
Di markasnya Lizo tertawa melihat berita Ryuzen yang dikabarkan telah meninggal dunia.
"Aku tidak sabar melihat Tuan Dao menduduki posisi sebagai pemilik Emerald untuk menggantikan Ryuzen sialan itu!" ujarnya.
Bagi Lizo, Ryuzen adalah musuh yang harus disingkirkan, perlakuannya saat di kasino waktu itu membuatnya menjadi semakin benci pada Ryuzen. Dan yang terpenting adalah kejadian beberapa tahun silam, saat posisinya dulu menjabat sebagai direktur keuangan di Emerald tiba-tiba dicabut oleh Yerumi Han karena dituduh menggelapkan dana perusahaan dan itu adalah ulah Ryuzen. Alhasil Lizo pun sepakat untuk menjadi partner Biyan Dao yang merupakan keponakan dari Yerumi Han, untuk menghancurkan Ryuzen dan mengambil alih tahta grup Emerald yang sudah bediri hampir 50 tahun lamanya.
Dan nanti sore pihak Emerald akan melakukan presscon, "Tiba-tiba Emerald mengadakan presscon dadakan, pasti hal ini terkait pengumuman resmi kematian Ryuzen Han? Aku jadi semakin tidak sabar melihat beritanya..." ujar Lizo yang sangat erlihat tidak sabar.
~
Ryuzen dan Sara akhirnya tiba juga di Montegi. Ryuzen yang tak bisa menemani Sara pun akhirnya meminta agar Sara nemanggil Gina ke villa untuk menemaninya, karena Ryuzen takut Sara kepian dikarenakan Sara yang masih cuti jadi tak ada teman di villa. Sedangkan dirinya sendiri kini harus segera ke hotel gloria, untuk menyelesaikan semua urusan secepatnya. Setelah berpamitan dengan istrinya, Ryuzen pun langsung menuju ke hotel gloria.
~Hotel Gloria.
"Apa semua sudah siap?" ucap Ryuzen yang sudah siap untuk melakukan presscon di aula hotel gloria sore ini juga.
"Sudah tuan, media-media paling kredibel di negeri ini pun sudah mulai berdatangan, dan mereka sendiri tidak tahu jika kau yang akan muncul di presscon tersebut," balas Kenzo.
"Bagus lanjutkan!"
"Lizo Xiao sepertinya..., permainan kita sudah harus berakhir hari ini, dan riwayatmu juga akan tamat hari ini!" ujar Ryuzen sambil melangkah dengan pasti.
Sebelum melakukan presscon Ryuzen menyempatkan diri mengecek ponselnya dan benar, ada satu pesan dari Sara yang kini nama kontaknya berubah jadi Sara istriku di ponsel Ryuze.
Pesan dari Sara ;
Ryuzen semoga masalahmu cepat selesai ya... semangat π
Ryuzen tersenyum membacanya seolah mendapat suntikan tenaga baru yang membuatnya semangat, ia pun langsung membalas pesan dari Sara.
Pesan dari Ryuzen ;
Terima kasih sayang, membaca pesan darimu energiku jadi terasa terisi penuh.
Sara yang membacanya pun dibuat senyum-senyum sendiri, hingga membuat Gina yang berada disebelah Sara pun hanya bisa menghela nafas, dan geleng-geleng kepala melihat Sara sahabatnya itu begitu.
πΉπΉπΉ
Pukul 05.30 sore di aula hotel gloria
Gemuruh suara wartawan dengan pena di tangan dan perekam suara mereka telah siap. Para utusan dari banyak media telah memenuhi ruangan tersebut, kilat cahaya dari kamera pun bergantian menyambar-nyambar demi bisa mengabadikan momen yang ada di aula hotel saat ini. Dimulai dengan Kenzo yang memasuki ruang presscon tersebut dengan penuh wibawa.
Wartawan pun mulai tenang dibuatnya, mengingat presscon akan segera di mulai. Kenzo pun sudah mulai membuka suaranya.
"Selamat sore semua, hari ini aku Kenzo selaku asisten pribadi Ryuzen Han sekaligus juru bicaranya, akan membuat pengumuman penting di presscon kali ini. Yang pertama terkait isu hilangnya Tuan muda Han selaku CEO Emerald yang beberapa hari ini sangat viral, dan kedua terkait langkah Emerald kedepannya.
"Dan untuk menjelaskan itu semua, seseorang yang memiliki wewenang di Emerald akan menjelaskannya secara detail dan orang itu ada dibalik pintu sebelah sana..." Kenzo menatap pintu tempat dimana Ryuzen akan keluar.
Para wartawan pun mulai berbisik bertanya-tanya dan menduga-duga siapa dibalik pintu tersebut. Hingga pintu pun terbuka secara perlahan, dan pada akhirnya terlihatlah sosok pria yang berhasil membuat semua orang kaget bukan kepalang. Jas hitam dan kemeja linen yang memang di desain khusus untuk Ryuzen, membungkus sempurna tubuh tegap pria yang kini berjalan ke atas podium itu.
"I... itu Tuan Han?"
"Ya itu Ryuzen Han!"
"Jadi dia sebenarnya hilang kemana?"
"Dia nampak sehat sekali, bahkan semakin mempesona!"
"Kharismanya begitu kuat!"
Semua orang di aula pun saling melontarkan ucapan dan reaksi saat melihat CEO Emerald yang satu ini kini telah berdiri di atas podium dan bersiap untuk memulai presscon.
