
Sara yang baru saja sampai di lantai tempat ruangan Ryu berada, tampak begitu anggun dengan busana bermotif floral, berpadu bawahan tulle skirt selutut. Dirinya berjalan menuju ruangan Ryuzen dengan membawa kotak makan siang yang sudah tersusun rapi di dalam tas tentengnya. Di dekat ruangan Ryu yang letaknya tidak terlalu jauh, Sara bisa melihat ada ruangan yang hanya di sekat kaca, ruangan itu adalah tempat dimana Morin sekretaris Ryuzen berada.
"Selamat siang Nona Morin!" Sara mengejutkanya, dengan menyapa tiba-tiba. Alhasil Morin yang tidak tahu-menahu soal kedatangan istri bosnya secara tiba-tiba itu pun, langsung agak kaget dibuatnya.
"Oh Nona, kau mengagetkan aku saja," Morin masih terlihat memegangi dadanya yang sedikit merasa kaget karena dikejutkan oleh Sara tadi.
"Hihihi... maaf ya mengagetkanmu...!" Sara jadi agak tidak enak, karena mengageti sekretaris suaminya itu.
"Pasti Nona ingin bertemu Tuan Muda, kalau begitu biar aku beritahu dia kalau kau sudah ada disini."
"Tidak nona Morin jangan!" Sara buru-buru menghalangi Morin agar tidak memberitahu kedatangannya itu pada Ryuzen.
"Kenapa Nona?" Morin langsung fokus melihat Sara yang kini membawa kotak makan siang, yang dia tahu itu pasti untuk bosnya. "Oh...anda mau beri kejutan pada tuan muda ya?"
Sara mengangguk dengan sumringah pada Morin, tanda jika tebakan sekretaris Ryuzen itu benar adanya.
"Um baiklah, kalau begitu aku akan diam. Tapi di dalam, tuan masih ada pembicaraan dengan asistennya Kenzo, jadi kemungkinan agaknya kau harus menunggu. Eh tapi... sepertinya kalau kau yang masuk, tuan Han tidak akan marah sama sekali."
"Ah iya tidak apa, aku akan menunggu Kenzo keluar saja, baru aku masuk!" Gini-gini aku kan istri yang pengertian pada pekerjaan suamiku.
"Baiklah nona kalau begitu. Tapi maaf aku tidak bisa menemanimu, karena ada yang masih harus aku kerjakan," Morin minta maaf karena tidak bisa menemani Sara yang menunggu Ryuzen.
"Kau santai saja nona Morin, aku tidak ada masalah kok dengan menuggu. Kau kerjakan saja tugas-tugasmu!"
"Baik!" Ujar Morin datar dan langsung kembali kerja.
Melihat cara kerja Morin, dan para pegawai Emerald termasuk Kenzo. Sara jadi semakin yakin jika suaminya tipe orang yang sangat disiplin dan menjunjung tinggi profesionalitas. Tidak heran jika kualifikasi untuk menjadi karyawaan di perushaan yang dipimpin suaminya itu sangat ketat. Sepertinya... kalau aku yang melamar di perusahaan ini, pasti tidak akan diterima. Jujur, melihat cara Morin bekerja di depan komputer Sara jadi agak insecure dibuatnya.
Benar-benar karyawan handal dan profesional. Puji Sara dalam hatinya.
~~
Di ruangannya, Ryuzen dan Kenzo tampak tengah membahas soal Renji.
"Jadi benar, kalau orang misterius yang mengirimi bunga-bunga untuk nona Sara itu Renji Haoran?"
"Ya...! Dan aku tahu, dia melakukan itu semua pasti alasannya karena dendamnya padaku. Aku harus semakin berhati-hati dengan tindak gerak-geriknya, karena Renji lebih cerdas dari Biyan Dao." Ryuzen pastinya tau persis watak Renji, karena sejak di Anglo. Renji bisa dikatakan satu-satunya teman sebayanya waktu itu disana.
"Lalu apa yang akan kau lakukan Tuan?"
"Entahlah, tapi pertama-tama.... Aku harus pastikan Renji tidak ada hubungannya dengan pelarian diri Biyan Dao. Karena kalau sampai dia terlibat, aku pastikan Sara akan sangat berada dalam bahaya. Belum lagi dia pasti sudah tahu soal status hubunganku dengan Arvin." Ryuzen menopang dagunya dengan kedua tangannya yang terkepal, dan bertumpu pada kedua sikunya.
