dirinya tidak pernah tahu, akankan dirinya bisa menjadi ayah dan juga suami yang baik untuk Sara dan Arvin ke depannya.


~~


"Apa kita akan sampai sebentar lagi?" Ujar Arvin. Menerawang yang mana semakin lama, semakin rimbun saja pepohonan di jalan yang mereka lalui. Mengingat Ryuzen bilang jika vilanya itu adalah wilayah yang memang belum padat penduduk.


Apa mungkin sudah mau sampai?


Dering ponsel Ryuzen tiba - tiba mengalihkan perhatianya. Panggilan dari sang asisten pun memaksa Ryuzen mengenakan headset wireless-nya, untuk menjawab panggilan tersebut.


"Apa semua berjalan lancar?" Jawab Ryuzen.


....


"Bagus! Kira -kira sekitar dua menit lagi aku akan tiba disana dengan istri dan anakku," balas Ryu yang kemudian mengakhiri panggilan tersebut.


"Jadi kita sudah mau sampai ya?" Tanya Sara meyakinkan.


"Ya, di depan sana, nanti akan terlihat pohon pinus besar. Dari situlah villanya akan terlihat," Jelas Ryu yang kini menurunkan kecepatan mobilnya.


~~


Dari apa yang dikatakan Ryu, tidak lama Sara dan keluarganya akhirnya tiba juga di tempat yang dimaksud. Lagi - lagi Sara dibuat terpukau dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bagaimana tidak, bangunan bergaya klasik itu kini ada di hadapannya bediri dengan kokohnya.


"Kau suka vila ini?" Tanya Ryuzen sambil tiba-tiba merangkul istrinya.


"Ya, aku sangat suka sekali!" Balas Sara tersenyum menatap Ryuzen yang mulai medekatkan bibirnya ke bibir Sara


...


"Kalian sudah datang?!" Ujar seorang pria yang tidak lain adalah Kenzo yang datang menghampiri mereka, yang mana membuat Ryu tidak senang karena datang di waktu yang tidak tepat.


Astaga! Timing-ku tidak pas lagi.


"Maafkan aku tuan!" Kenzo minta ampun.


"Sudah terlambat!"


"Ryu..., kau jangan begitu," tegur Sara.


"Baiklah, lalu bagaimana, semua yang aku perintahkan. Apa sudah kau lakukan?"


"Tenang saja Tuan, semuanya berjalan dengan sempurna seperti apa maumu," tukas Kenzo dengan begitu yakin.


"Bagus!"


"Kalau begitu, ayo kita masuk ke dalam!" Seru Arvin yang sudah tidak sabar lagi menjelajahi apa yang ada di tempat tersebut, dan langsung saja berlari memasuki villa dengan hati riang khas anak- anak seusianya.


"Ada apa?" Kata Ryuzen melihat asistennya itu terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Um... sebenarnya..."


Duh bagaimana mengatakannya ya? Kenzo terlihat bingung.


~~


Memasuki villa tersebut, Ryu, Sara, dan Kenzo langsung menuju ke taman belakang. Dan benar adanya yang seperti dikatakan oleh Kenzo tadi di luar. Di taman belakang ternyata tidak seperti yang diharapakan Ryuzen. Alih -alih liburan private, kedatangannya malah langsung di sambut oleh orang - orang yang tentu saja. sudah tidak asing bagi Ryu dan Sara.


"Yo Ryu! Kami kemari karena rindu padamu, vilamu ini bagus!" Timpal Jason.


"Maaf ya Ryu, aku tadi langsung mengeluarkan semua alat - alat yang ada di dapur villamu," sahut Yoshiki yang baru saja selesai menyiapkan alat panggang untuk pesta barbeque nanti.


"Baiklah, Kenzo bisa kau jelaskan padaku apa maksudnya ini semua?" Tanya Ryuzen yang terdengar kesal namun tidak bisa ia ungkapkan saat ini.


"Iya, jadi a..."


"Papi... Mami... lihat siapa saja yang datang?"


Belum sempat Kenzo menjelaskan pada Ryuzen. Ryu malah sudah harus kembali di buat geleng - geleng kepala saat Melihat Arvin yang muncul bersama dengan para pegawai dari c-lovely.


"Jadi maksud mereka yang kau bilang tadi, ini ya sayang?" Ryuzen melirik ke arah istrinya yang kini hanya bisa memasang wajah pura - pura tidak tahu apa -apa.


Ryuzen memijat pelipisnya, lalu menghela napas panjang,


Sebenarnya apa yang ada di pikiran asisten dan istriku? Membawa banyak orang kemari, tanpa bertanya dulu padaku terlebih dulu, mereka ini...!


Ryuzen yang hanya diam saja tanpa banyak kata, membuat Kenzo dan Sara malah jadi was - was.


