
Hidangan ikan bakar yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya telah matang. Yang lainnya pun telah duduk di posisi masing-masing, tidak sabar menyantap ikan bakar spesial yang dibuat langsung oleh Yoshiki dengan dibantu oleh yang lainnya tentunya.
"Ini dia, silakan dinikmati," pungkas Yoshiki sambil meletakan beberapa piring ikan bakar berukuran basar, lengkap dengan sambal pedas manis sebagai pendampingnya.
"Wow, kelihatannya enak!" Ujar Arvin yang sudah sejak tadi perutnya berbunyi, tanda minta di isi.
"Aku baru tahu, jika kak Yoshiki pandai dalam mengolah masakan yang di grill," ujar Sara yang terlihat, juga terlihat tidak sabar mencicipi ikan bakar spesial buatan Yoshiki itu.
"Yoshiki memang paling bisa di andalkan di antara kami berempat," sahut Jason.
"Tepat sekali," sahut Alin.
"Huh? Berempat?" Ujar Thomas penasaran siapa empat sekawan yang mereka maksudkan itu.
"Iya jadiー"
"Jangan terlalu banyak bicara, lebih baik makan lebih dulu!" Seru Ryuzen dengan ekspresi dinginnya memotong perkatan Jason tersebut.
Baru mau cerita, sudah suruh diam... dasar pria berhati dingin.
Setuju dengan perkataan Ryuzen, Yoshiki pun mempersilakan semuanya untuk segera menyantap masakannya.
"Wah, ini benar - benar enak!" Arvin terlihat sangat menikmati santapannya tersebut. Begitu pun dengan mimik wajah yang lainnya, mereka sepertinya puas dengan hidangan ikan yang dibuat oleh Yoshiki itu.
"Woah! Ini sungguh benar lezat Kak!" Sara memuji makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya.
"Papi apa kau juga bisa masak seenak paman Yoshiki?"
Mendengar pertanyaan putranya itu pada Ryu, sontak membuat Sara tiba - tiba jadi ingin tertawa dibuatnya.
Kenapa wanita itu? Sepertinya dia mau menertawakanku? Ryuzen melirik Sara.
"Kenapa tiba - tiba bertanya begitu?" Balas Ryzen menghentikan aktivitas makan malamnya sejenak.
"Hmm... aku hanya ingin tahu saja, habis aku selama ini tidak pernah lihat papi memasak. Aih, jangankan memasak, ke dapur saja papi jarang sekali. Ya barangkali saja dibalik itu, sebenarnya papi bisa masak lebih enak dari pada mami dan paman Yoshiki. Kan selama ini, tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh papi," Jelas Arvin.
Jason yang sejak tadi menahan ucapan dan gelak tawanya, pada akhirnya menyerah juga. Ia akhirnya melepaskan gelak tawanya itu.
"Kenapa paman Jason tertawa?"
Thomas dan Rina pun, ternyata ikut bingung dengan Jason yang tiba-tiba tertawa.
"Sebenarnya ada apa sih? Memangnya pertanyaanku itu lucu ya?" Arvin jadi terheran - heran dibuatnya.
Kenzo sepertinya ingin ikut tertawa namun ia urungkan, pasalnya ia sudah lebih dulu melihat tampang bosnya yang sepertinya tidak senang.
"Arvinku yang manis, biar aku beritahu satu hal. Papimu yang luar biasa ini, pada kenyataannya tidak bisa masak sama sekali," celoteh Alin to the point.
"Benarkah?" Arvin tampak belum bisa percaya.
Masa iya papiku tidak bisa memasak? Bukankah dia bisa melakukan semua hal.
"Kalau kau tidak percaya, tanya saja pada mamimu yang sudah pernah mencoba masakannya," kata Jason.
Karena penasaran, Arvin pun langsung saja bertanya pada Sara. "Mami, apa benar begitu? "
Sara lantas langsung mengangguk. Ia pun menceritakan pengalamannya dulu, yang sempat mencicipi omelet gosong super asin yang pernah di buatkan oleh suaminya itu.
"Omelete gosong?" Arvin pun tak kuasa tertawa setelah mendengar cerita dari maminya itu.
"Haish itu baru gosong. Ada juga yang lebih lucu, aku ingat waktu masih duduk di bangku SMP, kami pernah pergi camping. Dan saat itu kami mempercayakan soal konsumsi pada Ryuzen, dan kalian tau, dia malah memasukan banyak sekali garam dan lada dan cuka kedalam masakan yang ia masak. Alhasil kami semua dibuatnya harus bolak balik ke toilet," jelas Jason sambil tertawa.
"Oh iya, aku ingat momen itu!" Imbuh Yoshiki ikut tertawa kecil.
