
"Paman! Lebih baik kau menyerahkan diri pada polisi sekarang, sebelum aku sendiri yang akan menyeretmu ke penjara!" ucap Ryuzen dengan nada mengancam.
Akan tetapi, Biyan Dao sepertinya tidak terlalu bereaksi mendengar ancaman Ryuzen itu. Dirinya justru malah dengan tenang menjawab, "Baiklah... aku mengaku kalah darimu Ryu." Biyan Dao kemudian bangkit dari tempatnya duduk, dan terlihat seperti akan menyerahkan dirinya ke polisi.
Sayangnya..., bukan malah menyerahkan dirinya ke polisi Biyan justru.
"Semua diam! Jika kalian berani maju atau melawanku, makan akan ku tembak isi kepala wanita ini!"
"Erika!" Ujar Sara melihat Biyan Dao kini tengah menyandera Erika dan menodongkan pistol ke kepalanya.
"Biyan Dao! Cepat kau lepaskan Erika," Pinta Ryuzen dengan tenang.
"Heh! Kau pikir aku akan menurutimu? Jangan mimpi! Kalian semua jangan ada yg berani mengangkat senjata!" Seru Biyan kepada aparat kepolisian.
Takut membahayakan nyawa Erika, mau tak mau para polisi itu pun melakukan apa yang di instruksikan oleh Biyan Dao.
"Tuan muda bagaimana ini?" tanya Kenzo terlihat panik.
"Kau tenang saja, aku tahu pistol yang dipegang Biyan itu sebenarnya tidak terdapat peluru di dalamnya. Saat ini dia hanya sedang berusaha menggertak agar kita semua panik, sehingga dirinya bisa memiliki celah untuk kabur. Kau, aku harap tetap berpura-puralah panik seperti yang diingkannya." Jelas Ryuzen.
Kenzo pun mengangguk paham, "Aku mengerti tuan!"
"Paman, aku mohon, tolong kau lepaskan Erika," pinta Ryuzen sekali lagi.
"Cih! Jangan harap bocah!"
Ryuzen tidak punya pilihan lain, akhirnya dirinya pun berjalan mendekati Biyan guna menolong Erika.
Ryuzen apa yang....! Pekik Sara dalam hati, karena khawatir melihat apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Sekali lagi kau melangkah maju, kutembak kepala wanita ini!"
Ryu... tolong aku! Teriak erika ketakutan di dalam hatinya.
Dalam situasi seperti ini, Ryuzen tiba-tiba teringat akan kenangan dirinya saat masih menjalin hubungan dengan Erika. Dirinya ingat, jika dulu pernah mengajari Erika sedikit gerakan melawan pejahat.
Semoga Erika memahami isyaratku.
Dengan gerakan bola matanya Ryuzen seperti memberikan aba-aba pada Erika. Ia bermaksud meminta Erika agar melakukan gerakan yang dulu pernah ia ajarkan padanya.
Aku mengerti Ryu!
Erika pun dengan sekuat tenaga menginjak kaki Biyan dengan high heels miliknya, dan kemudian menyikut perut bagian kanan Biyan Dao, hingga akhirnya bisa berhasil melepaskan dirinya dari sanderaan Biyan dan lari ke dekapan Ryuzen. Merasa ada celah, Biyan Dao pun langsung mengambil acang-ancang dan kabur melarikan diri saat itu juga. Hingga para polisi pun mau tak mau harus melakukan pengejaran.
"Ryu... Biyan Dao?" ucap Erika yang masih ada di dekapan Ryuzen saat ini.
"Sudah ada polisi dan orang lain yang akan menangkapnya," ucap Ryu yang kemudian sadar, dan segera melepaskan Erika dari dekapannya.Ryuzen tidak ingin Sara bepikir macam-macam tentangnya jika melihatnya berlama-lama bersentuhan dengan Erika.
Wajah Erika seketika memerah melihat apa yang Ryuzen tadi lakukan untuk menyelamatkannya.
"Kau baik-baik saja Erika?"
Erika mengangguk, "Ya, aku baik-baik saja. Terima kasih Ryu..."
"Sepertinya, aku yang seharusnya mengucapkan banyak terima kasih padamu saat ini," Balas Ryuzen datar.
Sara ternyata sudah sejak tadi melihat situasi diantara Ryu dan Erika dari kursinya. Wanita cantik itu, seolah mulai merasakan rongga dadanya terasa panas. Sara sadar dirinya tengah digerayangi oleh panasnya api cemburu. Ketakutan akan suaminya yang bisa saja akan kembali bersama Erika setelah kejadian ini pun mulai samar-samar terlintas di pikirannya. Tapi dengan sekuat tenaga ia menepis pikiran buruk itu.
Tidak! Erika sudah membantuku, mana boleh cemburu di saat seperti ini. Tapi... aku melihatnya sendiri tadi. Bagaimana Ryuzen hanya menggunakan gerakan bola matanya untuk memberi aba-aba pada Erika agar melakukan sesuatu, dan Erika pun dengan mudah bisa memahami itu. Jika itu aku.... apa mungkin aku bisa melakukannya juga?
Sara terlihat gundah gulana dan murung memikirkan hal itu.
