Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chapter 106 :


~Rumah Sakit


Setelah ditangani oleh Jason, kini Sara tengah berada di ruang rawat. dan Rony kini yang setia menemani Sara disana.


Beberapa jam pingsan akhirnya Sara sadarkan diri, ia membuka matanya pelan pelan, dan melihat sosok Rony di depannya.


"Sara..., kau sudah sadar?" ucap Rony senang melihatnya.


"Ro.. Rony?" ujar Sara.


"Jadi Rony yang menolongku? Tapi... kenapa saat aku pingsan aku seperti melihat sosok Ryuzen yang datang menolongku?"


Sara berpikir, jika Ronylah yang menolongnya keluar dari elevator. Sara pun berterima kasih pada Rony


"Ron.., terima kasih kau sudah menolongku, terima kasih!" ucap Sara yang masih lemah.


Rony tersenyum palsu, ia tidak bisa menerima ucapan terima kasih atas apa yang tidak ia lakukan sebenarnya. Namun, Rony juga tidak ingin Sara tahu jika sebernarnya yang menolongnya keluar adalah pamannya.


"...Tidak perlu berterima kasih menolongmu adalah kewajibanku kan," ucap Rony dengan rasa yang mengganjal dihatinya.


~~


Keesokan harinya, Ryuzen mengunjungi Sara yang baru saja ingin mulai sarapan, Ryuzen masuk ke ruangan Sara sambil membawakan sebuket bunga krisan berwarna merah jambu untuk Sara.


"Ini!"


Ryuzen menyerahkan buket bunga krisan yang ia beli tadi.


"Terima kasih," ucap Sara, namun ia baru saja mau mulai makan, tangannya memegang sendok dan yang satu di infus, jadi tak dapat menerima bunga itu dengan tangannya. Akhirnya Ryuzen meletakannya di sebelah Sara.


"Kau baru mau sarapan?" Ryuzen bertanya sambil melihat semangkuk bubur di atas nampan yang ada di hadapan Sara


"Iya.."


Ryuzen langsung merampas sendok ditangan Sara.


"Eh, kau mau apa? kembalikan sendokku aku mau makan sarapanku!"


Sara mencoba menggapai tangan Ryuzen yang jauh lebih tinggi darinya, tapi tak berhasil. Sara pun menyerah dan seolah ngambek membuang wajah pada Ryuzen, "Buka mulutmu!" perintah Ryuzen.


Sara yang tengah memalingkan wajah tersentak mendengar ucapan Ryuzen yang menyuruhnya buka mulut. Sara pun langsung kembali ke posisi normal. Sara melihat Ryuzen memegang mangkuk buburnya dan sendoknya yang sudah dipenuhi bubur yang siap dimasukan ke dalam mulut.


"Ryuzen, kau... kau mau menyuapiku?" ujar Sara melihat posisi Ryuzen yang menghadapkan kepala sendok berisi bubur itu ke arah bibirnya.


"Sudah buka dulu saja mulutmu dan makan ini," perintah Ryuzen dengan suara beratnya.


"Ryuzen..., tapi, tapi aku bisa makan sendiri," ungkap Sara yang tiba-tiba jadi agak salah tingkah.


"Kalau tidak mau makan dari suapan tanganku, maka akan kubuat kau makan dari mulutku," tegas Ryuzen dengan wajah datarnya.


Wajah Sara pun tiba-tiba memerah mendengar ucapan Ryuzen barusan, ia akhirnya pasrah dan mau di suapi oleh Ryuzen. Sara kemudian membuka mulutnya dan memakan sendokan bubur dari tangan Ryuzen.


"Aku kira kau mau merasakan sensasi makan dari mulut ke mulut," celoteh Ryuzen untuk menggoda Sara.


"Ryuzen, diam!" kata Sara yang wajahnya masih terlihat malu oleh perkataan Ryuzen. Ryuzen terlihat agak menahan geli melihat Sara yang malu seperti itu dihadapannya saat ini.


Sesuap demi sesuap akhirnya makanan Sara habis. Setelah menenggak habis segelas air putih, Sara tiba-tiba mengambil buket bunga yang dibawa oleh Ryuzen untuknya tadi. Sara mencium aroma bunga krisan merah muda tersebut dan itu membuat Sara terlihat senang.


"Kau suka?" tanya Ryuzen melihat Sara tersenyum karena buket bunga yang ia berikan.