Kenapa tuan diam saja? Pasti dia marah aku membiarkan teman - temannya kemari, tanpa sepengetahuannya terlebih dahulu.


Apa Ryuzen marah padakukah? Pikir Sara yang takut suaminya marah karena membawa teman - temannya itu kemari.


"Kalian berdua hutang penjelasan padaku soal ini nanti," ujar Ryuzen pada istri dan asistennya itu.


"Huft...," ujar Sara dan Kenzo.


~~


Karena semuanya sudah terlanjur berkumpul, alhasil mereka semua pun setuju untuk mengadakan kegiatan memancing ikan di sungai dekat vila. Tentunya semuanya terlihat sangat senang, dan beramai-ramai berjalan menuju sungai.


Sara dan beberapa yang lain sudah duluan ke lokasi. Tinggal Ryuzen, Kenzo dan Alin yang tadi sulit dibangunkan, berangkat belakangan.


"Tapi di musim seperti sekarang ini, biasanya arus sungai akan sangat deras, apa kita yakin akan memancing Tuan?" Ujar Kenzo yang merasa cuaca di musim ini kurang mendukung.


"Tapi kita sudah sampai di sini, kalau kembali ke villa apakah tidak sia-sia, Sara dan yang lain juga sudah sampai duluan disana?" Sahut Alin yang kini berjalan paling depan.


Ryu yang berjalan di paling akhir pun, sebenarnya merasa hal yang sama dengan apa yang dikatakan Kenzo.


Yang dikatakan Kenzo ada benarnya juga, tapi Sara dan yang lainnya sudah disana. Di tambah Arvin yang sejak tadi terlihat begitu antusias dengan acara ini. Aku harap semua akan baik - baik saja.


Namun pada akhirnya, mereka pun tetap melanjutkan perjalanan menuju hulu sungai, untuk melakukan kegiatan disana.


~~


Setibanya rombongan Ryuzen yakni, dirinya, Kenzo, dan Alin yang memang datang belakangan. Mereka yang telah tiba di sana lebih dulu, ternyata masing - masing dari mereka sudah siap dengan segala amunisi dan peralatan memancing yang akan digunakannya untuk memancing.


"Papi, lihat! Aku baru saja dipinjamkan alat pancing oleh paman Yoshiki. Papi ajari aku memancing ya..." Arvin menunjukkan alat pancing yang dipegangnya itu kepada Ryu yang baru saja tiba di tempat. Ryu pun menghampiri putranya tersebut.


"Hei Ryu, bagaimana jika kita lomba memancing? Siapa yang paling banyak dapat ikan makan dia yang menang," Yoshiki menantang Ryuzen.


"Wah... kalian mau lomba ya?" Ujar Arvin penasaran.


"Kau menantangku?" Tanya Ryuzen dengan ekspresi datar.


Yoshiki mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Ryu barusan. Dirinya yang sudah sangat siap pasti memiliki percaya diri yang sangat tinggi, menantang bos Emerald itu.


"Tuan muda!" Ujar Kenzo yang baru saja menghampiri Ryuzen.


"Nah, yoshiki jika kau ingin bertanding pancing, lebih baik Lawanlah asistenku ini. Meski dia payah dalam memancing perhatian wanita, tapi soal memancing ikan di adalah masternya," Kata Ryuzen sambil mendorong Kenzo ke hadapan Yoshiki.


"Eh.., ta- tapi tuan, aku kan... ing-"


"Sudah jangan banyak alasan, ini perintahku sebagai bosmu."


"Ba- baiklah...."


Heh, padahal aku kan ingin minta izin untuk-


"Ayolah paman Kenzo, semangat!" Ujar Arvin memberi semangat pada Kenzo yang kurang semangat.


Sebenarnya alasan Ryu menolak tantangan Yoshiki adalah, karena dirinya ingin menemui Sara untuk di ajaknya ke suatu tempat di dekat area ini berdua saja.


"Mami tadi bersama kak Rina dan Thomas!" Celetuk Arvin yang sudah tahu tujuan Ryuzen sejak awal adalah mencari maminya.


Kau memang putraku nak! Puji Ryu dalam hatinya sambil mengusap kepala Arvin.


"Baiklah kalau begitu kalian silakan memancing dan bersenang - senang. Arvin jika kau ingin belajar memancing ikan dengan benar, tanya saja pada Kenzo dan minta dia untuk mengajarimu!" Ujar Ryuzen yang kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Siap boss!" Balas Arvin, yang langsung saja meminta Kenzo mengajarinya memancing.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian๐Ÿ™


Meski sering slow update kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.๐Ÿ˜˜ Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Happy reading and hopefully you like it all...


[Oh ya jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98. Aku bakal info karya baruku mungkin disana ya... jadi jangan lupa di follow ๐Ÿ˜Š]