Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 3


~ Kediaman keluarga Han~


Untuk menyambut kedatangan Ryuzen dan Sara yang memang sudah memberitahunya sejak kemarin. Di kediamannya Ivy Han sengaja mempersiapkan segalanya dengan sempurna. Mulai dari jamuan makan, hingga penataan tiap sudut ruangan nampak terlihat lebih mewah dari pada biasanya. Tak lupa nenek Ivy juga mengundang Miya, Henri dan Rony untuk datang juga ke kediaman Han, sekalian untuk berkumpul keluarga setelah terakhir kali pertemuan mereka di hotel waktu itu.


"Rachel! Tolong kau periksa kembali makanannya, kebersihan ruangan dan semuanya. Pastikan semuanya telah sempurna. Hari ini cucuku akan datang dan menginap disini aku jadi semakin tidak sabar."


"Baik Nyonya! Aku lihat sepertinya anda terlihat senang sekali ya Nyonya, dengan berita ini?" tutur Rachel palayan yang sudah 35 tahun lebih bekerja untuk keluarga Han.


"Tentu saja, terakhir kali Ryuzen menginap disini adalah saat pemakaman Yerumi enam tahun lalu. Kali ini dia akan menginap disini dengan membawa istrinya, bagaimana bisa aku tidak senang!" ucap nenek Ivy dengan tatapan haru bercampur senang.


"Akhirnya rumah besar ini, akan terasa hangat setelah sekian lama ditelan sepi. Sayangnya, Yerumi sudah tidak ada, dan.... Aku hanya berharap putraku juga ada disini, aku berharap Jordan bisa melihat putranya yang kini sudah sangat dewasa, aku ingin sekali melihat putraku Rachel..." ungkap nenek Ivy yang mulai menitikan air matanya, mengingat putra satu-satunya yang sudah pulahan tahun pergi tanpa ada kabar sama sekali.


"Nyonya... aku yakin suatu hari nanti, anda pasti bisa bertemu kembali dengan tuan Jordan," ucap Rachel mencoba menenangkan nenek Ivy.


Nenek Ivy pun tersenyum mengangguk.


"Ya, semoga saja Rachel...."


~


Setibanya di depan gerbang kediaman keluarga Han, Arvin langsung dibuat terpesona oleh mewahnya mansion milik keluarga Han.


"Woah...! Papi kau itu ternyata benar-benar anak orang yang kaya raya ya...!" ujar Arvin yang baru pertama kali datang ke kediaman utama keluarga Han.


Mobil yang dikendarai oleh Kenzo pun lekas memasuki gerbang yang dijaga oleh dua orang penjaga, dan kemudian memarkirkan mobil itu di garasi besar yang ada di kediaman Han.


Setelah keluar dari mobil, Ryuzen dan yang lainnya langsung masuk lewat pintu utama. Saat pertama kali memasuki pintu utama, mereka langsung di sambut oleh sekitar sepuluh orang pelayan, yang menyambut kedatangan mereka dengan menunduk hormat.


"Selamat datang Tuan muda...." ucap para pelayan yang sudah ada dalam posisi berjajar rapi sambil menunduk hormat menyambut kedatangan mereka.


Nenek Ivy juga terlihat tengah menuruni tangga ditemani Rachel dan Yuji di kanan dan kirinya.


"Ryu..." seru nenek Ivy dengan senang kala melihat cucu kesayangannya itu sudah datang. Karena terlalu senang, Nenek Ivy pun seolah mencoba mempercepat langkah kakinya agar segera bisa melihat dari dekat sang cucu dan istrinya. Ryuzen yang paham hal itu, langsung dengan sigap melangkah maju untuk membantu sang nenek berjalan di tangga.


"Nenek, apa kabar?" ucap Ryu yang kini membantu neneknya bejalan.


"Aku baik-baik saja," ucap Nenek yang kini sudah menghampiri Sara.


"Sara..." ucap Nenek menatap Sara sambil tersenyum.


"Nenek, apa kabar?" balas Sara tersenyum.


"Aku baik sayang, kau semakin cantik ya!" balas Nenek.


"Halo Nenek Ivy...!" sapa Kenzo yang berada tidak jauh dari tempat Sara berdiri.


"Hai Kenzo," sapa nenek balik.


