
Sebentar lagi konferensi pers akan segera dimulai. Ratusan awak media juga sudah berkumpul, di aula tempat dimana konferensi pers akan dilaksanakan. Begitu juga dengan para kameramen yang sudah stand by sejak tadi.
~~
Kenzo menghampiri Ryuzen dan Sara yang berada di balik ruangan konferensi pers. Ia mengatakan pada Ryu dan Sara agar segerap bersiap, karena beberapa menit lagi, konferensi pers akan segera dimulai dan disiarkan langsung di berbagai saluran televisi dan juga media online. Ryuzen menggenggam erat tangan Sara. "Kau sudah siap sayang?"
Sara menghela napas, "Huft...! Ya, aku sudah siap!" Terangnya dengan pasti.
~~
Mereka berdua pun akhirnya memasuki aula tempat dilaksanakannya konferensi pers. Ryuzen dan Sara mengambil langkah dan duduk kursi mereka masing-masing. Di hadapan Ryuzen dan Sara sudah tersedia mikrofon. Sara yang sejak tadi menunduk dan tidak berani menatap ke arah audience, akhirnya memberanikan diri mengangkat kepalanya. Dari tempatnya duduk, Sara bisa melihat banyaknya awak media yang datang memenuhi ruangan demi mencari berita, ditambah kamera dari berbagai sudut ruangan menyala dan menyoroti dirinya serta Ryuzen. Kenapa aku malah jadi semakin tegang begini? Sara kembali menundukan wajahnya, berharap ratusan pasang mata manusia yang memenuhi aula itu tak ada yang melihatnya.
Dan lagi-lagi, Ryuzen yang duduk disebelah Sara langsung mengulurkan satu tangannya. Ryuzen meraih tangan Sara yang berada di atas pangkuan wanita itu, lalu diggenggamnya erat-erat. Sara menoleh ke arah Ryu yang ternyata sudah memandanginya sejak tadi. Ryuzen langsung melempar senyum pada sang istri. Ia mengedipkan matanya sekali lalu berucap dengan pelan. "Tenanglah, semua akan baik-baik saja."
Mendengar kalimat itu terucap dari bibir sang suami, seolah dirinya habis mendengar mantra yang membuatnya tenang. Alhasil ketegangan yang dirasakan Sara seolah memudar. "Kau benar Ryu!" Mereka berdua pub saling bergenggaman tangan lalu melempar senyum satu sama lain.
~~
Tanpa aba-aba, Ryuzen pun mulai membuka mulutnya di depan mikrofon. Hal itu sekaligus menandakan jika konferensi pers telah dimulai. Para kameramen dan juga wartawan langsung terlihat terfokus pada dirinya dan sang istri.
"Selamat sore semuanya... pertama aku ingin terima kasih atas kehadiran kalian semua. Dan seperti yang sudah kalian tahu, hari ini aku dan istri tercintaku. Kami akan menjawab hal-hal terkait berita tentang diriku dan Sara, yang kini tengah jadi perbincangan hangat beberap hari terakhir. Maka untuk mempersingkat waktu dan juga menjawab semua berita tersebut, aku ingin langsung persilakan untuk para awak media bertanya saat ini juga."
~~
Dari balik ruangan aula Kenzo pun membatin. Wah tuan tidak memberikan penjelasan terlebih dulu, malah langsung membiarakan awak media langsung bertanya. Sepertinya... ia memilih untuk memberikan klarifikasi yang sifatnya menjawab keraguan secara spontan. Dibanding bercerita duluan yang mungkin malah akan membuat orang awam bespekulasi jika dia sedang membela diri. Hem... tuanku memang cerdas!
~~
"Baiklah tuan Han, tolong anda jawab pertanyaan ini. Ini pertanyaan yang pasti akan ditanyakan saat ini pastinya," ujar seorang wartawan dari salah satu kanal TV.
"Silakan!" Ucap Ryuzen dengan begitu tenang.
Tanpa berlama-lama wartawan tersebut pun, langsung menanyakan terkait rumor yang beredar. "Tuan aku ingin bertanya mewakili pertanyaan semua orang, apa benar dirimu pernah memperkosa seorang wanita beberapa tahun lalu?"
Sara yang khawatir mendengar pertanyaan tersebut langsung menoleh ke arah Ryuzen. Begitu tenang dan percaya diri, hal itu yang Sara baca dari raut wajah suaminya saat ini. Ryuzen, aku tahu kau pasti tau apa yang kau lakukan bukan?
"Ya!" Jawab Ryuzen singkat dan jelas di dewan awak media dan kamera yang. menyala.
Seketika para wartawan di ruagan pun saling berbisik dan mencibir.
"Aku tidak menyangka orang terpandang sekelas CEO Emerald bisa melakukan hal mejijikan begitu."
"Aku kira dia bisa mendapatkan wanita manapun yang dia ingikan, kenapa harus sampai memperkosa."
"Aku baru tahu ada orang kaya yang seperti tuan Han, apa dia sudah gila bicara begitu."
