
Setelah mengantar Rina pulang, kini Kenzo dan Arvin tengah di perjalanan menuju ke rumah kakek Jordan. Arvin yang duduk di kursi belakang tiba-tiba bertanya pada Kenzo. "Paman Kenzo, sebenarnya ada apa? Kenapa mami dan papi pergi ke luar negerinya tiba-tiba?"
Dari kaca spion yang ada di depannya, Kenzo bisa melihat dengan jelas, rasa ingin tahu Arvin yang begitu besar tentang orang tuannya yang coba ia sembunyikan.
Argh... terpaksa aku harus berbohong! Padahal yang ke luar negeri kan diriku dan tuan bukan nona Sara.
"Um... yang aku tahu, ada keperluan soal penandatanganan proyek besar, yang harus langsung di tanda tangani oleh tuan muda di luar negeri, jadi terpaksa harus kesana tiba-tiba hehehe..."
"Lalu kenapa mami juga harus ikut? Biasanya juga tidak...!"
"Oh kalau soal itu..." Astaga aku harus buat alasan apa lagi untuk menjawab pertanyaan bocah kecil yang terlalu pintar ini? "Oh kalau soal itu... kebetulan karena nona Sara katanya ngidam ke luar negeri, oleh karena itu dirinya jadi sekalian ikut... begitu," jelas Kenzo pada Arvin. Seketika mata Arvin menyipit dan melirik ke arah Kenzo dari balik kaca spion yang ada di depan. Tatapan mata Arvin ternyata cukup membuat Kenzo gusar dibuatnya.
Kenapa tuan kecil melirikku begitu? Pasti mau tanya hal-hal lain yang membuatku terpaksa harus cari alasan-alasan lain lagi....! Oh ayolah... kumohon tuan kecil, jadilah penurut hari ini, supaya aku tidak perlu bingung mencari alasan. Terlebih... bisa tidak sih tidak memasang tampang ingin memangsaku begitu?
Huh! Mana mungkin alasannya begitu, lagipula... yang kutahu sejauh ini, ngidam mami kan tidak ada ngidam yang seperti itu. "Paman yakin itu alasannya?" Telisik Arvin lagi yang belum puas dengar alasan yang diberikan Kenzo.
Sepertinya Kenzo memang benar-benar dibuat kelimpungan, untuk menjawab rasa penasaran putra kecil Ryuzen ini. Ia pun hanya bisa menghela napas panjang lalu berkata, "Tuan kecil... kalau kau tidak yakin dengan jawabanku, lebih baik kau tanya saja pada tuan muda langsung."
"Aiss... menyebalkan! Tanya papi mana ada jawaban yang ada dia akan pasang tampang seram duluan!"
Hehehe...! Salahmu sendiri bertanya hal yang sulit aku jawab.
Tentu saja Arvin langsung memasang tampang kesal saat ini, mengingat jawaban macam yang berikan Kenzo sejak tadi, sama sekali tidak memuaskan rasa ingin tahunya. Tapi meski begitu... sejatinya Arvin sedikit banyak sudah paham kenapa Kenzo seperti menyembunyikan alasan sebenarnya. Arvin juga sebenarnya paham jika apa yang dilakukan untuknya ini pasti demi kebaikannya. Tapi disamping itu... Arvin tetaplah anak-anak yang pasti ingin tahu selalu soal orang tuanya, jadi bukan salahnya juga jika menuntut keingintahuan.
"Bagaimana Tuan kecil, mau tanya apa lagi padaku?" Tantang Kenzo yang tahu, pasti Arvin sudah tidak akan bertanya lagi.
"Tidak usah! Paman menyetir yang benar saja dan segera kita menuju ke rumah kakek!"
"Laksanakan bos kecil!" Kenzo pun tersenyum kecil melihat Arvin, dari balik kaca spion depannya. Fiuh! Akhirnya tuan kecil berhenti bertanya, aku tahu anak ini sejatinya sudah paham akan apa yang dilakukan orang tuanya. Tapi bukan salahnya juga jika sangat ingin tahu, mengingat dirinya tetap saja anak-anak yang selalu ingin dekat dengan orang tuannya. Tuan kecil maafkan aku, karena terpaksa berbohong padamu, tapi... aku yakin kau pasti sedikitnya akan paham alasanku kenapa harus berbohong.
