
Di c-lovely terlihat Sara tengah sibuk memeriksa jurnal, dan cacatatan pengeluaran tokonya. Ia begitu terlihat serius dan cekatan mengamati rician-rincian kertas-kertas yang ada dihadapannya. Sudah lama sekali dirinya tidak bekerja seperti ini sejak masalahnya dengan hukum beberapa waktu lalu.
"Huft! Ternyata banyak juga ya, pengeluaran dan juga pemasukan saat aku tidak ada," Sara baru saja selesai mengecek jurnal bulan lalu. Dirinya tidak menyangka jika masalah yang di alaminya waktu itu membawa imbas besar untuk tokonya, baik secara negatif maupun positif.
Setelah selesai mengecek jurnal bulanan, Sara pun beralih kepada catatan pelanggan tokonya. Ia merasa pelanggan di tokonya menjadi semakin banyak. Dan diantara daftar para pelanggan tetapnya itu, Sara menemukan satu nama. Yang mana, nama tersebut di tuliskan dengan tujuan alamat yang sama persis seperti, alamat tujuan di buket bunga yang tadi di bawa oleh Rina.
"Alamat ini kan...." Di atas kertas catatan pelanggan itu tertulis nama pelanggan Mr. RH, yang beralamatkan di Jalan Rosevile distrik 13 kota Montegi. Dengan no telepon rumah 037xxxxx.
Entah mengapa Sara seolah tertarik dengan alamat tuan RH itu. Padahal aku tidak kenal pada orangnya, tapi kenapa sepertinya merasa kenal dengan alamat itu ya? Aneh!
Saat sibuk memikirkan soal dirinya yang merasa penasaran dengan alamat yang tertera di buku khusus pelanggan itu. Sara kini harus membuang pemikirannya saat itu juga, karena ponselnya tiba-tiba berdering. Ia pun segera merogoh tas miliknya untuk mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. "Ternyata panggilan dari ayah mertua," ungkap Sara saat melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya saat itu.
"Halo, Ayah?"
"Halo Nak, aku sudah mau dekat dengan toko bungamu. Kau ada disana?"
Sara bangkit dari duduknya. "Iya aku dan Arvin ada di c-lovely. Ayah mertua bisa datang kemari?"
"Tentu saja."
"Baiklah... aku tunggu kau di toko ya..."
*Beepp... (Suara mangakhiri panggilan)
"Aku harus bereskan ini, sebelum ayah mertuaku datang. Aku tidak mau membuatnya menungguku lama, hanya karena belum membereskan ini semua." Sara pun akhirnya membereskan segala buku jurnal dan catatan yang ia periksa tadi, untuk dikembalikan ke dalam lemari kabinet.
"Baiklah, sudah beres!" Sara akhirnya telah selesai membereskannya dokumen kertas-kertas tadi. Ia pun langsung begegas pergi untuk menemui sang ayah mertua, yang sepertinya sudah sampai.
~~
Di depan toko c-lovely ternyata mobil ayah mertuanya sudah tiba. Arvin yang awalnya sedang sibuk bermain game di gadget-nya tiba-tiba berhenti karena, menyadari mobil sang kakek ternyata sudah tiba. Bocah kecil itu pun langsung bergegas menyambut sang kakek.
"Kakek...! Seru Arvin sambil sambil berlari menghampiri Jordan yang baru saja keluar dari dalam mobil. Pria paruh baya itu pun dengan senangnya membalas sambutan cucu kesayangannya dengan pelukan hangatnya. Bahkan Jordan masih sempatnya menggendong Arvin tinggi-tinggi.
"Woah, Kakek keren masih kuat menggendong aku setinggi ini!" Ujar Arvin senang setelah diangkat tinggi-tinggi oleh kakeknya tersebut.
"Tentu saja, laki-laki keturuan Han kan memang sudah ditakdirkan keren," balas Jordan dengan bangga, sambil mengusap kepala cucunya itu.
"Ayah mertua!" Sapa Sara yang baru saja tiba dan melihat ayah mertuanya tiba tersebut. Dirinya pun langsung ikut menghampiri Jordan, untuk bertegur sapa. "Ayah sudah lama sampainnya?"
"Tidak juga, aku malah baru saja tiba, dan serunya saat aku tiba, aku langsung disambut oleh cucuku yang luar biasa ini," terang Jordan sambil menatap ke arah Arvin yang berada di sebelahnya. Merasa tidak sopan membiarkan mertuanya tidak di persilakan duduk, Sara pun meminta tolong pada pegawainya untuk membawakan sang ayah mertua minum.
"Tidak perlu repot-repot nak, aku kemari hanya mau menjemput Arvin saja. Itu pun kalau kau mengizinkan."
Sara tidak tahu harus berkata apa karena bukan dia sepenuhnya yang memutuskan. "Kalau aku biar Arvin saja yang tentukan, jika dia mau tentu saja akan aku izinkan." Sara pun memutuskan agar Jordan yang langsung menanyakan hal tersebut pada Arvin.
"Apa kau mau ikut dengan kakek?"
