Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 166


Ryuzen menatap Sara dengan tatapan tak biasa.


"Ryu ada apa? Kenapa kau tiba-tiba diam seperti itu!?"


Dan ponsel Ryuzen pun kembali berdering. Namun kali ini bukan dari Biyan, melainkan dari Jordan ayahnya.


"Halo!" Seru Ryuzen.


.....


"Aku paham!" Ryuzen memutus obrolannya, dan tiba-tiba ada pesan masuk. Ryu langsung mengecek pesan di ponselnya itu, dan trnyata benar, ada pesan dari Biyan Dao. Dibukanya pesan tersebut oleh Ryuzen. Sontak dirinya dibuat syok dan marah saat melihat foto yang dikirimkan oleh pamannya tersebut.


"Biyan Dao sialan!" Ryuzen geram.


Sara yang melihat Ryuzen tampak kaget dan terlihat semakin emosi, tentu saja bertambah penasaran dibuatnya. "Sebenarnya ada apa Ryu? Kenapa... kenapa tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak begini? Apa yang telah terjadi, katakan padaku!"


Melihat kekhawatiran Sara seperti saat ini, membuat Ryu dilema. Ia tidak tega jika harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi bagaimanapun, Sara berhak tau soal anaknya sendiri.


"Jawab aku Ryu! Jangan diam saja! Apa yang sebenarnya terjadi?" Teriak Sara yang semakin terlihat tidak tenang.


Sejujurnya Ryu benar-benar tidak ingin membuat istrinya itu bersedih, tapi cepat atau lambat Sara pasti akan tahu pada akhirnya. Akhirnya... Ryuzen pun menunjukan kepada Sara, pesan dari Biyan Dao yang berisikan, foto Arvin yang saat ini sedang di sekap di suatu tempat, yang sama sekali Ryuzen tidak tahu dimana itu. Sebab, Biyan hanya mengirimkan foto Arvin yang mulutnya dibungkam, dan hanya terlihat separuh badannya saja, tanpa terlihat latar tempat tersebut.


Melihat foto itu... mata Sara langsung terbelalak lebar-lebar dan menutup mulutnya dengan kedua tangan. Sara menggelengkan kepala, lalu menjauhi gambar foto tersebut. "Tidak mungkin! Ryuzen katakan padaku, itu hanya rekayasa kan? Tidak mungkin ada orang menculik putraku!" Sara tentu saja syok dibuatnya, ia pun terus menerus menyangkal jikalau foto itu bukanlah Arvin.


Karena tidak tega melihat Sara yang histeris, Ryu pun langsung memeluk sang istri agar lebih tenang. "Ryuzen, kenapa harus Arvin yang jadi korban!" Ujar Sara dalam tangisnya dipelukan sang suami.


Ryu mengelus punggung Sara dan mencium keningnya. "Sara... kau tenang saja, aku janji, aku akan menyelamatkan anak kita."


Disaat itu juga, Kenzo tiba-tiba datang dengan tergesa-gesa menghampiri Ryu lalu berlutut meminta maaf padanya dan Sara. "Tuan... nona... tolong maafkan aku...! Maafkan aku yang tanpa persetujuan kalian, mengizinkan tuan kecil untuk datang kemari, sehingga menyebabkan hal buruk malah terjadi... maafkan aku..." Kenzo benar-benar tampak menyesali hal tersebut.


Ryuzen tentu saja ingin sekali murka pada Kenzo saat ini. Tapi dirinya paham, karena semarah apapun dirinya saat ini pada Kenzo, kenyataannya tetap saja putranya kini berada dalam bahanya.


"Bangunlah... tidak ada gunanya juga kau berlutut dihadapanku sekarang!"


Kenzo pun kembali berdiri dengan perasaan bersalah.


Sara yang tidak bisa tenang, kembali mendesak suaminya itu."Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Ryu? Apa kita minta pihak polisi saja untuk menemukan Arvin!"


