
"Soal apa?" tanya Ryu
"Jadi, aku baru saja lihat di berbagai macam portal berita online, dan ternyata disana banyak media yang menuliskan rumor tidak baik tentang nona Sara," jelas Kenzo.
Karena penasaran dengan berita yang dimaksudkan oleh asisten pribadinya itu, Ryuzen pun langsung meraih telepon genggamnya dan memeriksanya sendiri. Ternyata benar apa yang Kenzo katakan, hampir semua media masa memberitakan hal negatif tentang istrinya itu. Ryuzen merasa geram akan hal itu. Sampai-sampai dirinya hampir saja mengahancurkan ponselnya sendiri.
"Jadi media menuliskan berita, seolah istriku memang sengaja mencelakai nenek Ivy demi mendapatkan warisan keluarga Han! Benar-benar berita sampah!" Ujar Ryu dengan nada kesal.
"Iya tuan, dan hampir semua media di negeri ini, menjadikan berita simpang siur itu sebagai headline pada berita mereka. Ditambah lagi nama nona Sara kini menjadi yang paling dicari di situs jejaring sosial. Belum lagi tagar penolakan nona Chen sebagai menantu keluarga Han menjadi peringkat satu di media sosial," papar Kenzo.
Masalah ini betul-betul menjadi semakin rumit, tapi aku tidak boleh gegabah, apalagi salah langkah. Aku mengerti jika ini semua pasti ulah para manusia biadab itu demi menghancurkan aku.
"Kenzo! Sekarang juga kau pergi ke c-lovely,"
"Eh, tapi untuk apa?" Tanya kenzo bingung.
"Sudah cepat kau pergi kesana!" Titah Ryuzen dengan nada bicaranya yang lebih lantang.
"Ba-baiklah kalau begitu tuan!" Dan Kenzo pun langsung bergegas pergi.
Sementara itu dokter Karen baru saja selesai memeriksa Sara.
"Jadi, bagaimana kondisi kandunganku dokter?"
"Kandunganmu baik-baik saja Nona Chen, hanya saja kau tidak boleh stres. Ya, meskipun aku tahu tingkat stress pasti akan sangat tinggi, mengingat kau harus menjalani kehamilan di balik jeruji seperti ini," terang dokter Karen.
"Um, kalau soal itu kau tidak perlu khawatir dokter. Aku pastikan pihak kepolisian akan memberikan kebijakannya untuk wanita yang tengah hamil," sahut Gina.
"Benarkah itu Gina?" Tanya Sara.
Gina pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Sara.
"Syukurlah kalau begitu." Mendengar perkataan Gina barusan membuat Sara sedikit merasa lega. Pasalnya, jikalau memang kemungkinan terburuknya adalah dirinya harus di tetapkan bersalah dan masuk penjara di persidangan nanti, maka dirinya setidaknya merasa tidak terlalu khawatir soal kandungannya.
"Oh iya, kalau begitu aku permisi dulu. Aku sudah bawakan obat-obatan yang harus kau minum. Tolong jaga dirimu dan calon anakmu ya nona Chen."
"Terima kasih dokter."
"Sama-sama," balas dokter Karen yang kemudian pergi meninggalkan Sara bersama Gina selalu kuasa hukumnya.
~~
Sesampainya di c-lovely Kenzo pun langsung paham, mengapa tuan muda Han memintanya untuk datang ke toko bunga milik Sara itu. "Jadi ini alasan Tuan muda minta aku datang ke sini." Saat ini tengah terjadi keributan ditoko itu, bahkan dari dalam mobil saja Kenzo sudah dapat merasakan amarah warga yang menolak adanya toko milik Sara, yang mereka anggap sebagai pembunuh nyonya Ivy Han. Berbagai macam umpatan dan rasa kekecewaan pun terlontar dari para warga yang ada disana.
Kami tidak sudi kota ini dikotori oleh toko milik wanita jahat itu.
Sekarang juga tutup toko ini, atau kami yang akan memaksanya untuk tutup!
Melihat keribuatan itu semakin mejadi-jadi, Kenzo pun langsung bergegas mendekat kesana. Kenzo kini dapat dengan jelas melihat amarah warga yang termakan berita simpang siur tersebut, bahkan ada seorang warga yang sudah nekat melemparkan barang-barang ke arah pegawai c-lovely florist dan hampir saja mengenai Rina. Untungnya Kenzo datang tepat waktu dan bisa melindunginya dari hantaman benda yang hampir mengenai Rina. Kenzo mendekap Rina dan melindunginya dari amarah warga.
