Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 122


Di perjalanan pulang, Sara tampak agak sedikit berbeda. Dirinya tidak terlalu banyak bicara seperti biasanya. Dirinya saat ini seperti sedang memikirkan sesuatu hal yang sedang berkutat di dalam kepalannya.


Aku ingin cerita soal Jesper yang mengirimiku pesan tapi... aku takut jika Ryuzen akan marah nantinya. Sara terdengar menghela napasnya beberapa kali.


"Kalau ada yang ingin kau utarakan, katakan saja," ujar Ryuzen yang tetap fokus menatap jalan saat mengemudi.


Ah, seperti biasa dia seolah dapat membaca pikiranku.


"Ryu..."


"Hem?"


"Sebenarnya kemarin malam aku dikirimi pesan oleh Jesper, tapi saat kau tanya padaku, aku tidak jujur padamu... maafkan aku." Sara terlihat menyesal akan hal itu. Ryuzen melirik ke arah Sara, ia melihat istrinya itu mencengkeram kuat dress merah jambu yang menutupi bagian pahanya, seolah mencoba mengendalikan rasa gugupnya setelah pengakuan bohongnya tadi.


Dan Ryuzen tiba-tiba menepikan mobilnya.


"Kenapa kau tiba-tiba berhenti?" Tanya Sara menyadari mobilnya berhenti.


Ryuzen menolehkan kepalanya ke arah sang istri yang berada duduk di kursi sebelahnya. Tatapan mata tajam Ryu seolah sedang menginterogasi orang yang kini dipandangnya. Sara benar-benar tidak bisa memfokuskan padangannya pada mata Ryuzen. Matanya kini seolah tidak berkedip menatap Sara.


"Jangan memutar bola matamu saat aku menatapmu!" Ujar Ryu yang terus saja menatap Sara. Tapi bagaimana bisa? Bagi Sara, menatap Ryuzen di saat begini hanya akan membuatnya menjadi semakin merasa terintimidasi oleh pria itu. Ya memang begitu kenyataannya, meski sudah setahun lebih menikah dengan Ryuzen, namun bagi Sara jika di tatap begitu oleh suaminya, sudah pasti dirinya akan merasa gugup. Siapa yang tahu lady killer macam Ryu sedang memikirkan apa tentangnya saat ini?


"Sara lihat aku...!"


Lihat-lihat apaan! Kau itu seperti monster kalau sudah begitu tau tidak? Sara mengerjapkan matanya.


"Sara..."


"Baiklah...!" Wanita itu akhirnya menatap mata Ryuzen, meski tetap saja matanya akan mencari-cari celah untuk menghindari tatapan mata suaminya yang lebih cocok disebut mata seekor serigala.


Tiba-tiba Ryuzen malah menarik Sara ke atas pangkuannya.


"Hei, apa-apaan ini Ryu?" Protes wanita itu pada suaminya. Ryuzen memegangi kedua tangan Sara sehingga dirinya tidak bisa memberontak, atau bergerak kemana-mana lagi. Ryuzen menatap Sara kembali, kemudian mereka saling beradu pandang untuk beberapa saat. Ryu mendekatakan wajahnya pada Sara.


"Tadi kau bilang, kau sudah tidak jujur padaku bukan?"


"I- iya..."


"Dan kau meminta maaf padaku?"


"Hu uh!"


"Tapi sayangnya... dibanding mendengar permintaan maaf, aku lebih suka memberi hukuman pada yang sudah tidak jujur padaku," tukas Ryuzen tersenyum miring.


Kenapa melihat senyumannya yang begitu, tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak?


"Kau mau menghukumku apa?"


"Sedang aku pikirkan."


Tiba-tiba muncul ide di kepala Sara. "Ryu.. apa kau tega menghukum wanita yang sedang hamil anakmu ini?" Sara bermaksud menggunakan kehamilannya untuk mencegah Ryuzen berlaku aneh-aneh padanya.


Tapi sayangnya Ryu tidak tersentuh, dengan taktik Sara itu. "Hukuman tetap hukuman sayang, jangan coba-coba menggunakan alasan begitu lagi padaku..." ucapnya diikuti senyuman penuh intrik itu.


Karena sudah pasti tidak bisa lepas, Sara pun akhirnya menyerah dan pasrah saja menerima hukuman yang dimaksud suaminya itu. Toh memang dirinya yang berbohong. "Baiklah, aku menyerah! Apa hukuman untuku?"


Ryuzen menyeringai, "Sudah tidak sabar ya? Baiklah... hukumannya kau harus sembuhkan aku."


"Eh, sembuhkan? Apa maksudmu sembuhkan?"


"Mataku sakit melihatmu akrab dengan si mantan pengacara itu.".


"Lalu?"


"Sembuhkan, sampai aku merasa tidak kesal lagi dna lupa hal itu."


Sara mengernyitkan jidatnya. Apa sih yang dia maksud? Apa mungkin maksudnya...? Sara tampaknya agak paham maksud suaminya itu.


"Baiklah, kalau begitu yang mana yang sakit?"


