
Di perjalanan pulang, Jiro merasa khawatir dengan Jordan, sejak meninggalkan kediaman Han. Pria itu sejak tadi hanya terlihat diam sambil terus menatap ke arah luar kaca jendela mobil. Menyaksikannya begitu, Jiro pun tak kuasa menahan tanya pada tuannya tersebut.
"Tuan, apa kau baik-baik saja?" Jiro bertanya sambil menatap kaca spion yang ada di depannya.
Terdengar Jordan menghela napas, hingga embunnya nampak tergambar di dasar kaca jendela mobil tersebut. "Aku baik-baik saja, aku hanya..." Jordan tidak menerusakan perkataannya, ia justru terlihat mengurai senyum getir di bibirnya.
"Aku tahu kau tidak sedang baik-baik saja Tuanku, jangan coba bohongi aku dengan akting burukmu itu," ujar Jiro yang paham betul jika Jordan memang tidak sedang baik-baik saja, sejak mereka pergi meninggalkan kediaman Han. Seketika Jordan malah tertawa mengejek. Melihat tuannya begitu tentu saja Jiro merasa aneh.
Huh malah tertawa!
"Aku tertawa karena aku menertawakan diriku sendiri."
"Heh?"
"Entah kenapa, aku merasa lucu saja pada diriku ini. Aku yang dulu dengan sombongnya mengatakan ingin angkat kaki, dan tidak ingin kembali lagi kesana, nyatanya malah aku sendiri yang mengingkari ucapanku. Aku kembali dengan keinginanku sendiri. Kalau dipikir-pikir, ternyata dibanding ayahku, aku ini memang hanya seorang idiot yang besar mulut." Jordan seperti menjek dirinya sendiri.
"Aku rasa..., tidak ada yang salah dengan apa yang kau lakukan Tuan. Setiap orang memiliki penyesalannya masing-masing, mereka yang lebih cepat sadar bukan berarti lebih hebat dari mereka yang mungkin tidak mudah memahami. Semua itu butuh proses bukan?"
"Mungkin kau benar, tapi mungkin juga tidak. Terkadang aku seperti tidak mengerti sama sekali dengan kehidupan masa tuaku ini," seloroh Jordan.
Mungkin hidupku sekarang ini, adalah masa-masa penebusan atas kesalahanku di masa lalu.
~~
"Ada apa?" Ujar Jordan mengetahui Jiro yang tiba-tiba berhenti.
"Tuan... itu." Jordan pun akhirnya menyadari apa yang membuat Jiro menghentikan mobil tiba-tiba.
"Siapa orang bodoh yang memarkirkan mobil ditengah jalan seperti itu!" Gumam Jordan kesal, melihat sebuah mobil sport mewah terparkir melintang, sehingga menghalangi jalan. Jordan terpaksa harus keluar dari mobil guna memastikan, apakah si pemilik mobil itu ada di dalam mobil itu atau tidak.
Belum sampai Jordan berjalan untuk menghampiri pengemudi mobil yang menghalanginya itu, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya. "Hai Tuan Jordan!" Ditengokannya kepala itu ke arah samping, arah dimana seseorang yang memanggilnya itu muncul.
"Kau?" Kata Jordan yang tidak terlalu terkejut mengetahui seseorang yang barusan memanggilnya.
"Jadi kau masih ingat aku Tuan Jordan Han? Atau, kau lebih suka jika aku panggil king JH?" Seseorang itu beranjak dari sisi tempat gelapnya berdiri dan mendekati Jordan.
"Apa yang kau inginkan dariku Renji?"
"Heh! Kenapa sini sekali...? Bukankah aku juga pernah menjadi bagian dari Black Serpents, bersama putra semata wayangmu itu yang mulia JH?" Ujar Renji dengan terlihat santai.
Jordan tahu persis bagaimana Renji. Ia pun juga tahu betul alasan mengapa Renji memutuskan pergi dari black serpents pada waktu itu. "Apa maumu? Dan kenapa kau memata-mataiku hingga kemari? Apa kaใผ"
"Ckckck... Jangan salah sangka dulu tuan Jordan yang terhormat. Aku mengikutimu kemari hanya..." Renji mendekatkan bibirnya ke telingan Jordan. "Aku hanya ingin memastikan jika bocah laki-laki yang bersamamu tadi adalah benar cucumu atau bukan."
Jordan tersentak kaget saat Renji menyebut soal cucunya. "Jangan coba-coba sentuh cucuku! Masalahmu di masa lalu dengan Ryuzen, tidak ada hubungannya sama sekali dengan dia!" Mata hazel Jordan menajam bagai hewan buas yang sedang mengintai musuhnya. Renji tertawa kecil. "Oh ayolah... jangan membuat ekspresi mengerikan begitu, kita baru saja berjumpa lagi setelah sekian lama bukan? Tidak bisakah kita bicara dengan lebih santai."