"Ya, aku suka! Tapi kenapa harus bunga krisan?" telisik Sara ingin tahu maksud Ryuzen membawakan bunga itu.


"Bunga krisan memiliki makna panjang umur, dan aku rasa itu cocok untuk orang yang baru saja sehat dari sakit,"


Sara tersenyum mendengar jawaban Ryuzen.


"Aku tidak menyangka kau tau juga soal hal itu," ucap Sara.


Ryuzen tiba-tiba mengeluarkan Ponselnya dari sakunya.


"Kau mau apa?" tanya Sara


Ryuzen tidak menjawab Sara, ia malah sibuk men-touch layar ponselnya. Ternyata dirinya sedang menghubungi Arvin dan melakukan video call dengan Arvin.


*Video call Arvin dengan kedua orang tuanya.


Sara : Arvin! (Terlihat sangat senang)


Arvin : Mami..., kau tidak apa-apa kan? Katanya kau masuk Rumah sakit (khawatir)


Sara : Mami tidak apa-apa sayang, kau khawatir padaku?


Arvin : Tentu saja! Mami kan sangat ceroboh dan suka asal mana mungkin aku tidak khawatir!


Sara : Iya...., maaf sudah membuatmu khawatir.


Arvin : Tapi, mami benar-benar tidak apa-apa kan? Aku baru bisa pulang dua minggu lagi, jadi tidak bisa menengok mami (terlihat sedih)


Sara : Arvin mami sudah sehat, mungkin juga hari ini mami sudah bisa pulang. Jadi kau tenang saja ya (Bicara dengan lembut)


Arvin : ....., Papi!


Ryuzen : Ada apa?


Arvin : Papi, kau harus selalu jaga mami, dia itu kadang suka mudah di-bully orang, jadi kau harus selalu melindungi dia!


Ryuzen : Tenang saja, aku akan melindungi mamimu yang sedikit bodoh ini. (melirik Sara)


"Huh! Pasangan anak dan ayah ini apa tidak bisa sekali saja tidak mengejekku!" Sara terlihat kesal melihat Ryuzen dan Arvin membicarakan dirinya dan mengejeknya.


Arvin : Sebenarnya aku masih mau mengobrol, tapi jam pelajaranku akan segera dimulai, kalau begitu sampai jumpa dua minggu lagi.... Bye Mami.. Bye Papi..


Sara : Bye sayang... (kiss bye)


Arvin : Aku akan selalu merindukan kalian,


Sara dan Ryuzen: Aku juga akan selalu merindukanmu sayang.


*Video Call ended


Suasana tiba-tiba jadi senyap, Sara dan Ryuzen saling diam seribu bahasa terutama Sara yang malah bergeming dan fokus pada pikirannya saat itu.


"Padahal jelas-jelas bukan Ryuzen yang menolongku keluar dari lift, tapi kenapa hati kecilku tetap saja merasa dialah yang menolongku saat itu."


"Ehem..," Ryuzen berdeham mengacaukan lamunan Sara.


"Kenapa?" tanya Ryuzen berhasil mengacaukan Sara yang sibuk dengan pikirannya sendiri kala itu.


"Oh..., tidak, tidak! Hanya ingat sesuatu, tidak penting juga kok!"


"Oh!" ucap Ryuzen yang tidak yakin dengan ucapan Sara.


Tiba-tiba suara pintu ruang rawat Sara yang terbuka, membuat Sara dan Ryuzen menoleh ke arahnya. Ternyata dokter Jason yang masuk untuk memeriksa ulang keadaan Sara.


"Bisakah, kau mengetuk pintu dulu!" ujar Ryuzen yang tidak suka dengan kedatangan Jason yang menurutnya tidak tepat.


"Maaf, maaf.., aku tidak berniat ganggu kalian, aku hanya ingin mengecek keadaan Sara saja kok," kata Jason, yang kini seolah malah dia yang salah karena sudah terlanjur masuk ke ruangan.


"Tidak apa Jason, eh maksudku dokter Jason," ucap Sara yang justru sama sekali tidak masalah dengan kedatangan Jason.


Jason mulai mengecek keadaan Sara, sementara Ryuzen malah dengan tatapan tajamnya terus memperhatikan Jason yang kini tengah memeriksa denyut jantung Sara.