Ryuzen menunjuk kedua matanya. Tiba-tiba Sara mengecup kedua mata Ryuzen secara bergantian, yang mana membuat Ryuzen senang.


"Mana lagi yang sakit?"


"Ini, " Ryuzen menunjuk kedua pipinya, sama halnya mata, kedua pipi Ryuzen pun dikecup oleh Sara. Kemudian ia menunjuk jidat, kemudian hidungnya.


"Ini!" Kali ini Ryu menunjuk bibirnya. Alhasil mereka malah saling beciuman.


"Sudah tidak ada lagi ya sakit kan? Sekarang aku mau kembali duduk di kursi," ucap Sara yang masih berada duduk di pangkuan suaminya itu. Ryuzen tersenyum puas, "Baiklah... tapi leherku sakit juga, aku mau kau..." Ryu tiba-tiba berbisik, yang mana membuat wajah Sara berubah tiba-tiba jadi merona.


Tapi karena sudah berjanji mau dihukum, ia pun terpaksa melakukan seperti yang di minta Ryuzen barusan. Sara disuruh Ryuzen untuk membuat kissmark di lehernya. Dan akhirnya ia pun melakukannya. Hingga selesailah sudah hukuman gila suaminya itu. Sara pun kembali ke tempat duduknya.


"Sudah puas menghukumnya?" Tanya Sara.


Ryuzen pun hanya bisa tersenyum puas.


"Jadi kau sudah memaafkan aku kan, soal itu Ryu?"


"Ya, sudah dimaafkan. Lagipula aku sudah tau sejak kemarin kok!"


"Apa! Ja-jadi tadi kau itu hanya...?"


"Ryu.... kau itu memang serigala licik!" Kata Sara yang kemudian terus mengomel dan mengoceh karena kesal pada suaminya.


Kalau dia sudah mengomel begini pasti akan sangat lama dan panjang. Sepertinya, pura-pura tuli adalah jalan terbaik, pikir Ryuzen yang kemudian melajukan kembali mobilnya


~~


Di c-lovely wajah Rina tampak sumringah. Bahkan saat bekerja pun dirinya kepergok berkali-kali memandangi jam tangannya, ia benar-benar sudah tidak sabar ingin pergi bersama Kenzo sepertinya.


Kira-kira, bagaimana ya nanti? Rina menggoncangkan kepalanya. Ayolah aku harus tetap tenang. Jam enam masih dua jam lagi.


"Wah ada yang terlihat senang sepertinya?" Celetuk Thomas menaik turunkan alisnya menghadap Rina. Tentu saja gadis itu hanya bisa tersenyum sambil malu-malu.


"Hayo... siapa yang sedang senang?" Ujar Sara yang baru saja tiba, dan langsung ikut menggoda Rina.


"Itu si gadis kecil yang kini sudah mau dewasa itu...!" Ujar Thomas melirik Rina.


"Eh aku tidak kok!" Wajah Rina makin merona.


"Ah yang benar, bukannya kau mau pergi berkencan dengan Kenzo, ayolah mengaku saja...?" Ungkap Sara dengan usilnya. Dan seketika wajah Rina merona bagai kepiting rebus yang baru matang, kala Sara menyenbut nama Kenzo barusan.


"Huh! Kak Sara... kau ini, kenapa malah ikut-ikutan Thomas?"


Sara tak hentinya tergelak, melihat pegawai mudanya itu salah tingkah dan malu-malu dibuatnya. "Lihat wajahmu seperti kepiting rebus!" Ledek Thomas yang ikut tertawa juga melihat Rina yang salah tingkah.


"Wah, wah ada yang sedang berbunga-bunga hatinya..., aku jadi penasaran Kenzo? mau mengajakmu kemana ya?" Goda Sara lagi.


"Kalian ini, jangan menggodaku begitu dong! Aku kan jadi malu...., ah terserah, sudahlah aku mau kembali kerja saja." Rina yang tidak tahan digoda terus oleh Thomas dan Sara pun akhirnya menyerah, dan memilih pergi dan kembali bekerja.


"Orang yang sedang jatuh cinta memang selalu menarik untuk di goda," gumam Sara melihat Rina yang kabur menghindari dirinya.


"Sepertimu juga termasuk kan?" Celetuk Thomas sambil melirik Sara dan terkekeh


"Thomas, kau ini...!"


~~


Di pusat perbelanjaan Gina tengah sibuk memilah-milah lampu baru untuk di taruh di meja kerjanya. Sahabat Sara itu terlihat agak bingung, menentukan lampu mana yang akan dipilihnya. Apakah yang berwarna hitam di tangan kirinya atau yang berwana silver yang berada di hadapannya. "Hem... kira-kira, mana yang lebih cocok untuk ditaruh di meja kerjaku ya? Yang hitam atau yang silver?"


"Aku rasa dua-duanya bagus!" Ujar seseorang yang tiba-tiba berada di sebelah kiri Gina. Ia pun langsung menoleh ke samping kirinya tersebut dengan sedikit mendongak.


Astaga! Dia disini? Seketika Gina terperanjat kaget, kala melihat Jesperlah yang ternyata ada di sebelah kirinya.


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers.


Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan juga tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.


Oh iya temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