Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 92 : Kembang api di malam musim panas


~Di dalam Gerbong Ferris Wheel


Ryuzen dan Sara duduk saling berhadapan, Sara duduk sambil memegangi boneka panda yang di dapatkannya dari Ryuzen tadi. Ryuzen tampak dingin seperti biasanya, hingga Sara membuka obrolan untuk memecah keheningan.


"Ryuzen, terima kasih," ucap Sara.


"Untuk apa?"


"Karena kau sudah mau datang jauh-jauh dan langsung datang kemari untuk Arvin.


"Aku kan sudah katakan, aku sudah berjanji pada Arvin, dan aku bukan pria yang suka ingkar janji," ucap Ryuzen dengan nada dan ekspresi datar.


"Dan... terima kasih juga untuk bantuanmu waktu itu."


Ryuzen sedikit berekspresi kali ini mendengar ucapan terima kasih kali Sara ini.


"Kali ini untuk apa?" tanya Ryuzen.


"Aku sudah tahu, bahwa kau yang mengirim bunga-bunga itu saat hari dimana bunga di tokoku rusak tiba-tiba, iya kan? Sekali lagi terima kasih untuk semuanya," ungkap Sara tulus dari lubuk hatinya.


"Boleh aku tanya padamu?"


"Soal Apa?" tanya Sara.


"Penyelidikan soal kecelakaan Arvin, kenapa kau tidak pernah mengatakan apa-apa padaku?"


"Jadi kau sudah tau ya? Maaf Soal itu..., aku hanya tidak ingin merepotkanmu saja," Sara tersenyum getir.


"Dan soal ganti rugi terhadap sepupumu? Kau butuh uang untuk itu juga kan?"


"Apa! Ryuzen tau hal itu juga?" batin Sara tidak percaya.


"Aku......," Sara tidak tau harus berkata apa kali ini.


"Sara, lain kali kalau ada masalah kau bisa bilang saja padaku." ucap Ryuzen dengan santai.


"Terima kasih," ucap Sara tersenyum memalingkan wajahnya yang sendu.


"Oh iya bunga mawar berwarna peach dari badut ini, apa juga darimu?" tanya Sara mengeluarkan setangkai bunga mawar peach tadi.


"Hem!" jawab Ryuzen datar.


"Terima kasih, aku suka!" ungkap Sara tersenyum lembut.


Ryuzen menatap dalam Sara yang kini tersenyum lembut di hadapannya, "Kau suka bunga apa?" tanya Ryuzen.


"Semua bunga aku suka, terutama yang berbau harum," jawab Sara.


"Lebih spesifik lagi," tandas Ryuzen.


"Sebenarnya aku sangat suka bunga mawar, sangat suka..."


"Baiklah,"


"Baiklah kita sudah berada di ujung paling atas *fer*ris wheel ini, kembang apinya juga sudah mau dimulai," kata Ryuzen.


"Oh iya, aku penasaran kenapa dari tadi pengunjung disini sepi sekali ya, tidak biasanya dan juga tidak ada anak kecil sama sekali, padahal ini akhir pekan, jangan-jangan itu ulahmu ya?" ungkap Sara penasaran.


"Taman hiburan ini di bawah naungan Emerald Group, dan aku ingin hari ini taman hiburan ini hanya untuk Arvin, jadi saat ini tertutup untuk publik," jelas Ryuzen.


"Seharusnya kau tidak perlu sampai begitu, apa kau tidak kasihan sama mereka yang ingin datang kemari untuk berlibur?"


"Jadi, kau sudah siap untuk seluruh penjuru negeri, mengetahui identitasmu dan Arvin ya?"


"Eh, memangnya kenapa?"


"Yasudah kalau tidak paham, diam dan nikmati saja pemandangannya."


"Selalu saja begitu," gerutu Sara.


"Sara, kalau aku buka untuk umum, maka sudah pasti banyak sekali pengunjung yang datang. Dan resiko yang harus kau terima adalah berita tentang aku, kau, dan Arvin akan tersebar luas. Belum lagi wartawan lepas yang bisa kapan saja, mengambil foto dan menyebarkan info serta gosip tentang kita, apa kau mau itu terjadi?"


Pada akhirnya Ryuzen pun menjelaskan maksudnya pada Sara.


"Eh iya kenapa aku tidak kepikiran sampai kesana ya?" ungkap Sara agak merasa malu.


"Kadang aku kasihan dengan Arvin punya mami yang bodoh sepertimu, untung aku ini cerdas!" ejek Ryuzen.


"Iya deh, aku bodoh!" ujar Sara sebel.


"Kembang apinya sudah dimulai," ucap Ryuzen, melihat ke arah ledakan-ledakan warna warni kembang api tersebut.


Kembang api yang meledak, kini seolah saling bersahutan, dan mengeluarkan pancaran warna-warninya diatas langit, jelas terlihat begitu indah, terutama dilihat dari ferris wheel di malam musim panas seperti sekarang.


"Indahnya...!" Sara terkagum-kagum melihat kembang api yang indah itu dari dalam ferris wheel. Ryuzen justru malah terpaku memperhatikan wajah Sara yang terlihat senang seperti, bocah lima tahun yang baru saja mendapat mainan baru.


"Kau suka sekali kah, terlihat senang sekali? ucap Ryuzen pada Sara.


"Hem, sejak kecil aku jarang sekali pergi ke taman hiburan dan melihat pesta kembang api seperti ini, jadi lihat yang seperti ini sudah pasti senang sekali," ungkap Sara yang masih terus melihat ke arah kembang api, yang cahaya-cahaya indahnya terus memancar secara bergantian.


"Jadi begitu ya!" sahut Ryuzen yang kini ikut memandangi kembang api tersebut dengan eskpresi dingin diwajahnya.


Kini giliran Sara yang memperhatikan Ryuzen yang tengah fokus melihat kembang api. Pancaran cahaya gemerlap kembang api terjatuh memancar di wajah Ryuzen yang terlihat tenang namun serius, begitu mempesona bagi yang melihat, tak terkecuali untuk Sara yang memperhatikannya dengan seksama saat itu.


"Ryuzen memang benar-benar tampan," puji Sara melihat Ryuzen yang tengah fokus menatap langit dan disinari oleh pantulan cahaya-cahaya kembang api.


Namun wajahnya mulai terlihat sendu, saat mengatakan hal itu. Sara pun kembali menonton kembang api dengan rasa kecamuk yang ada di hatinya saat ini.


"Ryuzen, kalau aku sungguhan jatuh cinta padamu, apa kau akan marah?" batin Sara bertanya-tanya dalam kebimbangan hatinya.


🌹🌹


like, comment, vote okey... πŸŒ·πŸ™