"Bisa tidak, kau tidak melihatku seperti penjahat begitu? Aku juga tidak akan berani macam-macam sama istrimu kok!" protes Jason pada Ryuzen, merasa tidak nyaman terus diperhatikan dengan tatapan tajam Ryuzen.


"Lanjutkan saja kerjamu! Lagi pula kau kan katanya dokter dengan jam terbang tinggi, diperhatikan begitu sudah grogi, menyedihkan!" ujar Ryuzen.


"Haiss, kalau orang lain mungkin aku tidak akan grogi, kalau kau yang menatapku begitu seolah nyawaku sedang di intai tahu!" gerutu Jason.


~


"Baiklah, sudah selesai nanti sore kau sudah bisa pulang Sara," ungkap Jason yang sudah selesai melakukan medical check-up pada Sara.


"Syukurlah, terima kasih Jason," ucap Sara merasa senang dan lega sudah bisa diperbolehkan pulang hari ini.


"Sama-sama,"


"Oh iya, Ryu setelah ini bisa kita bicara sebentar?" terang Jason minta waktu untuk bicara dengan Ryuzen.


"Tentu!"


"Sara, aku juga harus segera kembali ke kantor nanti aku akan minta Gina untuk menjemputmu pulang dari sini," ucap Ryuzen.


Sara pun mengangguk paham.


"Baiklah, kau hati-hati ya..." ucap Sara pada Ryuzen.


"Ya, sampai jumpa," ujar Ryuzen yang kemudian keluar ruangan bersama Jason meninggalkan Sara.


"Mereka mau bicarakan apa ya?" tanya Sara melihat ke arah Ryuzen dan Jason yang sudah pergi keluar.


~~


Ryuzen dan Jason kini susah berada di taman yang ada di rumah sakit, mereka pun mengobrol disana.


"Ada apa? Apa ada yang tidak beres dengan Sara?" tanya Ryuzen.


"Tidak, kondisi Sara benar-benar sudah baik-baik saja."


"Lalu?"


"Aku hanya ingin tanya serius padamu, kenapa semalam yang membawa Sara ke tempatku Rony bukan dirimu? Kau tidak mungkin setenang ini jika kau tidak tahu apa-apa kan?" terang Jason.


"Saat aku berhasil menolongnya, ternyata banyak wartawan di luar, karena itu aku tidak dapat keluar membawa Sara. Dan saat itu aku rasa hanya Rony yang bisa aku andalkan membawa Sara ke tempatmu," ungkap Ryuzen dengan wajah yang terlihat menyesal.


"Tapi dengan begitu, Sara akan bepikir Rony yang menyelamatkannya, apa kau rela jika seperti itu?" tanya Jason.


"Kau tidak perlu khawatir... cepat atau lambat Sara pasti akan tahu semuanya, sekalipun Rony tidak mengatakan sebenarnya pada Sara," ujar Ryuzen dengan santainya.


Jason memegang pundak sahabatnya itu, dari samping.


"Ryu, secara tidak sadar kau sudah mengakuinya, kau sangat mencintai Sara bukan? Hal itu terlihat jelas dari caramu menatap dan melindungi Sara."


Ryuzen tersenyum kecil mendengar ucapan Jason, namun nyatanya yang dikatakan Jason adalah semuanya fakta, jadi mau bagaimana lagi pikir Ryuzen.


"Kau tahu Jason? Bagiku.., Sara seperti potongan puzzle yang memang diciptakan untuk mengisi bagian kosong yang telah lama hilang di dalam diriku selama ini," ungkap Ryuzen dengan suara berat dan tatapan sendu yang jarang sekali terlihat pada dirinya.


Jason kembali menepuk bahu Ryuzen, namun kali ini langsung dari depan Ryuzen.


"Hanya saja aku ingin mengingatkanmu satu hal, bagaimana pun juga Rony adalah keponakanmu sendiri, aku tahu persis bagaimana dia begitu mengagumimu sejak kecil.


"Jadi kurasa, kau harus selesaikan urusanmu dengan Rony, jangan sampai hubunganmu dengannya rusak karena Sara, karena jika Sara tahu dia pasti akan sangat merasa bersalah."


"Ya kau benar Jason," ujar Ryuzen gantian menepuk pundak Jason .


"Aku pasti akan selesaikan semuanya dengan Rony, setelah itu aku akan mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada Sara" Ryuzen menatap dengan penuh keyakinan.


~~


🌹🌹🌹


Like, comment, vote!!


Arigatou 😘⚘