Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 88 : Mengadu pada Papi


Gina pun mengantar Arvin dan Sara sampai ke villa constel dan kemudian pamit pergi pulang, "Sara aku pamit dulu ya, kau dan Arvin jaga diri baik-baik, dan hubungi aku kapan pun kau perlu."


"Tentu, sekali lagi terima kasih banyak Gina," balas Sara.


"Arvin, bibi pulang ya," tukas Gina.


"Bye.. Bibi Gina! Hati-hati di jalan...," seru Arvin.


Sara dan Arvin pun kemudian masuk ke dalam villa.


~Villa Constel


"Arvin kau mandi dan bersih-bersih dulu, Mami akan masak makan malam untuk kita," ucap Sara.


Arvin yang sudah di dalam malah jadi terlihat kurang bersemangat, ia merasa sedih karena Ryuzen tak ada di sini bersamanya dan Sara. Padahal besok seharusnya untuk pertama kalinya, Arvin bisa pergi ke taman hiburan bersama kedua orang tuannya.


"Arvin, kau tidak enak badan?" tanya Sara melihat Arvin yang tidak seaktif biasanya.


"No! Mami, aku baik-baik saja. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu hal." Arvin pura-pura memasang wajah serius ala dirinya untuk menutupi kesedihannya.


"Memikirkan apa?"


"Rahasia! Lagian daya cerna otak mami juga pasti tidak akan mampu kalaupun aku jelaskan," ledek Arvin lalu pergi meninggalkan Sara.


"Anak nakal! Dasar Ryuzen versi mini! Anak dan Ayah tidak ada bedanya, ahli sekali kalau sudah soal membully-ku huh!" gerutu Sara.


~Hotel di Macau


"Kenzo, besok urusan soal peresmian proyek kira-kira selesai kapan?" tanya Ryuzen yang kini berada di depan laptopnya.


"Kira-kira sore waktu setempat Tuan!"


Ponsel Ryuzen tiba-tiba berbunyi, sebuah video call dari Arvin.


"Arvin, ada apa tiba-tiba ia melakukan video call, apa ada masalah?" ujar Ryuzen meninggalkan laptopnya dan mengangkat panggilan dari putranya.


Ryuzen : "Ada apa? Bukankah sekarang kau seharusnya sudah tidur, kau menipu mamimu lagi dengan berpura-pura tidur ya?"


Arvin : Hehe.. kau tau ya papi.


Ryuzen : Mamimu bisa kau tipu, tapi kau tidak akan pernah bisa menipuku.


Arvin : Papi.., aku mau mengadu sesuatu.


Ryuzen : Ada apa?


Arvin : Tadi saat aku, mami dan bibi Gina berjalan-jalan di mall, ada bibi berwajah jahat yang menggaggu aku dan mami, dan dia mengaku sebagai sepupunya mami.


Ryuzen mengangkat sebelah alisnya.


Ryuzen : Baiklah, coba kau ceritakan semuanya padaku kejadian tadi di mall.


Arvin pun menceritakan semua insiden yang terjadi di mall tadi siang.


Arvin : Jadi begitu ceritanya, Bibi itu sepertinya sengaja menyusahkan mami dengan minta ganti rugi yang mahal. Papi kau harus lakukan sesuatu, supaya bibi berwajah jahat itu tidak mengganggu mamiku lagi, oke?


Ryuzen : Aku mengerti, kau tenang saja aku akan urus semuanya.


Arvin : Kau memang yang terbaik papi, oh ya mana paman asisten?


Kenzo : Halo tuan kecil kau rindu padaku ya?


Arvin :Tidak juga, aku hanya penasaran saja, aku kira kau sedang keluar cari pacar, ternyata tetap sama saja hanya jadi asisten.


Ryuzen hanya tertawa kecil mendengar ucapan Arvin.


"Ayah dan anak yang pandai membully orang lain, aku ini jadi terasa nista sekali kalau di hadapan mereka," gerutu batin Kenzo.


Kenzo : Tuan kecil bisa tidak, kau tidak ikut-ikutan membully-ku begitu?


Arvin : Hahaha..., baiklah baiklah. Paman aku hanya bercanda kok!


Ryuzen : Arvin, sudah waktunya kau pergi tidur.


Arvin : Tapi aku masih mau bicara sama Papi (dengan tatapan sendu)


Ryuzen : Arvin papi bilang tidur!


Arvin : Okey... selamat malam Papi, selamat malam Paman.


Ryuzen : Selamat malam.


*video call ended


Ryuzen terdiam dalam rasa bersalahnya sejenak terhadap Arvin.


"Tuan muda..." panggil Kenzo.


Ryuzen pun langsung bereaksi, "Kenzo, bagaimana penyelidikan soal mobil yang kau curigai kemarin?"


"Soal itu, aku baru saja ingin bilang padamu jika, mobil yang aku curigai tersebut, modelnya sama persis seperti yang aku lihat di cctv yang diminta oleh Nona pengacara Qin," jelas Kenzo


"Coba perlihatkan rekaman cctvnya padaku,"


"Ini Tuan!" Kenzo menyalakan rekaman cctv yang diminta oleh Gina waktu itu, yang baru ia dapatkan kemarin.


"Aku juga baru saja menontonnya, dan baru menyadari hal itu, coba anda perhatikan!" papar Kenzo.


Ryuzen menonton rekaman cctv di tempat dimana Arvin kecelakaan tersebut, sayang rekamannya ternyata tidak merekam jelas kejadiannya hari itu.


Ryuzen mengernyitkan dahinya menyadari sesuatu.


"Kenzo benar, mobil ini sama persis seperti mobil dengan nomor yang di curigai dalang kejadian yang terjadi di toko milik Sara."


"Jika di lihat dari rekaman cctv ini, yang dia lakukan di detik ini, ia tidak bergerak sama sekali dan seperti memang menunggu sesuatu. Sudah jelas sekali bukan, orang itu memang sengaja ingin menyelakai Arvin, dengan kata lain rekaman ini sudah cukup membuktikan jika, kejadian itu bukan kecelakaan tapi murni percobaan pembunuhan," ucap Ryuzen terlihat cukup serius.


"Lalu bagaimana Tuan? Apa benar pelaku perusakan tanaman di c-lovely dan penabrak Tuan kecil adalah orang yang sama?"


Ryuzen berhenti menonton rekaman itu dan tersenyum licik, "Sudah jelas kan? Dan sepertinya aku tahu betul siapa orang di balik itu semua.


"Anda sudah tahu siapa orangnya?"


"Ya, dan aku pastikan dia harus membayar lebih banyak atas semua yang telah dia lakukana!" ujar Ryuzen dengan di ikuti seringai bibir dan tatapan tajam di matanya.


🌹🌹🌹


Like, comment, vote πŸ™πŸŒ·