Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 136


Dengan perasaan gelisah dan kacau Sara pulang ke rumahnya dengan menggunakan taksi. Selama di perjalanan, ucapan Renji yang mengatakan, jika dirinya tidak akan pernah mau melupakan dirinya meskipun dirinya adalah istri Ryuzen terus saja tengiang-ngiang di telinganya. Bagi Sara, perkataan Renji tersebut terdengar seperti peringatan ancaman yang sangat membuatnya tidak tenang.


Apa sebenarnya tujuan Renji? Dan kenapa, dirinya terlihat sangat membenci Ryu. Sebenarnya ada apa antara Ryu dan Renji? Kenapa Renji bisa berkata seperti tadi? Pertanyaan-pertanyaan itu, tidak henti-hentinya berkecamuk di pikiran Sara. Hingga tanpa sadar, dirinya ternyata sudah sampai di depan kediaman Han tempat dimana dirinya tinggal saat ini.


"Nona... kita sudah sampai!" Ujar si pengemudi taksi, yang dari kaca spionnya bisa melihat jika Sara saat i ini masih saja duduk termenung di kursi penumpang. "Ehem! Nona maaf, kita sudah sampai." Sopir taksi itu sampai harus mengulangi perkataannya pada Sara. Untungnya... kali ini Sara bisa sadar dari lamunannya itu.


"Oh iya maaf tadi... aku agak tidak konsentrasi."


"Iya nona tidak masalah," jawab sang sopir dengan begitu sopan. Sara kemudian memberikan sopir itu selembar uang lima puluh dollar untuk membayar taksi. "Nona ini uang kembaliannya!"


"Ambil saja kembaliannya tuan...," kata Sara yang langsung keluar dari dalam taksi.


~~


Sesampainya di depan pintu rumah, Sara sedikit ragu-ragu untuk segera masuk. Bayangan-bayangan akan bagaimana nanti, bagimana reaksi suaminya nanti, hal itu mulai menghantui benaknya.


Ya Tuhan... kenapa jadi begini? Sara menghela napas panjang, kemudian ia pun dengan yakin memasuki kediaman tersebut. "Aku pulang...!" Ujar wanita itu. Dan seperti biasanya, bibi Rachel akan menyambut kepulangannya.


"Selamat datang Nona..." Sara langsung melempar senyum kecil kepada pelayan baik hati itu sebagai balasannya.


"Oh iya, Nona anda mau dimasakan apa malam ini?" Sara malah bengong dan tidak fokus, hal itu nampak jelas saat ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari bibi Rachel barusan. Sara pasti masih teringat kejadian di taman tadi dengan Renji.


"Um... Nona Sara...!" Panggil bibi Rachel lagi.


"Oh iya bibi, maaf... kau bilang apa tadi?"


"Aku bertanya, kau mau di masakkan apa untuk makan malam hari ini?" Bibi Rachel akhirnya mengulang pertanyaannya.


"Makan malam um..., kau masak saja makanan yang bisa menghangatkan perut. Sup ayam jahe atau sejenisnya mungkin." Sara sebenarnya hanya asal bicara saja, jujur dirinya bahkan merasa tidak berselera makan hari ini, mengingat kejadian yang terjadi tadi di taman.


"Baiklah jika itu yang kau minta. Kalau begitu anda silakan istirahat nona. Nanti jika makan malam sudah siap akan aku beritahu, Kalau begitu, aku permisi dulu...."


"Oh ya, tunggu dulu Bi!" Sara memanggil kembali bibi Rachel yang baru saja akan melangkahkan kakinya kembali ke dapur.


"Iya Nona, ada apa lagi?" Kata bibi Rachel yang kembali menoleh ke hadapan Sara.


"Bi, Ryuzen belum pulang kan?"


Bibi Rachel sedikit mengerutkan keningnya. Kenapa nona bertanya begitu ya? "Nona, mohon maaf sebelumnya... tapi bukankah, biasanya kau yang lebih tahu jadwal kapan Tuan muda pulang dan kapan tidak. Apa mungkin kau dan tuan..."


"Oh tidak-tidak! Tidak ada apa-apa kok! Itu, um... ponselku hanya mati saja tadi, jadi aku belum sempat menelepon Ryuzen sampai sekarang. Um... baiklah, kalau begitu aku ke kamar dulu ya bi, maaf membuatmu jadi menunda pekerjaan karena pertanyaanku." Sara pun langsung melenggang pergi meninggalkan bibi Rachel.


Melihat Sara begitu bibi Rachel jadi ikut merasa agak khawatir. "Ada apa dengan nona dan tuan muda sebenarnya? Semoga tidak ada masalah serius yang terjadi diantara mereka."


~~


Gina dan Jesper terlihat pergi dalam Satu mobil. Di sepanjang perjalanan Gina melihat Jesper dari tadi seperti bengong.


"Hei ada apa?" Tanya Gina melihat Jesper yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Padahal dirinya tengah berada di posisi menyetir mobil.


Karena tidak di respon, Gina pun memanggil pria itu sekali lagi. "Jesper!" Seketika mobil Jesper seperti agak oleng karena Jesper yang tengah termenung itu sepertinya agak kaget dengan suara Gina yang memanggilnya.


"Jesper awas!" Teriak Gina melihat Jesper hampir saja melaju ke arah dimana tiang jalan berdiri. Dengan cepat Jesper membanting stir ke arah berlawanan untuk menghindari terjadinya tubrukan dengan tiang itu. "Huh... hampir saja!" ujar Gina yang hampir saja dibuat sesak napas karena ulah Jesper yang tidak fokus dalam menyetir. Ia pun segera meminta pria itu untuk segera menepikan mobilnya.


