Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 92


Keluarga kecil Ryuzen akhirnya pulang, namun saat di perjalanan, tiba-tiba Sara


berceloteh."Kita pulang ke villa constel saja ya?"


Ryuzen merasa agak heran mengingat, kenapa Sara tiba-tiba ingin pulang ke


villa dan bukan ketempat kediaman yang ia tinggalinya saat ini.


Ngidam lagi kah?


"Kenapa kau tiba-tiba ingin bermalam disana?"


"Entahlah...,yang jelas hati ini ingin sekali pergi kesana. Mungkin bisa


dibilang rindu suasana di kediaman itu,” ungkap Sara.


“Arvin, apa kau juga malam ini ingin tinggal disana?” Ryuzen menanyakan hal


tersebut pada putranya yang kini tengah sibuk membaca buku di kursi belakang.


“Kalau aku tidak masalah tinggal dimana saja, asal bersama kalian berdua


aku tidak akan masalah,” jawab pria kecil itu dengan santainnya.


Sepertinya mereka memang ingin tinggal disana kali ini.


“Baiklah, jika memang kalian setuju malam ini kita menginap disana.”


“Yei!!” seru Sara, tampak senang sekali.


“Jadi malam ini kita akan makan masakan mami?”


“Ya, aku akan masak enak malam ini,” sahutnya terhadap


sang putra yang sepertinya rindu masakannya.


Ryuzen pun memutar mobilnya menuju ke kediamannya


yakni villa Constel.


---


Kenzo yang tadi memberi tumpangan pada Gina, bukannya


diminta mengantar Gina pulang, dirinya justru malah diminta untuk mengantarnya ke


supermarket.


“Kau mau berbelanja?” Ujar Kenzo yang baru saja


selesai memarkirkan mobilnya.


“Memangnya, mau apalagi datang kemari jika bukan untuk


berbelanja. Sudah ayo kita masuk!”


Kenzo dan Gina pun akhirnya memasuki area supermarket.


Kenzo yang mendorong troli berbelanjanya itu, nampak mengekor Gina yang sibuk  mencari-cari keperluan  rumah yang sudah ia list di sebuah note kecil.


Entah pikiran ini masuk melalui apa, yang jelas Kenzo


yang pada situasi saat ini merasa dirinya dan Gina seolah bagaikan  pasangan suami istri yang tengah berbelanja


kebutuhan rumah tangga. Namun, tak lama kemudian ia segera menepis pikiran itu


jauh-jauh.


Apa yang aku pikirkan! Apa aku ini sudah tidak waras? Bagaimana


bisa aku berpikiran macam itu pada Gina?


Kenzo nampak sibuk dengan dirinya, sampai Gina yang kini


menyadari hal itu pun langsung saja  segera menepis pundak Kenzo dan berujar, “Hei


Kenzo! Apa kau melamun, atau jangan-jangan kau ini sudah gila makanya melamun dan bicara sendiri


macam itu?”


Kenzo tiba-tiba jadi merasa gugup, dan malu menatap Gina.


Pasalnya mana mungkin ia mengatakan apa yang baru saja terlintas di pikirannya


tadi, soal dirinya dan GIna.


“Oh, itu.... um aku tidak apa-apa, hanya tiba-tiba


teringat akan pekerjaan saja kok,” jelas Kenzo tidak jujur tentang apa yang


sebenarnya terjadi.


“Oh, okey... kalau begitu ayo kita lanjutkan


berbelanja!”


---


Setelah selesai membeli beberapa perlengkapan dan juga


kebutuhan rumah. Kenzo dan sahabat Sara chen itu berhenti di area lorong buah


dan sayur. Gina terlihat tengah sibuk memilih sayuran dan juga beberapa rempah-rempah,


sedangkan Kenzo sendiri terlihat sibuk dengan memilih jeruk-jeruk yang ada di


hadapannya itu.


“Jeruk segar kesukaanku!” Kenzo sangat menikmati memilah- milah jeruk-jeruk tersebut dan dimasukannya ke dalam kantung, hingga tanpa sengaja ia malah membuat jeruk-jeruk tersebut  jatuh ke bawah lantai supermarket.


“Oh sial!”


Kenzo pun mau tidak mau harus segera memunguti jeruk-jeruk yang jatuh itu. Beruntung, ada sepasang tangan yang ukurannya lebih kecil dari miliknya, datang entah darimana itu, dan membantunya memunguti jeruk-jerut tersebut.


“Woah kau baik sekali, terima kasih baa—“


Kenzo dibuat terperanjat saat mendongakan kepalanya,


untuk berterima kasih pada sosok yang telah membantunya memunguti jeruk-jeruk


yang jatuh tadi.


“Tu- tuan kecil? Bagaimana bisa kau disini?” ujar


Kenzo yang tidak menyangka malah bertemu dengan putra bosnya di tempat ini.


“Arvin kau sedang apa?” ujar pria bertopi yang suara


beratnya sangatlah tidak asing bagi Kenzo sendiri.


Suara ini...?


Kenzo tentu saja langsung menolehkan wajahnya ke arah pria


tinggi yang bertanya pada Arvin barusan. Asisten Ryuzen itu pun mengamati pria


tersebut dari atas hingga ke bawah dengan seksama. “ Ah, tidak salah lagi kau pas—


“Aku apa Kenzo?”