"Tidak! Kita tidak bisa langsung melibatkan pihak kepolisian saat ini. Karena aku yakin, Biyan pasti sudah sangat mewanti-wanti soal keterlibatan polisi." jelas Ryuzen.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Arvin harus segera ditemukan!" Sara terlihat semakin emosional dan gusar memikirkan nasib putranya tersebut.


"GPS!" Seru Sara.


Ryuzen pun baru menyadari, biasanya Arvin mengenakan jam tangan yang tersambung dengan ponselnya, sehingga dapat dilacak keberadaannya. "Tapi... aku rasa Biyan sudah membuang jam tangan Arvin. Karena dirinya pasti sudah tau, jika jam tangan milik Arvin pasti memiliki koneksi yang bisa aku lacak lewat ponsel."


"Tapi apa salahnya untuk mencoba!" Sara memaksa Ryu untuk melacak keberadaan Arvin lewat ponselnya. Dan akhirnya meski tidak yakin, Ryu pun mencoba melacak keberadaan putranya tersebut. Namun hasilnya sama seperti dugaannya, diponselnya menunjuk lokasi rest area tempat terakhir Arvin berhenti bersama Jordan.


Kali ini Sara benar-benar tertekan. Dirinya jelas begitu panik dan merasa tidak berguna. "Lalu apa yang harus segera kita lakukan!" Tubuh Sara mulai mengeluarkan keringat dingin, karena ketakutan.


Tiba-tiba ponsel Ryuzen kembali berdering. Kali kini bukan lagi sekedar panggilan telepon, melainkan panggilan video call dari Biyan Dao. Ryuzen tentu langsung menjawab panggilan video tersebut.


Ryuzen : Jangan main-main dengaku Biyan! (Ryu langsung memberi peringatan)


Biyan : Oh... santai saja keponakanku... aku hanya ingin bilang, jangan pernah kau berani melibatkan polisi, karena jika kau berani melakukan hal itu... maka aku tidak tahu lagi, bagaimana nasib anakmu yang lucu itu.


Ryuzen : Kau mengancamku?


Biyan : Oh tidak, mana berani aku mengancam yang mulia Ryuzen Han. Aku hanya memberi peringatan saja.


Tiba-tiba Sara merebut paksa ponsel Ryuzen dan berbicara pada Biyan.


Sara : Dimana Arvin! Cepat katakan padaku!


Biyan dan tersenyum miring.


Biyan : Nona Sara... kau tenang saja, putramu dalam keadaan baik-baik saja. Dia masih bernapas dan anggota tubuhnya pun masih utuh dan sempurna seperti sedia kala.


Sara : Kau sungguh biadab! Bagaimana bisa kau menggunakan anak yang sama sekali tidak berdosa demi ambisimu! Apa kau itu manusia!? (Sara berteriak, sambil menangis.)


Tampak Biyan Dao dari layar ponsel tersenyum puas.


Biyan : Semua itu adalah salah suamimu dan ayahnya. Mereka yang sudah menghancurkan kebahagiaanku. Jadi... maaf jika putramu yang harus aku jadikan sebagai alat.


Sara : Kenapa... kenapa kau begitu jaー


Sara tiba-tiba menjatuhkan ponselnya, karena merasa pusing, tubuhnya pun melemah hingga akhirnya ia jatuh pingsan. Untungnya... dengan sigap Ryu langsung menangkap sang istri ke pelukannya. Ia lalu meminta Kenzo untuk memanggil Jason kemari. "Sayang... kau tenang saja, aku pasti akan menemukan Arvin dan membawanya ke hadapanmu dengan keadaan baik-baik saja," ujar Ryuzen sambil memeluk Sara yang pingsan.


🌹🌹🌹


Hello readers setia, maaf ya... baru jadi update hari ini. jangan lupa jejaknya ya dengan LIKE VOTE & COMMENT