Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chapter 119 : Mitos yang mungkin nyata adanya.


Jam besar di belakang Sara akhirnya berdentang dengan keras, Sara menoleh ke arah seseorang yang barusan memanggil namanya, sorot mata dua insan itu kini saling beradu pandang, diselingi semilir angin malam yang mendesirkan raga, ditambah suara dentang jam yang masih terus berbunyi membuat keduanya sejenak terdiam tanpa kata.


"Ryuzen...!" ucap Sara dari bibir meronanya.


Ryuzen kini berdiri hanya beberapa inci dari Sara berdiri saat ini. Tanpa sadar Sara menitikan air matanya dan spontan menerjang Ryuzen dan memeluk pria itu dengan eratnya, menyandarkan kepalanya di dada pria yang bagi Sara adalah tempat perlindungan ter-aman baginya. Ryuzen pun tanpa ragu langsung membalas pelukan istrinya saat itu juga.


Rony yang hanya berjarak dua meter dengan mata kepalanya sendiri, bagai bulu yang terbang tak berdaya, menyaksikan dua insan yang kini saling berpelukan.


"Padahal sudah sedekat ini, tapi kenapa...? Kenapa tetap saja aku yang kalah..., bahkan semesta seolah menghalangiku untuk mengikat takdirku bersamanya...."


Setangkai bunga mawar itu lolos dari genggaman Rony, hatinya seolah tersayat-sayat ribuan belati yang menhantamnya secara bergantian. Rony terus menatap beku pada Sara dan Ryuzen yang seolah memang di takdirkan bersama, bahkan oleh cerita mitos karangan yang ada.


"Cih... menyedihkan!" cibir Rony lalu beranjak pergi dengan perasaan pilu bersamanya.


~~


Sara masih memeluk Ryuzen, merasakan hangat tubuh dan aroma kasturi bercampur lemon di tubuh Ryuzen yang memabukan dirinya. Sama hal-nya dengan Sara, Ryuzen menikmati aroma rambut Sara yang berada menempel di wajahnya saat ini.


"Bagaimana kau bisa tau aku disini?" ucap Sara yang masih di dalam dekapan Ryuzen.


"Aku selalu tau dimana kau berada."


Sara akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Ryuzen, lalu menyelipkan rambutnya ke telinga sebelah kanannya guna menutupi rasa gugupnya yang tiba-tiba mendera.


"Kenapa ponselmu tidak aktif?" ujar Ryuzen dengan tatapan dinginnya.


"Maaf, ponselku mati sejak pulang kerja."


"Gadis bodoh!" gumam Ryuzen.


Sara terlihat agak pucat dan lelah, hal itu membuat Ryuzen menjadi agak khawatir padanya. Beruntung, hari semakin larut keramaian pun perlahan mulai berubah menjadi sepi. Ryuzen dengan spontannya langsung menggendong Sara ala bridal style , kali ini Sara tidak protes seperti biasanya, ia justru merasa ingin terus begini dengan pria pujaan hatinya tersebut. Sara mengalungkan kedua lengannya diantara leher dan pundak pria yang kini menggendongnya, Ryuzen menatap Sara dalam-dalam, Sara pun membalas tatapan Ryuzen tanpa ragu.


"Aku lelah... bawa aku pulang!" ucap Sara yang untuk pertama kalinya terdengar seperti sebuah perintah bagi Ryuzen. Bak Raja yang tengah menggendong permaisuri hatinya menuju ke istana, Ryuzen pun berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Keesokan harinya Sara bangun kesingan, Ryuzen pun sudah tak nampak di sebelahnya saat ini, Sara mulai merenggangkan tubuhnya dan beranjak turun dari atas kasur menuju dapur,


"Sepertinya Ryuzen sudah berangkat ke kantor," pikir Sara. Namun ternyata salah, Ryuzen justru tengah duduk rapih di kursi sambil menikmati secangkir kopi sambil mengoperasikan tabletnya. Meja makan pun sudah dipenuhi menu sarapan, yang berhasil menggoda Sara untuk ikut bergabung.


"Selamat pagi...!" sapa Sara yang baru turun dari kamar.


"Selamat pagi!" balas Ryuzen yang tetap sibuk dengan tabletnya.


Sara menuangkan air putih ke gelas dan menengguknya sampai habis, barulah ia mulai untuk mengambil sepotong sandwich tuna untuk dirinya makan.


"Tidurmu nyenyak?" tanya Ryuzen tiba-tiba.


"Hem..." balas Sara yang mulutnya terisi makanan sambil mengangguk.


"Aku berangkat ke kantor dulu, kau berangkat siang saja, aku sudah bilang pada si melambai itu kalau kau sedang capek jadi tidak bisa masuk seperti biasanya," terang Ryuzen.


Sara sudah menelah habis sandwichnya, ia pun menjawab, "Aku tidak apa-apa kok! Nanti setelah selesai membereskan ini semua aku bisa berangkat seperti biasanya, kau tenang saja!"