Beberapa saat kemudian, seorang wartawan kembali melempar pertanyaan. "Tuan, anda mengakui telah melakukan perbuatan tersebut. Tapi...bukankah anda seharusnya tahu, jika hal yang ada perbuat itu adalah sebuah kejahatan, lalu kenapa anda berani mengakuinya secara terang-terangan saat ini?"
"Ya! Aku tahu, dan aku sangat menyesalinya," ujar Ryuzen dengan tenang.
"Lalu bagaimana bisa kau begitu santai dan tenang? Apa kau sudah menyuap wanita itu dengan uang agar dia tutup mulut?"
"Dan kenapa kau melakukan hal seperti itu, bukankah hal itu hanya akan merusak reputasimu sebagai salah satu orang paling berpengaruh di negeri ini?"
"Dan siapa sebenarnya wanita yang telah kau perkosa waktu itu? Apa dia tidak menuntutmu?"
"Apa dia adalah orang dari kota ini?"
"Lalu bagaimana tanggapan nona Sara saat tahu hal itu? Apa sebagai perempuan nona tidak marah?
Sara merasa mulai tidak tahan mendengar para awak media itu terus menerus, mencecar suaminya dengan pertanyaan-pertanyaan yang terdengar seperti ingin menjatuhkannya. Ryu... Sara menatap Ryuzen yang kini masih diam seribu bahasa ditambah ekspresi datarnya. Ryuzen kau baik-baik saja kan? Sara terlihat cemas. Ia ingin mencoba membuka suaranya demi membela Ryuzen namun...
"Sudah selesai pertanyaan kalian?" Ujar Ryuzen seketika. "Jika sudah, maka saatnya aku yang akan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu." Ryuzen akhirnya mengutarakan kejadian pada malam dengan sedetail dan sejelas mungkin. "Dan itulah kenyataan yang terjadi malam itu, antara aku dan wanita itu."
"Soal itu akuー"
"Biar aku yang menjawab soal itu." Sara akhirnya buka suara. Ryuzen sempat terkesiap, langsung memberikan senyuman ke arah istrinya. Sara menghela napas dan akhirnya ia pu menceritakan secara runut kejadian malam itu dari sudut pandang korban.
"Jadi nona Sara sudah tau sejak awal perihal tersebut, lalu kenapa anda tetap mau menikah dengan tuan Han?"
Sara hanya tersenyum miring menanggapi pertanyaan itu. Ia pun kembali mengarahkan bibirnya di depan mikrofon. "Aku bukan hanya sekedar tahu soal itu sejak awal. Aku bahkan sangat tahu kejadian itu melebihi siapa pun. Karena... karena akulah wanita yang menjadi.korban tuan muda Han malam itu."
Apa!? Bagaimana mungkin?
Seketika semua yang menyaksikan siaran konferensi pers tersebut, baik yang ada di ruangan maupun yang menyaksikannya lewat layar TV, dibuat kaget dan tak menyangka dengan pengakuan Sara barusan. Semuanya benar-benar tidak habis pikir dengan perkataan Sara. "Nona Sara, jadi maksud anda adalah wanita itu. Lalu bagaimana bisa kau dan tuan malah akhirnya menikah sekarang?"
"Itu karena kami saling mencintai," ujar Ryuzen dengan spontan. "Harus aku akui, aku memang bersalah pada istriku, dan aku sungguh sangat menyesalinya. Aku pun berulang kali meminta Sara agar memenjarakanku tapiー"
"Tapi aku memilih untuk tidak melakukannya," sahut Sara dengan tegas. "Jujur... setelah kejadian menyedihkan itu, aku memang sangat membencinya, aku membenci Ryu setiap detik dalam hidupku. Namun sayangnya... entah bagaimana sistem dunia ini bekerja, takdir malah membawaku semakin dekat dengan Ryu. Aku bisa merasakan, bagaimana waktu telah menunjukan padaku betapa pria yang kupikir biadab itu ternyata adalah pria yang aku tunggu sejak dulu." Sara teringat saat Ryuzen dulu terus mencoba meyakinkannya. "Ryuzen terus menyesali perbuatannya, ia tanpa henti meminta maaf padaku, bahkan tanpa aku sadar, ternyata dialah orang yang selalu siap berada di belakangku kapanpun aku butuh. Mungkin terdengar gila, tapi pada akhirnya aku yang kalah, karena aku malah jatuh cinta padanya... jatuh cinta pada pria yang aku anggap iblis jahat berbentuk manusia"
Sara tersenyum lalu berkata, "Dan hari ini, saat ini juga, aku ingin semua orang tahu jika aku sangat mencintai pria disebelahku ini." Sara menoleh ke arah Ryuzen sejenak. "Aku sangat mencintai suamiku, itu alasan kenapa aku bisa menerima bagaimanapun dirinya, baik dirinya di masa lalu, sekarang, dan di masa depan nanti. Aku tidak akan menyesal karena sudah mencintainya."
Semuanya seketika dibuat terharu. "Nona Sara, aku tidak menyangka kisahmu dengan tuan Han seperti itu adanya. Jujur saja kami disini, dan pasti masyarakat diluar juga sangat terharu mendengarnya," ujar salah seornng wartawan. "Lalu tuan muda, bagaimana tanggapanmu mengenai ungkapan manis istri anda barusan?"