~~
Di tengah dinginnya hembusan angin malam, Sara terlihat berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati pemandangan langit malam yang tak berbintang. Hanya ada bulan yang menampakan separuh rupanya, berwarna putih di tengah-tengah lagit malam yang gelap. Sara yang mengenakan pakaian tidur berbahan satin terlihat, berdiri dengan kedua tanganya yang bertumpu pada tralis balkon dan memandangi langit. Entah apa yang tengah dipikirkan wanita cantik itu saat ini.
Dari sisi kamarnya yang lain, Ryuzen terlihat baru saja masuk ke kamarnya itu. Ryu yang baru saja masuk itu pun, langsung difokuskan oleh pemandangan sang istri yang kini sedang berdiri di balkon, sambil memandangi langit. Rambutnya yang panjang berterbangan di tiup angin malam. Wajahnya yang menawan dengan mata sendunya seolah disinari sinar bulan, bak dewi yang baru turun dari kayangan. Sungguh pemandangan yang indah di waktu malam! Kalimat itu mungkin bisa menggambarkan perasaan Ryu kala melihat sang istri saat ini. Dengan pasti ia pun langsung melangkah menghampiri Sara yanga ada di balkon.
~~
"Istriku... kau bisa sakit kalau berlama-lama disini tanpa pakaian tebal!" Ryuzen tiba-tiba datang membawakan selimut hangat, untuk melindungi Sara dari dinginnya udara malam yang menusuk tulang. Pria itupun langsung menyelimuti tubuh istrinya itu dengan kain tebal yang ia bawa. Ia pun langsung memeluk Sara dari belakang."Kau sedang apa diluar di malam yang sedingin ini?" Ucap Ryu yang kemudian mencium leher Sara. Tubuh Sara sedikit menggeliat medapati perlakuan suaminya padanya barusan itu.
"Tidak sedang apa-apa, aku hanya ingin menikmati suasana malam yang dingin, sambil menghitung waktu, hingga pagi tiba..."
"Kenapa begitu?" Tanya Ryuzen dengan nada lembut di telinga Sara.
"Karena besok kau akan pergi jauh, meninggalkanku."
Ryuzen tersenyum geli mendengarnya. "Jadi kau sangat tidak ingin sekali, jika aku tinggal pergi jauh ya...?"
"Iya, aku tidak mau kau tinggal. Apa kau tega meninggalkan istrimu yang sedang hamil ini?" Ujar Sara dengan nada agak merajuk.
"Hei!" Ryu membalikan tubuh Sara dan menghadapkan ke arahnya. Ia menatap Sara dalam-dalam dengan sorot matanya yang tajam namun menenangkan bagi sang wanita. "Lihat mataku Sara..." pintanya. Sara pun langsung menatap Ryu dengan mata sendu miliknya tersebut.
Ryuzen langsung memegangi wajah Sara dengan penuh kelembutan. "Sayang.... maafkan aku karena harus meninggalkanmu , dan juga memisahkanmu dari Arvin, untuk beberapa hari ini. Tapi semua ini aku lakukan karenaー"
"Aku tahu Ryu...!" Ujar Sara memotong ucapan Ryu yang belum selesai. "Tapi sekarang, bisakah kau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padaku?" Sara mencoba meyakinkan Ryu. "Aku..., aku hanya ingin merasa tenang saja, saat kau tidak ada didekatku. Setidaknya... aku tahu alasan kenapa kau harus pergi mendadak besok," ungkap Sara yang terlihat memelas.
Ryu memejamkan matanya sebentar, bagi Ryu bagaimana mungkin dirinya tidak luluh lantah melihat ekspresi sendu dan polos sang istri saat ini.
"Baiklah akan aku katakan padamu, sebenarnya...." Ryuzen akhirnya meceritakan alasan sesungguhnya, kenapa dirinya harus pergi ke Swiss besok pagi bersama Kenzo.
"Iya... tapi kau tidak perlu terlalu panik, karena aku akan selalu menjagu. Oleh karena itu... aku minta besok kau tetaplah di rumah, dan jangan pergi kemanapun, sampai aku kembali ke kota ini. Paham?"
Sara mengangguk, "Tapi... aku sangat rindu pada Arvin...!" Rengek sang istri yang memang merindukan putranya itu. "Soal itu, kau tenang saja," ungkap Ryuzen. "Tadi aku sudah minta ayahku untuk merekam video kegiatan Arvin selama disana. Nanti kau bisa lihat langsung di kiriman videonya, jadi kau tetap tahu apa saja kegiatan Arvin selama kau berpura-pura pergi ke luar negeri bersamaku!" Kata Ryu mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar kau pria licik...!" canda Sara. "Tapi Ryu, aku ingin bilang... terima kasih sayang...!" Ucap Sara yang terlihat senang.