"Oke kalau menurutmu begitu." Ryuzen pun melangkah pergi, tapi seketika ia urungkan dan malah berjalan ke arah Sara dan menundukan kepalanya sampai ke batas tangan Sara yang kini menggenggam sisa sandwich yang sudah digigitnya beberapa kali.


Hap!


Ryuzen melahap semua sisa sandwich yang di pegang sara dalam satu kali suapan. Sara sampai kaget dibuatnya, hingga dirinya pun protes, "Ryuzen kalau kau lapar kenapa harus makan yang ada di tanganku sih! Aku kan jadi kaget!"


"Sudah! Kau berangkat sana...!" ujar Sara yang tidak tahan dengan dirinya yang dibuat jadi seperti ini oleh Ryuzen.


"Sampai... jumpa... Sa.. ra..." bisik Ryuzen di telinga Sara, wajah Sara makin memerah dan panas dibuatnya.


"Ryuzen Han...." gerutu Sara


Ryuzen hanya tersenyum geli melihat Sara yang salah tingkah begitu, karena memang harus pergi sekarang, Ryuzen pun akhirnya mengecup bibir Sara singkat lalu pergi. Sara yang di tinggal pun hanya bisa bergumam kesal, dicampur rasa malu-malu yang jelas terlihat di wajahnya.


"Ryuzen, kau menyebalkan!" gumam Sara sambil memegangi kedua pipinya yang masih merah bak kepiting rebus.


~~


Kenzo memasuki ruangan Ryuzen dengan tergesa-gesa hinga nafasnya jadi tak beraturan.


"Ada apa?" ucap Ryuzen yang tengah mempelajari dokumen sambil memutar-mutar pena di jarinya.


"Tuan, gawat! Barusan aku membuka portal berita dan fotomu semalam yang nampak dari belakang sedang menggendong nona Sara, berhasil menghiasi semua halaman utama media online, dan kini bahkan tagar skandal rahasia tuan muda han menghiasi trending topic di seluruh platform media sosial."


Ryuzen seketika berhenti memeriksa dokumennya dan meletakan penanya.


"Kenzo cepat cari tahu, media yang pertama kali menyebarkan berita itu, lalu minta mereka take down berita itu dan blokir semua link yang ada kaitannya dengan berita itu."


"Baik Tuan! Tapi..., beritanya sudah terlanjur tersebar di portal media sosial, akan sulit jika sudah sampai ke media sosial yang notabenya bisa diakses oleh siapun."


"Soal itu serahkan padaku, sekarang kau hubungi pusat informatika dan minta lakukan pemblokiran untuk link yang terkait penyebaran beritaku. Sisanya biar aku yang urus!"


"Aku mengerti!" Kenzo pun langsung pergi melaksanakan titah dari Ryuzen.


Ryuzen mengambil ponselnya, ia menghubungi Alin Yifei.


"Alin aku butuh bantuanmu sekarang!" ucap Ryuzen dengan nada serius di percakapannya dengan Alin.


Setelah menghubungi Alin, Ryuzen memanggil Daniel dari divisi keuangan dan Sofia manajer promosi hotel Gloria. Ryuzen meminta Daniel menyiapkan pengeluaran dana tak terduga, dan menyuruh Sofia untuk melakukan promosi tiket menginap VIP gratis selama tiga hari secara masif di media sosial.


~C-lovely florist


"Hei coba kalian lihat! Berita soal tuan muda Han yang menggendong seorang wanita di dekat alun-alun kota, menghiasi seluruh portal berita." ujar Rina si ratu gosip


"Kak Sara?" ujar Rina dan Orin secara bersamaan.


"Hei lihat! Tiba-tiba hotel gloria buat promosi mendadak tentang undian menginap di kamar VIP selama tiga hari untuk komentar tercepat mendapatkan banyak like di fanpage mereka." seru Thomas.


"Eh ada berita yang tidak kalah hot, Alin Yifei di gosipkan akan kembali rujuk dengan mantan suaminya..!" terang Orin.


"Hey lihat ini yang tak kalah menghebohkan! Tiket konser gratis boyband X2X sudah di umumkan!" seru Rina.


"Hari ini banyak sekali berita menghebohkan ya?" ujar Thomas yang agak merasa heran.


~


Di ruangannya, Jesper melihat berita tentang foto Ryuzen yang diambil dari belakang tengah menggendong wanita pun menghiasi media sosial. Mengetahui hal itu Jesper malam memasang status di akun media sosialnya yang berbunyi ;


"Foto yang hanya di ambil dari belakang tanpa terlihat wajahnya bagaimana bisa orang-orang dengan bodohnya langsung percaya!" Jesper membuat status tersebut diikuti tagar #fotoryuzenhanternyatapalsu.


"Semoga bisa membantu, sisanya aku serahkan padamu tuan muda Han!" ujar Jesper yang duduk di balik mejanya.