"Kau baik-baik saja kan?" Jesper melihat Gina memastikan jika diri wanita itu baik-baik saja. Tapi Gina malah terdiam, dan menunduk sambil merasakan degup jantungnya yang masih bedetak cukup cepat. Melihat gina yang tidak merespon ucapannya membuat Renji merasa sangat bersalah dibuatnya... "Gina... apa ada yang terluka? Tolong maafkan aku yangー"


"Cukup!" Bentak Gina yang berhasil membuat Jesper tersentak kaget. "Gina, a- aku..." Wanita itu tiba-tiba mengangkat kepalanya dengan tegap. Gina menoleh ke arah Jesper, dengan air mata yang kini sudah mengalir dari pelupuk matanya.


"Gina kau men- nangis?" Tanya Jesper yang merasa semakin dirundung rasa bersalah. Ia mencoba untuk menyeka air mata Gina, namun dengan segera di tepisnya tangan Jesper itu oleh Gina. "Jangan menyentuhku Jesper!"


Jesper makin bingung dibuatnya. "Gina... aku tahu aku bersalah, aku membuatmu takut, dan bahkan hampir saja membuat kita celaka. Tapi... aku mohon jangan kau beginikan aku!" Jesper seperti tak kuasa menahan rasa menyesalnya. Baginya, ini pertama kalinya Jesper melihat Gina menangis seperti ini di hadapannya. Dan ia sadar itu karena ulahnya.


"Gina kumohon, katakanlah sesuatu...," pinta Jesper dengan nada memohon.


Gina mengusap air matanya dengan kasar lalu menatap Jesper dengan matanya yang masih beruraian air mata. "Kau itu kenapa Jes? Kau mau mati kah!" Bentak Gina tampak emosional.


"Gina aku...."


"Kau sendiri bilang ingin menolong Sara, tapi kau sendiri saja tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Kau pikir kalau kau mati dan jadi mayat, kau bisa membantu Sara!?"


Jesper hanya membisu, dirinya seperti tidak punya satu katapun untuk mebalas kata-kata Gina.


"Jesper, aku tahu kau peduli pada Sara. Aku juga tahu kau mencintainya... tapi pernahkah kau berpikir, jika caramu mencintainya ini salah! Kau mencintainya sampai kau seperti lupa pada dirimu sendiri. Kau lupa kau punya kehidupan sendiri yang juga perlu kau pedulikan, kau lupa jika dirinya sampai kapanpun tidak akan menjadi milikmu. Dan kau... kau seolah hanya peduli padanya dan mengabaikan yang lain. Apa kau pikir itu ini cinta yang sebenarnya? Apa kau kira Sara akan suka melihatnya?!" Derai air mata Gina semakin tak terbendung, seolah air matanya itu adalah representasi emosinya terhadap Jesper selama ini yang sudah tidak bisa ia bendung lagi.


"Kau menyedihkan Jes..." lirih Gina dalam tangisnya.


Jesper tersenyum getir, "Ya... kau benar! Aku menyedihkan, aku bahkan membuat wanita sebaik dirimu menangis. Aku pria paling menyedihkan bukan?"


"Tolong...! Tolong berhenti bertingkah seolah-olah menjadi orang yang paling menderita!" Seru Gina yang membuat Renji seketika merasa seperti tertampar keras oleh ucapan wanita itu.


"Di dunia ini... bukan hanya kau yang merasakan apa itu sakit, bukan hanya kau yang merasakan pahitnya cinta sepihak, dan juga... bukan hanya kau disini, yang harus menelan pil pahit setiap kali melihat orang yang kau cintai, malah memikirkan orang lain. Bukan cuma kau...! Jadi aku mohon Jes, berhentilah menyakiti dirimu sendiri, dan mulailah mencari kebahagiaanmu dirimu juga, karena aku puー"


Ucapan Gina seketika langsung tertahan saat Jesper tiba-tiba malah memeluknya. "Maafkan aku Gina, maafkan aku yang selalu memikirkan diriku sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain... Aku baru menyadarinya dan aku sangat-sangat minta maaf akan hal itu." Jesper tak kalah emsional mengatakan hal itu, dirinya seperti baru saja keluar dari rantai yang selama ini membelenggu pikiran dan hatinya.


Gina pun masih menangis dalam pelukan Jesper yang baru kali ini ia rasakan. Meski tidak memberi tahu perasaannya pada Jesper setidaknya ia bisa meluapkan segala emosinya terhadap Jesper saat ini. Ini lebih baik bukan? Setidaknya aku bisa meluapkan isi hatiku padamu... meski tidak bersamaan dengan perasaaku padamu. Aku mencintaimu Jesper... aku harap kau sadari perasaanku ini.


~~


Sara baru saja selesai mandi. Dengan hanya mengenakan handuk yang dililitkan ke tubuh guna menutupi bagian-bagian intim dari tubuhnya itu. Sara terlihat membungkukan tubuhnya, diikuti kepalanya yang juga ditundukkan. Sara melilitkan handuk lain ke kepalanya, guna membungkus rambutnya yang basah. Saat Sara tengah membungkus rambutnya, tiba-tiba ia kaget saat netranya sekelebat menyadari ada sepasang kaki yang masih terbungkus sepatu itu berdiri di hadapannya.


"Hai!" Suara itu menggema di telinga Sara. Matanya wanita itu pun langsung terbelalak diikuti degup jantungnya yang berubah lebih cepat.


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih kepada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author mohon maaf, karena tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering kali novelnya slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.


Dan buat yang sudah baca novel ini, jangan lupa ya untuk selalu tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa juga untuk bantu di SHARE komik ini, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti sekali buat aku.


Satu lagi temen-temen sekalian, jangan lupa juga ya... buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