"Oh iya Tuan, soal Biyan Dao bagaimana? Apa benar Orizel yang membantunya kabur saat dalam perjalanan dirinya ke penjara?"
"Memang siapa lagi?" Ryuzen bangkit dari duduknya dan menoleh ke kaca jendela yang ada di sebelahnya. "Edgar dan Meilin sudah melacak dimana posisi Biyan saat ini. Dan ternyata benar dia masih berada di kota ini, aku pun sudah minta bantuan walikota untuk mem-blacklist nama Biyan Dao dari daftar orang yang akan melakukan perjalanan ke keluar kota. Dan Kenzo tugasmu adalah, bekerja sama dengan Edgar dan Meilin untuk mengawasi gerak gerik Biyan Dao, dan cari tahu letak dimana ia biasa berkeliaran di kota ini. Dia pasti banyak menggunakan penyamaran akhir-akhir ini, jadi kerjamu harus lebih cepat dan hati-hati."
"Baik Tuan!" Jawab Kenzo siap dengan tugas yang diberikan Ryuzen.
"Tapi tuan sebelum itu... bolehkah aku bertanya padamu, sebenarnya ada apa antara dirimu dan Renji di masa lalu? Kenapa Renji tidak suka padamu sangat?"
Tentu saja Kenzo tidak tahu, pasalnya saat dirinya masih aktif di black serpents bersama Renji, Kenzo yang masih remaja saat itu, dikirim oleh Ryuzen untuk meneruskan sekolahnya. Mungkin ia tahu Renji pun hanya pernah melihatnya beberapa kali saat ikut pelatihan Ryu di Anglo.
Kenapa tuan muda seperti menyembunyikan sesuatu begitu?
"Sebenarnya aku dan Renji... kami dulu adalah partner paling solid di Black serpents. Selain karena aku dan dia seumuran, dia juga rekan yang luar biasa, dia kebanggan JH."
Kenzo masih belum paham.
"Renji dan aku sebenarnya sangat bertolak belakang dalam segi watak dan sifat, tapi kami sangat cocok dalam pekerjaan. Harus aku aki Renji jauh lebih baik dariku dalam segala sifat."
"Benarkah itu tuan?"
Ryuzen tersenyum miring, "Kau tahu Ken, dalam menghabisi orang aku bisa dengan mudah menembak keluar isi kepala orang tersebut. Tapi Renji tidak, dirinya akan selalu memberi kesempatan orang untuk bicara dan menyesali perbuatannya, barulah ia ambil keputusan akan dibunuh atau di lepaskan. Jujur... aku banyak belajar untuk mengendalikin emosi dari dirinya. Ketenangannya dalam mengambil tindakan jauh di luar ekspektasiku dulu.... Ryuzen mengingat kejadian lamanya dulu di Anglo saat bertemu Renji pertama kali.
**Flashback on**
Ryuzen yang masih berusia 14 tahun kala itu, baru saja selesai dengan pelatihan di hutan. Ia tampak lesu dan tak bertenaga, bajunya lusuh dan terlihat banyak luka di sekujur tubuhnya. "Hai kau, ini aku pinjamkan handuk!" Kata seorang lelaki yang usianya sebaya Ryuzen.
Ryuzen menatapnya dengan tatapan yang tidak bersahabat. Tapi dirinya memang cukup butuh handuk itu untuk mengelap tubuhnya, akhirnya ia pun menerima handuk tersebut dan mengambilnya.
"Halo! Sepertinya kita seumuran ya?" Lelaki itu masih saja mengajak bicara Ryu yang tengah sibuk menyeka luka-lukany. Bagi Ryuzen siapa orang sok akrab ini, dirinya membatin demikian. "Aku tidak tahu ada orang seusiaku disini, waktu mereka membicarakanmu aku pikir kau pria dewasa, ternyata kau masih remaja!" Pungkas lekaki itu pada Ryuzen yang terlihat dingin.
"Membicarakanku, apa maksudnya?" Akhirnya Ryu buka suara.