"Kalian ingin tahu tanggapanku?" Ryuzen tersenyum miring. Ryu tiba-tiba menarik Sara perlahan kedekapannya dan mengecup bibirnya saat itu juga. Semua orang terkesiap, tak terkecuali Sara, dirinya benar-benar dibuat kaget untuk sesaat, atas apa yang dilakukan sang suami. Bisa-bisanya pria ini melakukan hal ini di depan banyak kamera yang sedang menyala, dan disiarkan secara langsung? Ryuzen...! Pekik Sara mulai merasa malu, untungnya... Ryuzen langsung melepaskan bibirnya, sehingga ia tidak perlu terlalu lama menahan rasa tidak nyamannya.
"Dia satu-satunya wanita dalam hidupku!" Ungkap Ryuzen. Tak pelak para awak media yang ada di aula pun bergemuruh bersiul dan menggoda pasangan itu. "Tuan Han anda sungguh suami yang luar biasa!" Puji salah satu reporter. Sara yang tersipu malu pun tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
~~
Di luar itu, ternyata masyarakat luas berhasil dibuat emosional oleh ucapan Sara. Mereka terharu mendengar pengakuan cinta Sara di sebuah konferensi pers. Bahkan tagar tentang Sara dan Ryuzen kini menjadi perbincangan paling hangat di media sosial saat ini. Kenzo yang penasaran dengan apa yang terjadi di ruang publik pun membuka akun media sosialnya, dan benar saja. Tangar tentang ciuman Ryuzen dan Sara langsung menjadi nomor satu topik yang dibicarakan masyarakat saat ini. "Tuan kau memang luar biasa, padahal bukan selebritis tapi bisa mencuri banyak perhatian. Bosku sungguh keren!" Ujar Kenzo yang sambil senyum-senyum membaca komentar di akun media sosialnya.
~~
"Tapi sebelum aku akhiri konferensi pers ini. Ada satu hal yang perlu kalian tahu!" Ucap Ryuzen tiba-tiba. Aula pun kembali kondusif dan hening, para wartawan dan reporter kembali duduk dan menyimak.
Apa yang ingin sampaikan oleh Ryu? Sara bertanya-tanya melihat suaminya yang kembali memasang tampang serius.
"Aku ingin kalian semua tahu bahwa dalang terjadinya semua ini tidak lain adalah... orang yang sama yang menyebabkan nenekku meninggal, dan juga ayahku...?"
"Ryuzen apa yang ingin kauー?" Sara tampak sangat was-was.
Kenzo yang tak kalah cemas pun dibuat terheran-heran dari balik ruangan. Tuan, apa dia bermaksud membeberkan segala kebusukan Biyan secara langsung? Tapi bukankah itu sangat berbahaya. Apa sebenarnya yang ia pikirkan?
"Apa maksud anda Tuan?"
"Iya, apa yang ingin anda utarakan Tuan Han?" Para awak media pun tak pelak dibuat bertanya-tanya oleh ucapan Ryu.
"Aku hanya ingin dunia tahu, jika manusia licik bernama Biyan Dao masih menjadi buronan polisi atas segala kejahatannya. Dan aku pastikan setelah ini... dia akan segera menebus dosa-dosanya. Jadi untuk semua orang di negeri ini. Jangan segan-segan untuk melapor pada pihak berwajib jika melihat sosok yang menyerupai pamanku Biyan Dao!" Ungkap Ryuzen lalu tersenyum penuh intrik.
"Baiklah... pernyataan tadi seharusnya kalian termasuk "kau" pasti sudah paham maksudku. Oleh karenanya, aku Ryuzen Han dan istriku, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada awak media yang sudah bersedia hadir." Ryuzen dan Sara pun berdiri dan memberikan salam hormat dan ucapan terima kasih pada masyarakat dan audience yang hadir.
~~
Sementara itu di kediamannya. "Sialan!" Biyan terlihat melempar remot TVnya, pasca menyaksikan sendiri konferensi pers Ryuzen dan Sara barusan. Pria paruh baya itu tampak sangat murka pada keponakannya. "Apa sebenarnya rencana keponakan busuk itu! Bagaimana bisa orang-orang dapat dengan mudah bersimpatik pada apa yang dikatakan Ryuzen di konferensi pers tetang masa lalunya. Dan sialnya, kenapa dia menyebut namaku di konferensi itu?" Biyan seketika meninju meja kayu di disampingnya. Dirinya geram bukan kepalang, mengingat rencananya tidak berjalan sesuai keinginannya. "Dia sudah berbicara di ruang publik terkait diriku. Aku yakin, pihak polisi pasti akan semakin mengerahkan anggotanya untuk mencariku. Bagaimanapun juga... aku harus mencari cara untuk melenyapkan Ryuzen apapun itu!"
🌹🌹🌹
Hallo beloved readers... how r you today?
Mohon maaf ngaret-ngaret ya updatenya 🙏 Jangan lupa tinggalkan jejak ya... Like, comment, dan vote
and jangan lupa follow my IG @chrysalisha98 😊
Love -C