"Arg!" Kenzo agak mengerang kesakitan karena terkena lemparan benda keras.
"Maaf ya, aku agak terlambat datang, tapi kau tenang saja aku sudah menghubungi pihak berwajib untuk mengurus semua kekacauan ini," kata Kenzo dengan santainya sambil agak menahan rasa nyeri akibat terkena lemparan benda keras tadi.
Melihat Kenzo yang tengah melindungi dirinya, Rina pun langsung merasa tidak enak hati dan meminta maaf, "Kau tidak perlu minta maaf Kenzo, justru aku yang seharusnya minta maaf karena gara-gara aku kau jadi terkena lemparan benda keras. Maafkan aku.... hiks!" Rina yang sejak tadi terlihat ketakutan akan amarah warga pun, kini menangis di dalam dekapan Kenzo. Karena tidak tahu harus bagaimana, Kenzo pun hanya bisa pasrah membiarkan Rina menangs sampai dirinya merasa benar-benar tenang.
~~
Bukan aku ingin menuduh Erika yang membunuh nenek Ivy. Karena meskipun dia memang sangat tidak suka pada Sara tapi aku apa mungkin dia berani melakukan hal seperti itu, rasanya tidak mungkin.
Arvin yang duduk di sebelah Gina pun, menjadi semakin curiga, ada apa sebenarnya. Kenapa bukan mami atau papimya yang menjemputnya , kenapa bibi Gina terlihat serius sejak tadi, bahkan beberapa kali mengabaikannya. Karena kesal dengan suasa seperti ini Arvin pun membuka percakapan.
"Bibi Gina, Bibi!" Seru Arvin.
"Iya, ada apa Arvin, apa kau lapar?"
"Tidak," kata Arvin menggelengkan kepalanya.
"Lalu ada apa keponakan kesayanganku?"
"Sebenarnya ada apa, apa yang sedang terjadi? Apa orang tuaku baik-baik saja? Apa benar yang kau katakan soal mereka yang tidak bisa menjemputku, karena mendadak pergi untuk berbulan madu?"
Semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Arvin membuat Gina tak bisa berkata apa-apa. Dirinya pun tahu persis, Arvin bukanlah anak kecil yang dengan mudah percaya pada alasan-alasan macam itu.
"Tentu saja, papi dan mamimu baik-baik saja kok! Mereka berbulan madu kan demi memberikanmu seorang adik," tukas Gina yang kini tengah melambatkan laju mobilnya.
"Begitu ya?" Gumam Arvin dengan ekspresi datar.
~~
Di dalam penjara Sara terus saja berharap akan segara terbebas dari jeratan hukum yang seharusnya memang bukan ditujukan padanya. Tapi yang dapat ia lakukan saat ini hanyalah menunggu dan berharap pada Ryuzen dan Gina. Belum lagi beban pikirannya kini bertambah berat, mengingat Arvin yang hari ini di jemput pulang dari asrama sekolahnya oleh Gina.
"Aku harap Gina mampu menyembunyikan ini semua dari Arvin," ucap Sara seraya berharap pada teman baiknya itu.
Saat Sara yang tengah berkubang dalam pikirannya soal Arvin dan keadaannya saat ini, tiba-tiba seorang petugas datang dan berkata, "Nona Chen ada yang ingin bertemu dengan anda."
Sara nampak bingung, siapa orang yang menemuinya kali ini.
"Aku rasa bukan Ryu ataupun Gina yang datang, tapi siapa?" ucapnya bertanya-tanya siapa orang yang menemuinya saat ini.
Sara pun diantar ke ruang besuk, Sara kini tak menggunakan borgol dikarenakan kebijakan polisi yang memaklumi dirinya yang tengah hamil. Saat memasuki ruang besuk, Sara pun sontak dibuat kaget oleh kehadiran seseorang yang ada di hadapannya saat ini.
"Ka- kau, kenapa kau kemari?" Ujar Sara dengan spontan dan nampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
๐น๐น๐น
Terima kasih banyak untuk yang sudah mau setia membaca ceritaku, sekali lagi maaf tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih mau setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote.
Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.
Happy reading fellas and i hope you like it.
For more information follow up my IG @chrysalisha98 Thank you ๐
ย
ย