"Begitu ya menurutmu?" Ucap Ryuzen dengan ekspresi datar.
"Oh iya kita belum berkenalan, namaku Renji Haoran. Siapa namamu?"
Ryu tampak enggan menjabat tangan lelaki yang sebaya dengannya itu. Namun, "Aku Ryuzen." Entah kenapa Ryuzen pada akhirnya malah menjabat tangan anak itu.
"Hei Renji, kenapa kau tampak bahagia sekali tinggal di tempat ini?" Tanya Ryuzen yang aneh melihat Renji tampak senang berada di neraka sialan ini.
Renji mengangguk, "Tentu saja aku senang. Tuan JH sangat baik menurutku, dengan aku mau bekerja untuknya aku jadi tidak perlu susah-susah cari uang untuk menghidupi diriku dan adikku!"
"Jadi karena uang?"
"Memang apa lagi permasalahan umum orang-orang miskin seperti kami kalau bukan uang?" Jawab Renji pasrah.
Ryuzen seperti tidak tahu harus bagaimana mendengar alasan Renji. Di usia belia dia sudah harus memikirkan soal finansial dan rela menjual dirinya pada organasi yang bagi Ryu adalah jurang sialan ini, demi uang. "Kenapa harus disini, disini kau kan?"
"Tuan JH sangat baik, aku membutuhkan uang untuk biaya hidup dan dia menawarkan aku banyak uangー"
"Dengan catatan kau bergabung disini dan mempertaruhkan nyawamu disini?"
"Huum, dan aku rasa itu adil. Aku bisa menjual kemampuanku pada black serpents, dan dapat uang! Aku tidak masalah..." Ujar Renji dengan polosnya.
Ryuzen tersenyum kecut, "Kau hebat tapi aneh!"
"Aku tidak hebat! Aku tidak sekuat dan seberbakat dirimu Ryuzen!"
"Omong kosong! Kau itu naif suka memuji orang berlebihan. Padahal aku yakin kau itu sangat hebat, kalau tidak mana mungkin JH sialan itu selalu memujimu."
"Aku tidak hebat dalam bertarung, tapi JH bilang kemampuan menganalisa lawan yang kumiliki sangat baik, entah itu benar atau tidak," Jelas Renji.
"Dia benar, kau itu memang suka berpikir ya?"
"Aku suka membaca buku, terutama buku-buku sastra klasik, apa kau juga suka Ryu?"
"Baca buku? Lumayan suka. Tapi tidak dengan kesusastraan yang membosankan itu!"
"Ah baiklah ternyata kita berbeda. Sejujurnya aku ingin menjadi penulis dan memiliki buku nantinya kalau sudah pensiun dari tempat ini, kalau kau ingin jadi apa Ryu?"
Ryuzen mendengus seraya mencibir dirinya. "Entahlah... garis nasibku sudah terbentuk sejak aku adalah keturunan keluarga Han, yang harus meneruskan yang sudah mereka miliki."
"Jadi kau itu keluarga orang kayー"
"Sttt... bodoh! Kau jangan sebut aku begitu!" Ryuzen memukul kepala Renji.
"Ugh sakit... maaf-maaf. Tapi apapun itu kita berjuang bersama ya!" Ujar Renji optimis pada Ryuzen yang sebaliknya.
**Flashback off**
"Sejak saat itu aku semakin dekat dengan dirinya, bahkan kami sering sekali menjadi partner untuk misi kelas S. Dia mengajariku untuk menganalisa sebelum bertindak, dan melangkah dua langkah lebih maju dari musuh," ucap Ryuzen sambil mengingat kejadian - kejadian masa lalu itu.
Aku belum pernah melihat tuan memuji orang lain sebaik ini. Aku rasa Renji Haoran memang bukan orang sembarangan dulunya.
~~
Saat tengah serius tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Ryu.
"Masuk!" Ujar Ryuzen mempersilakan masuk.
🌹🌹🌹
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih kepada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author mohon maaf, karena tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Oh iya, meski sering kali novelnya slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.
Dan buat yang sudah baca novel ini, jangan lupa ya untuk selalu tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa juga untuk bantu di SHARE komik ini, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti sekali buat aku.
Satu lagi temen-temen sekalian, jangan lupa juga ya... buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