Ryuzen menatap tajam sekeliling memastikan semuanya diam dan tenang barulah ia mulai bicara,
"Selamat malam semua, aku tahu kalian pasti kaget melihatku setelah dua hari ini mendapati berita simpang siur soal diriku yang hilang entah kemana. Terkait hal itu... sejujurnya aku tidak hilang kemana-mana, aku hanya sedang pergi untuk berlibur dan kini aku telah kembali. Mungkin banyak dari kalian yang senang akan kembalinya diriku ini.
"Tapi... bukan mustahil juga, jika ada sebagian kecil orang yang mengutuki kemunculanku kembali. Lumrah saja bagiku mengingat setiap pebisnis pasti memiliki pesaing, tentu hal itu tidak masalah buatku! Karena yang perlu diingat hanyalah... grup Emerald yang kini dibawah kepemimpinanku, tidak akan dengan mudah untuk di gulingkan apalagi di hancurkan.
"Karena jika ada yang berani mengusikku dan Emerald dengan cara yang kotor, maka aku sendiri yang akan menghancurkannya sampai menjadi debu!" ujar Ryuzen dengan tatapa tajam bagai elang.
"Terlebih, Emerald kini sudah melebarkan sayap bisnis jadi aku yakin langkah ini adalah yang terbaik untuk Emerald."
"Tuan Han, apa anda sedang membuat peringatan kepada sekelompok orang?" tanya salah seorang wartawan.
"Peringatan ini sejatinya untuk semua orang."
"Tuan Han apakah ini ada kaitannya dengan kematian Tuan Yerumi Han beberapa tahun silam?"
"Aku rasa hal itu tidak perlu aku katakan sekarang, terlebih kakekku sudah tenang di alam kuburnya."
"Lalu langkah apa yang dilakukan Emerald yang anda maksud baruasan?"
"Emerald kini memiliki saham di beberapa perusahaan global, baik hiburan, tekstil dan real estate! Emerald juga sudah mulai melebarkan sayapnya hingga ke benua Eropa. Jadi bukan hal aneh lagi jika tiga hingga empat tahun kedepan kemungkinan besar, Emerald bisa saja bertengger di lima besar perusahaan konglongmerat terbesar di dunia," jelas Ryuzen.
"Tuan muda Han memang hebat!
"Dia memang CEO yang luar biasa!
"Aku rasa Emerald yang di bawah kendalinya begitu cepat melesat bak roket!"
"Ya, aku rasa juga begitu!"
Bisik para hadirin.
"Baiklah sudah cukup aku bicara, itu saja yang perlu aku sampaikan hari ini. Aku hanya berharap bisa maju bersama grup Emerald membangun bersama-sama ekonomi negeri ini untuk menjadi semakin baik, terutama untuk kota Montegi kita tercinta....! Sekian, dan selamat malam!" Ryuzen mengakhiri pressconnya dan langsung turun meninggalkan podium.
Wartawan pun masih banyak yang membanjirinya pertanyaan terkait berita hilang dirinya, tapi Ryuzen tak pedulikan hal itu.
~
Di tempat lain, Lizo yang baru saja selesai menonton siaran langsung presscon dari Ryuzen pun hanya bisa terkulai lemas tak berdaya. Pria yang dipikirnya telah mati ternyata tengah gagah berdiri berbicara dan disaksikan jutaan pasang mata, baik secara langsung maupun dari layar kaca. Bahkan papan reklame di pusat kota pun menayangkan secara live pressconnya.
"Tidak mungkin! Tidak mungkin!" Lizo terus saja menyangkal dengan tatapan seolah tidak percaya apa yang telah di saksikannya barusan dilayar televisi
Lizo meraih ponselnya menekan nomor Biyan Dao. Namun nomor Lizo telah di blokir, habis manis sepah dibuang. Lizo bak barang rongsokan yang sudah tak terpakai, Biyan Dao seolah tak peduli lagi dengan nasib Lizo, yang kini tengah ketakutan hingga tubuhnya gemetar dan wajahnya pucat pasi, memikirkan apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Dirinya yakin Ryuzen pasti sedang mengutus orang untuk mencarinya saat ini,
"Aku harus melarikan diri....! Sebelum dia menemukanaku!" ucap Lizo yang gelagapan mencari kunci mobilnya dan berniat melarikan diri.
Dasar nasib baik mungkin memang tak berjodoh dengan Lizo, saat ia membuka pintu kediamannya, ternyata di depan pintu kini sudah ada Kenzo yang membawa pistol ditangannya.
"Kau....!" pekik Lizo.
#Buakk
Kenzo memukul pundak Lizo hingga pingsan, dan menyuruh dua orang pengawal dibelakangnya membawa Lizo.
"Ikat dan tutup matanya, seret dan bawa dia ketempat yang diperintahkan oleh Tuan muda," titah Kenzo pada kedua orang tersebut.
"Baik!" ucap dua pengawal itu.
Di tempat lain Ryuzen yang kini tengah duduk dengan kaki menyilang di sebuah kursi yang nampak bak singgasana seorang raja, seolah mengisyaratkan dialah sang pengendali permainan saat ini. Dengan tenangnya Ryuzen menunggu sambil menikmati segelas anggur ditangannya.
Ponsel berdering, Ryuzen pun mengangkat ponselnya itu.
"Bagaimana?" tanyanya pada seseorang yang menelponnya.
"Bagus! Aku sudah tidak sabar mengakhiri permainan yang sudah membosankan untukku ini!"
*klik Ryuzen mematikan ponselnya.
"Ikan kecil kini sudah tertangkap, sudah waktunya ikan yang lebih besar menampakkan dirinya...!" ucap Ryuzen dengan tatapan tajam bagai elang yang siap menerkam mangsanya.
ππ