“Tu- tuan muda Han,"


Kenzo pun langsung bersikap formal pada bosnya itu dan


menyapa. “Apa kabar bos, kenapa kau bisa ada disini dengan tuan kecil?”


Ryu tidak menjawabnya justru Arvin yang malah menjawab


pertanyaan Kenzo tersebut.


masakan.”


“Begitu ya? Lalu dimana nona Sara, aku tidak


melihatnya.” Kenzo tidak meliha tadanya Sara bersama suami dan putranya itu.


“Itu mamiku!” Seru Arvin sembari menunjuk arah


darimana maminya itu datang dengan sekotak telur yang dibawanya.


“Huh? Kenzo kau disini juga rupanya,” tukas Sara tak


menyangka bisa melihat sosok Kenzo disini.


“Kau kemari dengan siapa?” sambung Sara sambil menoleh


ke arah troli di sebelah Kenzo, yang sudah penuh terisi.


“Bibi Gina!” Seru Arvin yang tidak sengaja melihat Gina berada


di dekat stan sayuran.


Gina pun menoleh ke arah Arvin. Mengetahui Arvin yang telah


memanggilnya, ia pun langsung berjalan mendekat ke tempat Arvin berada saat itu juga


“Jadi kau sudah punya pacar?” Celetuk Ryuzen pada


asistennya tersebut, Melihat Gina yang sepertinya bersama Kenzo kemari.


“Eh ini bukan seperti yang kau pikirkan Tuan,” sangkal


Kenzo tidak ingin ada salah paham.


---


Gina kin isudah bergabung bersama Sara dan yang lainnya.  Melihat Sara di dekatnya, Gina spontan  langsung memeluk erat  sahabatnya baiknya itu.


“Kenapa bisa kebetulan bertemu begini ya?” ujar Gina tak menyangka.


“Dan kau kemari dengan siapa Gina?” tanya Sara penasaran.


Gina punl angsung melirik ke arah Kenzo.“Jadi bibi Gina benar pacaran denga paman Kenzo?” ujar Arvin menegaskan tebakan sang papi barusan. Sara pun jadi ikut mengira jika  Gina dan Kenzo ada hubungan.


Walau dikira begitu, tapi GIna hanya tertawa dibuatnya. “Kalian ini ada-ada


saja, mana ada aku pacaran dengan pria ini,” ucap Gina dan menyikut lengan Kenzo.


“Dan kalian, tumben sekali kalian bertiga pergi


bersama ke supermarket. Dan aku baru tahu Tuan Han suka pergi ke supermarket,”


Gina melirik ke arah Ryuzen yang tetap saja menampakkan ekspresi dinginnya saat itu.


“Aku ikut karena dia tidak mau aku menyuruh orang lain


membelikan bahan masakannya,” pungkas Ryuzen.


Hal itu memang benar, karena pada awalnya Ryuzen memutuskan


untuk menyuruh orangnya untuk membelikan bahan masakan. Namun Sara malah menolak dan lebih ingin belanja


sendiri. Akhirnya Ryuzen yang takut terjadi apa-apa pada istrinya itu memutuskan untuk ikut.


“Oh... jadi begitu...”


“Ngmong-ngomong, karena kita berkumpul begini.


Bagaimana jika malam ini kita makan malam saja bersama di villa constel?”


“Aku setuju!” Seru Arvin


“Setuju....”


“Aku tidak!” Kata Ryu, satu-satunya orang yang tidak setuju


dengan usul Sara barusan.


“Tapi kenapa sayang?” Sara meminta penjelasan pada


suaminya.


“Tidak, aku tidak suka banyak orang di rumahku.” Ryuzen tetap bersikukuh tidak mau


mengizinkannya. Tentu saja Sara mencoba untuk merayu-rayunya, dengan iming-iming akan memasakan


makanan kesukaanya. Sadar rayuan macam begitu tidak akan mempan untuk suaminya.


Sara pun menggunakan senjata pamungkasnya, yakni berkata anaknya akan sering


ngiler jika keinginannya tidak dituruti.


Sara, aku tak menyangka kau sudah pintar memanfaatkan kelemahanku ya


sekarang?


Pada akhirnya Ryuzen pun mengizinkan mereka makan


malam bersama di kediamannya.


“Yeiy makan sukiyaki buatan mami!” Seru Arvin tampak


begitu senang.


Dan akhirnya mereka pun bergegas menuju ke kasir untuk membayar belanjaan mereka sebelum akhirnya, pulang


menuju villa constel.


Namun tiiba-tiba Sara malah menarik lengan Ryuzen yang mau berjalan


ke kasir. Ryuzen pun berhenti, dan.... Sara malah memberikan kecupan singkat di pipi suaminya itu.


“Itu sebagai ucapan terima kasihku,karena kau sudah


mengizinkan ada makan malam bersama di villa,” jelas Sara nampak senang. Ryuzen hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Sara barusan. Setelah itu, ia malah balik menarik pelan lengan Sara, dan mencium bibir lembut istrinya tersebut dengan singkat, setelah itu berkata, “Sama-sama sayang.”


🌹🌹🌹


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu


update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa


update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan.


Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Meski sering slow update


kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai


ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan


lupa untuk di share juga


ya. Thank you.


Happy reading and hopefully


you like it all...


Oh ya jangan lupa juga


follow instagram aku @chrysalisha98


karena aku bakal info karya baruku mungkin disana😊