Gelak tawa Arvin makin keras. Dirinya benar tidak menyangka jika papinya yang terlihat begitu, dingin, dan tanpa celah ini. Ternyata pernah melakukan kesalahan konyol seperti itu. Sama halnya dengan Arvin, Kenzo pun akhirnya terpaksa ikut tertawa, mengetahui hal itu.
"Aku tidak menyangka, tuan muda Han bisa sekonyol itu," bisik Thomas pada Rina yang ada di sebelahnya, sambil tekekeh.
"Iya," sahut Rina yang tengah menahan tawanya.
Menyaksikan hal itu Sara sebagai istri hanya bisa senyum - senyum sambil penasaran dengan apa yang dipikirkan suaminya saat ini.
Baiklah malam ini reputasi pria sempurna yang telah melekat di diri Ryuzen seolah runtuh seketika, malam ini.
"Sudah selesai menertawaiku?" Ryuzen nampak terlihat tidak baik. Suasana tiba -tiba hening, dan semuanya pun terdiam.
Apa dia marah? Sara khawatir Ryu marah, pasalnya suaminya itu termasuk yang tidak bisa di singgung.
"Tu- tuan muda, kau jangan marah ya..." ungkap Kenzo yang sudah sejak awal mengira jika bosnya pasti akan marah.
"Ryuzen, kau tidak perlu marah begitu. Kami kan hanya menceritakan sedikit kisah masa lalu kita," terang Jason agak gugup melihat tampang serius temannya saat ini.
Kalau begini, bisa - bisa gajiku dipotong lagi deh. Batin Kenzo.
"Ryu, ka- kau benar - benar marah ya?" Tanya Alin gugup melihat Ryuzen saat ini yang terlihat benar-benar tidak menunjukkan ekspresi senang.
Ryu tidak biasanya seperti ini, apa dia sedang ada masalah, sehingga sampai semarah ini? Aku harus apa sekarang. Sara tampak bingung.
Arvin yang terlihat takut melihat ekspresi serius papinya itu pun akhirnya angkat bicara, "Papi..., jangan marah ya. Ini semua salahku yang bertanya, hal itu padamu, jadi... kumohon jangー"
Ryuzen tiba - tiba tertawa geli.
"Ryuzen?" Gumam Sara.
"Kalian lihat wajah kalian yang tiba - tiba tegang begitu?"
"Jadi kau sebenarnya hanya pura-pura saja?" Tukas Jason yang masih agak bingung dibuatnya.
"Menurutmu?"
"Kau itu memang benar - benar pria yang tidak waras!" Gerutu Yoshiki yang benar - benar ikut tertipu dengan ekspresi marah Ryuzen tadi.
"Kau menyebalkan!" Ujar Sara jengkel
"Maafkan aku sayang," ujarnya.
Dari semuanya yang tertipu, mungkin Arvin yang paling kesal saat ini. Ia benar - benar mengira jika ayahnya marah tadi. Menyadari hal itu Ryuzen pun berkata, "Hei putraku! Aku minta maaf soal aku yang sudah membuatmu sedih barusan ya?"
Arvin masih terlihat marah dan memalingkan muka, bahkan wajah lucunya saat ini jelas menunjukan betawa dirinya benar - benar dibuat kesal oleh sang papi.
"Aku minta maaf...."
Tidak bisa lama marah pada Ryu, Arvin pun akhirnya memaafkan Ryuzen.
"Jadi intinya, papi tidak bisa memasak kan?"
Ryuzen mengangguk, "Ya memang aku tak pandai masak. Karena aku bukan pria sempurna seperti yang kalian kira selama ini. Akan tetapi, karena ketidak sempurnaan itu, aku jadi semakin yakin jika aku membutuhkan dirimu dan juga Sara untuk menyempurnakan diriku yang tidak sempurna ini," jelas Ryuzen dengan lembut pada putranya tersebut.
Sara merasa terharu mendengar ucapan Ryuzen pada Arvin barusan. Arvin pun akhirnya kembali tersenyum senang dibuatnya. "Aku tidak masalah dengan papi yang tidak bisa masak, karena aku punya mami yang pandai memasak. Lagi pula..."
"Untuk apa repot-repot masak sendiri, kalau dengan uang banyak bisa membayar pelayan dan makan sepuasnya di restoran bintang lima setiap hari," ujar Ayah dan anak itu secara bersamaan dengan narsisnya.
"Itu baru putraku," kata Ryuzen
"Ini dia papiku," balas Arvin.
Sara yang melihat kelakuan dua prianya itu, hanya bisa geleng - geleng kepala karena terheran- heran.
Kenapa harus sifat-sifat Ryu yang seperti itu, yang harus mengalir kuat di DNA anakku?
"Huft kalian ini." Sara menghela napas dan tersenyum.
🌹🌹🌹
Hai my beloved readers...
Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Meski sering slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘 Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.
Dan jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
Happy reading and hopefully you like it all....