Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 70 : Berbohong


Sara kanget dan hampir tersedak, lalu ia pun segera menengak air putih di hadapannya supaya tidak sampai tersedak.


"Ryuzen! Kau sudah pulang? Bukannya... kau bilang pulang larut malam hari ini?!"


Sara terlihat gugup melihat kedatangan Ryuzen yang tiba-tiba dan tanpa Suara. Ryuzen kemudian duduk dan menghadap ke arah dimana Sara duduk.


"Kenapa memangnya kalau ternyata aku pulang lebih cepat. Tidak suka?!"


"Bu, bukan begitu. Hanya saja..., hari ini aku tidak masak makan malam, jadi kalau kau mau makan ya tidak ada makan malam," ujar Sara yang sebenarnya hanya cari-cari alasan.


"Aku tidak lapar," jawab Ryuzen singkat.


"Syukurlah...," balas Sara merasa lega.


"Sara, apa hari ini kau pergi ke sesuatu tempat bersama seseorang?"


"Ada apa ini? Jangan-jangan dia lihat aku di pameran tadi? Tapi sepertinya tidak mugkin deh, secara aku kan langsung pergi tadi."


"Kau bercanda ya, sejak pulang kerja, aku kan langsung pulang," ucap Sara sambil memutar bola matanya ke kanan. (Sedang bohong)


"Kau tahu kan, aku paling benci pada seorang pembohong, apalagi dia adalah istriku sendiri!" ujar Ryuzen terlihat mulai marah


"Heh, ternyata ketahuan juga ya?" ucap Sara dengan nada bercanda.


"Sara, kenapa kau bohong padaku? Kau tahu aku paling benci seorang pembohong kan!"


Ryuzen terlihat tenang namun tatapannya marah.


"Aku tidak bermaksud bohong padamu, aku melakukan itu karena... karena tidak ingin kita berseteru hanya karena hal sepele, itu saja," ungkap Sara memalingkan wajahnya


"Jadi yang seperti ini sepele ya bagimu?"


"Sara, jika kau ingin pergi keluar kenapa harus berbohong padaku, kau pikir aku ini diktaktor yang akan membatasimu pergi kemana-mana!" ujar Ryuzen.


"Bukannya kau memang diktaktor ya?" ucap Sara di dalam batinnya, lalu kembali memalingkan wajahnya yang terlihat kini terlihat sendu.


Ryuzen pun maraih wajah Sara dengan jari-jarinya dan menatap Sara, sambil bertanya kembali,


"Kau pergi dengan siapa ke pameran itu?"


"Itu kan bukan urusanmu, lagi pula kau yang hampir setiap hari pergi dengan wanita yang berbeda-beda saja, aku tidak pernah bertanya apapun soal itu."


"Sara jangan buat aku marah!" Ryuzen mulai geram.


"Memang kapan kau tidak marah padaku?"


"Sara Chen!" ujar Ryuzen dengan suara beratnya.


"Apa? Apa semuanya aku harus bilang padamu, memangnya aku tidak boleh punya privasi?" ujar Sara mulai kesal.


Ryuzen bangkit dari duduknya dan melihat wajah Sara sambil menatapnya dengan tatapan marah.


Sara memalingkan kembali wajahnya, dan Ryuzen pun pergi meninggalkan Sara sendirian.


"Kalau dari awal semuanya kau yang putuskan, untuk apa kau berikan aku surat perjanjian, dasar arogan!" umpat Sara.


Sara menghela nafas cukup panjang untuk menenagkan dirinya.


"Pada akhirnya, walau sudah berusaha menghindar, tetap saja berujung seperti ini. Dan sekeras apapun aku melawan, tetap saja aku yang akan kalah."


**


C-lovely Florist


Hari ini pesanan cukup banyak, dan bunga yang di sediakan pun terus bertambah setiap harinya.


"Kak Sara, ini taruh dimana?" ujar Rina mengangkat sebuah pot bunga yang berisi bunga Matahari pemberian Rony.


"Kau taruh saja disana, biar itu nanti aku yang mengurusnya," balas Sara.


"Oke!"


Rina pun menaruh pot itu kembali. Saat yang kini tengah melakukan pekerjaannya malah harus terganggu dengan suara dering ponselnya, trrnyata ada sebuag pesan dari Ryuzen masuk.


Dari Ryuzen Han


Malam ini ada pertemuan keluarga Han di hotel, kau bersiap-siap nanti malam aku jemput.


"Kemarin, marah hari ini minta aku pergi dengannya, pria menyebalkan!" gumam Sara


Balas ke Ryuzen


Oke!


Ryuzen terlihat tidak senang, dengan pesan balasan dari Sara.


"Berani-beraninya, dia membalas pesanku dengan satu kata saja!


"Bos mau sampai kapan, kita berdiam disini?!" ujar Kenzo protes.


"Sampai, apa yang aku ingin buktikan terbukti. Kau kerja saja sesuai yang aku minta!"


"Baik bos," ucap Kenzo bernada pasrah.


"Jangan-jangan Tuan Ryuzen ini, benar-benar sudah mulai jatuh hati pada Nona Sara, makanya sampai melakukan hal tidak biasa seperti ini, aku jadi penasaran!" Kenzo melirik Ryuzen dari spion depannya.


"Sara, jika dugaanku terbukti benar jika kau dan Rony sudah lama saling mengenal, maka siap-siap saja kau terima kejutan dariku." Ryuzen pun kini tersenyum licik.


๐ŸŒน๐ŸŒน


Vote, like, commentnya temen-temen. ๐Ÿ™