Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 46 : Cinta Pertama


Seperti biasanya Sara harus menyirami dan memeriksa bunga-bunga di rumah kaca. Saat tengah menyirami bunga-bunga, sara justru terhenti pada pot bunga matahari pemberin Rony yang sudah mulai tumbuh tinggi.


"Ternyata sudah sebesar ini bibit yang diberikan oleh Rony waktu itu," kata Sara mengingat kejadian waktu itu.


"Ngomong-ngomong kemarin Rony mengirimi aku pesan katanya pekerjaannya di perpanjang jadi dua bulan, berarti sekitar dua minggu lagi dia baru bisa kembali dari Maldives.Bagaimana kabarnya dia sekarang ya?"


Asyik menyirami tanaman tiba-tiba ponsel Sara berdering.


"Eh, ini nomor siapa?" tanya sara melihat nomor yang tidak ia kenal memanggilnya.


"Hallo?" ucap Sara menjawab panggilan masuk tersebut.


"Hallo Sara, ini aku Jesper,"


"Jesper? Bagaimana kau tahu nomorku?


"Gina yang memberikannya padaku. Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik,"


"Sudah jam makan siang, kau mau makan siang bersama?"


"Boleh," jawab Sara.


"Kalau begitu kita bertemu di restoran oracle nanti siang ya."


"Baiklah."


~~


Akhirnya setelah menyelesaikan pekerjaannya. Sara pun langsung pergi menuju restoran oracle dimana disana sudah ada Jesper yang menunggunya.


"Sara!"


Sara menoleh dan menghampiri seseorang yang memanggilnya, yang ternyata adalah Jesper.


"Silahkan duduk," kata Jesper mempersilahkan Sara duduk.


"Terima kasih" balas Sara tersenyum.


"Kau sudah lama menunggu?" tanya Sara pada Jesper.


"Tidak juga, " kata Jesper, yang kemudian disambung pertanyaan ingin pesan apa, "Jadi, kau mau pesan apa? Tunggu, biar aku tebak gyoza ,yakiniku, dan salad buah?" ujar Jesper.


Sara tersenyum mendengar ucapan Jesper barusan.


"Kau masih ingat kesukaanku?" kata Sara tak menyangka.


"Aku selalu ingat apapun yang kau suka dan tidak."


"Wow...! Sejak dulu kau memang sudah perhatian sekali," kelakar Sara. Sara dan Jesper pun akhirnya memesan makanan dan menghabiskan waktu makan siang mereka bersama. Setelah selesai makan, Jesper pun mengantar Sara kembali ke toko bunga.


Tapi sebelum akhirnya sampai di toko bunga, Sara menyempatkan mengobrol sebentar dengan Jesper, mengingat kenangan-kenangan masa sekolah mereka saat masih di Cardia dulu.


"Jesper kau sekarang sudah jadi pengacara hebat, aku bangga padamu," ungkap Sara.


"Soal itu..., waktu berlalu dan kenyataan tak sesuai angan-angan. Lagi pula, aku menikmati diriku yang bekerja di tempatku sekarang, dimana aku dan Thomas sama-sama membangun C-lovely dari awal. Dengan harapan, toko bunga kami akan berkembang dan bisa memiliki perkebunan bunga yang lebih besar."


"Kau begitu menyukai bunga sejak kecil, kalau ada yang bisa ku bantu untuk tokomu, jangan sungkan minta padaku ya...."


"Pastinya!" balas Sara.


Suasana hening pun seolah menyerang seketika diantara Sara dan Jesper, sampai akhirnya Jesper membuka suaranya dengan pertanyaan yang terasa tiba-tiba.


"Sara..., apa benar kau telah memiliki anak?"


Sara tersenyum getir


"Pasti gina yang cerita padamu ya?"


"Tidak, aku sendiri yang memastikan hal itu lewat Gina, karena aku pernah melihatmu dengan seorang anak laki-laki, apa dia anakmu?"


"Ya! Dia Arvin anakku," jawab Sara.


"Siapa ayah anak itu?" Mendengar pertanyaan seperti yang jesper lontarkan barusan, selalu saja membuat Sara tidak tahu harus berkata apa, tapi tak ada gunanya juga jika ia menutupi itu semua saat ini. Toh kenyataannya Sara memang tidak tahu siapa sebenarnya ayah kandung Arvin hingga detik ini.


"Bukankah Gina sudah ceritakan padamu?"


"Iya, dia sudah cerita tentangmu dan anakmu, oleh karena itu. Sara bisakah kita mulai hubungan kita seperti saat kita sekolah dulu."


Sara, menghela nafasnya


"Jes, kau tahu.... Keadaan kita saat ini dan dulu berbeda, saat itu kita masih remaja, dan waktu itu aku masih muda. ditambah waktu juga pertama kalinya aku merasakan jatuh cinta. Sedangkan saat ini, aku adalah ibu dari satu anak. Jujur..., hal itu tidak mudah bagiku saat ini," ungkap Sara.


"Aku bersedia menerima anakmu," sahut Jesper.


"Jes, aku minta maaf. Aku sangat-sangat senang bertemu denganmu saat ini. Kau selalu baik padaku sejak kita masih di Cardia hingga saat ini. Tapi melihat kebaikanmu ini, membuatku tidak pantas untukmu. Lagi pula..., kenapa kau harus memilihku kalau kau bisa dapat wanita yang jauh lebih baik dariku," ungkap Sara.


"Pada intinya kau sedang menolakku Sara..."


Jesper tersenyum pilu, namun ia mencoba menyembunyikan hal itu, karena tidak mau membuat Sara semakin tidak enak pada dirinya.


"Baiklah tidak apa-apa. Tapi kita masih bisa tetap berteman kan?" terang Jesper berpura-pura tidak apa-apa di hadapan Sara.


"Tentu saja, kau juga kan adalah teman Gina sahabatku, otomatis kita juga sahabat," balas Sara tersenyum. Dan Tanpa sadar ternyata mereka sudah sampai di C-lovely, Sara berterima kasih pada Jesper karena telah mengantarnya kembali ke toko.


"Terima kasih banyak Jesper." Sara tersenyum pada Jesper, dari luar mobil.


"Lain kali, kita ketemuan lagi ya?" Ajak Jesper.


"Tentu saja," balas Sara sumringah.


"Kalau begitu, aku pamit dulu."Jesper pun akhirnya tancap gas dan pergi meninggalkan C-lovely.


"Hati-hati...." seru Sara sambil tersenyum senang, mslihat kepergian mantan pacar dari SMA-nya itu dari C-lovely.


⚘⚘


Jangan lupa like dan omment dan votenya gaiss 🌷