"Mau!" Jawab Arvin tanpa ragu sedikitpun. Karena sudah mengatakan mau ikut dengan kakeknya, tentu saja Sara mengizinkannya dengan catatan Arvin harus juga mendapatkan izin dari papinya. "Yasudah kalau begitu, cepat Mami telepon papi dan tanyakan padanya," desak putranya tersebut.
"Baiklah." Sara lanjut mengambil ponselnya guna menghubungi Ryuzen.
Beberapa menit dihubungi namun panggilannya ternyata tidak diangkat oleh suaminya. Hal itu karena Ryu sedang tidak ada di ruangannya, melainkan dirinya dan Kenzo diketahui tengah dalam proses meeting dengan beberapa petinggi perusahaan.
"Bagaimana?" Tanya Arvin.
Sara mengangkat kedua bahunya."Tidak di angkat, kalau tidak salah dia saat ini sedang meeting, jadi mungkin ponselnya ditinggal di ruangannya," jelas Sara.
"Kalau begitu, lain kali saja jika papimu sudah mengizinkan kita pergi bersama," tukas Jordan Han yang merasa tidak bisa membawa cucunya tersebut, dikarenakan belum mengantongi izin dari Ryuzen yang mutlak adalah ayah dari cucunya itu. Seketika raut wajah Arvin pun berubah menjadi tidak bersemangat bak awan mendung. Sara yang melihatnya pun tahu betul apa yang membuatnya muram begitu. Tapi disisi lain dirinya bingung harus apa pada putranya saat ini.
Arvin sangat menyukai kakeknya, aku pun tidak tega jika harus menjauhkan seorang kakek dengan cucu kandungnya sendiri. Tapi di lain pihak, aku juga ingin menghargai Ryuzen yang memiliki hubungan kandung dengan anak dan kakek dari anaknya. Hiuft....!
Jordan yang melihat Arvin muram pun mencoba menghiburnya, dengan mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. "Mungkin hari ini tidak bisa pergi bersama, tapi lain kali pasti kita bisa pergi bersama-sama. Jadi jangan kau bersedih ya," ucap Jordan pada cucunya tersebut.
Selang beberapa detik, tiba-tiba ponsel Sara yang malah berdering. Dan kebetulan sekali, panggilan itu ternyata dari Ryuzen yang meneleponnya balik.
"Halo sayang."
"Oke, kau yang mau bicara pada putramu sendiri. ini!" Sara pun segera menyerahkan ponselnya tersebut pada Arvin, karena Ryuzen memang ingin bicara langsung pada putranya tersebut.
Obrolan Ryuzen dengan Arvin via telepon.
Arvin : Halo papi!
Arvin : Hem! (Mengangguk)
Ryuzen : Jika aku izinkan kau mau janji satu hal?
Arvin : Apa itu?
Ryuzen : Berjanjilah untuk tidak merepotkan kakekmu.
Arvin : Hanya itu?
Ryuzen : Ya hanya itu.
Arvin : Jadi intinya kau mengizinkan?
Ryuzen : Ya!
Arvin : Asyik! Thank you papi..., aku sayang papi.
Ryuzen : Okey..., sekarang berikan lagi teleponnya pada Sara.
Arvin memberikan ponsel itu lagi pada maminya.
Sara : Jadi kau mengizinkan ya?
Ryuzen : Ya mau bagaimana lagi, aku larang pun kau pasti akan mencoba melawanku.
Sara : Kau memang ayah dan suami terbaik di muka bumi.
Ryuzen : Aku tau!
Sara : Hish... menyebalkan.
Ryuzen : Kalau begitu, sampai jumpa. I love you
Sara : I love you more...โค๏ธ
Sara mematikan obrolannya via telepon.
"Jadi karena sudah dapat izin dari Ryu, kau dan ayah mertua boleh pergi bersama."
"Yeeyyy...! Asyik!" Arvin bersorak lalu tos dengan kakeknya tersebut. Arvin yang sudah tidak mau berlama-lama lagi pun, langsung mengajak sang kakek untuk berangkat pergi.
"Ayo kek! Cepat kita berangkat!" Seru Arvin yang sudah tidak sabar. Karena sudah terlalu senang, putra Sara itu langsung saja masuk ke dalam mobil sang kakek, dimana di dalam mobil ternyata ada Jiro yang duduk di kursi kemudi.
"Kalau begitu, aku pamit dulu bersama Arvin," pungkas Jordan Han.
"Iya, hati-hati ya Ayah, tolong jaga Arvin dan maaf jika nanti dia akan merepotkanmu," ucap Sara mewanti-wanti dengan nada bercanda.
"Tenang saja, aku suka di repotkan oleh cucuku sendiri," kata Jordan dengan santai, yang kemudian masuk ke dalam mobil. Sebelum pintu mobilnya ditutup, Sara pun tidak lupa berpesan pada putranya itu agar tidak merepotkan kakeknya, serta harus jadi anak manis.
"Kau paham pesan mami sayang?"
"Yes Mami!"
"Good."
"Kalau negitu aku dan kakek pergi dulu ya , Bye Mami...." seru Arvin dari dalam mobil.
"Ya, kalian hati-hati," ujar Sara sebelum mobil tersebut benar- benar pergi.
๐น๐น๐น
Hai my beloved readers...
Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-temanku sekalian๐
Meski sering slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Semoga kalian mau bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.๐ Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.
Dan jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana ๐