Pria ini jelas memiliki maksud tersembunyi. Tidak mungkin dirinya sampai memata-mataiku kemari jika tidak ada tujuan untuknya. Jordan masih tidak belum bisa menerka-nerka apa tujuan Renji saat ini.
~~
Dari dalam mobil, Jiro hanya bisa memperhatikan mereka, yang tampak sedang bersitegang.
"Anak itu, setelah sekian lama menghilang kini muncul lagi secara tiba-tiba, dan kenapa dia mengikuti kami? Apa dia merencanakan sesuatu? Renji Haoran bukan pria sembarangan. Persaingannya dengan Tuan muda Han sudah diketahui semua orang yang ada di black serpents. Ditambah masalahnya dengan Ryuzen yang sampai saat ini aku tidak tahu apa. Cih! Aku jadi penasaran dengan apa yang sedang mereka obrolkan."
~~
"Renji... tolong jangan kau ganggu cucu dan menantuku! Urusanmu dengan Ryu, sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan mereka."
Jordan menyipitkan matanya. "Apa maksudmu bicara begitu?"
"Jadi kau belum tahu, jika cucumu itu hampir mati tenggelam terbawa arus di sungai?"
Mata jordan seketika menyalang kaget, "Ja- jadi maksudmu...?"
"Ya! Akulah yang menolong cucumu pada waktu itu. Saat dirinya hampir saja tidak lagi memiliki harapan untuk selamat karena hampir mati tenggelam. Kau tahu? Ketika aku tahu dia hampir tenggelam, pada awalnya aku ingin sekali membiarkannya mati. Tapi...."
"Tapi apa?" Tanya Jordan penasaran.
"Heh sudahlah..., intinya aku tidak membiarkan dia mati bukan? Seharusnya kau dan putramu itu behutang terima kasih padaku," tutur Renji.
Jordan tidak bisa menjawab ucapan Renji barusan. Karena kenyataannya, dirinya memang berhutang terima kasih pada pria yang seumuran dengan putranya itu, karena telah menyelamatkan nyawa Arvin.
"Sudahlah, kau tidak perlu jadi tidak enak hati begitu Tuan. Lagipula aku menemuimu hanya penasaran saja dengan hubunganmu dan Ryuzen. Ayah dan anak tapi terasa musuh!" Ujur Renji yang terdengar seperti mengejek.
"Ah baiklah..., aku tidak mau membuat orang tua terlalu lama kedinginan disini. Senang bisa kembali bicara denganmu King JH. Kalau begitu aku pergi dulu. Ciao!" Renji pun membalikan tubuhnya, sambil melambaikan tangannya berjalan menuju mobil sport yang terpakir melintang itu.
"Tunggu!" Ujar Jordan menghentikan Renji.
"Ada apa?" Renji sedikit menoleh, penasaran apa yang akan dikatakan oleh mantan bosnya di black serpents itu.
"Terima kasih, karena sudah menyelamatkan cucuku dari maut."
"Oh! Sama-sama," balas Renji tanpa menoleh.
Ucapan terima kasihmu itu bagaikan pedang yang menusuk jantungku Tuan...! Putramu yang sudah menghancurkan hidupku, tapi aku malah menolong putranya. Menyedihkan! Amarah yang membara itu seolah tidak bisa teredam lagi.
~~
Di kamar, Sara terlihat sudah siap dengan gaun tidurnya, dirinya juga sudah selesai melakukan perawatan tubuhnya sebelum tidur. Sara menoleh ke arah ranjangnya, tampak disana, Ryuzen sedang mempelajari beberapa dokumen perusahaan dengan wajah serius. Melihat suaminya masih sibuk dan sepertinya tidak bisa diganggu, ia pun memilih untuk mengecek ponselnya sebelum dirinya tidur. Ternyata ada beberapa pesan yang baru saja masuk, dan salah satunya pesan dari sahabatnya Gina
Tumben sekali Gina mengirim pesan malam-malam begini?
Ia pun segera membuka pesan dari sahabatnya itu, ternyata Gina mengajaknya untuk bertemu besok saat makan siang. Sara lalu membalas pesan dari sahabatnya itu, jika dirinya mau bertemu dengannya besok.
Setelah membalas pesan dari sahabatnya tersebut, ia pun mengecek pesan lain, ternyata ada satu pesan yang menarik bagi Sara. Pesan yang mana pengirimnya tidak diketahui oleh Sara.
Nomor siapa ini? Karena sangat penasaran dengan chat dari nomor yang identitasnya tidak diketahuinya itu, Sara pun langsung saja membuka pesan tersebut untuk mengetahui apa isi pesannya.
"Nomor ini?" Seketika mata wanita itu langsung terbuka lebar, saat membaca isi pesan dari nomor yang tidak diketahui namanya itu.
๐น๐น๐น
Hai my beloved readers...
Terima kasih banyak ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian๐
Meski sering slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.๐ Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.
Dan jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana ๐
FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..๐