Setelah menyapa semuanya, seketika mata nenek Ivy langsung tertuju pada dua bola mata bulat milik pria kecil, yang kini terlihat memegangi Sara yang seolah tengah bersembunyi dibalik badan maminya itu.


"Anak manis, ini siapa?" tanya nenek Ivy dengan ramah pada Arvin, yang kemudian dilanjutkan menoleh ke arah Ryuzen dan Sara secara bergantian.


"Arvin, ayo beri salam pada nenek buyut!" kata Sara.


"Nenek buyut?" ujar Nenek Ivy terlihat bingung.


"Dia cicitmu Nek!" tukas Ryuzen.


"Ka... kau benar-benar anaknya Ryu dan Sara?"


Arvin mengangguk sambil tersenyum.


Nenek Ivy langsung memeluk Arvin dengan pelukan hangatnya, "Aku nenek buyutmu," ucap Nenek Ivy yang kemudian melepas pelukannya dan langsung menyentuh wajah tampan nan manis cicitnya itu.


"Kau mengingatkanku pada Ryuzen waktu kecil,"


"Benarkah?"


"Tentu saja."


"Papi saat masih kecil bagaimana Nek?" tanya Arvin.


"Akan aku ceritakan tapi tidak sekarang, tidak apa-apa kan?" jawab nenek Ivy ramah.


"Tidak masalah nenek buyut!"


"Anak pintar! Sekarang, kau pergilah dulu main di taman belakang, biar aku berbicara dengan kedua orang tuamu dulu ya," pinta nenek ivy pada Arvin.


Arvin pun dengan senang hati menurutinya, dan bergegas ke taman belakang ditemani Rachel dan Yuji.


"Kenzo, kau juga temani Arvin!" perintah Ryuzen.


"Baik Tuan."


~ Di ruang keluarga


Nenek Ivy yang tengah duduk bersama Ryuzen dan Sara pun meminta penjelasan atas apa yang sebenarnya terjadi diantar Sara dan Ryu sebelum mereka menikah.


"Jadi begitu ceritanya. Aku bersalah dan bertanggung jawab penuh atas semua ini," tukas Ryuzen setelah menceritakan kejadian enam tahun lalu.


"Nenek, bagiku hal itu hanya masa lalu. Sekarang aku dan Ryuzen memang benar-benar saling mencintai. Jadi aku mohon jangan salahkan siapapun atas kejadian di masa lalu itu," terang Sara seolah membela Ryuzen.


Nenek Ivy hanya tertawa kecil, melihat pasangan suami istri ini saling membela satu sama lain.


"Aku tidak ingin menyalahkan siapapun atas kejadian apapun itu di masa lalu. Biarkan masa lalu itu tetap jadi masa lalu yang tidak perlu di ingat-ingat lagi. Lagipula aku bisa melihat sendiri dari sorot mata kalian, betapa saling mencintainya kalian. Aku hanya bisa berharap kalian saling percaya dan saling menjaga. Aku senang melihat kalian bahagia," ujar nenek Ivy tersenyum hingga menitikan air mata.


"Terima kasih Nenek," ucap Sara mendekati nenek Ivy, dan kemudian memeluknya.


~


Di kantornya Erika Zhang sedang sibuk mempersiapkan lauching untuk toko terbarunya nanti.


"Nona Erika, koleksi mana yang akan ada keluarkan untuk launching toko baru anda nantinya?" ujar salah seorang staf Erika.


"Aku akan mengeluarkan sekitar tiga puluh karyaku, dan empat diantaranya adalah rancangan terbaruku," ujarnya.


"Nona, anda akan membuka toko anda di Aquatic Mall. Itu kan Mall yang juga milik Emerald, mau tidak mau pasti anda akan berurusan kembali dengan Ryuzen Han nantinya," terang Wina sang asisten.


"Ya kau benar sekali Wina. Karena memang itu salah satu tujuanku mendirikan toko ini!" Erika tersenyum licik dan kemudian langsung menenggak segelas anggur yang di pegangnya.


"Ryuzen dan aku tidak akan bisa dipisahkan, apalagi dipisahkan hanya karena seorang wanita rendahan seperti Sara Chen. Lihat saja aku yakin, Ryuzen pasti masih mencintaiku."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน