Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 30 : Lady Killer


Sara jadi salah tingkah, karena Ryuzen melihatnya dengan tatapan begitu.


"Lebih baik kau mandi dulu saja, biar aku hangatkan dulu makanannya lalu kau makan!" cap Sara lalu langsung pergi meninggalkan Ryuzen karena gugup.


"Gadis bodoh!" ujar Ryuzen diikuti hot smirk khas Tuan Muda Han



~ di Dapur


Karena sudah mulai dingin Sara menghangatkan makanan yang telah ia masak tadi.


"Huft, hampir saja aku kena serangan jantung mendadak gara-gara pria itu, sepertinya rumor tentang Ryuzen Han dan wanita-wanita itu benar adanya," ucap Sara mengingat bagaimana cara Ryuzen menatap itu benar-benar bisa berbahaya akibatnya.


"Aku ingin segera pulang dari sini, untungnya dua hari ini Arvin ada acara menginap di sekolahnya. Jadi aku tidak perlu mencari-cari alasan kenapa pulang malam," ucap Sara sambil menghangatkan makanan di dapur.


Selesai mandi, seperti biasa Ryuzen mengambil koleksi anggur milikinya dan meminumnya, dengan keadaan dirinya yang hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian pinggul hingga setengah pahanya.


"Kenapa gadis itu tadi begitu takut pada gelap? Dan kenapa dia berteriak sampai seperti itu saat aku pertama kali menyentuhnya. Apa dia memiliki trauma di tempat gelap pada masa lalunya?" Ryuzen bertanya-tanya mengingat kejadian tadi saat mati lampu.


Ryuzen pun keluar dari kamarnya, mengenakan sweater berwarna biru gelap dan celana santai. Setelah itu ia pun turun menuju ke meja makan, di mana Sara juga baru saja selesai memanaskan makan malamnya.


"Kau sudah selesai, mau makan sekarang?" tanya Sara. Ryuzen hanya diam dan langsung duduk di kursi meja makan.


"Kau yang masak semua ini?" tanya Ryuzen yang kini tengah memandangi makanan di hadapannya.


"Iya, kenapa? Kau tidak suka ya? Apa kau lebih suka masakan lain, yang mana yang lebih kau suka asian food kah, atau western food? Kalau aku sendiri sebagai orang Asia lebih menguasai masakan Asia. Karena jujur saja kalau western food aku hanya bisa membuat seperti steak, ravioli dan menu sarapan saja, tapi kalau...."


"Kau ini ternyata cerewet juga ya, padahal aku hanya bertanya satu hal," ujar Ryuzen yang berhasil menghentikan ucapan Sara yang mungkin bisa lebih panjang dari itu.


"Aku suka semua makanan, aku hanya tidak suka paprika, kau catat itu."


"ppff...." terdengar sura Sara menahan tawa.


"Kenapa?" tanya Ryuzen melirik Sara dengan sorot matanya yang tajam


"Tidak apa-apa kok, hnya merasa lucu saja," jawab Sara mengelak. Padahal Sara tadinya ingin tertawa karena ingat Arvin putranya yang juga tidak suka makan paprika.


"Ternyata ada juga ku temukan, pria yang tidak suka makan paprika selain putraku," batin Sara merasa lucu.


"Ini enak!" puji Ryuzen dengan jujur setelah mencicipi capcay yang dimasak oleh Sara.


"Benarkah?" kata Sara memastikan.


"Iya, tapi akan lebih enak lagi kalau kau yang suapi aku makan," ucap Ryuzen yang kini tengah menatap Sara dengan tatapan menggoda pada dirinya.


"Eh, apaan?!" balas Sara jadi salah tingkah.


"Hem, kau seharusnya merasa beruntung karena bisa punya kesempatan menyuapiku," ujar Ryuzen dengan begitu percaya diri.


"Huh? Beruntung apanya! Percaya diri pria ini benar-benar diatas rata-rata, di tambah dia seorang lady killer, aku harus berhati-hati dengannya!" ucap Sara dalam hati memperingatkan dirinya. Jam tengah menunjukan pukul sebelas malam, akhirnya Sara pulang kerumahnya dengan diantar oleh Ryuzen.


Sesampainya di rumah Sara berbaring di atas ranjangnya untuk melepas lelah, setelah seharian bekerja dari toko bunga ke villa constel yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.


"Baru satu hari dan, oh Tuhan...! Ryuzen Han, dia benar-benar pria yang sulit ditebak, aku harus hati-hati dan menjaga ucapan serta sikapku selama dua bulan ini, jangan sampai aku terlibat masalah apapun lagi dengannya, karena jika hal itu sampai terjadi hanya akan membuatku semakin sulit," ucap Sara yang kemudian menghela nafasnya.


Jangan lupa like and Comment, and vote for support me πŸŒ·πŸ˜‰