
Keluarga kecil Ryuzen akhirnya pulang, namun saat di perjalanan, tiba-tiba Sara
berceloteh."Kita pulang ke villa constel saja ya?"
Ryuzen merasa agak heran mengingat, kenapa Sara tiba-tiba ingin pulang ke
villa dan bukan ketempat kediaman yang ia tinggalinya saat ini.
Ngidam lagi kah?
"Kenapa kau tiba-tiba ingin bermalam disana?"
"Entahlah...,yang jelas hati ini ingin sekali pergi kesana. Mungkin bisa
dibilang rindu suasana di kediaman itu,” ungkap Sara.
“Arvin, apa kau juga malam ini ingin tinggal disana?” Ryuzen menanyakan hal
tersebut pada putranya yang kini tengah sibuk membaca buku di kursi belakang.
“Kalau aku tidak masalah tinggal dimana saja, asal bersama kalian berdua
aku tidak akan masalah,” jawab pria kecil itu dengan santainnya.
Sepertinya mereka memang ingin tinggal disana kali ini.
“Baiklah, jika memang kalian setuju malam ini kita menginap disana.”
“Yei!!” seru Sara, tampak senang sekali.
“Jadi malam ini kita akan makan masakan mami?”
“Ya, aku akan masak enak malam ini,” sahutnya terhadap
sang putra yang sepertinya rindu masakannya.
Ryuzen pun memutar mobilnya menuju ke kediamannya
yakni villa Constel.
---
Kenzo yang tadi memberi tumpangan pada Gina, bukannya
diminta mengantar Gina pulang, dirinya justru malah diminta untuk mengantarnya ke
supermarket.
“Kau mau berbelanja?” Ujar Kenzo yang baru saja
selesai memarkirkan mobilnya.
“Memangnya, mau apalagi datang kemari jika bukan untuk
berbelanja. Sudah ayo kita masuk!”
Kenzo dan Gina pun akhirnya memasuki area supermarket.
Kenzo yang mendorong troli berbelanjanya itu, nampak mengekor Gina yang sibuk mencari-cari keperluan rumah yang sudah ia list di sebuah note kecil.
Entah pikiran ini masuk melalui apa, yang jelas Kenzo
yang pada situasi saat ini merasa dirinya dan Gina seolah bagaikan pasangan suami istri yang tengah berbelanja
kebutuhan rumah tangga. Namun, tak lama kemudian ia segera menepis pikiran itu
jauh-jauh.
Apa yang aku pikirkan! Apa aku ini sudah tidak waras? Bagaimana
bisa aku berpikiran macam itu pada Gina?
Kenzo nampak sibuk dengan dirinya, sampai Gina yang kini
menyadari hal itu pun langsung saja segera menepis pundak Kenzo dan berujar, “Hei
Kenzo! Apa kau melamun, atau jangan-jangan kau ini sudah gila makanya melamun dan bicara sendiri
macam itu?”
Kenzo tiba-tiba jadi merasa gugup, dan malu menatap Gina.
Pasalnya mana mungkin ia mengatakan apa yang baru saja terlintas di pikirannya
tadi, soal dirinya dan GIna.
“Oh, itu.... um aku tidak apa-apa, hanya tiba-tiba
teringat akan pekerjaan saja kok,” jelas Kenzo tidak jujur tentang apa yang
sebenarnya terjadi.
“Oh, okey... kalau begitu ayo kita lanjutkan
berbelanja!”
---
Setelah selesai membeli beberapa perlengkapan dan juga
kebutuhan rumah. Kenzo dan sahabat Sara chen itu berhenti di area lorong buah
dan sayur. Gina terlihat tengah sibuk memilih sayuran dan juga beberapa rempah-rempah,
sedangkan Kenzo sendiri terlihat sibuk dengan memilih jeruk-jeruk yang ada di
hadapannya itu.
“Jeruk segar kesukaanku!” Kenzo sangat menikmati memilah- milah jeruk-jeruk tersebut dan dimasukannya ke dalam kantung, hingga tanpa sengaja ia malah membuat jeruk-jeruk tersebut jatuh ke bawah lantai supermarket.
“Oh sial!”
Kenzo pun mau tidak mau harus segera memunguti jeruk-jeruk yang jatuh itu. Beruntung, ada sepasang tangan yang ukurannya lebih kecil dari miliknya, datang entah darimana itu, dan membantunya memunguti jeruk-jerut tersebut.
“Woah kau baik sekali, terima kasih baa—“
Kenzo dibuat terperanjat saat mendongakan kepalanya,
untuk berterima kasih pada sosok yang telah membantunya memunguti jeruk-jeruk
yang jatuh tadi.
“Tu- tuan kecil? Bagaimana bisa kau disini?” ujar
Kenzo yang tidak menyangka malah bertemu dengan putra bosnya di tempat ini.
“Arvin kau sedang apa?” ujar pria bertopi yang suara
beratnya sangatlah tidak asing bagi Kenzo sendiri.
Suara ini...?
Kenzo tentu saja langsung menolehkan wajahnya ke arah pria
tinggi yang bertanya pada Arvin barusan. Asisten Ryuzen itu pun mengamati pria
tersebut dari atas hingga ke bawah dengan seksama. “ Ah, tidak salah lagi kau pas—
“Aku apa Kenzo?”