Ryuzen yang sadar betul jika Sara pasti melihat apa yang ia lakukan terhadap Erika. Tapi karena, dirinya tidak ingin membuat Sara cemburu dan berpikir macam-macam, Ryuzen pun langsung menghampiri Sara di kursi pesakitannya.
Ryuzen langsung berkata, "Maafkan aku Sara, tapi tadi aku dan Erika hanya..."
Sara menggeleng, "Tidak apa, aku justru bangga padamu."
Ryuzen tersenyum senang, "Kau memang istriku."
"Tapi Ryu, apa tidak masalah jika Biyan Dao melarikan diri?" Tanya Sara khawatir jika Biyan Dao akan berbuat ulah lagi.
Sara mengangguk mengiyakan ucapan Ryuzen.
~~
Di luar Biyan Dao tengah mencoba mencari akses yang cepat untuk melarikan dirinya dari kejaran para polisi itu.
"Aku harus segera pergi dari negeri ini, sebelum polisi menemukan akses rahasiaku dan menjadikanku tahanan dalam negeri."
Biyan Dao mencoba mengumpat ke suatu tempat demi menghindari polisi untuk sementara. Sayang, penjagaan amat ketat, mengingat dirinya adalah penjahat kelas berat sudah pasti pengejarannya dilakukan oleh tim khusus.
Dan tanpa disangka, tiba-tiba dirinya dihadang oleh sebuah mobil sport mewah berwarna putih.
Huh! Mobil ini kan...? Biyan Dao terperanjat kaget melihat mobil itu.
"Tuan Biyan, kau butuh tumpangan?"
Sial, kenapa aku harus bertemu penghianat ini! Biyan terlihat marah.
"Kau yang telah mengambil rekaman cctv itu, dan memberikannya pada polisi kan?!"
Renji tersenyu simpul, "Ya... mau bagaimana lagi, pada akhirnya kau sudah pasti yang akan terpojok. Lagipula, sejak awal sudah aku ingakatkan jika Ryuzen bukan orang yang akan mudah kau hadapi dengan perangkap macam itu."
"Enyah kau!"
"Kalau aku tidak mau bagaimana tuan Dao?" Balas Renji menantang.
"Biar aku beritahu satu hal tuan Dao! Aku ini kenal dengan Ryuzen bukan baru-baru ini saja. Bahkan dulu aku pernah menjadi rekannya saat kami masih sama-sama anggota black serpents. Jadi, aku lebih paham bagaimana cara untuk menghancurkannya dibanding dirimu."
"Kau licik Renji! Selama ini, ternyata kau hanya menjadikanku sebagai pembuka jalan untuk mengetahui lebih dalam tentang kehidupan Ryuzen pasca keluar dari black serpents. Memang sejak awal kau tidak berniat bekerjasama denganku."
"Kalau soal itu, bukankah itu salahmu sendiri yang sejak awal terlalu percaya padaku? Haha... ternyata kau memang tidak ada apa-apanya jika harus menghadapi Ryuzen."
"Diam kau manusia licik!" Biyan mencoba mengarahkan tinjunya ke wajah Renji. Untungnya Renji dapat dengan mudah menghindar, dan malah belaki memuku bahu Biyan Dao hingga terjatuh ke tanah.
Arghhh!
Biyan Dao meringis memegangi bahu kirinya yang terasa sangat nyeri akibat pukulan yang di dapatinya dari serangan Renji barusan.
"Kau! Apa kau ingin mengirimku ke penjara?"
"Menurutmu?" Balas Renji santai.
Sial! Aku harus segera pergi dari sini, sebelum polisi menemukanku!
Biyan Dao mencoba melarikan diri, namun ternyata polisi lebih dulu menemukannya.
"Biyan Dao berhenti disana!" Titah komandan petugas kepolisian. Sayangnya Biyan tidak menghiraukan titah polisi. Ia justru malah semakin ingin kabur, hal itu pun menbuat polisi terpaksa harus menembakan tembakan peringatan. Sayangnya tembakan itu tak juga digubrisnya, Biyan tetap saja berusaha lari dari kejaran polisi, hingga akhirnya....
*Bang!
Polisi terpaksa melumpuhkan kaki Biyan, dengan menembak kakinya hingga dirinya terjatuh dan tidak bisa melarikan diri lagi. Tanpa banyak bicara, polisi pun langsung memborgol Biyan untuk segera dibawa ke kantor polisi.
Renji yang masih ada di tempat itu pun hanya bisa tergelak sambil menonton detik-detik Biyan Dao di giring oleh pihak kepolisian.
"Maaf tuan Dao, tapi aku tidak suka dengan caramu mengorbankan Sara demi menghancurkan Ryuzen. Karena tidak akan aku biarkan satu orang pun yang boleh menyakiti Sara. Tidak siapapun!"
Dan kau Ryuzen Han! Bersiaplah mengucapkan selamat datang untuk pertemuan kita kembali setelah sekian lama.
Terkadang dibalik senyuman kecil itu, selalu penuh makna dibaliknya.
๐น๐น๐น
Halo my beloved readers. Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau setia membaca ceritaku ini. Sekali lagi maaf karena tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih sabar dan setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, dan vote ya....
Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.
Happy reading fellas and I hope you like it.
For more info follow my ig account @chrysalisha98 thank you.๐