"Hanya begitu saja ucapan terima kasihnya...?"
Tanpa ada protes Sara yang paham maksud sang suamipun, langsumg berjijit dan mencium bibir Ryu. Sara yang berniat mengecup singkat Ryuzen, seketika malah ditariknya oleh sang suami ke dalam rengkuhannya dengan lebih erat. Alhasil mereka pun berakhir dengan saling berciuman mesra. Sambil terus mengecup bibir manis sang istri, Ryu yang takut istrinya kedinginan karena terlalu lama diluar, langsung saja menggendong tubuh Sara dan membawanya ke dalam.
Even if sky is falling I won't stop loving you Sara....(Sekalipun langit runtuh, aku tidak akan berhenti mencintaimu Sara)
~~
Dan keesokan harinya, sekitar jam delapan pagi.
Ryu beserta Kenzo, terlihat berada di rumah sakit untuk menemui Jason. Kedua pria itu tampak berjalan melewati koridor rumah sakit, dan menuju ke ruangan dokter Jason. Ryuzen tampak tidak santai seperti biasanya, melainkan dirinya kini berjalan dengan langkah yang cukup cepat hingga Kenzo agak tergesa-gesa untuk mengikutinya. Sebenarnya, ada apa ya? Kenapa tuan muda terlihat buru-buru begini?
~~
Mereka berdua pun akhirnya tiba di depan ruangan Jason. Ryuzen yang tanpa sungkan langsung saja membuka pintu ruanga itu, lalu masuk dengan diikuti Kenzo yang ada dibelakangnya.
"Jadi kau benar-benar datang secepat itu?" Ujar dokter Jason yang sudah tahu jika Ryu akan datang menemuinya pagi ini.
"Mana hasil tes lab yang aku minta padamu?"
"Heh, Ryu kenapa kau tidak maー" Ryuzen langsung melirikan pandangan serius, alhasil ramah tamah Jason pun berhenti karena sorot mata tidak bersahabat Ryu saat ini.
"Iya, iya... aku mengerti... tapi tidak perlu memasang wajah seserius itu juga kan?!" Keluh Jason, yang kemudian mengambil hasil uji lab yang diminta oleh Ryuzen tersebut, dan menyerahkannya. "Ini hasil uji tes darah yang kau minta!"
Ryuzen pun langsung membuka amplop hasil uji lab yang diberikan Jason itu, kemudian membacanya dengan teliti dan cepat. "Bagus ini sudah cukup!" Ujar Ryuzen, dan memasukan kembali kertas hasil uji lab itu.
Kenzo yang melihat Ryuzen saat ini pun ikut penasaran dibuatnya. Apa sebenarnya isi laporan uji lab tersebut?
Tidak jauh berbeda dengan Kenzo, Jason yang juga penasaran dengan Ryu yang tiba-tiba memintanya melakukan tes uji lab terhadap darah seseorang itupun bertanya. "Sebenarnya darah siapa yang kau minta aku untuk mengujinya di lab itu, dan kenapaー"
"Alex Haoran!"
"Apa?" Jason dan Kenzo tampak syok mendengar Ryu menyebut nama Alex Haoran, yang diketahui adalah adik kandung Renji yang mati tertembak sembilan tahun yang lalu."
"A- apa maksudmu Ryu?"
"Iya tuan, apa maksudnya? Apa ini ada hubungannya dengan masalahmu dengan Renji selama ini?"
"Ya!"
"Iya apanya...?!" Desak Jason yang butuh jawaban dengan lebih pasti. "Tunggu dulu! Ryuzen jangan bilang kalau kau yang...."
"Ya! Akulah yang telah menembak Alex Haoran sembilan tahun yang lalu!"
🌹🌹🌹
Hallo my beloved Readers... masih setiakan sama romansa RyuSara dan teman-temannya? Hehehe.... Author cuma mau ingetin! Jangan lupa kalau habis baca dikasih LIKE, COMMENT & VOTEnya... karena itu berarti buatku...
Dan jangan lupa juga follow akun instagramku di @chrysalisha98
Happy Reading all...😃