“Tu- tuan muda Han,"
Kenzo pun langsung bersikap formal pada bosnya itu dan
menyapa. “Apa kabar bos, kenapa kau bisa ada disini dengan tuan kecil?”
Ryu tidak menjawabnya justru Arvin yang malah menjawab
pertanyaan Kenzo tersebut.
masakan.”
“Begitu ya? Lalu dimana nona Sara, aku tidak
melihatnya.” Kenzo tidak meliha tadanya Sara bersama suami dan putranya itu.
“Itu mamiku!” Seru Arvin sembari menunjuk arah
darimana maminya itu datang dengan sekotak telur yang dibawanya.
“Huh? Kenzo kau disini juga rupanya,” tukas Sara tak
menyangka bisa melihat sosok Kenzo disini.
“Kau kemari dengan siapa?” sambung Sara sambil menoleh
ke arah troli di sebelah Kenzo, yang sudah penuh terisi.
“Bibi Gina!” Seru Arvin yang tidak sengaja melihat Gina berada
di dekat stan sayuran.
Gina pun menoleh ke arah Arvin. Mengetahui Arvin yang telah
memanggilnya, ia pun langsung berjalan mendekat ke tempat Arvin berada saat itu juga
“Jadi kau sudah punya pacar?” Celetuk Ryuzen pada
asistennya tersebut, Melihat Gina yang sepertinya bersama Kenzo kemari.
“Eh ini bukan seperti yang kau pikirkan Tuan,” sangkal
Kenzo tidak ingin ada salah paham.
---
Gina kin isudah bergabung bersama Sara dan yang lainnya. Melihat Sara di dekatnya, Gina spontan langsung memeluk erat sahabatnya baiknya itu.
“Kenapa bisa kebetulan bertemu begini ya?” ujar Gina tak menyangka.
“Dan kau kemari dengan siapa Gina?” tanya Sara penasaran.
Gina punl angsung melirik ke arah Kenzo.“Jadi bibi Gina benar pacaran denga paman Kenzo?” ujar Arvin menegaskan tebakan sang papi barusan. Sara pun jadi ikut mengira jika Gina dan Kenzo ada hubungan.
Walau dikira begitu, tapi GIna hanya tertawa dibuatnya. “Kalian ini ada-ada
saja, mana ada aku pacaran dengan pria ini,” ucap Gina dan menyikut lengan Kenzo.
“Dan kalian, tumben sekali kalian bertiga pergi
bersama ke supermarket. Dan aku baru tahu Tuan Han suka pergi ke supermarket,”
Gina melirik ke arah Ryuzen yang tetap saja menampakkan ekspresi dinginnya saat itu.
“Aku ikut karena dia tidak mau aku menyuruh orang lain
membelikan bahan masakannya,” pungkas Ryuzen.
Hal itu memang benar, karena pada awalnya Ryuzen memutuskan
untuk menyuruh orangnya untuk membelikan bahan masakan. Namun Sara malah menolak dan lebih ingin belanja
sendiri. Akhirnya Ryuzen yang takut terjadi apa-apa pada istrinya itu memutuskan untuk ikut.
“Oh... jadi begitu...”
“Ngmong-ngomong, karena kita berkumpul begini.
Bagaimana jika malam ini kita makan malam saja bersama di villa constel?”
“Aku setuju!” Seru Arvin
“Setuju....”
“Aku tidak!” Kata Ryu, satu-satunya orang yang tidak setuju
dengan usul Sara barusan.
“Tapi kenapa sayang?” Sara meminta penjelasan pada
suaminya.
“Tidak, aku tidak suka banyak orang di rumahku.” Ryuzen tetap bersikukuh tidak mau
mengizinkannya. Tentu saja Sara mencoba untuk merayu-rayunya, dengan iming-iming akan memasakan
makanan kesukaanya. Sadar rayuan macam begitu tidak akan mempan untuk suaminya.
Sara pun menggunakan senjata pamungkasnya, yakni berkata anaknya akan sering
ngiler jika keinginannya tidak dituruti.
Sara, aku tak menyangka kau sudah pintar memanfaatkan kelemahanku ya
sekarang?
Pada akhirnya Ryuzen pun mengizinkan mereka makan
malam bersama di kediamannya.
“Yeiy makan sukiyaki buatan mami!” Seru Arvin tampak
begitu senang.
Dan akhirnya mereka pun bergegas menuju ke kasir untuk membayar belanjaan mereka sebelum akhirnya, pulang
menuju villa constel.
Namun tiiba-tiba Sara malah menarik lengan Ryuzen yang mau berjalan
ke kasir. Ryuzen pun berhenti, dan.... Sara malah memberikan kecupan singkat di pipi suaminya itu.
“Itu sebagai ucapan terima kasihku,karena kau sudah
mengizinkan ada makan malam bersama di villa,” jelas Sara nampak senang. Ryuzen hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Sara barusan. Setelah itu, ia malah balik menarik pelan lengan Sara, dan mencium bibir lembut istrinya tersebut dengan singkat, setelah itu berkata, “Sama-sama sayang.”
🌹🌹🌹
Hai my beloved readers...
Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu
update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa
update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan.
Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Meski sering slow update
kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai
ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan
lupa untuk di share juga
ya. Thank you.
Happy reading and hopefully
you like it all...
Oh ya jangan lupa juga
follow instagram aku @chrysalisha98
karena aku bakal info karya baruku mungkin disana😊